Anda di halaman 1dari 12

MOTIVASI BERTERNAK

AYAM PETELUR

Eka Dwi
200110130138
Rezha M Firdaus
200110130139
Rizki Nugraha
200110130140
Virgiawan Anfa
200110130141
Hanifah Rahmah
200110130142
Jenal Abidin
200110130143
Chairunnisa
200110130266
Siti Nurhasanah
200110130267

Pendahuluan
Motivasi merupakan hal penting dalam melakukan suatu
kegiatan, begitupun dengan kegiatan usaha peternakan.
pada usaha peternakan motivasi pada umumnya
mengacu pada tujuan agar suatu usaha peternakan yang
didirikan dapat berproduksi dengan baik dan menghasilkan
keuntungan bagi pemiliknya.
narasumber yang berprofesi sebagai seorang peternak
ayam petelur memiliki motivasi besar dalam hidupnya
untuk sukses, dan motivasi tersebut berhasil membuat
beliau memiliki usaha yang menghasilkan keuntungan bagi
dirinya dan keluarga

MOTIVASI
Motivasi adalah perilaku yang ingin mencapai
tujuan tertentu yang cenderung untuk menetap.
Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong
dan mengarahkan keberhasilan prilaku yang
tetap ke arah tujuan tertentu.
Motivasi bisa berasal dari dalam diri seseorang
atau pun dari luar dirinya. Motivasi yang berasal
dari dalam diri sesorang disebut motivasi
instrinsik, dan yang berasal dari luar adalah
motivasi ekstrinsik.

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

motivasi
adalah
pemberian
atau
penimbulan motif, dapat pula diartikan hal
atau keadaan menjadi motif. ( Wexley &
Yukl 1987)
motivasi
mewakili
prosesproses
psikologikal,
yang
menyebabkan
timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya
persistensi kegiatan- kegiatan sukarela
(volunter) yang diarahkan ke tujuan
tertentu. Mitchell (dalam Winardi, 2002)
motivasi merupakan sejumlah proses,
yang bersifat internal, atau eksternal bagi
seorang individu. (Winardi, 2002)

Teori-Teori Motivasi

Teori Insentif: seseorang akan bergerak atau


mengambil tindakan karena ada insentif yang
akan dia dapatkan.
Dorongan Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud
bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk di
dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada
sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan
bereaksi.
Teori Hirarki Kebutuhan: menyajikan alasan lebih
lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan
fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan
akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan,
sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.
Kejelasan Tujuan: kita akan bergerak jika kita
memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini
muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi

PEMBAHASAN

seorang lelaki berusia 30 tahun dan


bernama Toni Budiman, beliau adalah
alumnus S1 Manajemen IKOPIN tahun
2003.
seorang wirausahawan yang menggeluti
banyak bidang usaha, saat ini beliau
menggeluti usaha di bidang otomotif,
peternakan ayam petelur dan kerajinan
tangan.
mengawali usaha ayam petelur sejak
tahun 2011.
Beliau tidak tergabung dalam suatu
kelompok peternak, hanya saja beliau
banyak mendapatkan ilmu dan bimbingan

memilih terjun ke dunia peternakan dikarenakan


melihat potensi hasil peternakan yang memiliki
nilai ekonomi tinggi dan banyak memiliki
konsumen di pasaran.
Beliau banyak mendapat informasi seputar usaha
ternak ayam petelur melalui diskusi dengan
sesama peternak, seminar-seminar, dan media
massa.
Informasi tersebut beliau gunakan sebagai bekal
ilmu didalam usaha peternakan ayam petelur
yang beliau rintis.
Beliau lebih memilih cara terjun langsung ke
lapang sebagai model belajar beternak yang
efektif dan menggunakan informasi yang di dapat
sebagai pembanding dengan apa yang ditemukan
di lapang.

Saat ini beliau memiliki 1500 ekor ayam petelur


produktif yang berada di lahan seluas 750m2 dan
rata-rata setap harinya menghasilkan telur
sebanyak 65kg, dengan harga jual telur saat ini
berkisar antara Rp. 15.000 18.000 / kg. Beliau
mendapatkan keuntungan kotor sekitar Rp.
35.000.000 / bulan dari usaha ternak ayam
petelur.
Motivasi
memilih
beternak
ayam
petelur
dikarenakan melihat keadaan pasar yang selalu
membutuhkan telur untuk di konsumsi oleh
masyarakat, dan beliau melihat bahwa ayam
petelur setiap hari akan menghasilkan telur yang
berarti setiap hari pula keuntungan yang akan
beliau dapatkan. Dalam hal ini perputaran uang
yang terjadi akan lebih cepat dibandingkan
dengan usaha penggemukan atau pembibitan

Beliau berpendapat bahwa apabila pengelolaan


(manajemen, breeding, feeding) suatu usaha
peternakan berjalan dengan baik, maka produksi
yang diharapkan akan dapat tercapai yang berarti
pendapatan akan bertambah dan dengan
bertambahnya pendapatan akan ikut pula
menambah kesejahteraan kehidupan keluarga.
Usaha peternakan ayam petelur yang beliau
tekuni ini sangat medapat dukungan penuh dari
anggota keluarga.
Kesulitan yang dihadapi saat ini oleh usaha
peternakan ayam petelur milik beliau adalah
ketersediaan jumlah pakan hasil produksi
pertanian local yang distribusinya belum mampu
mencukupi kebutuhan suatu daerah. Seperti
halnya beliau yang membeli jagung dari luar
daerah Sumedang, hal tersebut berdampak pada

Untuk
permasalahan
modal
beliau
tidak
menemukan kendala, hanya saja beliau merasa
sulit mengakses permodalan yang diberikan bank
karena sistematika permohonan yang cukup
panjang.
Walaupun banyak kendala yang harus dihadapi
dalam menjalankan usaha, beliau selalu berfikir
positif dan sabar mencari jalan keluar yang
bermuara pada suatu kemudahan.
Beliau berpendapat bahwa tidak ada yang sulit di
dunia ini asal kita ingin belajar dan menerapkan
apa yang kita dapat, seperti halnya beliau yang
tidak memiliki dasar pendidikan di bidang
peternakan
namun
bisa
memiliki
usaha
peternakan karena mau belajar dan menerapkan
hasil pembelajaran tentang usaha ternak ayam
petelur yang dapat menghasilkan keuntungan

TERIMA KASIH

ADA PERTANYAAN..?

KESIMPULAN

beliau adalah seorang yang memiliki motivasi


tinggi dalam menjalankan suatu usaha. Hal ini
terbukti dari totalitasnya yang ingin terus
belajar dan menerapkan hal bermanfaat yang
didapat
sehingga
motivasi
tersebut
membawanya menuju kesuksesan.
Karakteristik usaha ternak ayam petelur
memiliki perputaran uang yang cepat, hal
tersebut dikarenakan usaha ternak ayam
petelur akan menghasilkan telur setiap hari
dan hal tersebut akan berdampak pada
pemasukan yang akan didapat setiap hari pula.