Anda di halaman 1dari 11

Tugas 2

Dosen

: Rahmah Dara L. ST., MT.

Mata Kuliah

: PP Waduk

Buatlah Paper atau Makalah mengenai :


1. Bagaimana cara penentuan elevasi puncak bendungan (faktor-faktor yang harus
diperhatikan dalam menentukan elevasi puncak bendungan)?
2. Bagaimana cara penentuan elevasi crest spillway?
3. Bagaimana cara penentuan tampungan mati dan efektif Waduk?
4. Dari peta terlampir buatlah lengkung kapasitas waduk dan luas genangan serta tentukan
volume kapasitasnya pada elevasi LWL +39.00, NWL +45.30 dan HWL +48.00 !

1.1 PENENTUAN ELEVASI PUNCAK BENDUNG/ELEVASI PUNCAK PELIMPAH


1

2
Elevasi puncak pelimpah direncanakan dengan mempertimbangkan :
elevasi muka air rencana di bangunan bagi paling hulu, kehilangan tinggi energi
pada alat ukur, kehilangan tinggi energi pada pengambilan saluran primer,
kehilangan tinggi energi pada pengambilan, faktor keamanan dan kemiringan
saluran antara bangunan intake dengan bangunan bagi paling hulu.

Elevasi puncak pelimpah direncanakan dengan mempertimbangkan :

Elevasi muka air rencana di bangunan bagi paling hulu


Kehilangan tinggi energy pada alat ukur
Kehilangan tinggi energy pada pengambilan saliran primer
Kehilangan energy pada pengambilan
Faktor keamanan dan kemiringan antara bangunan intake dengan bangunan bagi
paling hulu

1.2

CARA PENENTUAN ELEVASI CREST


Langkah awal di lakukan pengumpulan data-data.Data tersebut di gunakan sebagai

dasar perhitungan stabilitas maupun perencanaan teknis.Dari data curah hujan yang di
peroleh,dilakukan analisis hidrologi yang menghasilkan debit rencana,yang kemudian diolah
lagi untuk mencari besarnya flood routing yang hasilnya di gunakan untuk menentukan
elevasi crest spillway
Untuk mendesain spillway perlu dilakukan penelusuran banjir agar dapat menentukan
debit out flownya.Dalam perhitungan flood routing menggunakan program HEC-HMS.Untuk
mencari penelusuran banjir dengan menggunakan HEC-HMS caranya hamper sama dengan
mencari debit banjir tetapi menambahkan komponen spillway dalam pengisian dalam Basin
Model.Setelah menginput komponen spillway yang terdiri dari jenis mercu yang digunakan
yaitu ogee,elevasi puncak mercu,lebar spillway dan lain-lain maka HEC-HMS dapat di Run.

1.3

CARA PENENTUAN TAMPUNGAN MATI DAN TAMPUNGAN EFEKTIF


Tampungan mati (dead storage) adalah volume air yang terletak di bawah

permukaan genangan minimum, dan air ini tidak dimanfaatkan dalam


pengoperasian waduk.
Tampungan mati juga merupakan tampungan yang di cadangkan untuk menangkap
sedimen dan bila volume sedimen yang terperangkap lebih besar dari kapasitas yang di
cadangnkan berarti usia guna waduk tersebut telah berakhir.
Keandalan suatu waduk didefinisikan oleh Lensley (1987) sebagai besarnya peluang
bahwa waduk tersebut mampu memenuhi kebutuhan yang direncanakan sesuai dengan usia
layannya tanpa adanya kekurangan. Usia layan waduk dapat diperhitungkan dengan
menetapkan seluruh jumlah waktu yang diperlukan oleh sedimen untuk mengisi volume
tampungan matinya. Secara geologi sedimen didefinisikan sebagai fragmen-fragmen material
yang diendapkan oleh air atau angin. Sedimentasi merupakan kelanjutan dari proses erosi,
oleh karena itu faktor-faktor yang mempengaruhi sedimentasi menurut Langbein ( Kironoto,
1996 ) faktor yang mempengaruhi volume sedimen yang masuk ke waduk adalah :
1. Musim :
a. curah hujan,
b. run off.
2. Tumbuh-tumbuhan :
a. rimbun,
b. gersang.
3. Geologi dan sifat tanah permukaan.
4. Kemiringan tanah dan sungai.
5. Tata guna lahan..
Namun demikian pengetahuan mengenai kelima faktor tersebut tidak menjamin
ketepatan perkiraan volume sedimen yang masuk ke waduk. Dari kelima faktor di atas yang
paling berpengaruh terhadap besarnya sedimen di waduk adalah curah hujan tahunan. Nasib
akhir dari semua waduk adalah terisi penuh oleh sedimen kapasitas tampungan matinya. Bila
sedimen yang masuk lebih besar dibandingkan pada kapasitas tampungan mati waduknya,
maka masa manfaat waduk tersebut akan pendek. Perencanaan waduk haruslah meliputi
pertimbangan tentang kemungkinan laju pengendapan, untuk menetapkan apakah masa
manfaat waduk yang direncanakan cukup untuk menjamin pembangunannya. Untuk
menghitung jumlah sedimen yang tertahan atau mengendap di dalam waduk, yaitu dengan

mencari besarnya trap efficiency yang didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah
sedimen yang mengendap di waduk dengan total angkutan sedimen yang masuk ke dalam
waduk ( Brune (1953) dalam USBR, 1973 ). Dalam menggunakan metode ini dapat
diperkirakan besarnya trap efficiency secara empiris didasarkan pada pengukuran endapan
sedimen di beberapa waduk besar (Gunner Brune, 1953), bahwa besarnya trap efficieny
tergantung dari perbandingan antara kapasitas tampung waduk dan jumlah air yang masuk ke
waduk dalam setahun. Untuk perhitungan ini dalam menentukan besarnya trap efficiency,
terlebih dahulu ditentukan perbandingan antara kapasitas tampungan dengan inflow aliran
tahunan. Setelah diperoleh nilai perbandingan antara C/I, maka besarnya trap efficiency dapat
dicari dengan menggunakan grafik ( Brune, 1953 ), hubungan antara ratio of reservoir
capacity to annual inflow ( sumbu x ) dengan sediment trapped percent ( sumbu y ), lihat
pada Gambar 2.2. Nilai trap efficiency akan berkurang sejalan dengan operasional waduk
karena kapasitas waduk akan terus berkurang akibat sedimen Tampungan efektif (usefull
storage) adalah volume tampungan diantara permukaan genangan minimum (Low Water
Level = LWL) dan permukaan genangan normal (Normal Water Level = NWL). Cara
mengetahui Volume tampungan efektif = (periode akhir : periode awal) x 100 % Tampungan
pada daerah yang terletak antara permukaan genangan minimum dan normal disebut
tampungan efektif .
Untuk keperluan desain awal suatu waduk,maka Kurva Massa Ganda ( diagram
RIPPLE) dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan target manfaat dan kapasistas
tampungan efektif yang di perlukan. Seperti telah di jelaskan bahwa waduk pada prinsipnya
berfungsi untuk menampung air pada saat musim hujan dan kemudian memanfaatkannya
pada saat musim kemarau,seperti terlihat pada grafik inflow-outflow.Dalam gambar inflowoutflow terlihat bahwa dengan target kebutuhan yang telah ditetapkan,maka potensi debit di
sungai tidak akan mampu memenuhi terutama pada periode ke 13 hingga 36.Upaya untuk
dapat memenuhi kebutuhan tersebut hanya dapat di lakukan dengan cara menampung air
selama periode 1 hingga 13 (saat kelebihan air) dan memanfaatkannya saat kekurangan
air.Namun untuk menentukan seberapa besar kapasitas tampungan efektif (optimum) yang di
perlukan,maka dapat didekati dengan menggunakan diagram RIPPLE.Analisis ini hanya
didasarkan pada aspek potensi air,untuk memutuskan seberapa besar kapasitas tampungan
efektif sesungguhnya maka perlu di lakukan pengecekan terhadap lengkung kapasitas waduk
yang ada.Bila ternyata volume tampungan yang di hasilkan dari diagram RIPPLE lebih kecil
dari potensi tampungan lapangan yang ada berarti hasil analisis yang di peroleh dapat di

gunakan,namun bila sebaliknya maka volume tampungan maksimum yang di gunakan


sebagai batas untuk menentukan tingkat kebutuhan air yang dapat di penuhi dari waduk.

Diagram RIPPLE

1.4 Luas genangan dan volume tampungan Waduk Lamong tertera pada perhitungan
di bawah ini.

El. river bed


=
El. puncak bendungan =
A (km2)
H
ELEVASI (m)
(m)
0.12*H1,031
1
2
3
0,00
0,00
0,00
0,50
0,50
0,06
1,00
1,00
0,12
1,50
1,50
0,18
2,00
2,00
0,25
2,50
2,50
0,31
3,00
3,00
0,37
3,50
3,50
0,44
4,00
4,00
0,50
4,50
4,50
0,57
5,00
5,00
0,63
5,50
5,50
0,70
6,00
6,00
0,76
6,50
6,50
0,83
7,00
7,00
0,89
7,50
7,50
0,96
8,00
8,00
1,02
8,50
8,50
1,09
9,00
9,00
1,16
9,50
9,50
1,22
10,00
10,00
1,29
10,50
10,50
1,36
11,00
11,00
1,42
11,50
11,50
1,49

0,0
50,0
A rerata

DH

4
0,00
0,03
0,09
0,15
0,21
0,28
0,34
0,40
0,47
0,53
0,60
0,66
0,73
0,79
0,86
0,93
0,99
1,06
1,12
1,19
1,26
1,32
1,39
1,46

5
0,00
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50

V
(m3)
6
0,00
14681,12
44681,12
75569,19
106872,40
138464,13
170278,84
202275,88
234427,39
266713,05
299117,34
331628,03
364235,21
396930,67
429707,53
462559,91
495482,74
528471,59
561522,57
594632,23
627797,49
661015,56
694283,96
727600,40

V komulatif
7
0,00
14681,12
59362,25
134931,44
241803,84
380267,97
550546,81
752822,69
987250,08
1253963,13
1553080,47
1884708,51
2248943,71
2645874,38
3075581,91
3538141,82
4033624,56
4562096,15
5123618,72
5718250,95
6346048,44
7007064,00
7701347,96
8428948,36

ELEVASI (m)
1
12,00
12,50
13,00
13,50
14,00
14,50
15,00
15,50
16,00
16,50
17,00
17,50
18,00
18,50
19,00
19,50
20,00
20,50
21,00
21,50
22,00
22,50
23,00
23,50
24,00
24,50
25,00
25,50
26,00

H
(m)
2
12,00
12,50
13,00
13,50
14,00
14,50
15,00
15,50
16,00
16,50
17,00
17,50
18,00
18,50
19,00
19,50
20,00
20,50
21,00
21,50
22,00
22,50
23,00
23,50
24,00
24,50
25,00
25,50
26,00

A (km2)
0.12*H1,031
3
1,56
1,62
1,69
1,76
1,82
1,89
1,96
2,02
2,09
2,16
2,23
2,29
2,36
2,43
2,50
2,57
2,63
2,70
2,77
2,84
2,91
2,97
3,04
3,11
3,18
3,25
3,31
3,38
3,45

A rerata

DH

4
1,52
1,59
1,66
1,72
1,79
1,86
1,92
1,99
2,06
2,13
2,19
2,26
2,33
2,40
2,46
2,53
2,60
2,67
2,74
2,80
2,87
2,94
3,01
3,08
3,14
3,21
3,28
3,35
3,42

5
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50

V
(m3)
6
760962,81
794369,29
827818,10
861307,62
894836,37
928402,95
962006,08
995644,56
1029317,26
1063023,13
1096761,17
1130530,46
1164330,12
1198159,32
1232017,27
1265903,23
1299816,49
1333756,39
1367722,28
1401713,55
1435729,64
1469769,98
1503834,05
1537921,33
1572031,36
1606163,66
1640317,78
1674493,31
1708689,82

V komulatif
7
9189911,17
9984280,46
10812098,57
11673406,19
12568242,56
13496645,51
14458651,59
15454296,15
16483613,41
17546636,53
18643397,70
19773928,17
20938258,29
22136417,61
23368434,88
24634338,11
25934154,60
27267910,99
28635633,26
30037346,81
31473076,45
32942846,43
34446680,48
35984601,81
37556633,17
39162796,83
40803114,61
42477607,92
44186297,74

ELEVASI (m)
1
26,50
27,00
27,50
28,00
28,50
29,00
29,50
30,00
30,50
31,00
31,50
32,00
32,50
33,00
33,50
34,00
34,50
35,00
35,50
36,00
36,50
37,00
37,50
38,00
38,50
39,00
39,50
40,00
40,50

H
(m)
2
26,50
27,00
27,50
28,00
28,50
29,00
29,50
30,00
30,50
31,00
31,50
32,00
32,50
33,00
33,50
34,00
34,50
35,00
35,50
36,00
36,50
37,00
37,50
38,00
38,50
39,00
39,50
40,00
40,50

A (km2)
0.12*H1,031
3
3,52
3,59
3,66
3,73
3,79
3,86
3,93
4,00
4,07
4,14
4,21
4,28
4,34
4,41
4,48
4,55
4,62
4,69
4,76
4,83
4,90
4,97
5,04
5,10
5,17
5,24
5,31
5,38
5,45

A rerata

DH

4
3,49
3,55
3,62
3,69
3,76
3,83
3,90
3,97
4,03
4,10
4,17
4,24
4,31
4,38
4,45
4,52
4,59
4,65
4,72
4,79
4,86
4,93
5,00
5,07
5,14
5,21
5,28
5,35
5,42

5
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50

V
(m3)
6
1742906,93
1777144,25
1811401,42
1845678,08
1879973,89
1914288,53
1948621,68
1982973,03
2017342,28
2051729,15
2086133,35
2120554,63
2154992,72
2189447,37
2223918,33
2258405,36
2292908,23
2327426,73
2361960,63
2396509,71
2431073,78
2465652,64
2500246,08
2534853,92
2569475,97
2604112,06
2638762,01
2673425,64
2708102,79

V komulatif
7
45929204,67
47706348,92
49517750,33
51363428,41
53243402,30
55157690,83
57106312,51
59089285,54
61106627,82
63158356,96
65244490,32
67365044,95
69520037,67
71709485,04
73933403,36
76191808,72
78484716,96
80812143,69
83174104,31
85570614,02
88001687,81
90467340,44
92967586,52
95502440,44
98071916,41
100676028,47
103314790,48
105988216,12
108696318,91

10

ELEVASI (m)
1
41,00
41,50
42,00
42,50
43,00
43,50
44,00
44,50
45,00
45,30
45,50
46,00
46,50
47,00
47,50
48,00
48,50
49,00
49,50
50,00
Sumber :
Perhitungan

H
(m)
2
41,00
41,50
42,00
42,50
43,00
43,50
44,00
44,50
45,00
45,30
45,50
46,00
46,50
47,00
47,50
48,00
48,50
49,00
49,50
50,00

A (km2)
0.12*H1,031
3
5,52
5,59
5,66
5,73
5,80
5,87
5,94
6,01
6,08
6,12
6,15
6,22
6,29
6,35
6,42
6,49
6,56
6,63
6,70
6,77

A rerata

DH

4
5,49
5,55
5,62
5,69
5,76
5,83
5,90
5,97
6,04
6,10
6,13
6,18
6,25
6,32
6,39
6,46
6,53
6,60
6,67
6,74

5
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,30
0,20
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50
0,50

Keterangan :
[1] diketahui ( dengan interval 0,5)
[2] interval
[3] dari persamaan (soal) A = CHD dengan c = 0,12
D = 1,047
[4] (3)n+(3)n+1/2

V
(m3)
6
2742793,30
2777497,01
2812213,77
2846943,41
2881685,80
2916440,79
2951208,24
2985988,00
3020779,96
1829172,75
1226410,50
3090399,89
3125227,62
3160067,03
3194917,98
3229780,37
3264654,08
3299539,00
3334435,01
3369342,01

[5] (2)n+1 - (2)n


[6] (5).(6).106
[7] (8)n+(7)n+1

Keterangan :
= Posisi LWL
= Posisi NWL
= Posisi HWL
= Posisi Puncak Bedungan

Contoh Perhitungan :
Untuk elevasi +39,5

V komulatif
7
111439112,22
114216609,23
117028823,00
119875766,41
122757452,21
125673893,00
128625101,23
131611089,24
134631869,19
136461041,94
137687452,44
140777852,33
143903079,95
147063146,98
150258064,96
153487845,34
156752499,42
160052038,42
163386473,43
166755815,44

11

= 39,5 0 = 39,5 m

= 0.12*H1,031 = 0.12*39,5 1,031 = 5,31 m2

Arerata = (Aelv 39 + Aelv 39,5) x 0,5 = (5,24+5,31) x 0,5 = 5,28 m2


V

= Arerata x beda tinggi = 5,28 x 0,5 x 106 = 2638762,01 m3

Vrerata = Velv 39,5 + Vkomulatif = 2638762,01 + 100676028,47 = 103314790,48 m3


Cara yang sama di aplikasikan pada perhitungan elevasi +39,5, elevasi +45,3, elevasi +48,
dan elevasi +50. Sehingga lengkung kapasitas dapat digambarkan seperti berikut :