Anda di halaman 1dari 11

Pengenalan Konsep Tektonik Lempeng dan

Cekungan Sedimen
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Stratigafi Indonesia
Fakultas Teknik Geologi
Disusun oleh
Gustiani Indah Pratiwi
270110130088
Kelas D

UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2015

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang mendalam penulis sampaikan kehadiran Tuhan Yang Maha Pengasih,
karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan harapan.
Adapun dalam makalah ini penulis membahas bidang kajian Stratigafi Indonesia.
Makalah ini penulis buat dalam rangka memperdalam, memperpaham dan memperkaya
pengetahuan dalam bidang kajian Geologi yang lainnya lewat Stratigafi Indonesia. Adapun
makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Stratigafi Indonesia.
Penulis mohon maaf apabila masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dalam
penulisan makalah ini.

Jatinangor, 22 September 2015


Gustiani Indah Pratiwi
270110130088

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................1
1.1

Latar Belakang..................................................................................................................1

1.2

Maksud dan Tujuan...........................................................................................................1

1.3

Rumusan Masalah.............................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................2
2.1 Pengertian Ilmu dan Teknologi..............................................................................................2
2.2 Pengertian Geologi.................................................................................................................3
2.3 Geologi sebagai Ilmu dan Teknologi.....................................................................................5
BAB III KESIMPULAN.................................................................................................................7
3.1 Kesimpulan............................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................8

BAB

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lebih dari beberapa abad yang lalau, beberapa pengamat peta bumi memperhatikan
adanya kesamaan bentuk garis pantai timur Amerika Selatan dengan Afrika Barat. Pada tahun
1855 Antonio Snider-Pellegrini memperkenalkan sketsa yang memperhatikan kedua benua ini
bersatu. Rekonstruksi ini menimbulkan pemikiran bahwa semula kedua benua ini bersatu yang
merupakan satu massa yang besar kemudian pecah dan berpisah.

1.2 Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan penulisan makalah ini adalah
1.

Memahami teori tektonik lempeng serta hubungannya dengan cekungan sedimen.

1.3 Rumusan Masalah


1
2
3

Apa yang dimaksud dengan tektonik lempeng?


Apa bukti-bukti terjadinya pergerakan lempeng-lempeng?
Apa pengaruh dan dampak tektonik lempeng dengan cekungan sedimen?

BAB

II

PEMBAHASAN
2.1 Tektonik Lempeng

Tektonik adalah ilmu yang mempelajari pergerakan dan deformasi litosfir dalam skala
global. Tektonik lempeng merupakan cabang khusus dari tektonik yang berhubungan dengan
proses-proses dimana litosfir bergerak secara horizontal di atas astenosfer. Bukti bahwa lantai
samudra bergerak merupakan suatu dorongan yang diperlukan bagi kemjuan teori tektonik
lempeng. Dua hal yang penting untuk merumuskan suatu teori tektonik lempengan adalah
1. Bahwa zona dimana kecepatan gelombang seismiknya rendah, pada kedalaman antara
100 dan 350 km bersifat sangat lemah dan seperti cairan. Zona ini dikenal sebagai
astenosfir.
2. Bahwa litosfir yang kaku cukup kuat untuk membentuk suatu lempeng-lempeng
koheren yang dapat bergeser ke samping di atas astenosfir yang lemah.
Kedua hal ini dapat menjawab keberatan atau keraguan atas ide-ide Wegener, pergerakan
harus ada dengan hambatan dari gesekan sekecil mungkin.

2.1.1 Struktur Lempeng


Permukaan bumi tertutup oleh enam lempeng litosfir yang besar dan banyak yang kecilkecil, masing-masingsekitar 100 km tebalnya. Lempeng tersebut kaku dan bergerak sendirisendiri sebagai satuan yang koheren. Zona aktif merupakan zona atau area yang terdapat
deformasi besar atau kuat pada sepanjang batas dimana lempeng-lempeng saling bertemu. Pada
bagian tengah lempeng merupakan wilayah stabil.

2.1.2 Batas Lempeng


Litosfir terdiri dari lempeng-lempeng yang terapung diatas astenosfir dan bergerak
dengan kecepatan beberapa cm/tahun. Kecepatan pergerakan setiap lempeng tidaklah sama.
Maka terjadi interaksi antar lempeng, yang biasanya dicirikan dengan jelas oleh aktifitas gempa

bumi dan volkanisme, karena kebanyakan gubungapi di bumi dan gempa bumi terjadi sepanjang
batas lempeng. Setiap tipe lempeng membentuk topografi tertentu di sekitarnya.
1. Divergen
terjadi pada saat lempeng-lempeng bergerak saling menjauh, mengakibatkan material dari
selubung naik ke aras membentuk lantai samudera yang baru.

2. Konvergen
terjadi saat lempeng-lempeng bertemu, menyebabkan salah satu lempeng menyusup di
bawah yang lain, masuk ke selubung.

3. Transform
terjadi saat lempeng-lempeng bersinggungan, tanpa membentuk atau merusak litosfir.

2.2 Sebab Pergerakan Lempeng


Proses konveksi panas adalah kaidah kedua dari thermodynamika atau entropi. Energi
dalam hal ini adalah panas bumi. Panas bumi tidak tetap tersimpan di pusat bumi, melainkan
menyebar keluar sepanjang waktu.

Panas dari dalam akan keluar ke permukaan secepatnya. Akan tetapi cara konduksi dan
radiasi panas melalui batuan sangat lambat dan tidak efisien, cara yang cepat adalah konveksi
panas yang melibatkan gerak cairan. Konveksi selubung bumi dikendalikan oleh gravitasi dan
sifat batuan yang mengkerut bila mendingin. Ini berarti litosfir samudra yang sudah mendingin
berjuta tahun yang lalu, lebih serta dari selubung di bawahnya.
Litosfir dan astenosfir dapat dikatakan bergerak satu sama lain. Demikian pula
pergerakan litosfir menyebabkan pergerakan pada astenosfir. Maka, dapat dipastikan dua hal
yaitu :
1. Litosfir harus mempunyai energi kinetic untuk bergerak.
2. Sumber energi kinetiknya ini adalah panas dalam bumi.

2.2 Cekungan Sedimen


Apabila dalam suatu daerah atau area yang mengalami proses tektonik dan pengendapan
sedimen, yang juga disertai dengan adanya depresi yang terjadi akibat adanya subsidence seperti
peipisan kerak, penebalan mantel litosfir, pembebanakn batuan sedimen dan gunungapi ataupun
pembebanan tektonik sehingga material sedimen terjebak di dalamnya maka akan terbentuk
suatu cekungan sedimen.

2.2.1 Klasifikasi Cekungan Sedimen.


Gerakan kerak dan proses tektonik yang dialami lempeng dapat mengindikasikan jenis
cekungan sedimen yang terbentuk. Cekungan sedimen dapat terbentuk melalui empat jenis
proses tektonik yaitu divergen, intraplate, konvergen dan transform. Klasifikasi cekungan
sedimen dapat berdasarkan pada:
1. Tipe dari kerak dimana cekungan berada,
2. Posisi cekungan terhadap tepi lempeng,
3. Untuk cekungan yang berada dekat dengan tepi lempeng, tipe interaksi lempeng yang
terjadi selama sedimentasi,
4. Waktu pembentukan dan basin fill terhadap tektonik yang berlangsung,
5. Bentuk cekungan.

PROSES PENYEBAB
TIPE CEKUNGAN

TATANAN TEKTONIK
LEMPENG

TERBENTUKNYA

Intra-plate collapse
Crustal sag

Cekungan intrakraton
Tepian lempeng pasif
(passive plate margin)

Epicratonic downward
Puntir (tension)

Sea-floor spreading

Rift

Palung (trench)
Busur depan (fore-arc)
Tekanan (compression)

Subduksi (tepian lempeng


Busur belakang (back-

aktif)

arc)

Wrenching

Tatanan
Tektonik

Strike-slip

Gerakan mendatar lempeng

Tipe Cekungan

Divergen

Rift: terrestrial rift valleys; proto-oceanic rift valleys

Antar-lempeng

Cekungan beralaskan kerak benua/peralihan: cekungan intrakraton, paparan benua,


sembulan benua (continental rises) dan undak, pematang benua.
Cekungan beralaskan kerak samodra: cekungan samodra aktif, kepulauan samodra,
dataran tinggi dan bukit aseismik (aseismic rigde and plateau)

Cekungan akibat subduksi: palung, cekungan lereng palung, cekungan busur depan,
cekungan intra-busur, cekungan busur belakang.
Konvergen

Cekungan akibat tabrakan: cekungan retroac forels, peripheral foreland basin, cekungan
punggung babi (piggyback basin), broken forland
Cekungan akibat sesar mendatar: cekungan transextensional, transpressional,

Tranform

transrotaional
Cekungan akibat berbagai sebab: cekungan-cekungan intracontinental wrench,
aulacogen, impactogen, successor

Hybrid

BAB

III

KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Tektonik adalah ilmu yang mempelajari pergerakan dan deformasi litosfir dalam skala
global. Tektonik lempeng merupakan cabang khusus dari tektonik yang berhubungan dengan
proses-proses dimana litosfir bergerak secara horizontal di atas astenosfer. Bukti bahwa lantai
samudra bergerak merupakan suatu dorongan yang diperlukan bagi kemjuan teori tektonik
lempeng. Proses konveksi panas adalah kaidah kedua dari thermodynamika atau entropi. Energi
dalam hal ini adalah panas bumi. Panas bumi tidak tetap tersimpan di pusat bumi, melainkan
menyebar keluar sepanjang waktu. Panas dari dalam akan keluar ke permukaan secepatnya. Akan
tetapi cara konduksi dan radiasi panas melalui batuan sangat lambat dan tidak efisien, cara yang
cepat adalah konveksi panas yang melibatkan gerak cairan. Konveksi selubung bumi
dikendalikan oleh gravitasi dan sifat batuan yang mengkerut bila mendingin. Ini berarti litosfir
samudra yang sudah mendingin berjuta tahun yang lalu, lebih serta dari selubung di bawahnya.
Litosfir terdiri dari lempeng-lempeng yang terapung diatas astenosfir dan bergerak
dengan kecepatan beberapa cm/tahun. Kecepatan pergerakan setiap lempeng tidaklah sama.
7

Maka terjadi interaksi antar lempeng, yang biasanya dicirikan dengan jelas oleh aktifitas gempa
bumi dan volkanisme, karena kebanyakan gubungapi di bumi dan gempa bumi terjadi sepanjang
batas lempeng.
Gerakan kerak dan proses tektonik yang dialami lempeng dapat mengindikasikan jenis
cekungan sedimen yang terbentuk. Cekungan sedimen dapat terbentuk melalui empat jenis
proses tektonik yaitu divergen, intraplate, konvergen dan transform

DAFTAR PUSTAKA

Alam Alif, Syahroel. 1996. Evolusi Kerak Kontinen dan Samudra. Bandung : Universitas
Padjadjaran.
Alam Alif, Syahroel. 2000. Geologi Sejarah (Geologi Evolusi). Bandung : Universitas
Padjadjaran.
Koesoemadinata, R. P. 2000.Geologi Eksplorasi. Bandung : ITB