Anda di halaman 1dari 5

AUDIT FRAUD

PENDAHULUAN
Menurut standar pengauditan, faktor yang membedakan antara kecurangan dan kekeliruan adalah
apakah tindakan yang mendasarinya, yang berakibat terjadinya salah saji dalam laporan
keuangan, berupa tindakan yang disengaja atau tidak disengaja (IAI, 2001). Terjadinya
kecurangan suatu tindakan yang disengaja - yang tidak dapat terdeteksi oleh suatu pengauditan
dapat memberikan efek yang merugikan dan cacat bagi proses pelaporan keuangan. Adanya
kecurangan berakibat serius dan membawa banyak kerugian.
Ada dua tipe salah saji yang relevan dengan pertimbangan auditor tentang kecurangan
dalam audit atas laporan keuangan-salah saji yang timbul sebagai akibat dari kecurangan dalam
pelaporan keuangan dan kecurangan yang timbul dari perlakuan tidak semestinya terhadap
aktiva.
PEMBAHASAN
PENGERTIAN FRAUD AUDITING
Kecurangan berarti bahwa suatu item tidak dimasukkan sehingga menyebabkan informasi
tidak benar, apabila suatu kesalahan adalah disengaja maka kesalahan tersebut merupakan
kecurangan (fraudulent).
Fraud Auditing hendaknya disebut dengan istilah Audit atas Kecurangan, yang dapat
didefinisikan sebagai Audit Khusus yang dimaksudkan untuk mendeteksi dan mencegah
terjadinya penyimpangan atau kecurangan atas transaksi keuangan. Fraud auditing termasuk
dalam audit khusus yang berbeda dengan audit umum terutama dalam hal tujuan yaitu fraud
auditing mempunyai tujuan yang lebih sempit (khusus) dan cenderung untuk mengungkap suatu
kecurangan yang diduga terjadi dalam pengelolaan asset/aktiva.
Unsur-unsur dari kecurangan (keseluruhan unsur harus ada, jika ada yang tidak ada maka
dianggap kecurangan tidak terjadi) adalah harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation),
dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present), fakta bersifat material (material fact),
dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or recklessly), dengan

maksud (intent), untuk menyebabkan suatu pihak beraksi. Pihak yang dirugikan harus beraksi
(acted) terhadap salah pernyataan tersebut (misrepresentation) yang merugikannya (detriment).
Kecurangan dalam tulisan ini termasuk (namun tidak terbatas pada) manipulasi, penyalahgunaan
jabatan, penggelapan pajak, pencurian aktiva, dan tindakan buruk lainnya yang dilakukan oleh
seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasi/perusahaan.
Gejala Adanya Kecurangan
a.

Gejala kecurangan manajemen


Ketidakcocokan diantara manajemen puncak
Moral dan motivasi karyawan rendah
Departemen akuntansi kekurangan staf
Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan dari pihak konsumen,

pemasok, atau badan otoritas


Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi
Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat
Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk jangka waktu yang lama
Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan
Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku

b. Gejala kecurangan karyawan


Pembuatan ayat jurnal penyesuaian

tanpa

otorisasi

manajemen

dan

tanpa

perincian/penjelasan pendukung
Pengeluaran tanpa dokumen pendukung
Pencatatan yang salah/tidak akurat pada buku jurnal/besar
Penghancuran, penghilangan, pengrusakan dokumen pendukung pembayaran
Kekurangan barang yang diterima
Kemahalan harga barang yang dibeli
Faktur ganda dan penggantian mutu barang

Menurut Fraud Triangle Theory, 3 faktor yang melatar belakangi terjadinya fraud, yaitu:
1. Peluang (Opportunity)
Pengawasan dan kontrol internal perusahaan sangat diperlukan untuk mengantisipasi
kemungkinan adanya peluang seseorang melakukan kecurangan.
2. Tekanan (Pressure)

Tekanan dapat berasal dari berbagai aspek seperti tuntutan ekonomi atau bahkan gaya
hidup. Tuntutan ekonomi yang mendesak biasanya sering menjadi penyebab seseorang
bertindak curang demi memenuhi kebutuhannya tersebut.
3. Rasionalisasi (Rationalization)
faktor dimana pelaku kecurangan mencari-cari pembenaran atas tindakannya. Tindakan
yang ia lakukan pada umumnya di anggap sebagai tindakan yang benar menurut pelaku
fraud, sehingga hal tersebut menjadi sulit apabila diidentifikasi sebagai fraud.
Kategori Kecurangan

Berdasarkan pencatatan
a. Pencurian aset yang tampak secara terbuka pada buku
b. Pencurian aset yang tampak pada buku, namun tersembunyi diantara catatan akuntansi
yang valid
c. Pencurian aset yang tidak tampak pada buku, dan tidak akan dapat dideteksi melalui

pengujian transaksi akuntansi yang dibukukan


Berdasarkan frekuensi
a. Tidak berulang (non-repeating fraud)
b. Berulang (repeating fraud)
Berdasarkan konspirasi
Berdasarkan keunikan
a. Kecurangan khusus (specialized fraud)
b. Kecurangan umum (garden varieties of fraud)

Ada 5 bidang yang beresiko tinggi terkena fraud


1. Purchasing and payroll
Fraud dalam purchasing biasanya dilakukan dengan cara:
Kickback atau suap diberikan kepada pihak yang mengurus pembelian sebagai imbalan atas
diberikannya kontrak kepada supplier.

Invoice palsu yang dibuat sendiri oleh pihak yang mengurus pembelian, kemudian ditagihkan
ke perusahaan dan dibayar.
Manipulasi data supplier misalnya nomor rekening pembayaran ke supplier diubah ke rekening
orang lain. Sementara fraud dalam payroll misalnya jam overtime yang berlebih.
2. Sales and inventory
Fraud dalam jenis ini misalnya:
a. Pencurian inventory baik yang sedang disimpan atau dalam pengiriman.
b. Transaksi penjualan dengan sengaja tidak dicatat atau dikurangi pencatatannya dan uang yang
diterima atas penjualan tersebut masuk ke kantong pribadi
c. Mengurangi atau menghapuskan jumlah utang konsumen atas barang yang sudah dijual secara
kredit
d. Mencatat transaksi penjualan palsu untuk mendapatkan komisi atau bonus terkait dengan
penjualan
e. Memberikan diskon berlebihan kepada konsumen (biasanya dengan imbalan kickbacks)
3. Cash and check
Kas merupakan aset yang paling sensitif terhadap fraud karena nature nya yang kelihatan secara
fisik dan relatif lebih mudah dipindahtangankan dibandingkan aset perusahaan yang lain. Fraud
atas cek biasanya terjadi ketika terdapat kelemahan dalam proses bank reconciliation dan tidak
ada segregation of duties.
4. Physical security
Kelemahan dalam physical security dapat menimbulkan asset misapropriation.
5. Information Technology
IT fraud meliputi hacking, mail-bombing, spamming, domain name hijacking, server takeovers,
denial of service, internet money laundering, electronic eavesdropping, electronic vandalism and
terrorrism.
Pencegahan Kecurangan

Pengendalian intern terdiri atas 5 ( lima ) komponen yang saling terkait yaitu :
1. Lingkungan pengendalian ( control environment ) menetapkan corak suatu organisasi,
mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan
dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
2. Penaksiran risiko ( risk assessment ) adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko
yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menenetukan bagaimana
risiko harus dikelola.
3. Standar Pengendalian ( control activities ) adalah kebijakan dari prosedur yang membantu
menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
4. Informasi dan komunikasi ( information and communication ) adalah pengidentifikasian,
penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dari waktu yang memungkinkan
orang melaksanakan tanggungjawab mereka.
5. Pemantauan ( monitoring ) adalah proses menentukan mutu kinerja pengendalian intern
sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan disain dan operasi pengendalian yang tepat
waktu dan pengambilan tindakan koreksi.