Anda di halaman 1dari 97

BLOK

EMERGENSI
2011-2012
Oleh:
ZUHRONI

MATERI BAHASAN
Konsep Darurat dlm Islam
Nash Terkait dengan batasan Darurat.
Kaidah Darurat dan Contoh Aplikasinya
Perbedaan dan persamaan antara
darurat dlm Islam dan kegawatdaruratan
dlm Medis.
Maslahah dan mafsadah.
Maqashid al-Syariah (Dlaruriyah alKhams).

KONSEP
DARURAT DLM
ISLAM

PENGERTIAN DARURAT
(Bahasa)
Darurat 'adh-Dharrah' berasal dari kata
al-Dharar = Sesuatu yang turun tanpa ada
yang dapat menahannya (al-Jurjani)
Kebutuhan yang sangat, kebutuhan atau
kesulitan yang berlebihan (Abdullah bin
Muhammad ath-Thariqiy)

PENGERTIAN DARURAT
(Istilah Syarak)
Darurat yang berhubungan dengan kelaparan =rasa takut
akan ditimpa kerusakan atau kehancuran terhadap jiwa atau
sebagian anggota tubuh bila tidak makan (Al-Jashshh).
Rasa kuatir akan terjadinya kematian atau sakit yang
menakutkan atau menjadi semakin parahnya penyakit atau
membuat semakin lama sakit, dan atau terpisahnya dengan
rombongan seperjalanan, atau kuatir melemahnya
kemampuan berjalan atau berkendaraan jika ia tidak makan
dan tidak mendapatkan yang halal untuk dimakan, yang ada
hanya yang haram, maka saat itu ia mesti makan yang haram
itu (Ulama Syafiiyyah)

Datangnya kondisi bahaya atau kesulitan yg


amat berat kepada diri manusia, yang membuat
dia kuatir akan terjadi kerusakan (dharar) atau
sesuatu yang menyakiti jiwa, anggota tubuh,
kehormatan, akal, harta, dan yg bertalian dgnya.
Dalam keadaan demikian, seseorang boleh atau
tak dapat tidak harus mengerjakan yg
diharamkan, atau meninggalkan yg diwajibkan,
atau menunda waktu pelaksanaannya guna
menghindari kemudaratan yg diperkirakannya
dapat menimpa dirinya selama tidak keluar dari
syarat-syarat yg ditentukan oleh syarak
(Wahbah Al-Zuhaili).

Darurat = Hajat (MUI)


Ketentuan Umum
Darurat (( = )suatu keadaan di mana
seseorang apabila tidak melakukan sesuatu yg
diharamkan maka ia akan mati atau hampir
mati.
Hajat ( = )suatu keadaan di mana
seseorang apabila tidak melakukan sesuatu yg
diharamkan maka ia akan mengalami kesulitan
besar.

Arti Darurat Secara Komprehensif


Datangnya kondisi bahaya atau kesulitan yg amat
berat kepada diri manusia, yg membuat dia kuatir
akan terjadi kerusakan (dlarar) atau sesuatu yg
menyakiti jiwa, anggota tubuh, kehormatan, akal,
harta, dan yg bertalian dgnya. dlm keadaan
demikian, seseorang boleh atau tak dapat tdk:
harus mengerjakan yg diharamkan,
atau meninggalkan yg diwajibkan,
atau menunda waktu pelaksanaannya
guna menghindari kemudaratan yg diperkirakan
dapat menimpa dirinya selama tdk keluar dari
syarat-syarat yg ditentukan oleh syarak (Wahbah
Al-Zuhaili)

BERDASARKAN KAIDAH DI
ATAS

Makanan dan minuman


Pengobatan,
Memanfaatkan harta orang lain,
Memelihara prinsip keseimbangan
akad dlm berbagai transaksi,
Melakukan sesuatu di bawah
tekanan atau paksaan,
Mempertahankan jiwa atau harta
dsb,
Meninggalkan kewajiban agama,
Dll.

Syarat:

Tdk bertentangan dg prinsip syarak,


jika bertentangan, tdk boleh dilakukan,
seperti:
Terpaksa berzina atau menjadi PSK,
Terpaksa kufur atau syirik,
Dsb.

Darurat
Menjangk
au Semua
Keadaan

Dalil-dalil Disyariatkannya
Darurat
Dalil al-Quran:
Al-Baqarah (2):173,
al-Midah (5):3,
al-An'm (6):145,
al-Nahl (16):115,
al-An'm (6):119

TERKAIT DENGAN
MAKANAN, OBAT
BERBAHAN HARAM
TERMASUK DI DALAMNYA

a
r
a
t
An

:
n
i
la

Dalil Darurat (Al-Quran)

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,


daging babi dan binatang yg (ketika disembelih) disebut (nama)
selain Allah. Tetapi barangsiapa dlm keadaan terpaksa
(memakannya) sedang ia tdk menginginkannya dan tdk (pula)
melampaui batas, maka tdk ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.s. al-Baqarah (2):173).

a
r
ta
n
A

:
n
ai

Dalil al-Sunnah

Dari Jbir bin Samurah bahwa sebuah keluarga yg menghuni


sebuah rumah yg berada di al-Harrah dlm keadaan kekurangan
makanan, kata Jbir: Lalu unta milik mereka mati, atau milik
orang lain, maka Rasul memberi keringanan untuk memakannya"
(HR. Ahmad).

DALIL NASH
DARURAT DLM TINDAKAN MEDIS

Khitan
Tindakan para wanita Sahabat
menangani serdadu yang terluka dan
korban saat perang di masa Nabi

UNSUR-UNSUR
DARURAT

4 Unsur Diberlakukannya Hukum


Darurat:
1.

Kondisi darurat yg dihadapi,


Syaratnya:
a. bahaya yg dihadapi besar.
b. bahaya tsb sedang berlangsung.

2. Perbuatan yg dilakukan untuk mengatasi


kondisi darurat,
Syaratnya:
a. Perbuatan tsb lazim (pasti bisa) utk mengatasinya.
b. Perbuatan tsb relevan dg bahaya yg dihadapi.

3. Obyek darurat,
Disyaratkan terjadinya atas diri atau harta sendiri atau
harta orang lain.
4. Orang yg berada dlm keadaan darurat.

Syaratnya:
1. Tdk mempunyai kewajiban syar'i yg lain untuk
mengatasi bahaya atau kondisi darurat.
2. Tdk mempunyai unsur kesengajaan untuk
menciptakan kondisi darurat.

BATASAN
DARURAT

Unsur-unsur Darurat
Kondisi darurat yg dihadapi,
syaratnya:
Bahaya yg dihadapi besar.
Bahaya tersebut sedang berlangsung.

Perbuatan yang dilakukan untuk


mengatasi kondisi darurat,
Syaratnya:
Perbuatan tersebut lazim (pasti bisa) untuk
mengatasi darurat.
Perbuatan tersebut relevan dg bahaya yg
dihadapi.

HUKUM MELAKSANAKAN YG
HARAM DLM KEADAAN
DARURAT

a. Wajib
(Ulama dari Mazhab Maliki, golongan al-Zhahiri, Imamiyah, dan
yang termasyhur dari Mazhab Syafi'i).

Alasan :

".. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,


dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berbuat baik" (Q.s. al-Baqarah (2):195)

Mubah
Ulama Mazhab Hanbali, satu pendapat dari
Mazhab Syafi'i, satu pendapat dari Abu Yusuf
(tokoh Mazhab Hanafi)

Alasannya:
Orang yg melakukan perbuatan yg diharamkan
hanya apabila ada keharusan untuk menolak
kemudaratan dan menyelamatkan diri dari
kebinasaan

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN


DARURAT MEDIS DAN ISLAM
D
A
R
U
R
AT

PERSAMAAN

Sama-sama harus segera


dilakukan

MEDIS

PERBEDAAN
ISLAM

SUDAH MENJADI
PROSEDUR BAKU
= HARUS
ASALNYA HARAM,
KRN DARURAT
HRS DILAKUKAN
= WAJIB/MUBAH

KAIDAH HUKUM ISLAM


TENTANG DARURAT

Kaidah Darurat dan Beberapa Contoh


Penerapannya

KAIDAH INDUK

Kemudaratan harus dilenyapkan

Tidak boleh memudaratkan diri sendiri


juga orang lain"

KAIDAH HUKUM ISLAM


CABANG DARURAT

Kaidah Cabang Dlarar Pertama:

Kesulitan itu menarik kemudahan.


o
o
o
o

Diberlakukannnya hukum rukhshah,


Dibolehkan bagi orang sakit
bertayammum krn tdk boleh terkena
air,
Karena sakit diperbolehkan tidak
berpuasa,
Dll.

Kaidah Cabang Dlarar Kedua

Kemudaratan (bahaya) itu membolehkan hal-hal


yang dilarang.
Semua yang dilarang dalam Islam,
selain kufur, zina, dan membunuh =
dibolehkan melakukannya ketika
darurat.

Kaidah Cabang Dlarar Ketiga

Sesuatu yang diperbolehkan karena darurat


ditetapkan sesuai dengan kadar kedaruratanya.
Dokter hanya boleh melihat aurat dan atau menjamah
pasien pada anggota tubuh yg diperlukan.
Pembalut luka atas pasien hanya boleh dilakukan pada
bagian tubuh yang terluka saja.
Diperkenankan menggunakan obat terlarang, kebolehannya
hanya untuk kesembuhannya saja tidak untuk yg lain.

Kaidah Cabang Dlarar Keempat:

Sesuatu yang diperkenankan karena uzur batal


dengan tidak adanya uzur tersebut.
Tayamum batal karena ada air
Berbuka puasa krn bepergian jauh, setelah pulang
mesti puasa.

Kaidah Cabang Dlarar Kelima

Kemudaratan itu tidak dapat dihilangkan dengan


kemudaratan yang lain.
Darurat sangat memerlukan obat tertentu, haram
merampas obat milik orang lain yg juga sangat
diperlukan yg juga dalam keadaan darurat.
Jika ada satu obat atau alat penyembuhan tertentu yg
sangat diperlukan oleh pemiliknya maka tidak boleh
merampasnya

Kaidah Cabang Dlarar Keenam

Menolak kerusakan didahulukan daripada


menarik kemaslahatan.
Dalam kondisi pasien tidak dipebolehkan terkena air
karena akan membahayakan penyakitnya maka thaharah
dilakukan dengan tayammum.
Seorang yg sakit tidak harus berpuasa jika akan
menambah sakitnya atau akan memperlambat
kesembuhannya dan berbuka akan dapat
menyembuhkannya.

Kaidah Cabang Dlarar Ketujuh

Apabila ada dua bahaya (risiko) yang berlawanan,


maka harus dipelihara yang lebih berat kadar
madlaratnya dengan melaksanakan yang lebih
ringan kadar mudaratnya.
Seorang dokter diperkenankan membedah perut mayat seorang
wanita hamil yang diharapkan bayi dalam kandungannya akan tetap
hidup bila dikeluarkan
Diperbolehkan melakukan bedah medis jika dimaksudkan untuk
menghindari penyakit yang lebih berat
Boleh menggugurkan kandungan jika mengakibatkan matinya si ibu.

Kaidah Cabang Dlarar Kedelapan

Kebutuhan itu diposisikan pada kedudukani darurat,


baik bersifat umum atau khusus.
Orang lain jenis yg bukan mahramnya
diperkenankan bertatap muka karena adanya
tuntutan pergaulan hidup sehari-hari dan profesi
Penggusuran tanah oleh pemerintah terhadap
tanah penduduk untuk membuat jalan umum.

PEMBERLAKUAN
RUKHSHAH
(DISPENSASI) DLM
BATASAN SYARIAT ISLAM

Pengertian
RUKHSHAH (DISPENSASI)
Mempermudah, keringanan atau
kelonggaran (Bahasa).
Ketetapan-ketetapan hukum yg
ditetapkan Allah swt berdasarkan uzuruzur yg dihadapi manusia (Istilah).

Definisi Rukhshah
(yg lain):

Suatu keringanan bagi manusia mukallaf


dlm melakukan ketentuan Allah swt. pada
keadaan tertentu karena ada kesulitan;
suatu kebolehan melakukan pengecualian
dari prinsip umum karena kebutuhan (alhajat) atau keterpaksaan (al-Darurat)
(Istilah)

Alasan
Diperbolehkannya Rukhshah
1.

2.

Tidak untuk tujuan melakukan


kezaliman, berbuat dosa atau meringanringankan sesuatu yg sudah diringankan.
Untuk sekadar menghilangkan kesulitan
dan menghendaki keringanan hingga
menemukan kelapangan sesudahnya.

SEBAB DAN BENTUK


RUKHSHAH

Sebab-sebab
Timbulnya Rukhshah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bepergian Jauh.
Sakit
Terpaksa atau suatu hajat (al-hajat)
Lupa
Ketidaktahuan
Kekurangmampuan
Kesukaran umum /'Umum al-Balwa
Untuk kepentingan umum

Bentuk Rukhash
Pengguguran
Pengurangan
Penggantian
Mendahulukan Pelaksanaannya
Mengakhirkan Pelaksanaannya
Darurat
Pengubahan

MAQSHID
AL-SYAR'AH

Pengertian
MAQSHID AL-SYAR'AH

Maqsyid (j: al-maqshid ) = tujuan (Bahasa)


Syariah, = jalan yg lurus (Bahasa)

Syariat Islam = Seluruh perangkat aturan, hukum,


undang-undang yg dibentuk oleh Allah swt. yg
disampaikan kepada manusia Nabi Muhammad saw
(Istilah)

Tujuan-tujuan Syariat
(Maqshid al-Syar'ah)

Makna dan tujuan yg dikehendaki


syarak dlm mengsyariatkan suatu
hukum bagi kemaslahatan umat
manusia.

Pembagian
Maqshid al-Syari'ah
KHUSUS
Teralisasikan kemaslahatan
di sektor-sektor khusus dlm
bidang-bidang khusus dlm
kehidupan (keteraturan
ekonomi, keluarga, politik
dst.)

UMUM
Menciptakan kemaslahatan
bagi mahluk secara
keseluruhan, dunia dan
akhirat, terealisasikannya
peraturan-peraturan syariat
Islam

MASLAHAH
DLM PERSPEKTIF
HUKUM ISLAM

Pengertian dan Batasan

MASLAHAH

Kebalikan mafsadah = Manfaat atau suatu pekerjaan yg


mengandung manfaat.
Mengambil manfaat dan menolak kemudaratan dlm
rangka memelihara tujuan-tujuan syarak.
Suatu kemaslahatan harus sejalan dg tujuan syarak
meskipun bertentangan dg tujuan-tujuan manusia.
Ulama sepakat mashlahah yg bertentangan dg ketentuan
al-Quran dan al-Sunnah (mashlahah mulghah atau
mashlahah bthilah) = tdk dianggap sebagai mashlahah.

LIMA KEMASLAHATAN
(al-Kulliyyt al-Khams)". Dharriyyat

al-Khams

Pendapat Lain:

URUTAN PERINGKAT
PEMELIHARAAN LIMA
KEMASLAHATAN

Urutan Peringkat
Pemeliharaan Lima
Kemaslahatan

1. Dlarriyyah (sejenis kebutuhan primer).


2. Hjjiyah (sejenis kebutuhan sekunder).
3. Tahsiniyyah (sejenis kebutuhan tertier).

Al-Dlarriyyah
(Kebutuhan Primer)
Segala sesuatu yg tdk dapat ditinggalkan dlm

kehidupan keagamaan dan keduniaan, jika tdk


ada, kehidupan dunia menjadi rusak, hilang
kenikmatan, dan akan menghadapi siksaan di
akhirat.
Kebutuhan esensial itu = Memelihara agama,
jiwa, akal, keturunan, dan harta dlm batas jangan
sampai esensi kelima pokok itu hilang.
tdk terpenuhinya kelima pokok tsb akan berakibat
terancam eksistensinya.

Hjjiyah
(Kebutuhan Sekunder)
Sesuatu yg dibutuhkan manusia dlm

menghindari kesempitan dan menolak


kesulitan.
tdk terpeliharanya kelompok hajjiyah ini
akan mengancam eksistensi kelima pokok
di atas, tetapi hanya akan menimbulkan
kesulitan bagi mukallaf.
Kelompok ini berkaitan erat dg rukhshah
atau keringanan dlm hukum Islam.

Tahsiniyyah
(Tertier)
Kebutuhan yg menunjang peningkatan

martabat seseorang dlm masyarakat


dan di hadapan Tuhan, sesuai dg nilai
kepatutan.
Pada umumnya mashlahah yg
tergolong tahsiniyyah ini tdk wajib,
kadang-kadang hukumnya wajib,
seperti wudlu, mandi, menutup aurat.

Perbuatan yg dikelompokkan
tahsiniyyah
dilakukan demi lebih sempurnanya:
Berakhlak mulia,
Bermuka manis saat berkomunikasi dg

orang lain,
Dianjurkan memakan yg bergizi,
berpakaian bagus,
melakukan ibadah-ibadah sunnah
dll.

Memelihara Agama
(Hifzh al-Dn)
Pengamalan ibadah dlm arti luas:
Pengamalan terhadap perintah-perintah agama sebagai
kewajiban individual yg terkait dg ibadah maupun
akidah,
Menegakkan atau menetapkan hukum agama,
Memberikan sanksi hukum Islam bagi pelaku yg
menodai agama,
Dakwah Islam,
jihad fi sabilillah,
Menolak serta menentang berbagai penyimpangan
agama.

Memelihara Agama
(Hifzh al-Dn)
Perawatan klinis, dg kondisi kesehatan yg baik
manusia mempunyai energi untuk dapat
menunaikan kewajiban keagamaannya. Ibadah
dilakukan secara phisik (jasadiyyah) dan psikis
(rhiyyah), di samping sebagian dlm bentuk
materi (mliyyah).
Bentuk ibadah yg bersifat phisik al., shalat,
puasa, dan haji. Tubuh yg lemah akan
menjadikan menghadapi kesulitan.

Kesehatan mental dan akidah sangat diperlukan


untuk memilah, memilih, dan mengetahui akidah
yg menyimpang.
Agama hanya diperlukan bagi orang yg berakal,
tdk ada agama bagi yg tdk berakal. Karena itu,
perawatan medis terhadap kelainan atau
gangguan mental akan berkontribusi penting
terhadap pelaksanaan agama.

Memelihara Agama Peringkat


Dlarriyyah
Melaksanakan kewajiban agama yg termasuk
primer, (shalat 5 waktu, membaca syahadat,
puasa Ramadlan, dll.)
Jika perintah individual (wajib ain) tsb diabaikan
eksistensi agamanya terancam, pelanggarnya
diancam siksa di akhirat.
Realisasi dari menjalankan kewajiban agama, di
samping mengamalkannya juga membela orang
yg bermaksud mengganggunya.

Memelihara Agama
Peringkat Hjjiyah,
Melaksanakan ketentuan agama, utk menghindarkan diri dari kesulitan:

Shalat jamak dan qashar bagi musafir,


Menjamak shalat bagi dokter yg tdk bisa meninggalkan tugas
operasi,
Menjamak shalat bagi pasien yg kesulitan melaksanakan shalat
pada setiap waktunya,
Berbuka puasa bagi yg bepergian jauh atau sakit,
Bertayammum bagi yg tdk mendapatkan air atau tdk boleh terkena
air,
dll.

Jika ketentuan tsb tdk dilaksanakan tdk merusak eksistensi agama,


hanya akan mempersulit bagi yg melakukannya.

Memelihara Agama
Peringkat Tahsniyyah

Mengikuti petunjuk agama guna mempertinggi


martabat manusia sekaligus melengkapi pelaksanaan
kewajiban kepada Tuhan, misalnya:
- Menutup aurat, baik di dlm maupun di luar shalat,
- Membersihkan najis dari badan, pakaian, tempat, - - dll.

Kalau hal-hal tsb tdk mungkin dilakukan, tdk


mengancam eksistensi agama dan tdk mempersulit
bagi yg melakukannya.

Memelihara Jiwa
(hifzh al-Nafs)

Dianjurkan selalu menjaga eksistensinya dan


memenuhi hak-haknya: Dianjurkan menikah dan
berketurunan
Dianjurkan memberikan hak-hak badan dg
memenuhi kebutuhan primer manusia: Makan,
minum, pakaian, sandang, dan papan.

Memelihara Jiwa
(hifzh al-Nafs)
(2)
Keharusan mengatur negara untuk
menjamin keamanan kehidupan
masyarakat dan individu.
Menjaga kehormatan insani, tdk menuduh
kejahatan tanpa bukti, mencaci dsb.
Diberlakukannya hukum rukhshah pada
saat menghadapi kesulitan tdk mampu
melakukan kewajiban secara azimah.

Memelihara Jiwa
(hifzh al-Nafs)
(3)

Diharamkan melakukan hal-hal yg dapat


merusak akal, baik secara phisik maupun
batin.
Dilarang menghilangkan nyawa insani, baik
bunuh diri atau membunuh orang tanpa hak.
Namun di sisi lain ada keharusan
menghukum pelaku tindakan kriminal, baik
dlm bentuk qishsh, diyat, atau kaffrat yg
berimplikasi menciptakan kemahlahatan
banyak orang.

Memelihara Jiwa
Peringkat Dlarriyyah

Memenuhi kebutuhan pokok berupa


makanan untuk mempertahankan hidup.
Berobat saat sakit, khususnya sakit yg
dapat mengancam jiwanya.
Jika dibaikan akan terancam eksistensi
jiwa manusia.

Memelihara Jiwa
Peringkat Hjjiyah

Diperbolehkan berburu binatang untuk


menikmati makanan yg lezat dan halal.
Mengonsumsi makanan secara seimbang dan
proporsional, berolahraga, menjaga
kesehatan, dll.
Jika hal itu diabaikan, tdk akan mengancam
eksistensi jiwa manusia, melainkan hanya
mempersulit hidupnya.

Memelihara Jiwa
Peringkat Tahsniyyah

Ditetapkannya cara dan etika makan dan minum.


Batasan itu hanya berhubungan dg soal kesopanan dan
etika:
Makan dg tangan kanan,
menyuci tangan sebelum dan sesudah makan,
membaca basmalah di awal makan dg niat dan doa,
dilakukan sambil duduk,
makanan tidak sangat panas,
jika makan bersama makan terdekat,
menyedikitkan atau mengecilkan suapan dan
sempurna dlm mengunyahnya, dll.

Memelihara Akal
(hifzh al-Aql)

Akal diposisikan sebagi sesuatu yg sangat penting dlm


kehidupan insani.
Manusia dimuliakan dari makhluk lain karena eksistensi
akalnya. Karenanya, diberi mandat menjadi khalifah dan
memikul amanah
Syariat Islam sangat menekankan memelihara akal dg
mengharamkan berbagai tindakan yg dapat merusak
potensi akal, seperti larangan mengonsumsi khamar dan
NARKOBA, memberikan sanksi berat bagi pelakunya.

Memelihara Akal
Peringkat Dlarriyyah

Diharamkannya minum minuman keras.


Jika ketentuan ini dilanggar, akan
berakibat terancamnya eksistensi akal
dan diancam siksa di akhirat. Bahkan,
dikenai sanksi dicambuk.

Memelihara Akal
Peringkat hjjiyah

Dianjurkannya menuntut ilmu, belajar


keterampilan tertentu dlm kaitannya dg
olah otak, jika tdk dilakukan tdk akan
merusak akal tetapi akan mempersulit diri
seseorang dlm kaitannya dg
pengembangan ilmu pengetahuan.

Memelihara Akal
Peringkat Tahsniyyah

Menghindarkan diri menghayal,


berandai-andai, melamun kosong atau
mendengarkan sesuatu yg tdk berguna,
secara etika tdk akan mengancam
eksistensi akal secara langsung, hanya
akan menjadikan kehidupannya kurang
bernilai.

Memelihara Keturunan
(Hifzh al-Nasl)
Dg upaya memprogram:

Lahirnya generasi yg sehat dan baik melalui pernikahan,


Menjauhkan diri hidup salibat,
Mengharamkan pembunuhan terhadap anak atau aborsi,
Menjaga kemurnian nasab,
Menjauhkan perzinaan serta seluruh faktor yg dapat menghantarkan
terjadinya perzinaan, serta perilaku seksual menyimpang,
Penegakan hukum Islam terhadap pelakunya,
Pengembalian nama baik bagi yg telah dituduh berzina tetapi tdk
terbukti, sebaliknya, menghukum penuduhnya sesuai dg ketentuan
hukum Islam.

Memelihara Keturunan
Peringkat dlarriyyah

Disyariatkannya nikah dan dilarang zina, jika dilanggar


eksistensi keturunan menjadi terancam dan pelakunya
disiksa di akhirat, bahkan di dunia dikenai sanksi rajam
atau cambuk.
Menjaga kemurnian nasab, setiap upaya reproduksi
manusia yg dapat merusak atau merancukan nasab
diharamkan (kloning reproduksi, ibu tumpang,
inseminasi buatan dan bayi tabung donor).
Mengadopsi anak yg menjadikan anak bernasab kepada
pengadopsi diharamkan.

Memelihara Keturunan
Peringkat Hjjiyah

Disebutkannya mahar dlm akad nikah, jika


dilanggar maka suami harus membayar mahar
mitsli.
Diberikannya hak talak bagi suami, jika dlm
kesulitan tertentu dapat digunakan. Jika hak
thalak tdk dilakukan tdk merusak keturunan,
hanya menghadapi kesulitan tertentu.

Memelihara Keturunan
Peringkat Tahsniyyah

Disyariatkannya khithbah (meminang)


dan walmah (pesta), jika tdk
dilaksanakan tdk mengancam eksistensi
keturunan dan tdk mempersulit orang yg
menikah, hanya kurang sempurna.

Memelihara Harta
(Hifzh al-Ml)

Memelihara Harta
Peringkat Dlarriyyah

Cara kepemilikan harta dg cara yg dibenarkan dan


larangan mengambil harta orang lain tanpa hak, jika
dilanggar akan mengancam eksistensi harta dan
diancam siksa di akhirat.
Memiliki harta secara batil dapat dikenai hukuman
potong tangan atau mati. Bahkan, menjadi korban
karena membela dan mempertahankan harta yg
menjadi haknya dinilai mati syahid.

Memelihara Harta
Peringkat hjjiyah

Bolehnya bertransaksi dg sistem al-Salam (pesan),


Meminta dikirimi obat-obatan tertentu kepada pihak
suplier atau produsen dan pesanan itu akan dikirim
sesuai dg kesepakatan, pembayaran dilakukan sesuai
dg kesepakatan.
Jika kebolehan itu dilanggar tdk mengancam
eksistensi keuangannya tetapi akan mempersulit yg
membutuhkan sesuatu di era teknologi ini.

Adanya Jamsostek dan ASKES bagi pekerja


sangat dibutuhkan, jika tdk ada, pekerja
menghadapi kesulitan.

Memelihara Harta
Peringkat Tahsniyyah

Seorang dokter dlm konteks mencari


nafkah akan lebih sumpurna jika dlm
berpraktik memakai simbul-simbul
khas bagi seorang dokter, memakai
baju jas putih,
Melaksanakan etika dlm praktiknya,
seperti murah senyum,
mamanusiakan pasien, dll.

PEMERIKSAAN MEDIK
OLEH LAWAN JENIS

Aurat
Khalwat

KHALWAT

Khalwat = sunyi atau sepi


Berdua-duaan antara pasien laki-laki dg wanita
yg bukan mahramnya di suatu tempat yg tdk
terlihat oleh orang lain.

DUA
JENIS
KHALWAT

Diharamkan
Berduaan yg dapat
menjerumuskan
melakukan yg
diharamkan

Dibolehkan

Berduaan di keramaian karena ada


kebutuhan dan aman dari fitnah ..

berkhalwat dg seorang wanita karena


suatu kebutuhan dan aman dari fitnah.
Sekelompok laki-lakibaik-baik berkhalwat
dg seorang wanita karena suatu
kebutuhan dan aman dari fitnah.

Seorang laki-laki berkhalwat dg para


wanita, para dokter wanita, atau para
perawat atau para penjenguk

Khalwat
Pengertian Positif
Dg sengaja mengasingkan diri di tempat sepi
untuk tujuan menyucikan diri dan beribadah
sebanyak mungkin dlm rangka mendekatkan
diri kepada Allah SWT.
Amalan sufi dan pengamal tarikat, bentuk
riydhah (latihan) meninggalkan
ketergantungan hati dg kenikmatan duniawi
dan agar konsentrasi pada taqarrub kepada
Allah SWT

Pengertian
dan Batasan Aurat
Kekurangan, cacat, anggota tubuh yg tdk baik
dibuka (bahasa)
Sesuatu yg wajib ditutup dan haram dilihat.
Merupakan bagian tubuh manusia.
Haram dilihat oleh orang lain, yg melihatnya
berdosa.
Wajib ditutupi, yg membukanya berdosa.

Larangan Melihat, Membuka,


atau Menyentuh Aurat
Sengaja melihat aurat = haram.
Karena itu, wajib menundukkan
pandangan, memejamkan
pandangan menjauhkan diri dari
melihat aurat.

Setiap aurat yg tdk boleh dilihat maka


tdk boleh disentuh walaupun memakai
pelapis.
Menyentuh wanita yg bukan mahram
haram hukumnya sebagaimana juga
haram melihatnya. Sebab, menyentuh
lebih menimbulkan dampak biologis
daripada sekadar melihat.

FATWA ULAMA TENTANG


BOLEHNYA MELIHAT AURAT
PASIEN KRN DARURAT

FATWA ULAMA KLASIK


Ahmad ibn Hanbal (164-241 H.)
misalnya, ia membolehkan dokter atau
yg sejenisnya laki-laki melihat aurat
pasien wanita yg bukan mahram
khusus pada bagian tubuh yg
menuntutnya meski aurat vitalnya,
demikian pula sebaliknya, dg alasan
'tuntutan'.

Ibn Muflih (816-884 H.), alQdl Ab Yal al-Hanbali, Ibn


bidn al-Hanafi, dan lain-lain
Membolehkan menyingkap dada perempuan yg lengannya
terluka dan menyentuhnya karena darurat. Demikian juga,
jika seorang wanita sakit dan tdk diketahui sakitnya kecuali
oleh dokter laki-laki, maka dokter tsb - jika kondisinya
menuntut demikian dibolehkan melihat tempat sakitnya
itu, bahkan hingga bagian vitalnya. Juga sebaliknya,
dokter wanita diperbolehkan melihat bagian yg sakit dari
pasien laki-laki meski hingga ke bagian vitalnya

FATWA ULAMA INDONESIA

MPKS
Bagi dokter laki-laki tdk dilarang melihat
aurat pasien perempuan untuk keperluan
memeriksa dan mengobati penyakitnya.
Seluruh tubuhnya boleh diperiksa, bahkan
hingga alat genitalnya,
Jika pemeriksaan dan pengobatan itu
mengenai genitilia dan sekitarnya perlu
ditemani oleh seorang anggota keluarga
laki-laki yg terdekat atau suaminya.

Para ulama membuat batasan


bolehnya berobat atau mengobati lain
jenis dg 4 syarat
Tdk ditemukan dokter yg sejenis.
Karena keadaan darurat, atau keberadaannya sangat
diperlukan (al-hajat).
Penyingkatan aurat hanya sebatas yg diperlukan dan
terkait dg proses pengobatan. Jika yg ditangani
melibatkan berbagai anggota tubuh dan yg
menanganinya sejumlah dokter yg berbeda
spesialisasinya, maka masing-masing hanya boleh
melihat sesuai yg ditanganinya.
Mesti ditemani oleh mahram pasien, sebab penyingkapan
aurat akan mengundang adanya fitnah, maka untuk
menghindarinya diperlukan adanya mahram di sisinya.

BERKOMUNIKASI
DENGAN LAWAN
JENIS

Berkomunikasi dg Lain Jenis


Sesuatu yg diharamkan dg alasan
mencegah terjadinya mudarat, dapat
dibolehkan jika terdapat mashlahat yg
lebih besar: Saat khitbah (meminang)
atau acara pernikahan, bermu'amalah
(berinteraksi sosial), seperti dlm
berbagai profesi dan pekerjaan
(layanan di pendidikan, perkantoran,
bank, pasar, RS, dlm proses
pengadilan, dll.)