Anda di halaman 1dari 9

Tidak Tercukupinya Asupan Substansi Bioaktif (NI-4.

1)
Definisi
Asupan dari substansi bioaktif yang kurang bila dibandingkan batas ketentuan standardnya
atau rekomendasi yang berdasarkan kebutuhan fisiologi.
Note : Substansi Bioaktif tidak termasuk bagian dari Ketentuan Asupan Diet dan oleh
karena itu, tidak ada standard kebutuhan minimum atau tingkatan konsumsi yang
mengengah keatas. Meskipun begitu, RDs dapat menilai apakah asupannya cukup
atau berlebihan dalam penggunaan oleh pasien/klien ataupun perbandingan zat gizi
yang ada di dalam resep.
Definisi dari kerjanya substansi bioaktif adalah komponen aktif fisiologi dari
makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan melampaui traditional makro
atau kebutuhan mikronutrient. Tidak ada konsesus ilmiah tentang definisi dari
substansi atau komponen bioaktif.
Etiology (Penyebab/Kontribusi dari Faktor Resiko)
Faktor-Faktor yang dikumpulkan selama proses nutrition assessment yang berkontribusi
terhadap keberadaan atau pemeliharaan patofisiological, psychosocial, situasional,
perkembangan, cultural, dan/atau masalah lingkungan:
-Kurangnya pengetahuan yang terkatit tentang difisienci makanan dan zat gizi yang
terpusat pada ekomendasi asupa substansi bioaktif
-Terbatasnya akses makanan yang mengandung substansi bioaktif
-Perubahan struktur dan/atau fungsi dari saluran cerna
Tanda/Gejala (Definisi dari karakteristiknya)
Gejala dan tanda-tanda yang khas baik secara subjective atau objektif yang terkumpul selama
proses nutrition assessment yang menunjukan bukti bahwa ini adalah masalah yang nyata;
ukuran masalahnya dan penjelasan kehebatannya.
Kategori Nutrition Assessment
Indikator potensial dari nutrition diagnosis (1
atau lebih yang harus diisi)
Data Biokimia, Tes medis dan procedure
Pengukuran dengan metode Anthropometri
Zat gizi yang berfokus pada gejala fisik
Asupan substansi bioaktif yang memadai (NI-4.1)
Riwayat makanan / nutrisi
Laporan atau hasil observasi meliputi :
- Perkiraan asupan dari makanan yang mengandung
unsur nabati dibawah ini lebih rendah dari pada yang
direkomendasikan:
- Serat larut air,misalnya: psyllium ( penurunan
kolesterol total dan LDL)
- Protein kedelai (penurunan kolesterol total dan LDL)
- -glukan,misalnya: produk oat utuh (penurunan
kolesterol total dan LDL)
- Sterol nabati dan stanol ester,misalnya: fortifikasi
margarin (penurunan kolesterol total dan LDL)
Riwayat pasien
Kondisi yang berhubungan dengan diagnosis dan
treathment,misalnya: penyakit kardiovaskuler,peningkatan
kolesterol.

Asupan zat-zat bioaktif yang berlebihan (NI-4.2)


Definisi
Asupan tinggi zat-zat bioaktif berbanding pada standar acuan yang ditetapkan atau
direkomendasikan berdasarkan kebutuhan fisiologis.
Note :
- Definisi zat bioaktif - komponen fisiologis aktif dari makanan yang mungkin
memberikan manfaat kesehatan diluar persyaratan dasar makro- atau
mikronutrien. Tidak ada konsensus ilmiah tentang definisi untuk zat-zat atau
komponen bioaktif.
Etiologi
Faktor-faktor yang dikumpulkan selama proses penilaian gizi yang berkontribusi terhadap
keberadaan atau pemeliharaan patofisiologi, psiko sosial, situasional, perkembangan, budaya
dan atau masalah lingkungan.
Pengetahuan yang kurang mengenai makanan dan hal-hal berkaitan zat gizi erat
hubungannya dengan asupan zat-zat bioaktif
Kontaminasi, nama yang salah, salah pelabelan, penggunaanyang salah , penambahan
obat yang baru dikonsumsi, perubahan perumusan dari zat-zat yang dikonsumsi
Frekuensi asupan makanan yang mengandung zat-zat bioaktif
Perubahan pada struktur atau fungsi saluran pencernaan
Tanda-tanda / gejala
Sekelompok khas tanda-tanda dan gejala subjektif dan objektif yang dikumpulkan selama
proses penilaian gizi yang menyediakan fakta-fakta bahwa ada masalah dan menggambarkan
keparahannya.
Berikut adalah kategori-kategori penilaian gizi beserta indikator diagnosis status gizinya :
1. Data biokimia, tes kesehatan , dan prosedurnya
Lab menunjukan nilai asupan yang berlebihan dari zat-zat tertentu, seperti :
penurunan kolestrol yang cepat dari asupan ester sterol atau stanol dan obat
statin serta perubahan berkaitan dengan diet atau obat-obatan terkait.
Peningkatan enzim hati mencerminkan kerusakan hepatoseluner.
2. Pengukuran antropometri
Berat badan sebagai akibat dari malabsorpsi atau proses pencernaan yang tidak
normal.
3. Pemeriksaan fisik berfokus pada zat-zat gizi
Sembelit atau diare yang berhubungan dengan asupan yang diperkirakan lebih
tinggi dari yang direkomendasikan
Perubahan neurologis, misalnya kegelisahan, perubahan status mental
Perubahan kardiovaskular, misalnya detak jantung, tekanan darah
ketidaknyamanan atau rasa sakit yang terkait dengan asupan makanan yang
kaya akan zat bioaktif misalnya serat larut, -glucan dan protein kedelai.

4. Riwayat makan
Laporan mengenai:
Asupan yang tinggi untuk bahan makanan nabati
Protein kedelai
-glucan contohnya produk makanan dari gandum
Sterol nabati dan stanol ester contohnya fortifikasi margarine
Substansi yang mencampuri pencernaan dan penyerapan makanan
Makanan siap saji yang memiliki kandungan bioaktif contohnya suplemen
Penggunaan suplemen untuk menurunkan berat badan, mengobati konstipasi,
mencegah maupun mengobati penyakit kronik maupun akut
5. Riwayat Pasien
kondisi yang berhubungan dengan diagnosis ataupun perawatan. Contohnya
penyakit kardiovaskular, kolesterol tinggi dan hipertensi
perubahan kardiovaskular contohnya perubahan EKG

Asupan Alkohol yang Berlebihan (NI-4.3)

Definisi
asupan alkohol yang berlebihan dari batas yang disarankan
Etiologi (penyebab / kontribusi faktor risiko)
faktor dikumpulkan selama proses penilaian gizi yang berkontribusi terhadap eksistensi atau
pemeliharaan patofisiologi, psikososial, situasional, developmenal, budaya, dan / atau
masalah lingkungan:
keyakinan / sikap yang salah tentang makanan, gizi, dan yang berhubungan dengan
topik gizi
pengetahuan makanan dan gizi mengenai defisit asupan alkohol yang sesuai
kurangnya keinginanuntuk perubahan perilaku, nilai saing
kecanduan alkohol
Tanda / gejala (mendefinisikan karakteristik)
cluster khas subjektif suatu tanda-tanda dan gejala objektif yang dikumpulkan selama proses
assesment nutrisi yang memberikan bukti bukti bahwa ada masalah, mengukur masalah dan
menggambarkan beratnya.
Kategori penilaian gizi
Indikator Potensi diagnosis gizi (satu atau lebih harus ada)
1. Data biokimia, tes medis dan prosedurnya
Peningkatan aspartat aminotransferase (ast), gamma-glutamil transferase (GGT),
kekurangan karbohidrat transferin, berkurangnya volume corpuscular, kadar alkohol
dalam darah
2. Pengukuran antropometri
3. Temuan fisik gizi-fokus
4. Riwayat makanan / gizi yang berhubungan
Laporan atau pengamatan:
Asupan> 2 minum * / hari (laki-laki)
Asupan> 1 minum * / hari (wanita)
pesta minuman keras
Konsumsi alkohol saat kontraindikasi, contohnya selama kehamilan
* 1 minum =5 oz anggur, 12 oz bir, 1,5 oz suling alkohol
5. Riwayat Pasien
Kondisi yang berhubungan dengan diagnosis dan treathment,misalnya:
hypertriglyceridemia,peningkatan tekanan darah,depresi,penyakit hati,pankreatitis.
Diagnosis kesehatan yang baru atau adanya perubahan diagnosis dan kondisi.
Riwayat dari konsumsi alkohol diperkirakan lebih tinggi dari pada yang
direkomendasikan.
Melahirkan bayi dengan sindrom alkohol pada janin.

Peningkatan Kebutuhan Zat Gizi (NI-5.1)


Definisi
Meningkatnya kebutuhan zat gizi yang spesifik dibandingkan dengan standar acuan yang
ditetapkan atau direkomendasiikan berdasarkan kebutuhan fisiologis
Etiologi (penyebab / kontribusi faktor risiko)
Faktor yang dikumpulkan selama proses pengkajian gizi yang berkontribusi terhadap
keberadaan atau pemeliharaan patofisiologi, psikososial, situasional, perkembangan, budaya,
dan / atau masalah lingkungan:
- Perubahan penyerapan atau metabolisme zat gizi, misalnya pemakaian obat
- Penurunan kerja organ untuk fungsi GI, misalnya pankreas, hati
- Penurunan fungsional panjang usus, misalnya short-bowel syndrome
- Penurunan fungsi usus misalnya penyakit celiac, penyakit Crohn`s
- Kurangnya pengetahuan tentang asupan gizi yang cukup
-Peningkatan kebutuhan zat gizi, misalnya pada percepatan pertumbuhan, penyembuhan luka,
infeksi kronis
Tanda / gejala
sekelompok tanda khas (baik subyektif maupun obyektif) dan gejala yang dikumpulkan
selama proses pengkajian gizi yang memberikan bukti bahwa ada masalah, sehingga dapat
mengukur masalah dan menggambarkan parahnya suatu masalah tersebut.
Kategori Pengkajian Gizi

Indikator Diagnosis Gizi (satu atau lebih


harus ada)
Data biokimia, tes medis dan prosedur
- Penurunan kolesterol total <160 mg /
dL, albumin, prealbumin, C-reactive
protein, yang menunjukkan stres
meningkat menurut kebutuhan dan
meningkatkan metabolisme
- Ketidakseimbangan elektrolit / mineral
(misalnya potasium, magnesium, fosfor)
- Sedikitnya urin dan feses terkait gizi
(misalnya lemak feses, d-xylose test)
- Kekurangan vitamin dan / atau mineral
Antropometri
- Kegagalan pertumbuhan, berdasarkan
National Center for Health Statistics
(NCHS), standar pertumbuhan dan
kegagalan pertumbuhan janin
- Kehilangan berat badan 5% dalam 1
bulan atau 10% dalam 6 bulan
- Underweight (BMI <18,5)
Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan - Defisiensi vitamin / mineral (misalnya
gizi
rambut rontok, gusi berdarah, kuku
pucat)
- Hilangnya integritas kulit,
penyembuhan luka yang lebih lama
- Kehilangan massa otot, lemak subkutan
Riwayat makanan / nutrisi
Laporan atau hasil observasi meliputi :

Riwayat pasien

Pemasukan yang tinggi makanan yang


berasal dari tanaman
Protein kedelai (rendah total dan
kolesterol LDL)
-glucan , seperti produk oat (rendah
total dan kolesterol LDL)
Sterol tumbuhan, sterol ester, seperti
fortified margarin (rendah total dan
kolesterol LDL) dan berbagai
makanan yang berbasis / berdasarkan
unsur diet, konsentrat, metabolit,
unsur pokok, ekstrak / saripati , atau
kombinasi
Unsur-unsur yang berpengaruh
dengan pencernaandan pengisapan
makanan pokok
Akses makanan yang pesediaan
mengandung unsur bioaktif, seperti
makanan-makanan suplemen diet dari
para pedagang keliling
Upaya-upaya penggunaan suplemen
atau unsur-unsur bioaktif untuk berat
badan, menghilangkan sembelit,
mencegah penyakit kronis dan akut
Kondisi yang berkaitan dengan
diagnosis atau penyembuhan, sepeti
penyakit jantung, pemeliharaan dan
perawatan, seperti kolesterol dan
darah tinggi.
Perubahan penyakit jantung , seperti
perubahan EKG

MALNUTRISI (NI-5.2)

Definisi
Ketidakcukupan asupan protein dan/atau energi dalam jangka waktu lama yang menghasilkan
kehilangan simpanan lemak dan/atau penyusutan otot
Etiologi
Faktor-faktor yang terkumpul selama prose pengkajian gizi yang berkontribusi untuk
eksistensi atau pemeliharaan dari
patofisiologikal,psikososial,keadaan,pembangunan,budaya,dan/atau masalah lingkungan:
- Penyebab Fisiologikal menaikan kebutuhan gizi disebabkan oleh penyakit
katabolik yang berkepanjangan
- Perubahan pada struktur sistem gastrointestinal dan/atau fungsinya
- Kurangnya atau terbatasnya akses makanan, contohnya kendala ekonomi,
membatasi makanan yang diberikan kepada lansia dan/atau anak-anak
- Praktek budaya yang mempengaruhi kemampuan untuk mengakses makanan
- Pengetahuan tentang makanan dan gizi yang kurang mengenai jumlah energi dan
jumlah dan tipe dari protein diet
- Penyebab Psikologikal ,contohnya depresi atau gangguan makan
Tanda-tanda/Gejala
Sebuah kelompok khas , subjektif dan objektif , dari tanda-tanda atau gejala yang terkumpul
selama proses pengkajian gizi yang membuktikan bahwa ada sebuah masalah ; mengukur
masalah dan menggambarkan berat atau tidaknya.
Kategori pengkajian gizi
Indikator potensial dari diagnosa gizi ( satu atau
lebih harus ada)
Data biokemik,tes medis,dan prosedur
*
Pengukuran Antropometri
- BMI < 18.5 mengindikasikan
underweight;BMI untuk lansia (lebih
dari 65 tahun) <23
- Pertumbuhan yang gagal,contohnya
gagal untuk mencapai tingkat
pertumbuhan yg diinginkan
- Ketidakcukupan kenaikan berat badan
maternal
- Kehilangan berat badan ,dewasa, >10%
dalam 6 bulan, >5% dalam 1 bulan
- Pertumbuhan ,pediatrik , berat badan yg
naik tidak sesuai harapan dan/atau
penurunan dalam persentil
pertumbuhan mereka, melewati 2 atau
lebih persentil di grafik pertumbuhan
- Berat badan rendah dengan penyusutan
otot
*Dahulu ukuran protein hepatic transport( albumin dan proalbumin ) digunakan sebagai
indikator dari malnutrisi.Kesensitivitasnya sebagai indikator gizi dipertanyakan.Proyek
analisis bukti dari ADA mengevaluasi badan dari ilmu.
Nutrition-Focused Physical Findings

Malnutrisi yang tidak kompleks :

kurus,penampakan yang kurus,pengecilan


otot yang berat; lemak tubuh yang
sedikit;rambut yang tipis,kering,dan
mudah dicabut; rangka yang terlihat jelas,
kurus yang sementara; rendahnya suhu
tubuh,tekanan darah,detak jantung;
perubahan tetap pada rambut dan kuku
dengan ketidakcukupan asupan protein.
Penyakit yang berhubungan dengan
malnutrisi : penampilan kurus hingga
normal,dengan oedem periferal (tepi),
ascites atau anasarca; oedeme pada kaki,
pengecilan otot dengan penyimpanan
lemak tubuh, dispigmentasi rambut dan
kulit
Penyembuhan luka yang lambat
Food/Nutrition-Related History

Client History

Laporan atau penelitian dari :


Perkiraan asupan energi dari makanan
kurang dari perkiraan atau pengukuran
RMR
Perkiraan asupan protein kualitas tinggi
kurang dari perkiraan kebutuhan
Menghindari makanan dan/ kurang tertarik
pada makanan
Konsumsi alkohol atau obat-obatan yang
berlebihan yang dapat mengurangi nafsu
makan
Penyakit kronis atau akut, letak
geografis ,dan status sosial ekonomi
berhubungan dengan perubahan asupan
gizi
Malabsorbsi protein dan / zat gizi yang
berat
Perbesaran lemak pada hati (adanya lemak
di hati)