Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL

YAYASAN AZ-ZAUZA
PEMBANGUNAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH
(MDT)

YAYASAN AZ-ZAUZA
Kp. WANGUNSARI RT. 005/RW. 009
DESA SETIAWARAS KECAMATAN CIBALONG
KABUPATEN TASIKMALAYA

YAYASAN AZ-ZAUZA
Kp. Wangunsari RT. 005/RW. 009 Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong
Kabupaten Tasikmalaya
Nomor

: 04/Y AZ/IX/2015

Lamp.

: 1 bundel proposal

Perihal

: Permohonan bantuan

Kepada :
Yth. Bupati Tasikmalaya
Di Tasikmalaya

Assalamualaikum Wr. Wb.


Teriring salam dan doa kami sampikan semoga Bapak senantiasa berada dalam
lindungan Allah SWT., dan dapat menjalankan amanah dengan sukses. Amiin.
Selanjutnya, dalam upaya pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat
pedesaan, dengan notabene masyarakat yang banyak tertinggal dengan pesatnya
perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan, sehingga terjadi kesenjangan
kehidupan. Hal ini semakin diperburuk dengan ditelannya mentah-mentah
pengaruh dari perubahan tersebut (westernisasi dan modernisasi), yang pada
akhirnya mengubah struktur budaya dan pola hidup masyarakat. Hilangnya nilainilai luhur budaya dan agama semakin memperburuk kehidupan masyarakat
dewasa ini. Kami yang merupakan bagian dari masyarakat tersebut merasa
prihatin dan berkeinginan untuk mengembalikan nilai-nilai agama dan budaya
menjadi suatu pegangan dalam kehidupan. Selain itu, guna ikut berperan aktif
menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan karakter bangsa melalui
program pendidikan berkelanjutan
Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami sampaikan proposal permohonan
bantuan pengembangan Ayam Petelur. Adapun dana pembangunan yang
dibutuhkan sebesar Rp. 300.800.000,- (tiga ratus juta delapan ratus ribu rupiah)
dengan rincian terlampir.

Demikian permohonan ini kami ajukan. Besar harapankan kita, cita-cita luhur
bangsa ini bisa teraih. Amiin. Atas perhatian dan bantuan Bapak, kami haturkan
terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tasikmalaya, 12 Mei 2014


Ketua Yayasan

Sekretaris Yayasan

Erik Risdiwono, ST

Eris Risdiwana

Diketahui,

Kepala Desa Setiawaras

Ketua MUI
Desa Setiawaras

Dadih Iskandar

A. Muhyi

Camat Cibalong

PROPOSAL PROGRAM INDUK PENGEMBANGAN


YAYASAN AZ-ZAUZA

A. Latar belakang
Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial. Penggalan kalimat tersebut merupakan amanat pembukaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mengisyaratkan bahwa tugas
pemerintah sebagai pelaksana dan pengelola negara adalah melayani, memberi dan
menciptakan kehidupan yang adil sejahtera bagi rakyatnya.
Perubahan yang terjadi di bumi ini secara global telah membawa berbagai
perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Perubahan demi perubahan begitu
capat terjadi, sehingga menimbulkan berbagai ketidakseimbangan di belahan bumi ini.
Perubahan tersebut merupakan imbas dari terlalu dominannya pengaruh ideologi, politik,
sosial dan budaya dari negera-negara maju. Perubahan-perubahan ini didukung oleh
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu menakjubkan. Hal ini
mengakibatkan negara-negara berkembang berada pada posisi yang lemah dan tidak
berdaya karena ketertinggalannya, dan ini menyebabkan negara-negara berkembang
menjadi ajang perebutan pengaruh dan kepentingan dari negara-negara maju. Dengan
denikian, negara-negara maju banyak mempengaruhi dan mendominasi pertumbuhan
negara-negara berkembang dalam segala aspek kehidupan. Pengaruh yang masuk tersebut
telah membawa perubahan struktur budaya dan pola kehidupan masyarakat diberbagai
lapisan.
Konsekwensi logis dari hal tersebut di atas adalah terjadinya eksploitasi sumber
daya, baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia dari negara-negara
berkembang tersebut demi kepentingan negara-negara maju dan kaya. Eksploitasi tersebut
mau tidak mau, suka atau tidak suka pasti akan terjadi, hal ini adalah suatu permasalahan
yang tidak dapat dihindari, sehingga pada akhirnya melahirkan kemiskinan di negaranegara berkembang.
Kondisi tersebut di atas tidak jauh berbeda atau bahkan mungkin sama dengan
yang terjadi di bangsa ini. Indonesia yang tengah berupaya membangun bangsanya di

segala aspek kehidupan dalam upaya perwujudan amanat pembukaan Undang-Undang


Dasar 1945, tentu tidak bisa melepaskan diri begitu saja dari negara-negara maju dan kaya,
karena bagaimana pun negara berkembang membutuhkan bantuan dan donor dari negaranegara yang sudah mapan. Dengan demikian, mau tidak mau Indonesia sebagai negara
berkembang sedikit besarnya terkena imbas dari negara-negara mapan tersebut. Imbas
tersebut telah mempengaruhi struktur budaya dan gaya hidup masyarakatnya di semua
lapisan. Kemiskinan dan keterbelakangan dalam segala bidang menjadi ciri kehidupan
masyarakatnya. Tawuran antar pelajar sampai penyalahgunaan kekuasaan menjadi
pemadangan yang sering kita saksikan, permasalahan pendidikan, sosial ekonomi, politik,
dan budaya seolah-olah tak kunjung reda mendera bangsa ini. Ditambah dengan kondisi
geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, menjadi ancaman untuk integrasi
bangsa ini.
Berangkat dari kenyataan tersebut di atas, dan sebagai bentuk kesadaran untuk
berkiprah mengabdikan diri kepada msayarakat, bangsa, dan negara yang dilandasi oleh
kristalisasi nilai dari suatu majelis taklim, Yayasan Az-Zauzan, yang merupakan wadah
partisipasi proaktif di tengah masyarakat, dengan fungsi sebagai fasilitator dan mediator
bagi semua pihak dalam membangun kejayaan bangsa, dan yayasan sebagai patner
pemerintah dalam upaya perwujudan kesejahteraan sosial, berusaha memberdayakan
segenap potensi yang ada untuk mencapai apa yang kami harapkan dan kami cita-citakan.
Upaya-upaya yang menjadi garapan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial tersebut
yang menjadi prioritas adalah melalui pemberdayaan sosial ekonomi, keagamaan dan
pendidikan serta kemanusiaan.

B. Dasar hukum
1.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat 2. Tiap-tiap warga negara berhak atas
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

2.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 2. Tiap-tiap warga negara berhak


mendapat pendidikan.

3.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 2. Fakir miskin dan anak terlantar
dipelihara oleh negara.

4.

Undang-undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Kesejahteraan


Sosial.

5.

Undang-undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Keyayasanan.

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan


Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.

7.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 053/U/2001 tanggal 19 April 2001


tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal Bidang Penyelenggaraan Pendidikan
Dasar dan Menengah.

C. Maksud dan tujuan kegiatan


Membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan bangsa dengan
membentuk dan mewujudkan sumber daya manusia yang percaya diri, terampil dan
berkarya nyata dengan dilandasi nilai-nilai agama, dalam upaya menciptakan karakter
bangsa demi terwujudnya kejayaan Indonesia.

D. Program kegiatan
Untuk mewujudkan maksud dan tujuan di atas, kami membina masyarakat dari
sektor pendidikan, sosial ekonomi, kemanusiaan, dan keagamaan melalui bentuk kegiatan:
1. Pendidikan

: - mendirikan lembaga pendidikan formal, informal


maupun non formal:
- memberikan layanan pelatihan dan pengkaderan;

2. Sosial ekonomi

: - mensejahterakan anak-anak yatim dan jompo;


- pembinaan ekonomi dan pelatihan wirausaha;

3. Keagamaam

: - mendirikan sekolah agama madrasah takmiliyah,


TKA/TPA, PAUD dan sejenisnya;
- Memberikan pelayanan pembinaan pada majlis taklim;

4. Kemanusiaan

: - penghimpunan dana dan penyaluran untuk menyantuni


fakir miskin dan sejenisnya;

E. Permasalahan yang dihadapi


Dalam melaksanakan program-program tersebut di atas, banyak kendala-kendala
yang menjadi permasalahan sehingga menghambat jalannya kegiatan tersebut. Adapun
permasalahan tersebut antara lain:
1. Terbatasnya sarana dan prasarana;
2. Belum optimalnya penyantunan dan pemberdayaan anak terlantar, yatim piatu, lansia
dan fakir miskin;

3. Belum optimalnya pemerataan memperoleh pendidikan yang layak;


4. Belum terpenuhinya gizi;
5. Terbatasnya tenaga profesional
6. Belum terlatihnya tenaga-tenaga yang ada;

F. Rencana pemecahan masalah


Guna mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut di atas, Yayasan Az-Zauza
merencanakan pemecahan masalah sebagai berikut:
1. Bidang sosial ekonomi
a. Penyantunan anak yatim piatu terlantar dalam panti dan luar panti untuk biaya
permakanan dan biaya pendidikan;
b. Pemberdayaan jompo melalui kelompok binaan usaha bersama;
c. Pemberdayaan keluarga miskin/pra sejahtera melalui KUBe;
d. Pembinaan manajeman dan wirausaha pada setiap kelompok binaan;
2. Bidang pendidikan dan keagamaan
a. Pendidikan Formal
1) Pelatihan guru dan personil;
2) Pembinaan siswa melalui kegiatan Ekstra Kulikuler dan Pengembangan Diri
melalui pembentukan teologi karakter;
3) Pembenahan administrasi sekolah, guru dan personil;
4) Pembebasan tanah;
5) Pembangunan ruang kelas dan ruang guru sebanyak 7 ruang;
6) Pembinaan menajerial terhadap pesantren-pesantern dan majlis taklim;
b. Pendidikan non Formal melalui program life skills.

G. Tahapan pelaksanaan program pengembangan


Demi tercapainya program yang tepat guna, efisien, dan efektif dalam
pelaksanaannya, maka berdasarkan rencana pemecahan masalah tersebut di atas, disusun
suatu tahapan pencapaian program sehingga memudahkan dalam pengevaliasiannya.
1. Tahap I (Persiapan)
Tahap ini difokuskan pada persiapan pembangunan sarana prasarana (fisik dan moril)
pendidikan dan pelatihan, dengan tujuan teridentifikasinya potensi kekuatan untuk

berkembang, peluang, dan tantangan yang menjadi kendala pengembangan. Tahap ini
antar lain terdiri dari:
a. Sosialisasi program yayasan. Melibatkan institusi pemerintah tingkat RT, RW, Desa,
dan Kecamatan, serta Dinas/Institusi terkait lainnya;
b. Koordinasi dengan stakeholder, dan menjalin kerjasama dengan dinas terkait,
pemerintah desa/kecamatan dll;
c. Identifikasi potensi lokal baik untuk pembelajaran maupun pengembangan usaha
ekonomi setempat (lokal) dan aspek-aspek yang penting dalam penyelenggaraan
program. Untuk mendukung kegiatan tersebut, disiapkan perangkatnya termasuk
petugas yang telah diberikan orientasi;
d. Pengolahan data hasil identifikasi, dan pemataannya dalam pelaksanaan program;
2. Tahap II (Pelaksanaan)
Tahap ini merupakan tahapan tindak lanjut dari tahap persiapan, dengan tujuan
terbentuknya suatu lembaga pendidikan yang profesional, refresentatif, dan kompetitif
sesuai standar isi pendidikan dengan tetap mampu melayani semua lapisan masyarakat
tanpa terkecuali. Tahapan ini meliputi:
a. Pembangunan sarana prasarana fisik pendidikan dan pelatihan pada lahan yang sudah
tersedia;
b. Pembebasan lahan untuk pengembangan sentral pendidikan dan aktivitas yayasan
lainnya;
c. Pendirian lembaga pendidikan kajian teknologi quran (tahap awal PAUD) dan pola
pembelajaran sekolah formal;
d. Pelaksanaan pembelajaran bagi warga didik yang sudah terjaring;
e. Pembinaan dan pelatihan pada kelompok-kelompok profesi, KUBe, dan majlis
taklim yang menjadi binaan yayasan;
3. Tahap III (Tindak lanjut)
Pada tahap ketiga ini, program sudah memasuki pada pelayanan kemanusiaan dan
pemberdayaannya. Tujuan dari tahapan ini adalah terlayaninya masyarakat dari segi
kesehatan dan sosial ekonomi, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dalam
upaya pelaksanaan PPK-IPM. Tahapan ini diantaranya:
a. Penyaluran bantuan pada yatim piatu, jompo, orang terlantar dan sejenisnya;
b. Mendirikan pos-pos pelayanan kesehatan (poliklinik) yang terjangkau semua lapisan
masyarakat, bekerja sama dengan Dinas terkait;

c. Pemberdayaan tenaga-tenaga profesi yang tidak memiliki pekerjaan;


d. Pelatihan life skill bagi para usia produktif yang putus sekolah dan menganggur;

H. Manajemen mutu
1. Rencana pelaksanaan pengawasan mutu
Agar pelaksanaan program pengembangan yayasan ini berjalan sesuai yang
diharapkan dan dapat dipertanggungjawabkan, maka sangat penting diadakan
pengendalian mutu yang optimal. Untuk itu akan diadakan manajemen mutu
pengawasan terhadap:
a. Proses pelaksanaan tahapan-tahapan program
b. Pencapaian tujuan dari tiap-tiap tahapan program
2. Cara pelaksanaan pengawasan mutu
Pengawasan mutu akan dilaksanakan secara skala yaitu:
a. Evaluasi terhadap proses
Dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tahapan-tahapan yang
telah diprogram dapat dilaksanakan dengan baik, jika terjadi penyimpangan/
hambatan akan segera dicairkan dalam musyawarah tim pengembang yayasan agar
proses pengembangan tetap berjalan sesuai dengan rencana.
b. Evaluasi terhadap pencapaian tujuan dari tiap-tiap tahapan program
Dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan dari tiap tahap program telah
dapat dicapai, untuk kemudian meningkat ke tahapan berikutnya.
3. Pelaksanaan pengawasan mutu
a. Badan Pendiri/Pembina Yayasan Yayasan Az-Zauza
b. Badan Pengawas Yayasan Yayasan Az-Zauza
c. Stakeholder-stakeholder terkait yang peduli dan konsen terhadap pengembangan
PPK-IPM melalui program yayasan
d. Pemerintah melalui Dinas terkait

I. Profil yayasan
Profil Yayasan Az-Zauza
Nama Yayasan

: Yayasan Az-Zauza

Kantor Pusat

: Kp. Wangunsari RT. 005/RW. 009 Desa Setiawaras


Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya

Latar Belakang

: Manusia

diciptakan

Allah

atas

dasar

amanat

yang

diterimanya sehingga dengan amanat tersebut manusia diberi


kuasa dan kekuasaan di bumi ini untuk mewakili urusan-Nya.
Namun demikian, karakter dasar manusia yang memiliki sifat
dzalim, bodoh, dan pelupa dapat menyebabkan hilangnya jati
diri manusia sebagi warga suatu bangsa yang ditandai dengan
pudarnya rasa kebangsaan dari sendi-sendi kehidupan yang
menjadi dasar historis bangsa tersebut. Demikian halnya
dengan bangsa ini, yang melupakan sejarahnya sehingga kian
terpuruk dalam segala aspek kehidupan.
Keangkuhan
menyebabkan

dan

keserakahan

lupa

terhadap

akan

kekuasaan

telah

sejarah

perjuangan

para

pendahulunya. Padahal, para perintis berjuang guna mencapai


kemerdekaan sejati menjadi bangsa yang beradab. Mereka
telah membina kesadaran untuk menyatu menjadi bangsa
yang satu demi tanah air yang dicintainya.
Dengan menyadari hal tersebut di atas, dan sebagai bentuk
tanggung jawab terhadap bangsa ini, menjadikan spirit untuk
tetap konsisten membela bangsa dan negara dengan
mendirikan sebuah yayasan untuk wadah partisipasi proaktif
di tengah-tengah masyarakat, yang berfungsi sebagai
fasilitator dan mediator bagi semua pihak, dalam upaya
membangun

kejayaan

bangsa,

dengan

dilandasi

oleh

kristalisasi nilai dari hasil kajian ilmu tentang suatu bangsa,


dengan nama: Yayasan Az-Zauza.
Tujuan

: untuk membina masyarakat dari sektor pendidikan, sosial


ekonomi, dan kemanusiaan, serta keagamaan. Melalui
garapan:
1. Pendidikan

: - mendirikan

lembaga

pendidikan

formal, informal maupun non formal;


- memberikan layanan pelatihan dan
pengkaderan;

2. Sosial ekonomi : - mensejahterakan anak-anak yatim dan


jompo;
- pembinaan ekonomi dan pelatihan
wirausaha;
3. Keagamaan

: - mendirikan sekolah agama madrasah


takmiliyah, TKA/TPA, PAUD dan
sejenisnya;
- memberikan pelayanan pembinaan
pada

majlis

talim

dan

pondok

pesantren;
4. Kemanusiana

: - penghimpunan dana dan penyaluran


untuk menyantuni fakir miskin dan
sejenisnya;

Badan Pengurus

Ketua

: Erik Risdiwono, ST

Sekretaris

: Eris Risdiwana

Bendahara

: Asri Fitria Nurjanah, ST

Kabid. Bidang Pendidikan dan Pelatihan

: Aj. Herman

K.Seksi Pendidikan Formal

: Lasman

K.Seksi Pendidikan Informal

: Sri Sulastri

K.Seksi Pendidikan Non Formal

: Sarah Bareza

K.Seksi Pengembangan dan Pelatihan

: Dian Herdiana

STRUKTUR ORGANISASI
YAYASAN AZ-ZAUZAN

Ketua

Bendahara

Kasi Pend. &


Pelatihan

Sekretaris

Kabid Sosial Ekonomi

Kabid Pemberdayaan
Masyarakat

Kasi Pend. Formal

Kasi Kesos

Kasi Pemberdayaan
Wanita

Kasi Pend. Informal

Kasi Pemb. Ekonomi

Kasi Pemberdayaan
Dana

Kasi Pend.

Kasi Pel. Kesmas

Kasi Pengembangan
dan Pelatihan

J. Rencana lokasi pengembangan


Untuk pengembangan program yayasan tahap I, dipilih lokasi di daerah
Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kp. Wangunsari RT. 005/RW. 009 Desa Setiawaras
Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya.

K. Rencana pembiayaan kegiatan


Jumlah pembiayaan untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut di atas sebesar
Rp. 300.800.000,- (tiga ratus juta delapan ratus ribu rupiah), dengan rincian rencana
penggunaan pembiayaan sebagai berikut:

No.

Jumlah
(Rp)
270.000.000,00

Uraian

Pengadaan ayam pullet 3000 ekor x Rp. 90.000

Pengadaan pakan 4000 x Rp. 7.700

30.800.000,00
Jumlah

300.800.000,00

Terbilang : Tiga ratus juta delapan ratus ribu rupiah

L. Penutup
Demikian proposal ini kami sampaikan, guna acuan dalam pelaksanaan program.
Atas perhatian dan dukungan semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Tasikmalaya, 21 Februari 2015


Ketua Yayasan

Bendahara

Erik Risdiwono, ST

Asri Fitria Nurjanah, ST