Anda di halaman 1dari 6

Kelompok 4

Tema: Bahasa Indonesia dan Identitas Nasional

Masihkah Bahasa Indonesia menjadi Identitas


Nasional?
Identitas nasional adalah ungkapan nilai budaya suatu
masyarakat atau bangsa yang bersifat yang bersifat khas yang
membedakannya dengan bangsa lain. Identitas nasional bukanlah
sesuatu yang konstan, tetapi merupakan sesuatu yang dinamis.
Identitas nasional akan terus berkembang secara kontekstual sesuai
dengan perkembangan zaman. Unsur-unsur identitas nasional antara
lain pola perilaku, simbol-simbol, alat-alat perlengkapan, dan tujuan
yang akan dicapai secara nasional, sedangkan unsur pembentuk
identitas nasional meliputi sejarah, kebudayaan, suku bangsa, agama
dan bahasa (Ubaedillah dan Rozak, 2008: 19-21)
Identitas nasional indonesia merupakan ciri-ciri yang dapat
membedakan Negara Indonesia dengan Negara lain. Identitas
nasional dibuat dan disepakati oleh para pendiri Negara Indonesia.
Identitas nasional Indonesia tercantum dalam pasal 35-36C. berikut
adalah identitas nasional Indonesia: Bahasa Nasional adalah Bahasa
Indonesia, bendera Negara adalah Sang Saka Merah Putih, lagu
kebangsaan adalah Indonesia Raya, lambang Negara adalah
Pancasila, semboyan Negara adalah Bhinneka Tunggal Ika, konstitusi
dasar Negara adalah UUD 1945, Bentuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat, konsepsi wawasan nusantara,
kebudayaan yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.
Bahasa Indonesia merupakan salah satu Identitas Nasional
Republik Indonesia, baik digunakan sebagai bahasa Negara maupun
bahasa nasional. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu,
namun bahasa Indonesia bukan bahasa melayu, karena bahasa
Indonesia sudah sangat berbeda dengan bahasa Melayu. Dalam
perkembangannya bahasa Indonesia, sangat banyak menyerap
kosakata dari berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa
daerah di Indonesia.
Menurut catatan sejarah bahasa Melayu memiliki sejarah yang
panjang, hal ini dibuktikan dengan beragai macam penemuan seperti
Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Kota Kapur, Pagaruyung, dll pada awal
tahun 683 M. Hal ini menunjukkan bahwa sejak abad ke-7, bahasa
melayu sudah ditemukan dalam tulisan dengan aksara pallawa
(Collins, 2009: 78; Adul, 1981: 1-2). Dari bukti ini dapat diduga bahwa
secara lisan beberapa abad sebelumnya bahasa melayu sudah
digunakan masyarakat Indonesia.
1

Kelompok 4
Tema: Bahasa Indonesia dan Identitas Nasional
Bahasa Indonesia dideklarasikan menjadi bahasa Nasional
untuk pertama kalinya ketika Kongres Pemuda
Indonesia
dilaksanakan pada tanggal 28 oktober 1928 yang dikenal dengan
sebutan Sumpah Pemuda yang berisi tiga deklarasi tentang
Nasionalisme Indonesia terkait dengan Kesatuan Bangsa, Kesatuan
Tanah Air, dan Bahasa Persatuan Indonesia. Kebermanfaatan Sumpah
Pemuda sebagai deklarasi kebangsaan, tanah air, dan bahasa, karena
kita bangsa Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, ratusan suku
bangsa, ratusan bahasa daerah, serta beragam keyakinan
keagamaan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia mengenal Falsafah
Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia
berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas
nasional, dan sebagai bahasa persatuan nasional dari berbagai
masyarakat yang berbeda-beda bahasa dan budaya, serta sebagai
bahasa perhubungan antardaerah dan antarbudaya. Dalam
kedudukan bahasa resmi, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa
resmi kenegaraan, bahasa kenepengantar di lembaga pendidikan,
dan bahasa perhubungan dalam pelaksanaan pembangunan dan
pemerintahan tingkat nasional, serta bahasa pengantar dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Resmi Negara, bahasa
Indonesia merupakan bahasa yang baku, terbuka, dinamis seiring
dengan dinamika perkembangan masyarakat sebagai dampak
pembangunan nasional. Untuk itu, kita sebagai penutur bahasa
Indonesia
dituntut selalu terbuka
dan
dinamis
mengikuti
perkembangan bahasa Indonesia agar bahasa Indonesia yang
digunakan selalu baik dan benar. Disamping itu, masyarakat agar
selalu bersikap positif terhadap bahasa Indonesia dan dalam
berbahasa Indonesia sebagai upaya membina bahasa Indonesia.
Membina bahasa Indonesia berarti juga membina nasionalisme
bangsa karena bahasa Indonesia merupakan identitas nasional
bangsa Indonesia.
Sudah 87 tahun kita bangsa Indonesia mengakui bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia merupakan
darah dan perekat nasionalisme bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia
merupakan wahana penjalin bersemi dan bersemainya nasionalisme
dalam diri anggota masyarakat kita yang tersebar pada seluruh
kepulauan di Indonesia sehingga menjadi satu keluarga bangsa
Indonesia.
2

Kelompok 4
Tema: Bahasa Indonesia dan Identitas Nasional
Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional
merupakan ungkapan perwujudan sikap kita terhadap bahasa
Indonesia dan dalam berbahasa Indonesia. Yang menjadi
pertanyaan bagaimana sikap kita terhadap bahasa Indonesia dan
bagaimana kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia. Positif atau
negatifnya sikap kita, atau kebanggaan kita terhadap bahasa
Indonesia tergambar pada perilaku kita dalam berbahasa Indonesia.
Kalau kita masih sering mengeluhkan penggunaan bahasa
Indonesia oleh masyarakat karena masih seringnya kekurang
tepatan penggunaan bahasa Indonesia tersebut, baik masyarakat
umum, aparatur pemerintah, pejabat negara, atau para elite
partai politik dan masyarakat. Hal tersebut merupakan gambaran
sikap dan rasa kebanggaan tersebut atas bahasa Indonesia.
Kepedulian, rasa memiliki, dan rasa bertangung jawab merupakan
faktor penentu atas sikap dan kebanggaan terhadap bahasa
Indonesia tersebut. Dengan demikian, kembali kita bertanya apakah
kita peduli, merasa memiliki, dan merasa bertanggung jawab
terhadap bahasa Indonesia dan dalam berbahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional
merupakan fungsi yang melekat pada masyarakat Indonesia.
Dengan kata lain, setiap anggota masyarakat kita harus bisa dan
mampu berbahasa Indonesia baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam
fungsi
ini
pernah
terjadi
kasus
penyalahgunaan
kewarganegaraan Indonesia oleh warga negara asing yang
menggunakan pasport Indonesia di satu Negara. Setelah dilakukan
interogasi menggunakan bahasa Indonesia yang bersangkutan tidak
bisa berbahasa Indonesia. Dengan kata lain bahwa orang tersebut
bukan warga negara Indonesia, namun mengunakan pasport palsu
Indonesia. Dengan demikian, berarti bahwa anggota masyarakat
kita harus tidak ada lagi yang buta aksara dan buta bahasa
Indonesia.
Jangan pernah mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan
bahasa lain. Ketika berbicara di depan khalayak umum gunakanlah
bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan mengaplikasikan
bahasa Indonesia secara gado-gado. Bahkan seorang presiden saja
pernah melanggar Undang-undang No 24/2009 pasal 28 yang
berbunyi bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi
presiden, wakil presiden, dan pejabat Negara yang lain yang
disampaikan didalam ataupun di luar negeri. Beliau mencampur
adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Alangkah lebih
baiknya jika ingin menggunakan bahasa asing gunakanlah bahasa

Kelompok 4
Tema: Bahasa Indonesia dan Identitas Nasional
asing sepenuhnya.
Seorang pemimpin Negara saja pernah berbuat kesalahan
bagaimana dengan kita generasi muda? Sudahkan menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar? Banggakah kita
menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?
Pertanyaan-pertanyaan itu sebagai bahan renungan kita bersama
agar cita-cita pemimpin-pemimpin Indonesia terdahulu yang
menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu identitas nasional
terus bersemi dan bersemayam dihati masyarakat Indonesia.
Sumpah pemuda hasil kongres pemuda Indonesia pada tanggal
28 oktober 1928 merupakan kristalisasi dari nasionalisme Indonesia.
Bahasa Indonesia sebagai salah satu isi sumpah pemuda memegang
peranan penting bagi nasionalisme Indonesia. Bahasa Indonesia
sebagai wahana persatuan nasional, bahasa Indonesia tidak hanya
sebagai lambang persatuan nasonal, tetapi bahasa Indonesia adalah
darah persatuan nasional kita. Bahasa Indonesialah yang menjalin
dan menyatukan masyarakat yang mendiami beribu-ribu pulau di
nusantara ini. Bahasa Indonesia yang menyatukan masyarakat yang
berbeda-beda bahasa dan budaya senasib sepenanggungan mulai
zaman penjajahan, masa perjuangan kemerdekaan, sampai
sekarang terjalin karena bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah media perhubungan antarbudaya
dan antardaerah yang berbeda-beda bahasa. Fungsi ini penekanan
lebih jauh dari fungsi ketiga di atas pada aspek perhubungan
antarbudaya dan
antardaerah.
Bahasa-bahasa daerah
dan
budaya-budaya daerah merupakan kekayaan dan kekuatan nasional
kita. Karena itu diperlukan perekat sebagai budaya nasional, yaitu
dengan bahasa Indonesia, sehingga semua bentuk budaya nasional
dari berbagai daerah bisa tampil dengan menggunakan bahasa
Indonesia agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi Negara, bahasa
Indonesia merupakan bahasa yang baku, terbuka, dinamis seiring
dengan dinamika perkembangan masyarakat sebagai dampak
pembangunan nasional yang ditopang oleh ilmu pengetahuan dan
teknologi . Untuk itu masyarakat sebagai penutur bahasa Indonesia,
dituntut selalu terbuka dan dinamis mengikuti perkembangan
bahasa Indonesia agar bahasa Indonesia yang digunakan selalu baik
dan benar. Disamping itu, masyarakat agar selalu bersikap positif
terhadap bahasa Indonesia untuk kebaikan bangsa dalam upaya
membina bahasa Indonesia. Membina bahasa Indonesia berarti juga
membina nasioanlisme dan patriotisme bangsa karena bahasa

Kelompok 4
Tema: Bahasa Indonesia dan Identitas Nasional
Indonesia merupakan identitas nasional bangsa Indonesia.

Kelompok 4
Tema: Bahasa Indonesia dan Identitas Nasional