Anda di halaman 1dari 19

MATEMATIKA

BISNIS
Semester GENAP
2014

LITERATUR WAJIB MATEMATIKA BISNIS


MATEMATIKA BISNIS
- RUDY BADRUDIN DAN ALGIFARI
- PENERBIT BPFE-UGM
MATEMATIKA UNTUK EKONOMI DAN BISNIS
- DUMAIRY
- PENERBIT BPFE-UGM
MATEMATIKA KEUANGAN
- BUDI FRENSIDY
- PENERBIT SALEMBA EMPAT-UI
matematika EKONOMI DAN BISNIS
- SUNARYO
- PENERBIT BPFE-UB

BARIS DAN DERET


1. BARISAN ARITMATIKA (Baris Hitung)
Baris Aritmatika/baris hitung adalah suatu baris yang
selisih tiap sukunya yang berurutan selalu tetap atau
konstan
U1, U2, U3, .......Un-1, Un disebut barisan aritmatika,
U2 - U1 = U3 - U2 = .... = Un - Un-1 = konstanta
Selisih ini disebut juga beda (b) = b =Un (Un-1)
Suku ke-n barisan aritmatika a, a+b, a+2b, ... , a+(n-1)b
U1, U2, U3 ............., Un
Rumus Suku ke-n :

Un = a + (n-1)b = bn + (a-b) Fungsi linier n

Contoh :
Suatu barisan diketahui suku ke-2 = 9 dan suku ke-5 = 24,
tentukan:
1. Suku pertama
2. Suku ke-n , dan

3. suku ke-25

Penyelesaian :
1. U2 = a + b = 9
U5 = a + 4b = 24
-3b = - 15
b=5

maka : a + b = 9

a=4

2. Un = a + (n - 1) b
= 4 + (n 1) 5
= 4 + 5n 5
= 5n 1
3. Un = 5n 1
U25 = 5 (25) -1
= 125 1
= 124

2. DERET ARITMATIKA (Deret Hitung)


Deret Aritmatika/deret hitung merupakan jumlah dari
semua barisan dalam baris hitung.
a + (a+b) + (a+2b) + . . . . . . + (a + (n-1) b) disebut deret
aritmatika, atau U1 + U2 + U3 + U4 + ....Un
a = suku awal
b = beda
n = banyak suku
Un = a + (n - 1) b adalah suku ke-n
Jumlah n suku
Sn = 1/2 n(a+Un)
= 1/2 n[2a+(n-1)b]
= 1/2bn + (a - 1/2b)n Fungsi kuadrat (dalam n)

Contoh :
Jumlah 5 suku pertama suatu deret aritmatika adalah -25 dan suku
ketujuh adalah 5, tentukan :
1. Suku pertama dan beda
2. Jumlah 10 suku pertama
Penyelesaian :
1. Un = a + (n - 1) b
U7 = a + 6b
5 = a + 6b ...(1)
Sn = . n[2a+(n-1)b]
-25 = . 5[2a+4b]
-25 = 5a + 10b...(2)

Pers (1) dan ke (2) di eliminasikan :


a + 6b = 5

x5

5a + 30b = 25

5a + 10b = -25

x1

5a + 10b = -25
20b = 50
b = 5/2

b = 5/2 di substitusikan ke (1)


a + 6b = 5
a + 6. 5/2 = 5
a + 15

=5
a = -10

2. Sn = . n[2a+(n-1)b]
S10 = . 10[ 2(-10) + 9 (5/2)]
= 5 (-20 + 22,5)
= 5 ( 2,5)
= 12,5

3. BARISAN GEOMETRI (Baris Ukur)


Baris geometri / baris ukur adalah barisan dengan pembanding
antara 2 suku yang berurutan selalu tetap
U1, U2, U3, ......., Un-1, Un disebut barisan geometri, jika
U1/U2 = U3/U2 = .... = Un / Un-1 = konstant
Konstanta ini disebut pembanding / rasio (r)
Rasio r = Un / Un-1
Suku ke-n barisan geometri
Bentuk umum dari barisan geometri :
a, ar, ar , .......arn-1
U1, U2, U3,......,Un

Suku ke n Un = arn-1 fungsi eksponen (dalam n)

Contoh :
Diketahui barisan geometri = 16, 8, 4, 2,... Tentukan
suku pertama, rasio, rumus suku ke-n, dan suku ke-10
Penyelesaian :
a = 16

r = 8/16 =

Un = arn-1
Un = 16 ()n-1
U10 = 16 ()10-1
=16 ()9
= 16 (0,0019)
= 0,031

4. DERET GEOMETRI (Deret Ukur)


Deret geometri adalah penjumlahan semua suku
dari baris ukur
a + ar + ....... + arn-1 disebut deret geometri
a = suku awal
r = rasio
n = banyak suku
Jumlah n suku
Sn = a(rn-1)/r-1 , jika r>1
Sn = a(1-rn)/1-r , jika r<1

5. Penerapan dalam Ekonomi dan Bisnis


Bunga dalam teori bisnis merupakan suatu balas jasa yang dibayarkan
bilamana kita menggunakan uang. Kita membayar bunga kepada pihak
yang meminjamkan uang. Selanjutnya, uang hasil pinjaman atau uang
yang dipinjamkan disebut juga sebagai modal awal (pinjaman pokok).
Secara umum, bunga jika dilihat dari satu sisi merupakan pendapatan,
tetapi disisi lain bunga merupakan biaya,
5.1. Bunga Sederhana
Misalkan P adalah investasi dan i adalah tingkat suku bunga, maka
pendapatan interest pada akhir tahun pertama adalah Pi dan jumlah dari P
adalah (P + Pi), sedangkan pada akhir tahun kedua nilai akumulasinya
adalah P + P(2i) dan seterusnya sampai akhir tahun ke n, nilai
akumulasinya adalah P + Pin.

Selanjutnya pendapatan bunga tersebut diformulasikan sebagai


berikut :
I = P.i.n.
Dimana
I = Jumlah pendapatan bunga
P = Pokok Pinjaman (Modal)
i = tingkat bunga tahunan
n = jumlah tahunan (waktu)
Adapun jumlah akumulasi selama n tahun dengan modal awal P,
dinyatakan dengan formulasi :

Fn = P + P.i.n. Atau Fn = P (1 + in)

Contoh :
Jika besarnya pinjaman Rp. 20.000.000,- dengan bunga sebesar 11% per
tahunnya, maka berapakah nilai secara keseluruhan jika harus
dikembalikkan selama 12 tahun?
Penyelesaian :
P = 20.000.000,i = 11%
Maka bunga per tahun:
I = P.i.n.
= 20.000.000 (0,11) (12) = 26.400.000
Nilai yang terakumulasi selama 12 tahun :
Fn

= P + Pin
= 20.000.000 + 26.400.000 = Rp. 46.400.000

5.2. Bunga Majemuk


Maksud dan pengertian bunga majemuk adalah merupakan
perhitungan modal awal yang diakumulasikan dengan nilai bunga
selama kurun waktu ttt. Misalkan suatu investasi dari P rupiah pada
tingkat suku bunga i per tahun, maka pendapatan bunga pada tahun
pertama adalah Pi, sedangkan pendapatan bunga pada tahun kedua ,
modal awal P sudah ditambahkan dengan tingkat suku bunga i,
sehingga nilai uang pada akhir tahun pertama (masuk ke tahun ke-2):
P + Pi = P(1 + i)
Sehingga modal awal pada tahun ke-n di formulasikan menjadi :
Fn = P(1+i)n
Fn= Modal pada awal tahun ke-n
P

= Investasi

= tingkat bunga tahunan

= Jumlah periode pinjaman

Dari contoh diatas jika tingkat suku bunganya menggunakan model


bunga majemuk, maka nilai pada akhir tahun ke-12 menjadi :
Fn = 20.000.000 (1 + 0,11)12
= Rp. 69.969.012
Untuk kasus pembayaran bunga mejemuk secara kuartal, bulanan, dan/atau
semesteran (yang terjadi pada bank-bank komersial), formulasinya
dinyatakan dengan :
Fn = P( 1 + i/m )(n)(m)
Dimana :
Fn

= nilai uang dimasa mendatang

= modal awal

= tingkat suku bunga pertahun

= frekuensi pembayaran bunga dalam setahun

= periode waktu yang ditetapkan

Dari contoh kasus diatas, jika pengembalian dilakukan


setiap bulan, maka :
P = 20.000.000
i = 11%
m =12 kali
n = 12 tahun
Uang yang harus dikembalikan kepada yang
meminjamkan :
Fn = P( 1 + i/m )(n)(m)
Fn = (20.000.000(1 + 0,11/12)(12)(12)
Fn = 74.419.574

Model pengembangan usaha


Contoh 1:
Perusahaan Bata Merah Bahagia selamanya menghasilkan 3000
buah paving block pada bulan pertama produksinya. Dengan
penambahan tenaga kerja dan produkstivitasnya, perusahaan
memperoleh peningkatan produksi 500 buah paving block per bulan.
Jika perkembangan produksi ini konstan, berapa buah paving block
yang dihasilkan pada bulan ke-5, berapa buah keseluruhan paving
blok yang dihasilkan sampai dengan bulan tersebut?
Diketahui :
a = 3000
b = 500
n =5

Un = a + (n-1)b
Sn = 1/2 n(a+Un)
Maka di dapat :
Un = 3000+ (5-1)500

Sn = .5 (3000+5000)

Un = 5000

Sn = 20.000

Maka jumlah produksi pada bulan ke-5 adalah 5000 buah, dan
jumlah keseluruhan paving block sampai bulan ke-5 adalah 20.000
buah
Contoh 2 :
Pendapatan toko Anugerah Abadi dari penjualan barangnya Rp.720.000.000,
pada tahun ke-5, dan Rp.980.000.000, pada tahun ke-7, jika pendapatan
berpola deret hitung, maka:
a.Berapa pendapatan per tahun
b.Berapa besar penerimaan tahun pertama
c. Pada tahun keberapa pendapatan sebesar Rp. 460.000.000,-

Anda mungkin juga menyukai