Anda di halaman 1dari 36

SEKILAS

tentang
REVIU RKA

1. Dasar Hukum

a. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 78 Tahun 2014,


tentang Kebijakan Pembinaan dan Pengawasan di
Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah
Daerah Tahun 2015.
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2015,
tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2016

Page 2

2. Tujuan Reviu RKA


Memberikan keyakinan terbatas bahwa RKA SKPD
Memberikan keyakinan terbatas bahwa RKA SKPD
Tahun Anggaran 2016 telah sesuai/terdapat
Tahun Anggaran 2016 telah sesuai/terdapat
sinkronisasi dengan :
sinkronisasi dengan :
a. Rencana Kerja (Renja) SKPD,
a. Rencana Kerja (Renja) SKPD,
b. Pedoman Penyusunan RKA SKPD,
b. Pedoman Penyusunan RKA SKPD,
c. Kebijakan Umum APBD (KUA)
c. Kebijakan Umum APBD (KUA)
d. Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
d. Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Page 3

Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah


3. Sasaran Reviu RKA SKPD)
Uraian

Kode Form.

1. Ringkasan Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan


Satuan Kerja Perangkat Daerah

RKA SKPD

2. Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

RKA SKPD 1

3. Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan RKA SKPD


2.1 Kerja Perangkat Daerah

RKA SKPD 2.1

4. Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program RKA SKPD 2.2


dan Kegiatan
5. Rincian Anggaran Belanja Langsung Per Kegiatan Satuan Kerja RKA SKPD 2.2.1
Perangkat Daerah
6. Rincian Penerimaan Pembiayaan Daerah

RKA SKPD 3.1

7. Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah

RKA SKPD 3.2

8. Analisis Standar Belanja (ASB) yang mencakup Kewajaran


Beban Kerja dan Kewajaran Biaya.

4. Waktu Pelaksanaan
Bersamaan dengan proses pembahasan RKA-SKPD d
an RKA-PPKD oleh TAPD
Hasil reviu langsung ditindaklanjuti oleh TAPD /SKPD

Page 5

4. Yang harus dipelajari


Permendagri Nomor 52 Tahun 2015, tentang Pedoman P
enyusunan APBD Tahun 2016
Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 , bagian ke III dan IV

Page 6

Rencana
Kerja dan
Anggaran
(RKA) SKPD

Dokumen perencanaan
dan penganggaran yang
berisi rencana pendapa
tan, rencana belanja p
rogram dan kegiatan S
KPD serta rencana pem
biayaan sebagai dasar
penyusunan APBD.

Penyusunan RKA
a. Berdasarkan SE Bupati tentang pedoman penyusunan
RKA-SKPD;
b. Menggunakan pendekatan kerangka pengeluaran jan
gka menengah daerah, penganggaran terpadu dan p
enganggaran berdasarkan prestasi kerja.

Page 8

S.E KEPALA DAERAH


Tentang Pedoman Penyusunan RKA-SKP :
PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKPD berikut re
ncana pendapatan dan pembiayaan
Sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD dengan kiner
ja SKPD berkenaan sesuai standar pelayanan minimal yang
ditetapkan
Batas waktu penyampaian RKA-SKPD kepada PPKD
Hal-hal lainnya yang perlu mendapat perhatian SKPD terkai
t dengan prinsip-prinsip peningkatan efisiensi, efektifitas, t
ransparansi, dan akuntabilitas penyusunan anggaran dalam
rangka pencapaian prestasi kerja
Dokumen sebagai lampiran meliputi KUA, PPA, kode rekeni
ng APBD, format RKA-SKPD, analisis standar belanja dan sta
ndar satuan harga

PENYUSUNAN RKA-SKPD
Memenuhi ketentuan perundang-undangan
Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah, pendekatan p
enganggaran berdasarkan kebijakan, dgn pengambilan k
eputusan thdp kebijakan tsb dilakukan dlm perspektif l
ebih dari 1 TA dgn mempertimbangkan implikasi biaya a
kibat keputusan yang bersangkutan pada tahun berikutn
ya yang dituangkan dalam prakiraan maju.
Prakiraan Maju (forward estimate), perhitungan kebutu
han dana utk TA berikutnya dari tahun yang direncanak
an guna memastikan kesinambungan program dan kegia
tan yang telah disetujui dan menjadi dasar penyusunan
anggaran tahun berikutnya.

Penyusunan RKA SKPD


Penganggaran terpadu (unified budgeting), penyusunan
rencana keuangan tahunan yang dilakukan secara terint
egrasi untuk seluruh jenis belanja guna melaksankan ke
giatan pemerintahan yang didasarkan pada prinsip penc
apaian efisiensi alokasi dana (tidak mengenal anggaran
belanja rutin dan pembangunan serta belanja aparatur
dan belanja publik).
Anggaran berbasis prestasi kerja, penganggaran yang m
emperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan kel
uaran yang diharapkan dari kegiatan dan hasil serta ma
nfaat yang diharapkan termasuk efisiensi dalam pencap
aian hasil dan keluaran tersebut.

Page 11

ANALISIS STANDAR BELANJA (ASB)


DALAM SISTEM ANGGARAN KINERJA SETIAP USUL
AN PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN DINILAI
KEWAJARANNYA
ANALISIS STANDAR BELANJA ADALAH STANDAR A
TAU PEDOMAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGA
NALISIS KEWAJARAN BEBAN KERJA ATAU BIAYA S
ETIAP PROGRAM ATAU KEGIATAN YANG DILAKSAN
AKAN DALAM SATU TAHUN ANGGARAN
PENILAIAN KEWAJARAN DLM ASB MENCAKUP 2 H
AL : KEWAJARAN BEBAN KERJA DAN KEWAJARA
N BIAYA

PENDEKATAN KINERJA
SISTEM ANGGARAN YANG MENGUTAMAKAN UPAYA PENCAPAIA
N OUTPUT DARI INPUT YANG DITETAPKAN
OUTPUT (KELUARAN) MENUNJUKKAN BARANG ATAU JASA YAN
G DIHASILKAN OLEH KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN UNTUK
MENDUKUNG PENCAPAIAN SASARAN DAN TUJUAN PROGRAM
DAN KEBIJAKAN
INPUT (MASUKAN) ADALAH BESARNYA SUMBER DAYA BAIK YAN
G BERUPA PERSONIL, BARANG MODAL TERMASUK PERALATAN
DAN TEKNOLOGI, DANA, ATAU KOMBINASI DARI BEBERAPA ATA
U KESEMUA JENIS SUMBERDAYA YANG DIGUNAKAN UNTUK ME
LAKSANAKAN KEGIATAN
KINERJA/PRESTASI KERJA ADALAH KELUARAN/HASIL DARI KE
GIATAN/ PROGRAM YANG AKAN ATAU TELAH DICAPAI SEHUBUN
GAN DENGAN PENGGUNAAN ANGGARAN DENGAN KUANTITAS
DAN KUALITAS YANG TERUKUR

PENILAIAN KEWAJARAN BEBAN KERJA:


Kaitan logis antara Program /Kegiatan yang diusulkan d
engan KUA DAN PPAS
Kesesuaian antara Program /Kegiatan yang diusulkan de
ngan Tugas Pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan
Kapasitas SKPD (5 M) untuk melaksanakan Program/kegi
atan pada tingkat kinerja yang diinginkan dan dalam ja
ngka waktu 1 tahun anggaran.

PENILAIAN KEWAJARAN BIAYA

Kaitan antara biaya yang dianggarkan dengan target


pencapaian kinerja
Kaitan antara biaya yang dianggarkan dengan Standa
r Biaya yang berlaku
Kaitan antara biaya yang berlaku dengan harga yang
berlaku

PENILAIAN KEWAJARAN BIAYA


PROGRAM

KEGIATAN

ANGGARAN
BELANJA
HARGA YANG
BERLAKU

TARGET
KINERJA
STANDAR
BIAYA

LAMPIRAN PERMENDAGRI 78 THN 2014


Kegiatan Pembinaan dan pengawasan Satuan Kerja Perangkat
Daerah/Unit Kerja lingkup Pemerintah Kabupaten/Kota meliputi :
1. Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja;
2. Penyelenggaraan pemerintahan desa;
3. Reviu Laporan Keuangan pemerintah daerah;
4. Reviu Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD
5. Evaluasi Laporan Akuntabiitas Kinerja Instansi Pemerintah SKPD/
Unit Kerja;
6. Evaluasi Sistem Pengendalian Internal SKPD/Unit Kerja;
7. Pengaduan masyarakat dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu;
8. Pembinaan dan pengawasan terpadu dengan Inspektorat Kement
erian/Provinsi/Lembaga Pemerintah Non Kementerian atau BPKP;
9. Pengarusutamaan gender;
10.Pendampingan, asistensi dan fasilitasi.

PERMENDAGRI 52 TH 2015
Dalam rangka peningkatan kualitas perencanaan pengang
garan dan menjamin kepatuhan terhadap kaidah-kaidah pe
nganggaran sebagai quality assurance, kepala daerah har
us menugaskan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (API
P) untuk melakukan review atas RKA-SKPD dan RKA-PPK
D bersamaan dengan proses pembahasan RKA-SKPD
dan RKA-PPKD oleh TAPD sesuai maksud Peraturan Me
nteri Dalam Negeri Nomor 78 Tahun 2014 tentang Kebijaka
n Pembinaan dan Pengawasan di Lingkungan Kementeria
n Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Page 18

SINKRONISASI PENYUSUNAN RANCANGAN APBD &


APBN
RPJM

RPJMD
5 tahun

5 tahun

Renstra
SKPD
5 tahun

1 tahun

1 tahun

Renja
SKPD
1 tahun

RKPD

RKP

1 tahun

KUA

PPAS

NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN DPRD DGN


KDH

RKA-SKPD

PEDOMAN
PENYUSUNAN
RKA-SKPD

TAPD
RAPERDA
APBD

1 tahun

Dibahas bersama
DPRD

SUBSTANSI

RENCANA KINERJA

RENJA SKPD
Program/Kegiatan :
- Input
- Output
- Outcome

ISI RKA

RENCANA ANGGARAN

ANALISA STANDAR
BIAYA/BELANJA (ASB)
STANDAR SATUAN
HARGA

PERMENDAGRI 52 TH 2015
Pemerintah daerah menetapkan target capaian kinerja s
etiap belanja, baik dalam konteks daerah, satuan kerja p
erangkat daerah, maupun program dan kegiatan, yang b
ertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan
anggaran dan memperjelas efektifitas dan efisiensi peng
gunaan anggaran.
Program dan kegiatan harus memberikan informasi yan
g jelas dan terukur serta memiliki korelasi langsung den
gan keluaran yang diharapkan dari program dan kegiata
n dimaksud ditinjau dari aspek indikator, tolok ukur dan t
arget kinerjanya.

Page 21

ANATOMI BELANJA APBD


MELIPUTI :

BELANJA YG DIARAHKAN (EARMARK)


BELANJA YANG BERSIFAT MENGIKAT/WAJIB
BELANJA YG DITENTUKAN PROSENTASENYA S
ESUAI AMANAT PER UU
BELANJA PEMENUHAN URUSAN SESUAI SPM
BELANJA LAINNYA
22

BELANJA YG DIARAHKAN
(EARMARK)
DAK
DBH - DR
DBH CUKAI HASIL TEMBAKAU

BELANJA YANG BERSIFAT


MENGIKAT/WAJIB :
BELANJA

PEGAWAI

KEPERLUAN

KANTOR SEHARI
HARI (LAYANAN DAYA DAN ATK)

BELANJA

PEMILUKADA

DANA BOS

BELANJA

BUNGA

DANA INSENTIF DAERAH (DI


D)

KEGIATAN

DANA OTSUS (Untuk Program)

DANA PENYESUAIAN (Tunj. Fu


ngsional, Tambahan Penghasila
n Guru PNS, Sertifikasi Guru)

DPA - L

DUKUNGAN

PROGRAM
PRIORITAS NASIONAL (A.L.
DANA PENDAMPING DAK, DLL)

BANTUAN KEUANGAN YG BE
RSIFAT KHUSUS
23

BELANJA YG DITENTUKAN PROSENTASENYA SESUAI


AMANAT PER UU

BELANJA FUNGSI PENDIDIKAN 20%

DARI TOTAL

BELANJA

BELANJA URUSAN KESEHATAN

10% DARI TOTAL

BELANJA DILUAR GAJI

ALOKASI DANA DESA (ADD) 10% DARI DANA


PERIMBANGAN

DBH PAJAK KEPADA KAB/KOTA/DESA


BANTUAN PARPOL
INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK
DLL

BELANJA YG DITENTUKAN PROSENTASENYA SESUAI


AMANAT PER UU :
BELANJA FUNGSI PENDIDIKAN 20% DARI TOTAL BELANJA
BELANJA URUSAN KESEHATAN 10% DARI TOTAL BELANJA DILUAR
GAJI

ALOKASI DANA DESA (ADD) 10% DARI DANA PERIMBANGAN


DBH PAJAK KEPADA KAB/KOTA
BANTUAN PARPOL
INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK
BELANJA MODAL

BELANJA PEMENUHAN URUSAN SESUAI SPM :

26 URUSAN WAJIB

(diluar pendidikan dan kesehatan)

8 URUSAN PILIHAN

Dikaitkan dengan urusan yang


menjadi kewenangan daerah
(provinsi atau kab/kota)
sesuai tugas dan fungsi
SKPD
25

BELANJA
LAINNYA

BELANJA HIBAH

BELANJA BANTU
AN SOSIAL

BELANJA BANTU
AN KEUANGAN

BELANJA TIDAK
TERDUGA

BELANJA SUBSI
DI
26

HUBUNGAN INFORMASI DALAM RKPD DENGAN RPJMD


INFORMASI DALAM RPJMD ( 2015 2019 )
INDIKATOR KEGIATAN SELAMA 5 TAHUN
PROGRAM/KEGIATAN

KONDISI TAHUN 2015


Hasil

Keluaran

Pembangunan
sarana dan
prasarana Gedung
Sekolah (TK)

50 (Lima puluh)
Unit
Gedung
Sekolah
Baru
(TK) yang terdiri
dari 2 kelas dan
1 kantor setiap
sekolah

1.Rasio Jumlah Kelas


dibanding anak didik
sebesar
1 : 40
2.Jumlah anak yang
terlayani menjadi 500
orang

Rasio Jumlah kelas dan anak


didik sebesar 1 : 70 dengan
data jumlah anak usia sekolah
dini yang belum sekolah ratarata sebesar 600 orang.

INFORMASI DALAM KUA ( RKPD 2016 )


INDIKATOR KEGIATAN
PROGRAM/KEGIATAN
Keluaran

Pembangunan sarana dan


prasarana Gedung
Sekolah (TK)

5 (Lima) Unit
Gedung
Sekolah Baru
(TK)
yang
terdiri dari 2
kelas
dan 1
kantor setiap
sekolah.

Hasil

1.Rasio
Jumlah
Kelas
dibanding anak didik
sebesar
1 : 50
2.Jumlah
anak
yang
terlayani menjadi 400
orang

PAGU INDIKATIF
Jumlah
(Rp)

800.000.0
00

LOKA
SI

Sum
ber

APB
D

Kec. A
Kec. B
Kec. C

CONTOH PERHITUNGAN PENCAPAIAN TARGET DALAM KUA


INFORMASI DALAM RPJMD ( 2015 2019 )
INDIKATOR KEGIATAN SELAMA 5 TAHUN

PROGRAM/KEGIATAN
Pembangunan
sarana dan
prasarana Gedung
Sekolah (TK)

Hasil

Rasio Jumlah Kelas dibanding


anak didik sebesar
1 : 40

KONDISI TAHUN 2015


Rasio Jumlah Kelas dan anak
didik sebesar 1 : 70 dengan
data jumlah anak usia sekolah
dini yang belum sekolah ratarata sebesar 600 orang.

INFORMASI DALAM KUA ( RKPD 2016 )


INDIKATOR KEGIATAN
PROGRAM/KEGIATAN
Pembangunan sarana dan
prasarana Gedung Sekolah
(TK)

Hasil
Rasio Jumlah Kelas dibanding anak didik
sebesar
1 : 50

PENCAPAIAN TARGET 2016

(70-50)

: (70 - 40)

x 100% = 66,67%

PAGU INDIKATIF
Jumlah (Rp)
800.000.00
0

Sumber
Dana
APBD

CONTOH PENYAJIAN PENCAPAIAN TARGET DALAM KUA

KODE

BIDANG URUSAN
PEMERINTAHAN
DAERAH

SASARAN PROGRAM/
KEGIATAN

TARGET
(%)

ORGANISASI

PAGU
INDIKATIF
(Juta Rp)

URUSAN WAJIB
0
1

PENDIDIKAN

0
1

Program
Pendidikan Anak
Usia Dini

Rasio Anak Usia Dini


bersekolah dengan
Jumlah Anak Usia
Dini sebesar 1 : 3

66,67
%

Dinas
Pendidikan

958.000.0
00

Pembangunan sarana
dan prasarana
Gedung Sekolah (TK)

Rasio
Jumlah
kelas
dibanding anak didik
sebesar
1 : 50
dengan terbangunnya
5 unit sekolah baru
(USB)
TK
dengan
standar
1
sekolah
terdiri dari 3 kelas
sehingga jumlah anak
yang terlayani menjadi
400 orang

66,67
%

Dinas
Pendidikan

800.000.00
0

0
1

Matriks Prioritas Pembangunan


NO.
1.

Prioritas
Pembangu
nan

Sasaran

Contoh :
Contoh :
Penanggula Meningkatnya
ngan
kesejahteraan
Kemiskinan
penduduk miskin
sehingga
prosentase
penduduk miskin
dapat mencapai
14,4% pada
akhir tahun 2007

SKPD yang
melaksanaka
n
Contoh :
1. Dinas Sosial;
2. Dinas PMD;
3. Dinas
kesehatan;

2.
Dst.
JUMLAH

Nama
Program
Contoh :
Pemberdayaa
n Fakir
Miskin

PLAFON ANGGARAN BERDASARKAN URUSAN PEMERINTAHAN


URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
DAN ORGANISASI

KODE

URUSAN WAJIB

01

Pendidikan

01

01

Dinas Pendidikan

01

02

Dst

02

02

01

Dinas Kesehatan

02

02

Dst..................

03

03

01

Dinas Pekerjaan Umum

03

02

Dst.................

Kesehatan

Pekerjaan Umum

PLAFOND
ANGGARAN
SEMENTARA

KET

Plafon anggaran sementara berdasarkan program dan kegiatan


Tahun Anggaran ....
Urusan :
SKPD :
NOMOR

PROGRAM/KEGIATAN

SASARAN

TARGET

PLAFON
ANGGARAN
SEMENTARA
(Rp.)

01

Program A

02

Program B

03

Program C

04

Program D

05

Program dst .....

ALUR PENGERJAAN RKA SKPD


Kode

Nama Formulir

RKA-SKPD

Ringkasan Anggaran
Pendapatan, Belanja dan
Pembiayaan SKPD

RKA-SKPD
1

Rincian Anggaran
Pendapatan SKPD

RKA-SKPD
2.1

Rincian Anggaran Belanja


Tidak Langsung SKPD

RKA-SKPD
2.2

Rekapitulasi Rincian
Anggaran Belanja
Langsung menurut
Program dan Kegiatan
SKPD

RKA-SKPD
2.2.1

Rincian Anggaran Belanja


Langsung menurut Program
dan Per Kegiatan SKPD

RKA-SKPD
3.1

Rincian Penerimaan
Pembiayaan Daerah

RKA-SKPD
3.2

Rincian Pengeluaran
Pembiayaan Daerah

Page 34

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

PEMERINTAH KOTA SURAKARTA

RKA - SKPD 2.2.1

Tahun Anggaran 2016

Urusan Pemerintahan

: 1.01

Urusan Wajib Pendidikan

Organisasi

: 1.01 . 1.01.01

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga

Program

: 1.01 . 1.01.01 . 15

Program Pendidikan Anak Usia Dini

Kegiatan

: 1.01 . 1.01.01 . 15 . 71.

Pembangunan Unit Gedung Baru PAUD Terpadu

Lokasi kegiatan

: 5 Kecamatan di Kota Surakarta

Jumlah Tahun n-1

: Rp 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)

Jumlah Tahun n

: Rp 800.000.000,00 (Delapan ratus juta rupiah)

Jumlah Tahun n+1

: Rp 600.000.000,00 (Enam ratus juta rupiah.)


Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung
Tolok Ukur Kinerja

Target Kinerja

Rasio Jumlah Kelas dibanding anak didik


Jumlah anak usia dini terlayani

1 : 40
500 0rang

Masukan

Jumlah Dana

Rp 800.000.000,00

Keluaran

Terbangunnya Unit Sekolah Baru

5 unit

Rasio Jumlah Kelas dibanding anak didik

1 : 50 (66,67%)

Jumlah anak usia dini terlayani

400 orang

Indikator
Capaian Program

Hasil

Kelompok Sasaran Kegiatan : Anak Usia Dini

Terima kasih
dan Selamat
melaksanaka
n reviu

Page 36