Anda di halaman 1dari 25

Prinsip Analisis Fonem

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Bunyi Suatu Bahasa Cenderung


Dipengaruhi oleh Lingkungannya
Perhatikan kata berikut!
tinta; mandi; janda; renta; renda; anda; nanti
mampu; jambu; lampu; lambat; rambu; rompi

pincang; panjang; lancang; jenjang; senjang; bincang


nangka; tangga; bangga; jangka; bangkit; sunggi
Adakah pola yang seirama dari deret tersebut?
Deretan bunyi tersebut saling mempengaruhi dan saling menyesuaikan demi
kemudahan pengucapan.

Bagaimana menentukan
bunyi yang sefonetis?

Peta Vokoid Berdasarkan Bunyi Sefonetis

Peta Kontoid Bunyi Sefonetis

Sistem Bunyi Suatu Bahasa


Berkecenderungan Bersifat Simetris
Bunyi Serumpun
Bunyi hambat bilabial: /p/; /b/; /m/
Bunyi hambat dental: /t/; /d/; /n/

Bunyi hambat palatal: /c/ dan /j/


Bunyi hambat velar: /k/ dan /g/
Nasal palatal: // Nasal velar: //
Pemikiran pola simetris bisa dikembangkan pada sistem bunyi yang lain ketika
menemukan fonem-fonem yang menyangkut bunyi-bunyi bahasa yang diteliti.

Bunyi-bunyi Suatu Bahasa Cenderung


Berfluktuasi
Dengarkan!
Hal itu disebabkan oleh semakin menguatnya perekonomian AS.

[smakn]

atau [smakn] atau [smakin]

Tidak mengubah makna

Gejala fluktuasi sering dilakukan penutur bahasa, namun dalam batas yang
wajar (tidak sampai mengubah makna).

Bunyi-bunyi Yang Mempunyai Kesamaan Fonetis Digolongkan


Tidak Berkontras Apabila Berdistribusi Komplementer dan/atau
Bervariasi Bebas
Baca kata berikut!
Katak
Tidak
Maklum

Akhir
Khilaf
Khusus

Tidak berkontras adalah tidak membedakan makna


Bunyi dikatakan berdistribusi komplementer apabila bunyi yang mempunyai
kesamaan fonetis tersebut saling menginklusifkan.

Bunyi-bunyi yang Mempunyai Kesamaan Fonetis Digolongkan ke


Dalam Fonem yang Berbeda Apabila Berontras Dalam Lingkungan
yang Sama atau Mirip
Perhatikan!
[juri] - [duri]
[saku] - [paku]
[ceri] - [jari]

[garang] - [kerang]
Untuk mengetahui kontras tidaknya bunyi-bunyi suatu bahasa, dilakukan
dengan cara pasangan minimal, yaitu penjajaran dua atau lebih bentuk
bahasa terkecil dan bermakna dalam bahasa tertentu yang secara ideal
(berbunyi) sama, kecuali satu bunyi yang berbeda.

Prosedur Analisis Fonem

12

11

Langkah
Analisis
Fonem

10

5
8

Mencatat Korpus Data Setepat


Mungkin dalam Transkripsi Fonetis

Korpus data diamblil untuk kemudian ditranskripsikan agar ucapan yang diteliti bisa didengar ulang untuk
memantapkan hasil transkripsi fonetis.
Contoh: Dari sebuah perekaman data, didapatkan data sebagai berikut.
[#pa+pan#]

papan

[#k+mah#]

kemah

[#ra+tap#]

ratap

[#b+sar#]

besar

[#pi+kr#]

pikir

[#si+pat#]

[#p+pa+ya#]

pepaya

sifat

[#k+cap#]

kecap

[#fa+mi+li#]

famili

[#pa+ham#]

[#pa+sar#]

pasar

[#pa+pa+ya#]

[#k+lap+k+lip#]

kelap-kelip

kuku

[#ki+cap#]

[#fi+kr#]

pikir

[#si+fat#]
famili

pepaya

[#tap+tu#]

[#ku+ku#]

[#pa+mi+li#]

faham

taptu

kicap
sifat

[#fa+ham#]

paham

[#kO+ta#]

kota

Mencatat Bunyi yang Ada dalam


Korpus Data ke Dalam Peta Bunyi

Setelah data ditranskrip, kemudian catat ke dalam peta bunyi!


Contoh: Dari hasil transkripsi fonetis, diperoleh bunyi-bunyi sebagai berikut.
Depan

a. Bunyi Vokoid

b. Bunyi Kontoid

Tinggi

Agak tinggi

Agak rendahBilabial
Rendah
Plosif

LabioDental

ApikoDental

Tengah

Alveolar

Afrikatif
Frikatif

Palatal

VelarO

Glotal

k k

C
F

Lateral

Tril

Flap

PalatoAlveolar

t ta
d

p p
b

Belakang

Dicurigai Karena Mempunyai


Kesamaan Fonetis

Memilah bunyi-bunyi yang mempunyai kesamaan fonetis.


Contoh: Dalam data transkripsi, ditemukan bunyi yang mempunyai kesamaan fonetis sebagai berikut.
[p] [p]

[l] [r]

[i] [u]

[p] [b]

[m] [n]

[] []

[t] [t]

[a] [O]

[] [a]

[t] [d]

[i] []

[k] [?]

[] [O]

Karena Tidak Mempunyai Kesamaan


Fonetis

Pilah bunyi-bunyi yang tidak mempunyai kesamaan fonetis!


Contoh: Dalam data, bunyi yang tidak mempunyai kesamaan fonetis adalah bunyi [s]; [c]; dan [h].

Mencatat Bunyi-Bunyi yang


Berdistribusi Komplementer

Catat bunyi-bunyi yang berdistribusi komplementer!


Contoh: Dalam transkripsi, bunyi yang berdistribusi komplementer adalah sebagai berikut.
[#pa+pan#] papan

[#pa+sar#] pasar

[#pi+kr#]

[#p+pa+ya#]

pikir

pepaya

[#fa+mi+li#]

famili

[#fi+kr#]

[#pa+mi+li#]

famili

[#pa+ham#]

[#pa+pa+ya#]

pepaya [#fa+ham#] paham

Ternyata,

pikir
faham

[p] sebagai onset silaba

[p] sebagai koda silaba


Jadi, [p] dan [p] alofon dari fonem yang sama, yaitu /p/.

6
[p]

Mencatat Bunyi-Bunyi yang Bervariasi


Bebas
[f]

Golongan 1

Golongan 2

[#pa+pan#]

[#pi+kr#]

[#pa+pa+ya#]

[#pa+mi+li#]

[#pa+sar#]

[#si+pat#]

[#p+pa+ya#]

[#pa+ham#]

Golongan 3
[#fi+kr#]
[#fa+mi+li#]
[#si+fat#]
[#fa+ham#]

Ternyata, [f] sebagai onset silaba dalam kata-kata golongan 2


[p] sebagai onsnet silaba bervariasi bebas dengan [f] dalam kata-kata golongan 2
[p] sebagai onset silaba dalam kata-kata golongan 1
Jadi, [p] dan [f] adalah alofon dari fonem yang sama pada kata-kata golongan 2, yaitu fonem /p/

Berkontras Dalam Lingkungan yang


Sama (Identis)

Bunyi yang berkontras dalam lingkungan yang sama (identis) dicatat.


Contoh: Dari korpus di atas, bunyi [] dan [i] berkontras dalam lingkungan yang sama, yaitu
[#k+cap#] kecap
[#ki+cap#] kicap
Lingkungan identisnya adalah [#k...+cap#]
Jadi, [] dan [i] adalah alofon dari fonem yang berbeda, yaitu fonem // dan /i/.

Berkontras Dalam Lingkungan yang


Mirip (Analogis)

Dari korpus di atas, bunyi [a] dan [e] berkontras dalam lingkungan yang mirip, yaitu
[#pa+sar#]

pasar

[#b+sar#]

besar

Lingkungan yang mirip adalah [#p...+sar#] dan [#b...+sar#]


Jadi, [a] dan [] adalah alofon dari fonem yang berbeda, yaitu fonem /a/ dan / /.

Mencatat Bunyi-Bunyi yang Berubah


Karena Lingkungan

Dari korpus di atas, bunyi [k] dan [k] kemungkinan berubah karena lingkungan.
Bukti korpus:
[k] : Plosif, velar mati
[#k+lap+k+lip#]

[k] : Plosif, palatal mati


kelap-kelip

[#pi+kr#]

pikir

[#ku+ku#]

kuku

[#fi+kr#]

pikir

[#kO+ta#]

kota

[#k+mah#]

kemah

[#k+cap#]

kecap

[#ki+cap#]

kicap

Ternyata, [k] jika diikuti oleh vokoid belakang.


[] jika diikuti oleh vokoid depan.

Jadi, [k] dan [] adalah berubah karena lingkungan. Dengan demikian, [k] dan [] adalah alofon dari fonem yang sama,
yaitu /k/.

10

Mencatat Bunyi-Bunyi Dalam Inventori Fonetis dan


Fonemis, Condong Menyebar Secara Simetris

Jika [p] dan [p] adalah alofon dari fonem yang sama, yaitu [k], maka berdasarkan premis kesimetrisan, [t] dan [t] seharusnya
juga merupakan alofon dari fonem /t/.
Pembuktian:
[t]

[t]

[#ra+tap#]

ratap

[#si+pat#]

[#tap+tu]

taptu

[#si+fat#]

[#kO+ta#]

kota

Terbukti: [t] sebagai onset silaba


[t] sebagai koda silaba
Jadi, [t] dan [t] adalah alofon dari fonem yang sama, yaitu /t/.

11

Mencatat Bunyi-Bunyi Yang


Berfluktuasi

Dalam langkah kedelapan, diketahui bahwa [a] dan [e] adalah alofon dari dua fonem yang berbeda, yaitu /a/ dan
//. Namun demikian, dalam korpus juga dijumpai [a] dan [] pada kata berikut yang tidak membedakan makna.
[#pa+pa+ya#]

pepaya

[#p+pa+ya#]

pepaya

Oleh karena itu, kedua bunyi pada korpus tersebut dianggap sebagai bunyi yang berfluktuasi. Jadi, [a] dan []
adalah alofon dari fonem yang sama, yaitu /a/ atau //.

12

Mencatat Bunyi-Bunyi Selebihnya


Sebagai Fonem Tersendiri

Bunyi-bunyi selebihnya adalah [s], [c], [h] yang merupakan fonem tersendiri, yaitu /s/, /c/, /h/.

Latihan penamaan fonem dan penulisan


fonetis
Berilah nama untuk fonem berikut!
/anak/
/adik/
/enak/
/nenek/
/tanggul/
/tutup/
/sakit/

Sekian

Jali Yulaeni
085731146711/jaliyulaeni@gmail.com