Anda di halaman 1dari 27

Skenario 8 : Metode Pengukuran dan Penilaian Status Gizi

B6
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Telepon : 021-5694 2061; Fax : 021-563 1731

Anggota :
Dwi Kartika 102012035
Theofilio Leunufna 102012065
Risya Malida 102012098
M. Tri Sudiro 102012178
Anastasia Tri Anggarwati 102012191
Vatiana Satyani 102012275
Arwi Wijaya 102012294
Siti Nooraida binti Hassan 102012485
Muhamad Azhan bin Ramli 102012504

Pendahuluan
Setiap manusia memilki kebutuhan gizi yang berbeda-beda tergantung dari tinggi
badan, berat badan, umur, jenis kelamin, dan banyak faktor lainnya. Kebutuhan gizi agar
tubuh tetap sehat harus seimbang, sering juga disebut sebagai asupan gizi seimbang. Asupan
gizi seimbang diatur dari pola penyusunan makanan yang menyeimbangkan makronutrien
dan mikronutrien yang dikonsumsi sehingga kebutuhan kalori dapat seimbang dan ideal.
Selain asupan gizi yang merupakan kebutuhan kalori, manusia juga harus melakukan
pengeluaran kalori agar tidak terjadi penimbunan yang dapat menyebabkan status gizi tubuh
tidak seimbang. Contohnya penimbunan lemak yang dapat menyebabkan berat badan tidak
ideal. Pengukuran status gizi dapat dilakukan dengan cara antropometrik yang dapat
menentukan proporsi fisik yang sesuai. Tinjauan pustaka ini membahas pola penyusunan
makanan berdasarkan menu gizi seimbang, kebutuhan kalori makronutrien utama, serta
pengukuran status gizi sehingga hasil yang diharapkan adalah pembaca dapat mengukur
status gizi dan menentukan pola makan yang diperlukan untuk status gizi tersebut.

Pembahasan
Gizi dan Nutrisi
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita harus makan guna mendapatkan nutrisi yang
terkandung dalam makanan tersebut. Nutrisi merupakan bahan bakar yang kita gunakan
untuk mendapatkan energi. Nutrisi dibagi menjadi dua yaitu makronutrien dan mikro
nutrient. Maksud dari pembagian makro dan mikro ini didasari dari kebutuhan dari tubuh
kita. Makronutrien dibutuhkan banyak oleh tubuh sedangkan mikronutrien juga dibutuhkan
oleh tubuh tapi tidak sebanyak makronutrien.1
o Makronutrien
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang bersumber dari padi-padian, sayur
dan buah. Terbagi menjadi karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana
terdiri dari monosakarida dan disakarida sedangkan karbohidrat kompleks terdiri atas
oligosakarida dan polisakarida dimana polisakarida berperan penting dalam tubuh manusia.
Sumber karbohidrat ada yang alami dan ada pula yang sintetis.2
3 kelompok besar karbohidrat:

a. Monosakarida (C6H12O6) yaitu gula yang paling sederhana terdiri dari molekul tunggal.
Dapat dibagi menurut jumlah atom karbon yang dimiliki menjadi triosa, tetrosa, pentosa, dan
heksosa. Monosakarida yang penting adalah gula heksosa seperti glukosa fruktosa dan
galaktosa.
i. Glukosa: gula terpenting bagi metabolisme tubuh/gula fisiologis yang bersumber
dari buah-buahan, jagung manis, sejumlah akar, madu. Dihasilkan sebagai produk
pencernaan pati. Pati-dextrin-maltosa-2 molekul glukosa dengan bantuan enzim dan
normal berda dalam sirkulasi darah.
ii. Fruktosa: gula termanis dari semua gula, dikenal juga dengan nama levulosa.
Bersumber dari hasil hidrolisa dari gula sukrosa menjadi glukosa dalam hati dan
dioksidasi sempurna menjadi energy.
iii. Galaktosa: hasil hidrolisa dari gula susu (laktosa). Melalui metabolisme jadi
glukosa memasuki siklus krebs untuk menghasilkan energi. Komponen dari
cerebrosida yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan syaraf.
b. Oligosakarida: gula yang mengandung 2-10 molekul gula sederhana.
i. Disakharida
- Sukrosa bersumber dari tebu dan gula dapur. Melalui proses pencernaan
sukrosa dipecah menjadi fruktosa dan glukosa.
- Maltosa pada gula malt, bir dan biji.
- Laktosa yang dipecah jadi glukosa dan galaktosa.
- Trehalosa
ii. Trisakharida
Ditemukan dalam bit dan madu
iii. Tetrasakharida
Pada kacang polong dan bit.
c. Polisakharida
Karbohidrat komplek terdiri atas beberapa molekul satuan gula sederhana
(monosakharida). Beberapa dapat dicerna yaitu pati dan dekstrin, sedangkan yang lain tidak
(sellulosa dan hemisellulosa seperti agar dan pektin), tidak larut dalam air.
Polisakharida yang penting:
i.
ii.
iii.

Pati: dalam biji-bijian, akar-akaran, umbi-umbian, buah yang belum matang.


Dekstrin: hasil pencernaan pati untuk dibentuk menjadi maltosa.
Glikogen: disimpan dalam hati dan otot untuk mensuplai energi bagi jaringan
tubuh pada saat latihan dan bekerja keras.

iv.

Sellulosa: tidak dapat dicerna terhadap kerja enzim pencernaan dan menyumbang

v.

muatan yang besar terhadap makanan.


Pektin: tidak dapat dicerna, sebagai laksatif, pengental, pengikat dan pembentuk

vi.

gel makanan.
Inulin: penting bagi pengobatan dan dipakai dalam uji fungsi ginjal.
Karbohidrat

sintetik

yaitu

maltodekstrin,polidekstrosa

yang

terbuat

dari

sorbitol,glukosa dan asam sitrat. Lalu ada sirup jagung dan gula ivert yang merupakan
hidrolisis dari sukrosa. Karbohidrat sendiri digunakan untuk dimetabolisme menjadi
energy,diubah menjadi glikogen jika asupan energy berlebihan, dan diubah menjadi lemak.
Protein
Makronutrien yang kedua yaitu protein. Protein sendiri tersusun atas asam amino
asam amino yang terdiri dari atom C, H, O, N, S. protein dibentuk oleh ikatan peptide. 2
asam amino yang tergabung disebut dipeptida sedangkan lebih dari 2 asam amino berikatan
disebut dengan polipeptida. Protein sendiri jika protein besar, terdiri dari ribuan asam amino
dan protein kecil terdiri dari kurang dari 100 asam amino contohnya insulin. Protein sendiri
kita bisa mendapatkannya dari hewani maupun nabati. Hewani seperti telur, ikan, unggas,
daging, susu. Sedangkan nabati seperti kedelai,kacang tanah, kacang polong.
Fungsi dari protein sendiri untuk menggantikan kehilangan protein yang digunakan
dalam metabolisme tubuh, membentuk jaringan baru, enzim dan hormon, dan sebagai sumber
energi. Protein juga sebagai penyeimbang kadar nitrogen dalam tubuh karena protein itu sama
dengan 16% dari asupan nitrogen dalam tubuh. Dalam tubuh manusia, untuk membuat
protein yang digunakan dalam membentuk berbagai jaringan, maka dibutuhkan asam amino
esensial. Asam amino esensial yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi tidak bisa
disintesis oleh tubuh. Dan ada yang bersifat semi esensial yaitu asam amino yang dibentuk
tubuh dari asam amino esensial. Contoh dari asam amino esensial yaitu: lisin, isoleusin,
leusin, valin, metionin, treonin, fenilalanin, triptofan dan pada anak-anak yaitu histidin dan
arginin. Sedangkan asam amino semi esensial yaitu sistin yang dirubah dari metionin. Dan
tirosin yang diubah dari fenilalanin.
Lemak
Lemak/ Lipid merupakan senyawa organik yang terdiri dari C,H,O. lipid sendiri
dicerna akan menjadi gliserol dan asam lemak. Penggolongan asam lemak yaitu berdasarkan
ikatan rangkapnya. Jika memiliki satu ikatan rangkap maka disebut monounsaturated fatty
acid dan jika memiliki lebih dari 1 ikatan rangkap disebut polyunsaturated fatty acid. Ikatan
rangkap ini menentukan kejenuhan dari suatu asam lemak.

Asam lemak juga memiliki sifat esensial yang merupakan asam lemak yang
dibutuhkan tubuh tetapi tidak bisa disintesis oleh tubuh. Contohnya adalah omega 6 dan
omega 3. Sifat dari lipid itu hidrofobik tetapi dapat larut dalam pelarut organik, misalnya
alkohol.
Lipid dibagi menjadi dua bagian yaitu lemak dan minyak. Perbedaan dari kedua ini
adalah lemak sendiri berwujud padat pada suhu kamar dan minyak berwujud cair pada suhu
kamar. Minyak bisa berasal dari hewan dan tumbuhan. Contohnya pada hewan yaitu omega 3
yang banyak pada ikan. Sedangkan lemak biasa berasal dari hewan dan tumbuhan. Seperti
santan,dan lemak hewani. Fungsi dari lemak adalah sebagai sumber energi, komponen dari
membrane sel, proteksi, insulator, memberi rasa kenyang, rasa enak pada makanan dan
pelarut beberapa vitamin.
o Mikronutrien
Mikronutrien sendiri terdiri dari berbagai mineral dan vitamin.
Vitamin
Vitamin dibagi menjadi dua yaitu vitamin yang dapat larut dalam air yaitu vitamin C
dan B complex dan vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, K. Vitamin yang
larut dalam air akan dibuang melalui ginjal sedangkan vitamin yang larut dalam lemak tidak
dapat dibuang dan akan menumpuk di tubuh. Vitamin A yang dikenal sebagai retinol berasal
dari ke sayur-sayuran yang berwarna kuning kemerahan seperti wortel. Fungsi dari vitamin A
sendiri untuk proses melihat, pertumbuhan tulang dan gigi serta untuk jaringan epitel.
Sehingga bila terjadi defisiensi vitamin A maka akan terjadi rabun ayam, gangguan membran
mukosa terutama di mata, xerophtalmia yaitu kekeruhan kornea dan gangguan pertumbuhan.
Dosis yang diberikan adalah pada bayi kurang dari 90 mikrogram, pada wanita kurang dari
7500 mikro gram dan pada pria kurang dari 9000 mikro gram. Jika kelebihan maka akan
menyebabkan rusak tulang dan hati, mual, sakit kepala, diplopia, rambut rontok dan kulit
menjadi kuning.
Vitamin D memiliki fungsi untuk kalsifikasi skelet dan absorbsi kalsium di usus.
Vitamin D memiliki 2 bentuk yaitu kolekalsiferol yang berasal dari 7 dehidrokolesterol yang
terdapat pada kulit manusia atau hewan dengan penyinaran sinar matahari dan ergokalsiferol
yang terbentuk dari ergosterol yang terdapat pada jamur dan tumbuhan dengan penyinaran
sinar matahari. Jika kekurangan dari vitamin ini akan menyebabkan rakitis dan osteomalsia.
Vitamin E atau tokoferol memiliki fungsi sebagai antioksidan dan mengontrol
oksidasi jaringan tubuh. Bahan makanan yang mengandung vitamin E sangat beragam,

contohnya kecambah,sayuran hijau, dan telur, sehingga jarang terjadi defisiensi. Jika terjadi
biasa nya disebabkan oleh malabsorbsi dari vitamin E. kekurangan vitamin E menyebabkan
anemia hemolitik ringan dan kadar tokoferol darah menurun
Vitamin K merupakan vitamin yang berfungsi untuk koagulasi darah. Sumber nya
berasal

dari

bakteri

usus(menaquinone),

sintetik(menadione),

dan

sayur

berdaun

hijau,telur,sereal,susu,minyak sayur, buah(phylloquinone). Jika terjadi defisiensi vitamin K


biasanya karena kegagalan absorbsi lemak dan menyebabkan haemorargic disease of the
newborn
Vitamin C merupakan vitamin yang berfungsi sebagai anti oxidant, pencegah skorbut,
membantu penyembuhan luka dan absorbsi besi hewani, meningkatkan fungsi imun, fertilitas
pria dan metabolisme lipid. Sumber vitamin C yaitu sayuran segar dan buat segar. Jika terjadi
defisiensi maka terjadi skorbut yaitu pendarahan dibawah mukosa,kulit dan kelainan
degeneratif pada tulang. Jika mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi maka akan diekskresikan
melalui ginjal tetapi memiliki resiko terkena batu ginjal oksalat dan diare.
Vitamin yang terakhir adalah vitamin B complex yang terdiri dari B1(thiamin),
B2(riboflavin), B3(niasin), asam pantotenat, B6(piridoksin), B12(cyanocobalamin), asam
folat dan biotin (vitamin H). vitamin B1 berguna pada metabolisme KH, alkohol lemak dan
piruvat. Jika kekurangan menyebabkan beri-beri dan wernicke korsakoff syndrome. Vitamin
b1 salah satunya berasal dari gandum. Vitamin b2 berfungsi untuk proses reduksi oksidasi
jaringan. Jika kekurangan akan menyebabkan bibir pecah pecah pada sudut mulut, inflamasi
bibir dan lidah serta sensitif cahaya.
Sumber makanan b2 adalah daging, ikan, sayur, hati, jantung, ginjal, susu. Vitamin b3
juga berfungsi untuk proses reduksi oksidasi. Jika kekurangan dapat menyebabkan pellagra
yaitu

demensia,

dermatitits,

dan

diare.

Sumber

bahan

makanannya

dari

ragi,gandum,daging,hati,ginjal, dan ikan. Vitamin b6 berfungsi untuk kofaktor enzim asam


amino untuk metabolisme protein. Defisiensi jarang terjadi tetapi jika terjadi menyebabkan
kejang dan gangguan pencernaan. Sumber makanan nya yaitu pisang, sereal, hati, daging,
ikan, sayur. Vitamin b12 juga berfungsi untuk metabolisme protein. Jika kekurangan maka
menyebabkan faktor intrinsik menurun untuk absorbsi vitamin b12. Sumber makanannya
yaitu dari daging, susu, keju, dan telur.
Asam folat sendiri bersama dengan vitamin b12 untuk metabolisme protein.
Sumbernya berasal dari sayuran dan roti. Kebutuhan asam folat meningkat pada saat masa
kehamilan karena anemia megaloblastik membutuhkan asam folat untuk penyembuhannya.
Jika terjadi defisiensi akan menyebabkan megaloblasti anemia dan pada anak-anak maka

pertumbuhan akan terganggu. Asam pantotenat sendiri jarang terjadi defisiensi karena berasal
dari berbagai makanan. Asam pantotenat memiliki fungsi memproduksi energi. Yang terakhir
biotin merupakan bahan yang utama dalam lipogenesis,glukoneogenesis dan katabolisme
asam amino bercabang.
Mineral
Mineral merupakan zat yang penting untuk tulang,cairan tubuh dan jaringan lunak.
Mineral merupakan 3% dari berat tubuh. Kalsium merupakan mineral yang terbesar di dalam
tubuh. Fungsi nya yaitu untuk tulang dan gigi,mengontrol kerja otot dan syaraf, dan
pembekuan darah. Penyerapan kalsium yaitu dengan cara difusi pasif dan transport aktif yang
memerlukan vitamin D. Penyerapan kalsium ditingkatkan oleh vitamin D, media
asam,laktosa,asam amino,lemak dan protein. Sedangkan penyerapannya diturunkan oleh
sayuran dan buah(asam oksalat),sereal(asam fitat),serat, stres fisik dan mental. Kebutuhan
akan kalsium meningkat pada pertumbuhan,masa kehamilan dan laktasi. Defisiensi dari
kalsium berkaitan dengan vitamin D yaitu rakitis dan osteomalcia.
Mineral lainnya yaitu fosfor yang merupakan mineral kedua terbanyak di dalam
tubuh. Fungsinya tergabung bersama kalsium di dalam tulang dan gigi,pembentuk komponen
sel yaitu fosfolipid, pelepasan KH& lemak, absorbsi KG dari usus halus dan keseimbangan
asam basa. Absorbsinya fosfor terganggu oleh antasid. Fosfor berasal dari protein
hewani,susu,sereal,telur dan bahan makanan tambahan seperti baking powder. Defisiensi dari
fosfor jarang terjadi, jika kalsium cukup maka bisanyanya fosfor akan cukup. Defisiensi
fosfor terjadi pada alkoholik,penyakit ginjal dan total parental nutrition.
Besi merupakan mineral yang berfungsi untuk pembentukan darah. Vitamin C
meningkatkan absorbsi besi yang heme(daging) sedangkan pada besi non heme(sayur,buah)
tidak terjadi peningkatan absorbsi. Dan absorbsi ini diturunkan oleh asam fitat. Defisiensi
besi menyebabkan anemia.
Iodium nerasal dari seafood dan sayuran. Iodium merupakan konstituen dari tiroksin
(T4)dan triodotironin (T3). Absorbsi Iodium dihambat oleh suatu senyawa yaitu goitrogen
yang terdapat di dalam kol salah satu contoh nya.
Natrium merupakan mineral yang berada dalam cairan ekstraselular. Jika konsumsi
Natrium meningkat, makan tekanan darah akan meningkat. Bahan makanan nya yang
terutama adalah garam daput. Defisiensi natrium menyebabkan kelelahan dan kram otot.
Magnesium berguna untuk perkembangan skelet. Bahan makanan sumber adalah
sereal,protein hewani. Magnesium absorbsinya dihambat oleh Ca,P dan protein sehingga
magnesium di protein nabati lebih banyak daripada hewani. Kekurangan magnesium

disebabkan oleh kelaparan,sindroma malabsorbsi,pankreatitis aku, alkoholism,muntah dan


diare. Biasanya defisiensi magnesium disertai dengan defisiensi kalsium. Defisiensi
magnesium menyebabkan kelelahan otot,kegagalan pertumbuhan dan takikaridia.
Kalium merupakan mineral intrasel. Pemberian kalium menyebabkan tekanan darah
akan menjadi turun. Sumber kalium berasal dari buah,sayuran, dan kopi. Serta defisiensi
kalium disebabkan oleh diare,obat diuretik dan muntah.
Metode Pengukuran Status Gizi
Metode pengukuran status gizi dalah suatu pengukuran suatu aspek yang dapat
menjadi indicator penilaian status gizi, kemudian dibandingkan dengan standar baku yang
ada. System penilaian status gizi dibedakan menjadi 2 yaitu pengukuran langsung
(pengukuran yang langsung kepada individu terkait) dan yang tidak langsung (melalui hal
lain selain individu tersebut).
1. Pengukuran secara langsung:
a. Antropometri
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari
sudut pandang gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi
tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
Penilaian status gizi secara antropometri didasarkan atas penilaian
keadaan fisik dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
Untuk antropometri yang digunakan dalam penentuan status gizi di antaranya:
berat badan, tinggi badan, lingkar dada, lingkar lengan atas, lingkar kepala, dan
tebal lemak dibawah kulit. Dari semua ukuran itu yang paling sering digunakan
adalah berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) yaitu berat badan dibandingkan
umur (BB/U), tinggi badan dibandingkan umur (TB/U), berat badan dibandingkan
tinggi badan (BB/TB).
Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan
asupan protein dan energy. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan
fisik dan proporsi jaringan tubuh seperi lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

Tabel 1. pengukuran antropometri2


Penilaian Pertumbuhan
Lingkar kepala
Berat badan

Penilain Massa Lemak Bebas


Lingkar lengan atas (LILA)
Mid upper arm muscle

Penilaian massa lemak


Triceps skinfold
Biseps skinfold

Tinggi/panjang badan

circumference (MUAMC)
Mid upper arm muscle

Subscapular skinfold

(MUAMA)
Perubahan berat badan
Rasio berat/tinggi
Tinggi lutut
Lebar siku

Suprailiac skinfold
Mid upper arm fat area
Waist hip circumference ratio

Status gizi
a. Index masa tubuh (BMT)
IMT (kg/m2) = BB (kg)
TB(m2)
Index brocca
Usia < 40 Tahun

: BBN = TB (cm) 100 10%

Usia > 40 Tahun

: BBN = TB (cm) 110

Status Gizi kurang

: BB < BBN ( BB normal)

Status gizi lebih

: BB> BBN (BB normal )

Hasilnya:

90 110%

= BB normal

110- 120 %

= BB Lebih

>120%

= Obesitas

RLPP (rasio lingkar pinggang dan pinggul)


Meskipun cukup cukup efektif untuk mengukur kadar obesitas,
sayangnya IMT tidak mencerminkan distribusi timbunan lemak di dalam
tubuh. Untuk menilai timbunan lemak perut dapat digunakan cara lain, yaitu
dengan mengukur rasio lingkar pinggang dan pinggul (RLPP) atau mengukur
lingkar pinggang (LP). Cara ini cukup praktis dan mudah, bisa dilakukan
dengan menggunakan pita meteran (seperti yang digunakan oleh penjahit).
Meteran itu digunakan untuk mengetahui banyaknya lemak tubuh bagianbagian tubuh tertentu.
Tabel 2. Rasio PLPP
( Sumber: www.google.com )

Laki laki

Perempuan

L. pinggang

<94 cm

<80 cm

Normal

94 102 cm

80 88 cm

Tingkat I

>102 cm

>88 cm

Tingkat II

Tebal lemak sub kutan (skin folder caliper )


Tebal lemak subkutan lipatan kulit dengan menggunakan Skin Fold
Caliper pada beberapa tempat, antara lain: triceps: diukur lipatan kulit yang
menggantung bebas anatara bahu dan siku. Dinyatakan obesitas bila tebal
lemak subkutan > 20 mm pada pria dan > 30 mm pada wanita.
Biceps, skapula, supra iliaka dan subkostal. Bila melebihi standar yang
ada, dapat dinyatakan obesitas.
LLA ( lingkar lengan atas )
Lengan mengandung lemak bawah kulit dan otot,jika LLA menurun
maka menunjukan penurunan lemak/otot .pengukaran mudah dan tak banyak
mengeluarkan waktu dan alat.

Tabel 3. Kategori Berdasarkan LLA

( Sumber: www.google.com )
PERSENTIL
5 th

KATEGORI
Kurus

> 5 th - 15 th

Di bawah rata- rata

>15 th - 75 th

Rata- rata

>75th - 85 th

Di atas rata rata

>85 th

Terlalu banyak lemak

b. Klinis
Penilaian secara klinis adalah penilaian yang mempelajari dan
mengevaluasi tanda fisik yang ditimbulkan sebagai akibat gangguan kesehatan
dan penyakit kurang gizi.
Pemeriksaan klinik adalah metode yang sangat penting untuk menilai
status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang
terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat
pada jaringan epitel (superficial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut dan
mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti
kelenjar tiroid.
Penggunaan metode ini umumnya untuk survey klinis secara cepat (rapid
clinical surveys). Survey ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda
klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu
digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan
pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit.

c. Laboratorik
Tes laboratorium meliputi pemeriksaan biokimia, hematologi, dan
parasitologi. Pada pemeriksaan biokimia dibutuhkan spesimen yang akan diuji,

seperti darah, urin, tinja, dan jaringan tubuh seperti hati, otot, tulang, rambut,
kuku, dan lemak bawah kulit.3
Beberapa kelebihan dari penggunaan tes biokimia yaitu:
a. Objektif
b. Gradable, dapat diranking apakah ringan, sedang, atau berat.
Beberapa keterbatasan dari penggunaan test laboratorium yaitu:
a. Mahal, pada umumnya pemeriksaan laboratorium memerlukan biaya yang
tidak sedikit karena berhubungan dengan peralatan dan reagennya.
b. Keberadaan dari laboratorium, terkadang lokasi survei jauh
laboratorium.
1

Pemeriksaan kadar glukosa darah


Kadar glukosa darah kapiler lebih tinggi 7 10 % daripada darah vena.
Perbedaan kadar glukosa darah vena dan arteri :

keadaan puasa : 1 3 mg/dL

setelah makan : 20 30 mg/dL

Metode Pemeriksaan kadar glukosa darah :


1.

Metode kimia

Prinsip pemeriksaan : kemampuan reduksi

Contoh : tes benedict, Fehling

Hasil : tidak spesifik untuk glukosa

2.
-

Metode enzimatik
Enzim Glukosa oxidase

Paling banyak dipakai

dari

Biaya murah
Hasil cukup memadai
-

Enzim hexokinase

Dianjurkan oleh WHO


Menggunakan 2 enzim spesifik : hexokinase dan G6PD
Hasil sangat baik
Biaya relatif mahal
-

Hasilnya : spesifik untuk glukosa

2. Pemeriksaan lemak darah


Dengan melakukan pemeriksaan lemak darah di laboratorium. Untuk
pemeriksaan ini, Anda harus berpuasa minimal 10 jam sebelum pengambilan
darah.
Tabel 4. Kadar Kolesterol dalam Darah
( Sumber: www.google.com )
Kadar kolesterol dalam darah
Tes

Nilai normal
mg/dl

Kolesterol total

< 200

Kolesterol LDL

< 130

Kolesterol HDL

>45

Trigliserida

< 200

Pemeriksaan laboratorium (biokimia darah) akan menghasilkan data-data


yang membantu menegakkan diagnosis defisiensi mikronutrien dan protein.
Disamping itu, parameter biokimia juga mempunyai peranan dalam menegakkan
diagnosa penyakit yang ada kaitannya dengan gizi. Monitor penting dalam dari
pemeriksaan laboratorium ini adalah parameter biokimia yang sering diperiksa
pada pasien. Banyak biodata yang berubah akibat permasalahan medis (etiologi)
yang terjadi bersamaan. Karena itu hasil tes harus dievaluasi dalam konteks status
medis. Pemeriksaan medis itu sendiri dapat dituangkan kedalam tabel seperti
dibawah ini:

Tabel 5. Pemeriksaan laboratorium2


Monitor penting
Albumin

Batas-batas normal
3,5-5,0 mg

Etiologi
Menurun (hipoalbuminemia): stress akut,
katabolisme, overload cairan, gagal hati,
pembedahan
Meningkat (hiperalbuminemia): dehidrasi, gagal

Kalsium

8,5-10,5

ginjal
Menurun (hipokasemia): asupan yang tidak
memadai(khususnya saat terapi suplemen fosfor
atau pada defisiensi vitamin D), asupan
magnesium yang tidak memadai, kadar serum
albumin yang rendah, transfuse massif,
pancreatitis
Meningkat(hiperkalasemia): pemberian kalsium

Kreatinin

0,3-1,3 ml/ dl

dan atau vitamin D yang berlebihan


Menurun: over load cairan, malnutrisi
Meningkat: dehidrasi, gagal ginjal

Glikolisa

60-110 mg/ dl

Menurun(hipoglikemia): pemberian nutrisi


parental total yang mendadak, pemberian insulin
yang berlebihan
Meningkat(hiperglikemia): kanker, diabetes

Hemoglobin

5,0-9 total

mellitus, infuse dektrosa yang berlebihan


Meningkat: diabetes yang tidak terkendali

glikosilasi
Hematokrit

hemoglobin
Laki-laki: 47

dengan baik
Menurun: anemia, perdarahan, overhidrasi

7%

Meningkat: dehidrasi

Perempuan: 41
Kalium

5%
3,5-5,0 mEq/ dl

Menurun(hipokalemia): diare/ fistula, keadaan


dilusi, terapi insulin dosis tinggi, obatobatan(diuretic steroid), sindrom refeeding
khususnya pada pemberian dektrosa yang
meningkat SIADH
Meningkat(hiperkalemia): terapi replacement
yang berlebihan, gagal ginjal, perbaikan
permasalahan yang berhubungan dengan
defisiensi(yaitu tidak terjadi diare setelah respon
refeeding. Asidosis metabolik yang terjadi
sekunder akibat insufiensi renal, difisiensi
insulin

Prealbumin

10-14 mg/ dl

Menurun: katabolisme, asupan protein yang


tidak memadai
Meningkat: anabolisme, gagal ginjal

Natrium

135-145 mEq/
dl

Menurun(hiponatremia): defisiensi(kehilangan
natrium melalui traktus CL), diuretic,
overloading cairan, sonde dengan formula susu
rendah natrium untuk waktu yang lama, SIADH,
dehidrasi
Meningkat(hipernatremia): pemberian natrium
yang berlebihan(nutrisi parenteral total, sonde,
makanan enteral, cairan infuse), kehilangan

cairan bebas yang terjadi di sekunder akibat


interaksi obot
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan
terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi, banyak gejala klinis yang kurang
spesifik, maka penentuan kimia faal dapat lebih banyak menolong untuk
menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

d. Biofisik
Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi
dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan
struktur dari jaringan.
Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta
senja apidemic (epidemic of night blindnes), cara yang digunakan adalah tes
adaptasi gelap.
e. Dietetik
Sangat bermanfaat apabila disertai dengan survey diet yang memberikan
informasi tentang jumlah dan jenis makanan yang di konsumsi oleh masyarakat
sehingga dapat diketahui apakah terdapat kekurangan zat-zat tertentu dari
makanan yang dikonsumsi.4
Anamnese diet harus dilakukan bagi semua pasien yang beresiko untuk
menderita penyakit yang berhubungan dengan gizi dan bagi pasienpasien yang
mendapatkan terapi diet. Melakukan anamnesa riwayat diet ini dilakukan dengan
metode food recall ini dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah bahan
makanan yang dikonsumsi dan pada masa lalu. Biasanya recal ini dilakukan untuk
beberapa hari yang lalu. Penentuan jumlah hari recall ini dilakukan sangat
ditentukan keragaman jenis konsumsi antar waktu atau tipe responden dalam
memperoleh pangan, sebagai contoh antara petani tanaman pangan akan berbeda
dengan pegawai negeri. urutan waktu makan sehari dapat disusun berupa makan
pagi, makan siang, makan malam serta makanan sela atau jajan. Pengelompokan
bahan makanan dapat berupa bahan makanan pokok, sumber protein
nabati(kacang-kacangan), sumber protein hewani (daging, telur, susu), sayuran,
buah-buahan dan lain lain Penaksiran jumlah pangan yang dikonsumsi diawali
dengan menanyakan dalam bentuk ukuran rumah tangga(URT) seperti potong,
ikat, gelas, piring, dan alat atau ukuran lain yang biasa digunakan dirumah tangga.

Dari URT jumlah pangan dikonversikan kedalam satuan berat(gram) dengan


menggunakan daftar URT yang umum berlaku.
Metode ini sering digunakan untuk survei konsumsi individu dibanding
keluarga. Metode recall ini dapat digunakan untuk survei konsumsi keluarga bila
semua anggota keluarga di wawancarai atau salah seorang keluarga mengetahui
tentang konsumsi anggota keluarga yang lainnya, biasanya orang tersebut adalah
ibu rumah tangga. Metode mengingat-ingat ini mempunyai kelemahan dalam
tingkat ketelitiannya karena keterangan yang diperoleh adalah hasil ingatan
responden. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperpanjang waktu
survei. Pada dasarnya metode food recall ini dipergunakan untuk menilai keadaan
konsumsi pangan yang nantinya dipergunakan untuk menilai status gizi. Keadaan
konsumsi pangan dan gizi yang baik ditentukan oleh terciptanya keseimbangan
antara banyaknya jenis-jenis zat gizi yang dikonsumsi dengan banyaknya yang
dibutuhkan tubuh disertai dengan pendayagunaan biologis yang sebaik-baiknya
dari setiap zat gizi yang dikonsumsi tersebut.
Penilaian status gizi kemudian menjadi sangat berguna, yang hasilnya
dapat digunakan sebagai landasan untuk pengembangan program pangan dan gizi
di masyarakat dalam membantu mangatasi masalah gizi kurang, menyediakan
jumlah dan jenis pangan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kesehatan
penduduk yang cukup baik. Untuk menentukan atau menaksir status gizi
seseorang, suatu kelompok penduduk atau masyarakat, perlu dilakukan
pengukuran untuk menilai berbagai tingkatan kurang gizi yang ada atau indikator
atau parameter yang berguna sebagai indeks untuk menunjukkan tingkatan status
gizi dan kesehatan yang berbeda-beda. Meskipun penilaian status gizi dapat
dilaksanakan untuk mengukur tingkat keadaan gizi sejumlah penduduk, namun
penilaian tersebut juga berguna untuk menunjukkan jenis kurang gizi yang
dijumpai dalam masyarakat pada umumnya dan disub-kelompok penduduk pada
khususnya.
2. Pengukuran secara tidak langsung:
Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi menjadi: survey konsumsi
makanan, statistic vital dan factor ekologi.
a. Survei Konsumsi
Survey konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara
tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Sangat
bermanfaat apabila disertai dengan survey diet yang memberikan informasi

tentang jumlah dan jenis makanan yang di konsumsi oleh masyarakat sehingga
dapat diketahui apakahterdapat kekurangan zat-zat tertentu dari makanan yang
dikonsumsi.
Anamnese diet harus dilakukan bagi semua pasien yang beresiko untuk
menderita penyakit yang berhubungan dengan gizi dan bagi pasien-pasien yang
mendapatkan terapi diet. Melakukan anamnesa riwayat diet ini dilakukan dengan
metode food recall ini dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah bahan
makanan yang dikonsumsi dan pada masa lalu. Biasanya recal ini dilakukan untuk
beberapa hari yang lalu. Penentuan jumlah hari recall ini dilakukan sangat
ditentukan keragaman jenis konsumsi antar waktu atau tipe responden dalam
memperoleh pangan, sebagai contoh antara petani tanaman pangan akan berbeda
dengan pegawai negeri.urutan waktu makan sehari dapat disusun berupa makan
pagi, makan siang, makan malam sertamakanan sela atau jajan.5
Pengelompokan bahan makanan dapat berupa bahan makanan pokok,
sumber protein nabati (kacang-kacangan), sumber protein hewani (daging, telur,
susu), sayuran, buah-buahan dan lain lain Penaksiran jumlah pangan yang
dikonsumsi diawali denganmenanyakan dalam bentuk ukuran rumah tangga
(URT) seperti potong, ikat, gelas, piring, dan alat atau ukuran lain yang biasa
digunakan dirumah tangga. Dari URT jumlah pangan dikonversikan kedalam
satuan berat (gram) dengan menggunakan daftar URT yang umum berlaku.
Metode ini sering digunakan untuk survei konsumsi individu dibanding
keluarga. Metode recall ini dapat digunakan untuk survei konsumsi keluarga bila
semua anggota keluarga diwawancarai atau salah seorang keluarga mengetahui
tentang konsumsi anggota keluarga yang lainnya, biasanya orang tersebut adalah
ibu rumah tangga. Metode mengingat-ingat ini mempunyai kelemahan dalam
tingkat ketelitiannya karena keterangan yang diperoleh adalah hasil ingatan
responden. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperpanjang waktu
survei. Pada dasarnya metode food recall ini dipergunakan untuk menilai keadaan
konsumsi pangan yang nantinya dipergunakan untuk menilai status gizi.
Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran
tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu.
Survey ini dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan zat gizi.5
b. Statistik Vital
Pengukuran status gizi dengan statistic vital adalah dengan menganalisis
data beberapa statistic kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka

kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang
berhubungan dengan gizi.
Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak
langsung pengukuran status gizi.
c. Faktor Ekologi
Adalah malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi
multifaktor dari faktor lingkungan fisik, biologi, ekonomi, politik dan budaya.
Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti
iklim, tanah, irigasi dan sebagainya.
Untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar
untuk melakukan program intervensi gizi.
Menghitung Berat Badan Ideal
Memiliki berat badan yang ideal sangat menguntungkan bagi individu karena dengan
badan yang ideal makan kita akan terhindar dari penyakit dan merasa lebih sehat. Selain itu
memiliki tubuh yang ideal tentunya enak dipandang dan meningkatkan rasa percaya diri
individu.
Rumus menghitung berat badan ideal ini penting untuk kita ketahui, karena ketika kita
sudah mengetahui berat badan ideal yang seharusnya kita miliki, maka kita dapat menentukan
langkah yang selanjutnya dapat kita lakukan untuk mencapai berat badan ideal tersebut. Jika
hasil yang didapat dari perhitungan menyatakan kelebihan berat badan, maka sudah
seharusnya seseorang dapat melakukan diet atau bagi kita yang memiliki tubuh yang terlalu
kurus, maka dapat melakukan program penggemukan badan agar berat badan meningkat.
Dalam Menghitung berat badan ideal kita harus mengetahui tinggi badan dan juga
harus disesuaikan dengan umur individu. Tiap individu tidak dapat disamakan karena untuk
menghitung berat badan ideal bayi, anak dan dewasa berbeda. Berikut adalah rumus-rumus
menghitung berat badan ideal bayi, anak-anak, remaja dan dewasa:
1. Berat Badan Ideal (BBI) bayi (anak 0-12 bulan)
BBI = (umur (bln) / 2 ) + 4
2. BBI untuk anak (1-10 tahun)
BBI = (umur (thn) x 2 ) + 8

3. Remaja dan dewasa


BBI = (TB - 100) - (TB - 100) x 10%
atau
BBI = (TB - 100) x 90%
[Ket:]
TB = Tinggi badan (cm)
Menghitung Indeks Masa Tubuh
BMI atau Indeks Masa Tubuh adalah suatu rumus kesehatan yang berhubungan erat
dengan kegemukan tubuh, di mana berat badan (BB) seseorang (kg) dibagi dengan tinggi
badan (TB) pangkat dua (m2).
IMT (kg/m2) = BB (kg)
TB(m2)
Untuk menentukan seseorang itu termasuk kurus atau gemuk/ overweight, dapat dilihat
berdasarkan berikut:
BMI < 18.5

= berat badan kurang (underweight)

BMI 18.5 22,9

= normal

BMI 23,0

= berat badan lebih

BMI 23,0 24,9

= preobesitas

BMI 25,0 29,9

= obesitas I

BMI 30,0

= obesitas II
Tabel 6. Klasifikasi BMI
( Sumber: www.google.com )

Tabel 7. Tabel BMI


( Sumber: www.google.com )

Bila hasil perhitungan sudah didapat maka kita dapat melihat tabel BMI tersebut.
Warna warna biru menunjukkan kepada individu dengan berat kurang / kekurangan berat,
warna hijau berarti individu sudah sehat dan memiliki Indeks Masa Tubuh yang normal atau
cukup, warna kuning menyatakan kelebihan berat, warna oranye obesitas dan warna merah
obesitas berlebih.
Menyusun Gizi Seimbang
Menu Seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam bahan makanan dalam
jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna

memelihara, memperbaiki sel-sel tubuh, proses kehidupan dan pertumbuhan serta


perkembangannya.
Menurut ahli nutrisi, pola makan yang sehat sebenarnya terletak pada perencanaan
makan yang memenuhi kriteria tiga J (jumlah, jenis, dan jadwal makan).
1.

Jumlah
Saat makan, jumlah kalori harus sesuai dengan kebutuhan. Sesuaikan jumlah kalori

antara energi yang keluar, baik saat berolahraga atau beraktivitas, dengan energi yang masuk.
Komposisi yang seimbang meliputi karbohidrat sebanyak 60-70 persen (karbohidrat
kompleks), protein sebanyak 10-15 persen (hewani dan nabati, 2:1), lemak sebanyak 20-25
persen (safa, pufa, mufa = 1:1:1), vitamin dan mineral (A, D, E, K, B, C, dan Ca).

2.

Jenis
Yang harus dikonsumsi meliputi karbohidrat, protein, lemak seimbang, dan nutrien

spesifik yang terpenuhi. Karbohidrat kompleks terdapat pada beras, gandum, terigu, buahbuahan dan sayuran. Pilihlah karbohidrat dengan serat tinggi, dan kurangi karbohidrat
simpleks yaitu gula, sirup dan makanan yang manis. Paling banyak mengonsumsi makan
yang manis adalah 3-5 sendok makan per hari.
Kebutuhan serat per hari sebanyak lebih dari 25 gram atau 14 gram per 1000 kalori.
Untuk menambah serat dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran minimal lima porsi sehari.
Protein harus lengkap antara protein hewani dan nabati. Sumber protein hewani berasal dari
ikan, ayam, daging sapi, kerbau, dan kambing. Susu merupakan sumber protein yang baik.
Sumber protein nabati terdapat pada kedelai, tempe, dan tahu.
Tubuh manusia juga membutuhkan lemak. Jenis lemak yang dibutuhkan tubuh
adalah asam lemak jenuh dan asam lemak trans kurang dari 10 persen, asam lemak tidak
jenuh sebanyak 10 persen, dan asam lemak tidak jenuh ganda sebanyak 10 persen.
Lemak mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Sumber kolesterol terdapat pada
sea food (makanan laut) selain ikan, jerohan, dan kuning telur. Sementara itu, sumber vitamin
dan mineral terdapat pada vitamin A (hati, susu, wortel, dan sayuran), vitamin D (ikan, susu,
dan kuning telur), vitamin E (minyak, kacang-kacangan, dan kedelai), vitamin K (brokoli,
bayam dan wortel), vitamin B (gandum, ikan, susu, dan telur), serta kalsium (susu, ikan, dan
kedelai).
3.

Jadwal
Jadwal makan harus teratur dengan baik.

Pola makan yang tidak teratur tidak lengkapnya komposisi makanan justru dapat
meyebabkan ketidakseimbanngan dalam tubuh. Biasanya orang yang mengalami kelebihan
berat badan, cendrung mengurangi porsi makan yang justru akan membuat lemas dan
menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Hal yang benar ialah mengatur pola makan dan
mengatur porsi makan tanpa mengurangi zat makanan yang di butuhkan tubuh. Adapun porsi
standart bagi orang dewasa sebagai berikut :
1. standart porsi makanan pokok adalah 100 gr beras atau yang berbentuk nasi
sebanyak 1 gelas
2. standar porsi lauk pauk adalah 50 gr daging ( mentah ) atau ikan.dapat pula di
ambil 50 gr tempe ( 2 potong ) atau 100 gr tahu
3. standar porsi sayur ialah satu mangkok sayur dengan isi sayur daun hijau dan isi
lainnya bewarna warni
4. standar porsi buah terdiri atas 100 gr ( satu potong ) papaya atau 75 gr (satu buah
pisang).dapt pula di ambil buah lainya yang beratnya kira-kira sama dengan buah
di atas.
Dan untuk frekuensi normal makan untuk sehari 3 kali makan utama dan 2-3 kali
makan selingan.untuk komposisi gizi nya yang normal karbohidrat 65-70% total kalori/hari,
lemak 20-35% total kalori/hari dan protein 10-15% total kaloori / hari. Jika semuanya lewat
dari batas normal maka tidak menutup kemungkinan terjadinya obesitas. Apabila kebutuhan
kalori tidak terpenuhi akan menyebabkan seseorang terlalu kurus atau gizi buruk. Dalam
menyusun menu harus sesuai dengan proporsi dan juga makan makanan 4 sehat 5 sempurna
yang kaya akan gizi seimbang.
Untuk mempermudah penyusunan gizi seimbang kita dapat melihat piramida
makanan sehat berikut:

Gambar 1. Piramida makanan sehat


( Sumber: www.google.com )

Menghitung Kebutuhan Kalori per Hari


Makan tidak hanya sekadar untuk menghilangkan rasa lapar dan mengisi kembali
tenaga. Makan yang kita makan harus memenuhi unsur gizi dan standar kesehatan. Maka dari
itu, kita harus mengetahui jumlah kalori yang terkandung dalam setiap makanan yang kita
makan. Dengan menghitung jumlah kalori, maka kita bisa menjaga kadar kalori yang ada di
dalam tubuh. Berikut jumlah kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak dalam:
o Karbohidrat
Karbohidrat adalah penghasil utama energi. Karbohidrat yang terdapat pada makanan
umumnya hanya tiga jenis ialah monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Mono dan
disakarida terasa manis, sedangkan polisakarida tidak mempunyai rasa(tawar). Di dalam
bahan makanan nabati terdapat dua jenis polisakarida yaitu dapat dicerna dan yang tidak
dapat dicerna. Yang dapat dicerna ialah zat tepung(amylum) dan dekstrin. Yang tidak dapat

dicerna ialah selulosa, pentosa dan galaktan. Polisakarida di dalam bahan makanan hewani
dapat dicerna dan disebut glikogen. Tidak ada polisakarida hewani yang tidak dapat dicerna
oleh tubuh manusia.6
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan
hanya sedikit saja yang termasuk bahan makanan hewani. Yang merupakan sumber energi
utama terutama terdapat dalam bentuk zat tepung(amylum) dan zat gula(mono dan
disakarida). Sumber yang kaya akan karbohidrat umumnya termasuk bahan makanan pokok.
Bahan makanan pokok di Indonesia dapat berupa beras, serealia, akar, dan umbi, serta ekstrak
tepung seperti sagu. Karbohidrat hewani berbentuk glikogen, terutama terdapat dalam
otot(daging) dan hati.
Di dalam tubuh, karbohidrat merupakan salah satu sumber utama energi dan yang
paling murah. Simpanan energi di dalam otot dan hati terdapat sebagai glikogen, salah satu
bentuk karbohidrat yang mudah dimobilisasikan bila badan memerlukan banyak energi.
Mono dan disakarida berfungsi sebagai pemanis di dalam makanan. Tingkat manis sebagai
standar diambil sukrosa(100), dan berturut-turut, fruktosa(173), glukosa(74), galaktosa(32),
maltosa(32) dan laktosa(16). Karbohidrat menghasilkan energi sebesar 4,1 kilokalori/gr, di
mana komposisi gizi yang dibutuhkan adalah 60-70% total kalori/hari.6,7
o Lemak
Lemak di dalam makanan yang memegang peranan penting ialah yang disebut lemak
netral atau triglicerida, yang molekulnya terdiri atas satu molekul glycerol(glycerin) dan tiga
molekul asam lemak, yang diikatkan pada glycerol tersebut dengan ikatan ester.6,7
Menurut sumbernya dibedakan atas lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati
berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan, sedangkan lemak hewani berasal dari
binatang termasuk ikan, telur, dan susu. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam
lemak yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh,
yang menyebabkan asam lemak tak jenuh, yang menyebabkan titik cair yang lebih rendah,
dan dalam suhu kamar berbentuk cair, disebut minyak. Lemak hewani mengandung terutama
asam lemak jenuh, khususnya mempunyai rantai rantai karbon panjang yang mengakibatkan
dalam suhu kamar berbentuk padat inilah yang biasa oleh awam disebut lemak atau gaji.
Fungsi lemak di dalam makanan memberikan rasa gurih, memberikan kualitas renyah,
terutama pada makanan yang digoreng, memberikan kandungan kalori tinggi dan
memberikan sifat empuk(lunak) pada kue yang dibakar. Di dalam tubuh, lemak berfungsi
sebagai cadangan energi dalam bentuk jaringan lemak yang ditimbun di tempat-tempat

tertentu, yang memberikan fiksasi organ tersebut, seperti biji mata dan ginjal. Jaringan di
bawah kulit melindungi tubuh dari hawa dingin. Lemak menghasilkan 9 kilokalori/gr di mana
komposisi gizi yang dibutuhkan 20-35%.7
o Protein
Di dalam sel, protein terdapat sebagai protein struktural maupun sebagai protein
metabolik. Protein struktural merupakan bagian integral dari struktur sel dan tidak dapat
diekstrak tanpa menyebabkan disintegrasi sel tersebut. Protein metabolik ikut serta dalam
reaksi biokimiawi dan mengalami perubahan bahkan mungkin destruksi atau sintesa protein
baru. Protein metabolik diekstrasi tanpa merusak integritas struktur sel itu sendiri. Kalau
protein mengalami hidrolisa total, akan menghasilkan sejumlah 20-24 jenis asam amino,
tergantung dari cara menghidrolisanya.
Dari 20-24 jeins asam amino yang dihasilkan dalam hidrolisa total suatu protein, ada
yang dapat disintesa di dalam tubuh, tetapi ada pula yang tidak. Asam amino yang tidak dapat
disintesa harus tersedia dalam makanan yang dikonsumsi, jadi merupakan bagian yang
esensial dari makanan. Karena itu asam amino yang tidak dapat disintesa oleh tubuh, disebut
asam amino esensial, sedangkan yang lainnya disebut asam amino non esensial. Terdapat
delapan jenis asam amino esensial yaitu lysine, leucine, isoleucine, valine, threonin,
phenylalanine, methionin, tryptophane, sedangkan untuk anak-ank yang sedang tumbuh
ditambah dua jenis lagi yaitu histidin dan arginin. Asam amino nonesensial seperti glisin,
arginin, prolin, asam glutamat, asam aspartat, serin dan alanin.
Berdasarkan sumbernya, protein diklasifikasikan menjadi protein hewani dan protein
nabati. Protein hewani yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dari binatang seperti
protein dari daging, protein susu, dan sebagainya. Protein nabati ialah protein yang berasal
dari bahan makanan tumbuhan, seperti protein dari jagung(zein), dari terigu, dan sebagainya.
Fungsi protein sebagai zat pembangun. Selain itu, protein berfungsi dalam
pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, menggantikan sel-sel yang mati dan aus terpakai,
sebagai protein struktural. Sebagai badan-badan anti, protein juga berfungsi dalam
mekanisme pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksik lain yang datang dari
luar dan masuk ke dalam milieu interieur tubuh. Sebagi zat pengatur, protein mengatur
proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon. Protein juga adalah salah satu
sumber energi. Dalam bentuk khromosom, protein juga berperan dalam menyimpan dan
meneruskan sifat-sifat keturunan dalam bentuk gen. Protein menghasilkan 4,1 kilokalori/gr di
mana komposisi gizi yang dibutuhkan 10-15% total kalori/hari.7

Penutup
Kesimpulan
Gizi yang seimbang memiliki peranan penting bagi tubuh manusia. Terdapat beberapa
jenis cara atau metode pengukuran status gizi seseorang/ individu. Menjaga pola makan,
kebutuhan kalori serta keseimbangan gizi erat kaitannya dalam hal mencapai berat badan
yang ideal. Berat badan yang ideal dapat ditentukan menggunakan rumus dan juga berkaitan
erat dengan Indeks Masa Tubuh/ IMT. Dari kasus dapat disimpulkan bahwa laki laki
tersebut underweight dan untuk mencapai berat badan yang ideal, dibutuhkan diet dengan
gizi seimbang.
Daftar Pustaka
1. Barker HM. Nutrition and dietics for health care 10 th ed. London: Churchill livingstone;
2.
3.
4.
5.
6.

2006. p. 1-57.
Kusharto CM, Suhardjo. Prinsip-prinsip ilmu gizi. Yogyakarta: Kanisius; 2004.h.20-4.
Fatmah. Gizi lanjut usia. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2010.h.44-6.
Hidayat AAA. Ilmu kesehatan anak. Jakarta: 2001; Salemba Medika. h. 26-32.
Chandra B. Ilmu kedokteran pencegahan dan komunitas. Jakarta: 2009; EGC. h. 260-5
Marks DB, Marks AD, Smith CM. Biokimia kedokteran dasar. Jakarta: 2000; EGC. h.

723-42.
7. Sheeve CM. Makanan pembakar lemak. Jakarta: 2005; Erlangga. h. 116-20.