Anda di halaman 1dari 4

PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU

(MAKALAH DISKUSI KELOMPOK 6)

OLEH
1.
2.
3.
4.
5.

1335133671
1335133658
1335133656
1335133655
1335133672

M. SOFYAN HIDAYAT
EKA SETYAWATI
YEMIMA VIANIS
RAHMA FADHILAH
LESTARI ANGGRAYANI

KETUA
WAKIL
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA

E. NILAI KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA SEBAGAI


DASAR ILMU PENGETAHUAN
Konsep yang terkandung dalam keadilan sosial adalah suatu tata dalam masyarakat yang
selalu memperhatikan dan memperlakukan hak manusia sebagaimana mestinya dalam hubungan
antar pribadi terhadap kesluruhan baik material maupun spiritual. Keadilan sosial ini mencakup
ketiga macam keadilan yang berlaku dalam masyarakat. Keadilan sosial sering disamakan
dengan sosialisme, adapun perbedaan sosialisme dengan keadilan sosial adalah sosialisme lebih
mementingkan sifat kebersamaan dalam persaudaraan, sedangkan keadilan sosial lebih
mementingkan perlakuan hak manusia sebagaimana mestinya. Tetapi kedua-duanya bertujuan
untuk mencapai kesejahteraan bersama, tetapi kesejahteraan bersama dalam keadilan sosial jelas
untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur spiritual maupun material.
Perwujudan dari sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merupakan pengalamannya,
setiap warga harus mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara
hak dan kewajibannya serta menghormati hak-hak orang lain. Sila ini mempunyai makna bahwa
seluruh rakyat Indonesia mendapatkan perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik,
ekonomi, kebudayaan, dan kebutuhan spiritual rohani sehingga tercipta masyarakat yang adil dan
makmur.
Adapun nilai-nilai dari sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai dasar
pengembangan ilmu adalah sebagai berikut:
a. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan. Butir ini menghendaki agar setiap warga negara
nerbuat baik satu sama lain. Perbuatan luhur dalam pengertian seperti apa yang
diperintahkan Tuhan dan menjauhi yang dilarang. Perbuatan baik dan luhur tersebut
dilaksanakan pada setiap manusia dengan cara saling membantu, bergotong-royong, dan
merasa setiap manusia adalah bagian dari keluarga yangdekat yang layak dibantu, sehingga
kehidupan setiap manusia layak dan terhormat.
b. Bersikap adil. Butir ini menghendaki dalam melaksanakan kegiatan antarmanusia untuk
tidak saling pilih kasih, dan pengertian adil juga sesuai dengan kebutuhan manusia untuk
hidup layak, dan tidak diskriminatif terhadap sesama manusia yang akan ditolong.

c. Menghormati hak-hak orang lain. Bahwa setiap manusia untuk menghormati hak orang dan
memberikan peluang orang lain dalam mencapai hak, dan tidak berusaha menghalanghalangi hak orang lain. Perbuatan seperti mencuri arta orang lain, menyiksa, merusak tempat
peribadatan agama lain, adalah contoh-contoh tidak menghormati hak orang lain.
d. Tidak bersikap boros. Menghendaki manusia Indonesia untuk tidak memakai atau
mengeluarkan uang, barang, dan sumber daya secara berlebihan.
e. Tidak bergaya hidup mewah. Butir ini menghendaki agar untuk tidak bergaya hidup
mewah, tetapi secukupnya sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Ukuran mewah
memang relatif, namun dapat disejajarkan dengan tingkat pemenuhan kehidupan dan
keadilan pada setiap strata kebutuhan manusia.
f. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Butir ini menghendaki
warga masyarakat Indonesia untuk menjaga kepentingan umum dan prasarana umum,
sehingga sarana tersebut dapat berguna bagi masyarakat luas.
Nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila itu saling berkaitan antara satu dengan yang lain yang
membentuk suatu kesatuan, antara sila pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima saling
hubung menghubung dan tidak dapat dipisahkan. Di dalam sila kelima intinya bahwa adanya
persamaan manusia didalam kehidupan bermasyarakat tidak ada perbedaan kedudukan ataupun
strata didalamnya semua masyarakat mendapatkan hak-hak yang seharusnya diperoleh dengan
adil.
Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat diuraikan secara singkat sebagai
suatu tata masyarakat adil dan makmur sejahtera lahiriah batiniah, yang setiap warga
mendapatkan segala sesuatu yang telah menjadi haknya sesuai dengan hakikat manusia adil dan
beradab. Perwujudan dari sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merupakan
pengamalannya, setiap warga harus mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajibanya serta menghormati hak-hak orang lain.
Dari nilai-nilai yang dikandung itulah dapat ditanamkan sifat-sifat sebagai ilmu dasar
yang harus dimiliki setiap orang. Karena pada dasarnya setiap manusia adalah makhluk sosial
dan jika tidak memiliki hal tersebut maka manusia akan tumbuh menjadi makhluk yang egois,
memiliki sifat buruk dan menjadi homohomini lupus atau manusia yang merugikan maunisa
lainnya. Dengan sila ke-5 (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia), manusia Indonesia
menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan

masyarakat Indonesia. Dalam hal ini dikembangkan perbuatannya yang luhur yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong. Untuk itu dikembangkan
sikap adil sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak
orang lain.

Kompasiana, 09 May 2013, hukum kompasiana, Implementasi Sila Kelima Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia, http://hukum.kompasiana.com/2013/05/09/implementasi-sila-kelimakeadilan-sosial-bagi-seluruh-rakyat-indonesia-558380.html, September 2013.