Anda di halaman 1dari 13

Accounting Principle Board

Statement No. 4
Akuntansi sebagai suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk
memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang,
mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan
dalam pengambilan keputusan ekonomi, yang digunakan dalam
memilih di antara beberapa alternatif

Tujuan utama akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan


periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi)

Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang


menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan

pemilik
manajemen
investor
kreditor
pemerintah
karyawan
pelanggan, dan
masyarakat.

Mathews dan Perena 1993,76


Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan
informasi yang berguna untuk investor dan kreditur untuk
memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi potensi arus
kas kepada mereka dalam hal jumlah, waktu, dan kepastian
keterkaitan

Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna


bagi investor dimasa yang akan datang, dan investor potensial
serta kreditur dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan
investasi dan kredit yang rasional serta keputusan lainnya

Kelemahan Akuntansi Konvensional


Sekuler

Materialistik

Mengklaim sebagai praktik yang bebas nilai; terpisah dari nilai


spiritual

informasi yang disajikan melaluilaporan-laporan keuangan


hanyalah informasi-informasi dari kegiatan yang memiliki
satuanmoneter atau bernilai material

Egoistik

praktik akuntansi yang berlaku saat ini hanya berfokus pada


pemberian bagaimana penyajian laporan keuangan akan dapat
menyenangkan shareholder atau menarik investor tanpa
memperhatikan kepentingan pihak-pihak lain

Kuantitatif

Informasi yang diberikan hanya sebatas informasi yang bersifat


kuantitatif,sedangkan informasi yang bersifat kualitatif tidak
disampaikan.

Kelemahan Akuntansi Konvensional


(Harahap, 2008)
Masyarakat pengguna akuntansi keuangan adalah masyarakat dengan
ideologi sekuler, materialisme dan rasional semata, tidak mengakui
keberadaan Tuhan dan tidak percaya adanya pertanggungjawaban di
akhirat;
Tujuan laporan keuangan hanya untuk masyarakat Amerika atau yang
seideologi;
Laporan keuangan mayoritas dipakai oleh perusahaan besar/go public;
Laporan keuangan kapitalis hanya untuk tujuan informasi akumulasi
kekayaan;
Laporan keuangan bersifat historis;
Bersifat umum bukan melayani kepentingan pihak khusus;
Proses penyusunan bersifat taksiran dan pertimbangan subyektif;
Hanya melaporkan informasi yang material;
Mengabaikan informasi yang bersifat kualitatif

menentukan nilai atau harga untuk melindungi modal pokok,


dan juga hingga saat ini yang dimaksud dengan modal
pokok (kapital) belum ditentukan. Sedangkan konsep Islam
menerapkan konsep penilaian berdasarkan nilai tukar yang
berlaku, dengan tujuan melindungi modal pokok dari segi
kemampuan produksi di masa yang akan datang dalam ruang
lingkup kontinuitas perusahaan.
Modal dalam konsep akuntansi konvensional terbagi menjadi
dua bagian, yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang
beredar (aktiva lancar), sedangkan di dalam konsep Islam
barang- barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang (cash)
dan harta berupa barang (stock),selanjutnya barang dibagi
menjadi barang milik dan barang dagang.

Dalam konsep Islam, mata uang seperti emas, perak,


dan barang lain yang sama kedudukannya, bukanlah
tujuan dari segalanya, melainkan hanya sebagai
perantara untuk pengukuran dan penentuan nilai atau
harga, atau sebagi sumber harga atau nilai;
Konsep konvensional menerapkan pencadangan dan
ketelitian dari menanggung semua kerugian, serta
mengesampingkan laba yang bersifat mungkin,
sedangkan konsep Islam dalam menentuan nilai atau
harga didasarkan pada nilai tukar yang berlaku serta
membentuk cadangan untuk kemungkinan bahaya dan
risiko;

Konsep konvensional menerapkan prinsip laba universal,


mencakup laba dagang, modal pokok,transaksi, dan juga uang
dari sumber yang haram, sedangkan dalam konsep Islam
dibedakan antara laba dari aktivitas pokok dan laba yang
berasal dari kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari
transaksi, juga wajib menjelaskan pendapatan dari sumber
yang haram jika ada, dan berusaha menghindari serta
menyalurkan pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh
paraulama fiqih. Laba dari sumber yang haram tidak boleh
dibagi untuk mitra usaha atau dicampurkan pada pokok
modal;

Konsep konvensional menerapkan prinsip bahwa laba itu


hanya ada ketika adanya jual-beli, sedangkan konsep Islam
memakai kaidah bahwa laba itu akan ada ketika adanya
perkembangandan pertambahan pada nilai barang, baik yang
telah terjual maupun yang belum. Akan tetapi, jual beli adalah
suatu keharusan untuk menyatakan laba, dan laba tidak boleh
dibagi sebelum laba itu diperoleh secara nyata