Anda di halaman 1dari 3

PUMICE/BATU APUNG

Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buih yang
terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas
vulkanik silikat.
Batuan ini terbentuk dari magma asam oleh aksi letusan gunung api yang
mengeluarkan materialnya ke udara, kemudian mengalami transportasi secara horizontal dan
terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Batu apung mempunyai sifat vesicular yang tinggi,
mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih gas alam yang
terkandung di dalamnya, dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas atau fragmenfragmen dalam breksi gunungapi.
Sedangkan mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung adalah :

Feldspar

Kuarsa

Obsidian

Kristobalit

Tridimit

Tempat Diketemukan
Keterdapatan batu apung di Indonesia selalu berkaitan dengan rangkaian gunung api Kuarter
sampai tersier muda. Tempat dimana batu apung didapatkan antara lain :
Jambi: Salambuku, Lubukgaung kec. Bangko Kab. Sarko (merupakan piroklastik halus yang
berasal dari satuan batuan gunung api atau tufa dengan komponen batu apung diameter 0,515 cm terdapat dalam Formasi Kasai)
Lampung: sekitar kepulauan Krakatau terutama di P. Panjang (sebagai hasil letusan gunung
Krakatau yang memuntahkan batu apung)
Jawa Barat: Kawah Danu, Banten, sepanjang pantai laut sebelah barat (diduga hasil
kegiatan G. Krakatau); Nagreg Kab. Bandung (berupa fragmen dalam batuan tufa); Mancak,
Pabuaran, Kab. Serang (mutu baik untuk agregat beton,berupa fragmen pada batuan tufa dan
aliran permukaan) Cicurug Kab. Sukabumi (kandungan SiO2=63,20%, Al2O3=12,5% berupa
fragmen pada batuan tufa); Cikatomas, Cicurug, G. Kiaraberes,Bogor.
Daerah Istimewa Yogyakarta: Kulon proggo pada Formasi Andesit Tua

Nusa Tenggara Barat: Lendangnangka, Jurit, Rempung, Pringgesela (tebal singkapan 2-5 m
sebaran 1000 Ha); Masbagik Kab. Lombok Timur (tebal singkapan 2-5 m sebaran 1000 Ha);
Kopang, Mangtang Kec. Batu Kilang Kab. Lombok barat (telah dimanfaatkan untuk batako
sebaran 300Ha); Narimaga Kec. Rambiga Kab. Lombok Barat (tebal singkapan 2-4 m, telah
diusahakan rakyat)
Maluku: Rum, Gato, Tidore (kandungan SiO2=35,92-67,89%;Al2O3=6,4-16,98%)
Nusa Tenggara Timur: Tanah Beak, Kec. Baturliang kab. Lombok Tengah (dimanfaatkan
sebagai campuran beton ringan dan filter)
Teknik Penambangan
Batu apung sebagai bahan galian tersingkap dekat permukaan, dan relative tidak
keras. Oleh sebab itu penambangan dilakukan dengan tambang terbuka/tambang prmukaan
dengan peralatan sederhana. Pemisahan terhadap pengotor dilakukan dengan cara manual.
Apabila dekehendaki ukuran butir tertentu proses pemecahan (grinding) dan pengayakan
dapat dilakukan.
pemanfaatan
Sebagai bahan bangunan
Sebagai bahan tahan api, dinding penyekat ruangan dalam bentuk lembaran sifatnya yang
hidraulis baik untuk teknik bangunan basah. Disamping itu berfungsi pula sebagai bahan
isolasi panas dan suara untuk isolasikamar/peredam atau lemari es
Industri Sebagai bahan penyaring setelah diproses dengan ukuran butir tertentu disamping
untuk abrasive khususnya bahan poles atau logam
Proses pembentukan
Pumice terjadi bila magma asam muncul ke permukaan dan bersentuhan dengan udara
luas secara tiba-tiba. Buih gelas alam dengan gas yang terkandung didalamnya mempunyai
kesempatan untuk keluar dan magma membeku dengan tiba-tiba. Pumice umumya terdapat
sebagai fragmen yang terlemparkan pada saat gunung api dengan ukuran dari kerikil sampai
bongkah.
Pumice umumnya terdapat sebagai lelehan atau aliran permukaan, bahan lepas, atau fragmen
dalam breksi gunung api. Batu apung dapat pula dibuat dengan cara memanaskan obsidian,
sehingga gasnya keluar. Pemanasan yang dilakukan pada obsidian dari Krakatau, suhu yang
diperlukan untuk megubah obsidian menjadi batu apung rata-rata 880oC. Berat jenis obsidian
yang semula 2,36 turun menjadi 0,416 sesudah perlakuan tersebut oleh sebab itu mengapung
didalam
air.
Batu apung ini mempunyai sifat hydraulis. Pumice berwarna putih abu-abu, kekuningan
sampai merah, tekstur vesikuler dengan ukuran lubang yang bervariasi baik berhubungan satu
sama lain atau tidak struktur skorious dengan lubang yang terorientasi. Kadang-kadang
lubang tersebut terisi oleh zeolit atau kalsit. Batuan ini tahan terhadap pembekuan embun

(frost), tidak begitu higroskopis (mengisap air). Mempunyai sifat pengantar panas yang
rendah. Kekuatan tekan antara 30-20 kg/cm2. Komposisi utama mineral silikat amorf.