Anda di halaman 1dari 2

Pagi itu, seorang anak manusia diam termenung setelah bangun dari tidurnya.

Ia sama
sekali tidak melakukan hal apapun, kecuali terdiam dan melamun dengan
bersandarkan bantal yang Ia tumpuk. Sampai akhirnya, Ia mengeluarkan kata-kata
dari yang terlontar dari mulutnya. Pandangannya tetap kosong.
"Aku malas sekolah hari ini. aku benar-benar gak sanggup buat sekolah hari ini."
Sejenak berhenti.
"Aku malu sama teman-teman semua. Aku berbeda dari mereka. Aku miskin, aku
jelek, dan aku tidak seperti mereka."
"Tuhan, mengapa harus aku yang seperti ini? Mengapa harus aku, Tuhan?"
"Aku ingin benci terhadap hidup, tapi aku tak bisa. Masih ada orang yang mencintaiku
dengan tulus. Dan aku sadar, hanya karna tak sanggup sekolah di sekolah itu, yang
membuat aku benci hidup." Perlahan air mata mulai menetes.
"Aku takkan pernah rela bila harus meninggalkan sahabat-sahabatku, karena mereka
yang selalu menebarkan cinta tulusnya untukku." Mengusap airmatanya.
"Oke. Aku sadar, harta dan fisik takkan berarti tanpa cinta. Aku mempunyai cinta. Ya,
benar!" Sedikit tersenyum.
"Kalau aku tidak sekolah disini lagi, aku akan kehilangan mereka. Dan aku tidak yakin
ada sahabat sebaik mereka lagi." Tersenyum lebar.
"Okedeh, aku harus tetap sekolah. Aku gak peduli tentang kesedihanku. Semoga suatu
saat nanti, Tuhan memberikan apa yang aku inginkan, dan apa yang aku impikan."
Tersenyum, dan bergegas ke kamar mandi.
BUKAN SAHABAT
Hanna adalah salah satu siswi SMA favorit di Kota Banjarnegara. Dia anak yang baik,
bahkan terlalu baik karena tak pernah keberatan membantu siapa saja, sehingga terkadang
hal itu dimanfaatkan oleh teman-temannya.
Hanna masuk kamar dengan amarah di hatinya. Tas di punggungnya segera ia lepas dan
langsung ia lempar ke meja belajar.
Raut mukanya begitu kusut saat memikirkan semua yang terjadi hari ini.
Hari ini benar-benar menyebalkan. Bangun kesiangan, telat masuk kelas, pulangnya terpeleset di
depan sekolah. Huh sial banget deh.
Hanna memperhatikan tangannya yang sedikit terluka akibat jatuh tadi.
Nina. Aku heran dengannya. Jelas-jelas tadi dia lihat aku jatuh, tapi kenapa nggak menolongku?
Padahal tidak ada orang lain di situ. Aku juga baru tahu tadi kalau yang membuat gossip
kecuranganku lomba puisi adalah Nina. Aku benar-benar nggak menyangka dia tega berbuat
seperti itu hanya karena kalah lomba. Dia bilang ke semua orang kalau kemenanganku dalam
lomba puisi karena jurinya adalah ibuku. Aku yakin kalau Nina sudah tahu aku ikut lomba tanpa
sepengetahuan ibuku. Orang macam apa yang tega memfitnah sahabatnya sendiri?
Hanna menutup mukanya dengan kedua tanggannya lalu menghembus nafas panjang.

Nina. Apa yang sebenarnya ia inginkan? Selama ini aku selalu membantunya. Mulai dari
nyontek PR, minta sekelompok ngerjain tugas, bahkan waktu ulangan pun minta bantuanku. Apa
itu masih kurang?
Hanna tersenyum sinis.
Selama ini aku sudah sabar, tapi aku ini manusia dan aku punya rasa marah. Sudah diberi hati
tapi balas memberi empedu. Menyesal aku menganggapnya sahabat, dia tidak lebih dari musang
berbulu domba.
Sekarang aku tahu kalau Nina bukan sahabat yang baik.

KEKERINGAN
Kekeringan adalah keadaan kekurangan air yang sangat ekstrim dalam waktu lama.
Kekeringan timbul tanpa dapat diprediksi secara tepat.
Di Indonesia, hujan turun secara tidak merata meskipun pada umumnya hujan terjadi di seluruh
wilayah negeri. Ada daerah yang lebih mendapatkan curah hujan dan ada pula daerah yang
kurang mendapatkan curah hujan. Selain itu, hujan tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Di
wilayah barat, hujan sudah turun, tetapi di wilayah timur belum turun hujan.
Kekeringan dapat disebabkan karena akibat alamiah dan akibat ulah manusia. Akibat alamiah
contohnya curah hujan yang tidak merata, kekurangan pasokan air, dan berhubungan dengan
kekurangan lengas tanah. Akibat ulah manusia contohnya adalah Kebutuhan air lebih besar
daripada pasokan yang direncanakan akibat ketidaktaatan pengguna terhadap pola tanam atau
pola penggunaan air.
Akibat kekeringan adalah efek yang ditimbulkan dari sebab sebab yang menjadikan
kekeringan. contohnya adalah timbulnya berbagai wabah penyakit. Berkurangnya pasokan air,
sehingga mengubah lingkungan sekitar yang kekeringan dan pola kompetisi di lingkungan
tersebut. Adanya warga yang berebut air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Berdasarkan klasifikasi kekeringan tersebut, maka prioritas penanggulangan bencana
kekeringan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah. Khusus untuk kekeringan
yang disebabkan oleh ketidaktaatan para pengguna air dan pengelola prasarana air, diperlukan
komitmen dari semua pihak untuk melaksanakan kesepakatan yang sudah ditetapkan. Kepada
masyarakat perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif, sehingga memahami dan
melaksanakan pola pengguna air sesuai peraturan/ketetapan.