Anda di halaman 1dari 1

ABU-SEGAR : Modifikasi Ular Tangga Berbasis Agama, Budaya, Sejarah, dan

Kewarganegaraan sebagai Media Pendidikan Karakter pada Anak-anak


Abstrak
Anak-anak adalah manusia kelompok umur 6-15 tahun. Menjadi suatu hal yang
memprihatinkan saat ini sering diberitakan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anakanak, misalnya tindakan asusila yang dilansir Jawa Pos tentang Bocah Delapan Tahun
Kecanduan Seks. Apabila semasa anak-anak saja sudah berani untuk melakukan hal tersebut,
tentu saja hal-hal buruk lain dapat turut menyertainya seiring dengan masa pertumbuhan.
Melihat kenyataan tersebut, maka perlu upaya preventif untuk menanamkan nilai-nilai
karakter sedini mungkin, salah satunya melalui pendidikan sosial. Dari studi pustaka,
pelajaran aspek sosial saat ini masih digemari oleh sebagian siswa TK dan SD, namun
sebagian yang lain tidak demikian karena mereka menganggap pembelajaran sosial
menjenuhkan dengan hanya pemaparan teks saja. Sifat dasar anak-anak adalah bermain, oleh
karena itu, penanaman nilai-nilai karakter melalui pendidikan sosial dapat diinovasikan
melalui permainan. Berdasarkan observasi penulis, media bermain yang saat ini banyak
digemari anak-anak adalah ular tangga. Ular tangga dapat dipergunakan di dalam kegiatan
belajar mengajar karena permainan ini menyenangkan sehingga anak tertarik untuk belajar
sambil bermain.
Tujuan penulisan karya tulis ini mengusulkan satu gagasan alternatif sebagai upaya
penanaman nilai-nilai karakter pada anak-anak melalui pendekatan agama, budaya, sejarah,
dan kewarganegaraan yang diformulasikan ke dalam ular tangga yang disebut ABU-SEGAR.
Pendekatan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah deskriptif-kualitatif
dengan mengambil sumber yang relevan dengan topik penulisan. Pengumpulan data
dilakukan melalui teknik studi pustaka berdasarkan survei literatur dan wawancara yang
mendukung penyelesaian permasalahan dalam karya tulis ini.
ABU-SEGAR memiliki karakteristik baik dari sisi materi (menggunakan aspek agama,
budaya, sejarah, dan kewarganegaraan), metode (keterlibatan anak secara langsung), dan
penghargaan (memberikan penghargaan kepada anak yang paling cepat menyelesaikan
permainan). ABU-SEGAR memiliki nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan, yaitu peduli
sosial, cinta tanah air, tanggung jawab, dan jujur serta religius. ABU-SEGAR memiliki strategi
pengembangan sebagai media penanaman nilai-nilai karakter pada anak, yaitu (1)logika
matematika, (2)strategi personel, (4)strategi sosialisasi, dan (7)strategi bukti fisik.
Dalam upaya memaksimalkan pendidikan karakter, maka ABU-SEGAR ini diharapkan
dapat bermanfaat sebagai referensi media penanaman nilai-nilai karakter pada anak di rumah
ataupun di sekolah, gagasan ini diharapkan memberikan wawasan kepada orang tua dan guru
untuk berpikir kreatif guna menanamkan nilai-nilai karakter pada anak sejak dini.
Kata Kunci : anak-anak, ABU-SEGAR, ular tangga berbasis ilmu sosial, nilai-nilai
karakter