Anda di halaman 1dari 13

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

BAB I
PENDAHULUAN

Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan
zaman Mesir kuno.. Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia
tidak terkecuali penduduk di Indonesia. Angka kejadian penyakit ini tidak sama di
berbagai belahan bumi. Di negara-negara berkembang banyak dijumpai pasien
batu buli-buli sedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai penyakit batu
saluran kemih bagian atas, hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas
pasien sehari-hari.
Di Amerika Serikat 5-10% penduduknya menderita penyakit ini, sedangkan
di seluruh dunia rata-rata terdapat 1-12% penduduk yang menderita batu saluran
kemih. Penyakit ini merupakan tiga penyakit terbanyak di bidang urologi
disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna.
Batu saluran kemih merupakan penyakit yang sering di klinik urologi di
Indonesia. Angka kejadian batu saluran kemih di Indonesia tahun 2002
berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia adalah
37.636 kasus baru, dengan jumlah kunjungan 58.959 penderita. Sedangkan jumlah
pasien yang dirawat adalah 19.018 penderita, dengan jumlah kematian 378
penderita.
Menurut Departemen Kesehatan RI (2004), jumlah pasien rawat inap
penderita Batu Saluran Kemih di rumah sakit seluruh Indonesia yaitu 17.059
penderita, dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,97%. Menurut Depkes RI (2006),
jumlah pasien rawat inap penderita BSK di Rumah Sakit seluruh Indonesia yaitu
16.251 penderita. Data dari Rumah Sakit Tembakau Deli PTP Nusantara II Medan
tahun 2006-2010 diketahui bahwa jumlah pasien rawat inap BSK 111 penderita
dengan proporsi 11, 53 dari 963 kasus penyakit dibagian urologi, dengan rincian
24 penderita (2,5%) tahun 2006, 21 (2,2%) penderita pada tahun 2007, 22
penderita (2,3%) pada tahun 2008, 11 penderita (1,1) pada tahun 2009, dan 33
penderita (3,4%) pada tahun 2010
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

I.

Anatomi
Vesica urinaria, sering juga disebut kandung kemih atau buli-buli,

merupakan tempat untuk menampung urin yang berasal dari ginjal melalui
ureter, untuk selanjutnya diteruskan ke uretra dan lingkungan eksternal
tubuh melalui mekanisme relaksasi sfingter. Vesica urinaria terletak di lantai
pelvis (pelvic floor), bersama-sama dengan organ lain seperti rektum, organ
reproduksi,bagian usus halus, serta pembuluh-pembuluh darah, limfatik dan
saraf.
Bagian dari vesica urinaria:

Fundus : bagian yang menghadap ke belakang dan bawah.


Terpisah dari rectum rectovesicale yang terisi oleh jaringan ikat

ductus deferens, vesica seminalis, dan prostat.


Korpus : antara verteks dan fundus
Verteks : berhubungan dengan ligamentum vesikaumbilikalis

Hubungan vesika urinaria:

Anterior

: symphisis pubis
Superior
: vesika urinaria ditutupi oleh peritoneum dengan
gelungan intestinum tenue dan colon sigmoideum pada bagian
yang berlawanan. Pada wanita, corpus uteri tersandar di bagian

postero-superiornya.
Posterior
: rektum; pada pria berbatasan ujung vas deferens
dan vesikula seminalis; pada wanita berbatasan vagina dan portio

supravaginalis cervix.
Lateral
: musculus levator ani dan muculus obturator
internus

Dalam keadaan kosong vesica urinaria berbentuk tetrahedral yang terdiri


Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

atas tiga bagian yaitu apex, fundus/basis dan collum. Serta mempunyai tiga
permukaan (superior dan inferolateral dextra dan sinistra) serta empat tepi
(anterior, posterior, dan lateral dextra dan sinistra). Dinding vesica urinaria
terdiri dari otot m.detrusor (otot spiral, longitudinal, sirkular). Terdapat
trigonum vesicae pada bagian posteroinferior dan collum vesicae. Trigonum
vesicae merupakan suatu bagian berbentuk mirip-segitiga yang terdiri dari
orifisium kedua ureter dan collum vesicae, bagian ini berwarna lebih pucat
dan tidak memiliki rugae walaupun dalam keadaan kosong. Vesicae urinaria
diperdarahi oleh a.vesicalis superior dan inferior. Namun pada perempuan,
a.vesicalis inferior digantikan oleh a.vaginalis.
Sedangkan persarafan pada vesica urinaria terdiri atas persarafan simpatis
danparasimpatis.

Persarafan

simpatis

melalui

n.splanchnicus

minor,n.splanchnicus imus, dan n.splanchnicus lumbalis L1-L2. Adapun


persarafan parasimpatis melalui n.splanchnicus pelvicus S2-S4, yang
berperan sebagaisensorik dan motorik.

Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi


Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

II.

Grace Juniaty - 406148112

Fisiologi
Fungsi vesika urinaria adalah menampung urine secara temporer sampai

kemudian dapat dikosongkan. Kapasitas buli-buli:


(Umur (tahun) + 2) x 30
Distensi kandung kemih, oleh air kemih akan merangsang reseptor yang
terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah 250 cc sudah cukup
untuk merangsang berkemih (proses miksi). Akibatnya akan terjadi refleks
kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat yang sama terjadi relaksasi
spincter internus, diikuti oleh relaksasi sfingter eksternus, dan akhirnya terjadi
pengosongan kandung kemih. Rangsangan yang menyebabkan kontraksi
kandung kemih dan relaksasi sfingter interus dihantarkan melalui serabutserabut parasimpatis. Kontraksi spincter eksternus secara volunter bertujuan
untuk mencegah atau menghentikan miksi. Kontrol volunter ini hanya dapat
terjadi bila saraf-saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis
dan otak masih utuh. Bila terjadi kerusakan pada saraf-saraf tersebut maka
akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus-menerus tanpa disadari)
dan retensi urine (kencing tertahan). Persarafan dan peredaran darah vesika
urinaria, diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom.
Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spincter
interna.
Vesicolithiasis
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

III.
Definisi
Batu buli-buli disebut juga batu vesika, vesical calculi, vesikal
stone, bladder stone. Batu buli-buli atau vesikolithiasis adalah batu yang terbe
ntuk dari kristal yang berasal dari material mineral dan protein yang terdapat
pada urin dan menghalangi aliran air kemih akibat penutupan leher kandung
kemih, maka aliran yang mula-mula lancar secara tiba-tiba akan berhenti dan
menetes disertai dengan rasa nyeri
IV.
Epidemiologi
Di negara yang sedang berkembang, insidensi batu saluran kemih relatif
rendah, baik dari batu saluran kemih bagian bawah maupun batu salurankemih
bagian atas. Di negara yang telah berkembang, terdapat banyak batu saluran
kemih bagian atas, terutama di kalangan orang dewasa. Pada suku bangsa
tertentu, penyakit batu saluran kemih sangat jarang, misalnya sukubangsa
Bantu di Afrika Selatan. Satu dari 20 orang menderita batu ginjal. Pria:wanita
= 3:1. Puncak kejadian di usia 30-60 tahun atau 20-49 tahun. Prevalensi di
USA sekitar 12%untuk pria dan 7% untuk wanita. Batu struvit lebih sering
ditemukan pada wanita daripada pria. Komponen yang terbanyak penyusun
batu buli-buli adalah garam kalsium.
V.
Etiologi
Menurut Smeltzer bahwa batu kandung kemih disebabkan infeksi,
statisurin dan periode imobilitas (drainage renal yang lambat dan
perubahanmetabolisme kalsium).
Faktor- faktor yang mempengaruhi menurut Soeparman batu kandung
kemih (vesikolitiasis) adalah:
Hiperkalsiuria
Suatu peningkatan kadar kalsium dalam urin yang melebihi 250-300
mg/24jam, disebabkan karena hiperkalsiuria idiopatik (meliputi hiperkalsiuria
disebabkan masukan tinggi natrium, kalsium dan protein, hiperparatiroidisme
primer, sarkoidosis, kelebihan vitamin D atau kelebihan kalsium).
Hiperkalsiuria disebabkan oleh resorpsi kalsium yang berlebihan dari tulang
karena hiperparatiroidisme, absorpsi kalsium yang berlebihan dari usus, dan
sebagai akibat gangguan resorpsi kalsium di tubulus ginjal.
Hipositraturia
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

Suatu penurunan ekskresi inhibitor pembentukan kristal dalam air kemih,


khususnya sitrat. Sitrat berikatan dengan kalsium di dalam urine sehingga
kalsium tidak lagi terikat dengan oksalat maupun fosfat, karenanya merupakan
penghambat

terjadinya

batu

tersebut.

Kalsium sitrat mudah larut sehinggahancur dan dikeluarkan melalui urin.


Hipositraturia disebabkan idiopatik, asidosis tubulus ginjal tipe I (lengkap atau
tidak lengkap), minum Asetazolamid, dan diare dan masukan protein tinggi.

Hiperurikosuria

Peningkatan kadar asam urat dalam air kemih melebihi 850mg/ 24jam
yangdapat memacu pembentukan batu kalsium karena masukan diet purin
yang berlebih.

Hiperoksalouria

Kenaikan ekskresi oksalat diatas normal (45 mg/hari), kejadian ini


disebabkan oleh kelainan usus karena post operasi dan diet kaya oksalat,
misalnya teh, kopi instant, minuman soft drink, kokoa, sayuran yang berwarna
hijau terutama bayam.

Penurunan jumlah air kemih

Dikarenakan masukan cairan yang sedikit.

Batu Asam Urat

Batu asam urat banyak disebabkan karena pH air kemih rendah,


danhiperurikosuria (primer dan sekunder).

Batu Struvit

Batu sturvit disebabkan karena infeksi yang sebagian besar karena


kuman pemecah

urea, sehingga

urea menghasilkan

suasana basa yang

mempermudah mengendapnya magnesium fosfat, ammonium, karbonat.


Kuman tersebutdiantaranya adalah proteus sp, klebsiellla, enterobacter,
pseudomonas dan sthaphylococcus.
Kandungan batu kemih kebanyakan terdiri dari :

75 % kalsium.
15 % batu tripe/batu struvit (Magnesium Amonium Fosfat).
5 % batu asam urat.

Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi


Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

Sisanya campuran dari beberapa batu

VII. Patofisiologi
Kelainan bawaan atau cedera, keadaan patologis yang disebabkan karena
infeksi, pembentukan batu di saluran kemih dan tumor, keadaan tersebut
sering menyebabkan bendungan. Hambatan yang menyebabkan sumbatan
aliran kemih baik itu yang disebabkan karena infeksi, trauma dan tumor serta
kelainan metabolisme dapat menyebabkan penyempitan atau striktur uretra
sehingga terjadi bendungan dan statis urin. Jika sudah terjadi bendungan dan
statis urin lama kelamaan kalsium akan mengendap menjadi besar sehingga
membentuk batu. Batu terdiri atas kristal yang tersusun oleh bahan-bahan
organik maupun non-organik yang terlarut di dalam urin. Kristal-kristal tersbut
tetap berada dalam keadaan meta-stable (tetap terlarut) dalam urine jika tidak
ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan terjadinya presipitasi kristal.
Kristal-kristal yang saling mengadakan presipitasi membentuk inti batu
(nukleasi/nidus) yang kemudian akan mengadakan agregasi, dan menarik
bahan-bahan lain sehingga menjadi kristal yang lebih besar.
Meskipun ukurannya cukup besar, agregat kristal masih rapuh dan belum
cukup mampu menghambat saluran kemih. Untuk itu agregat kristal
menempel pada epitel saluran kemih (membentuk retensi kristal), dan dari sini
bahan-bahan lain diendapkan pada agregat itu sehingga membentuk batu yang
cukup besar untuk menyumbat saluran kemih. Kondisi meta-stable
dipengaruhi oleh pH larutan, adanya koloid di dalam urine, konsentrasi solute
di dalam urine, laju aliran urine di dalam saluran kemih, atau adanya korpus
alienum di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti batu. Lebih dari
80% batu saluran kemih terdiri atas batu kalsium, baik yang berikatan dengan
oksalat maupun dengan fosfat membentuk batu kalsium oksalat dan kalsium
fosfat. Sedangkan sisanya berasal dari batu asam urat, batu magnesium fosfat
(batu sturvit/batu infeksi), batu xantyn, batu sistein dan batu jenis lainnya.

Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi


Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

Meskipun patogenesis pembetukan batu di atas hampir sama, tetapi


suasana di dalam saluran kemih memungkinkan terbentuknya jenis batu itu
tidak sama. Dalam hal ini misalkan batu asam urat mudah terbentuk dalam
asam (pH urine < 5,5), sedangkan batu magnesium ammonium fosfat
terbentuk karena urine bersifat basa (pH urine > 6,6).
Pada penderita yang berusia tua atau dewasa biasanya kompisisi batu
merupakan batu asam urat lebih dari 50% dan batu paling banyak berlokasi di
vesika urinaria. Batu yang terdiri dari kalsium oksalat biasanya berasal dari
ginjal. Pada batu yang ditemukan pada anak umunya ditemukan pada daerah
endemik dan terxiri dari asam ammonium material, kalsium oksalat, dan
campuran keduanya. Hal itu disebabkan karena susu bayi yang berasal ibu
yang banyak mengandung zat-zat tersebut.
Makanan yang mengandung rendah fosfor menunjang tingginya ekskresi
ammonia. Anak-anak yang sering makan makan yang kaya oksalat seperti
sayur akan meninggalkan kristal urin dan protein hewan (diet rendah sitrat).
VIII.

Manifestasi Klinis
Batu yang terjebak di kandung kemih biasanya menyebabkan iritasi dan

berhubungan dengan infeksi traktus urinarius dan hematuria, jika terjadi


obstruksi pada leher kandung kemih menyebabkan retensi urin atau bisa
menyebabkan sepsis, kondisi ini lebih serius yang dapat mengancam
kehidupan pasien, dapat pula kita lihat tanda seperti mual muntah, gelisah,
nyeri dan perut kembung.
Jika sudah terjadi komplikasi seperti seperti hidronefrosis maka gejalanya
tergantung pada penyebab penyumbatan, lokasi, dan lamanya penyumbatan.
Jika penyumbatan timbul dengan cepat (hidronefrosis akut) biasanya akan
menyebabkan kolik ginjal (nyeri yang luar biasa di daerah antara rusuk dan
tulang punggung) pada sisi ginjal yang terkena. Jika penyumbatan
berkembang

secara

perlahan

(hidronefrosis

kronis),

biasanya

tidak

menimbulkan gejala atau nyeri tumpul di daerah antara tulang rusuk dan
tulang punggung.
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

Selain tanda di atas, tanda hidronefrosis yang lain menurut


Samsuridjal adalah:

Hematuria
Sering ditemukan infeksi di saluran kemih.
Demam
Rasa nyeri di daerah kandung kemih dan ginjal.
Mual dan muntah
Nyeri abdomen
Disuria
Menggigil.
IX. Faktor Risiko
Terbentuknya batu pada saluran kemih diduga ada hubungannya dengan
gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi,
dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Secara
epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu
salurankemih pada seseorang. Faktor-faktor itu adalah faktor intrinsik, yaitu
keadaan yang berasaldari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik, yaitu
pengaruh yang berasal dari lingkungan disekitarnya.
Faktor intrinsik itu antara lain adalah:
Herediter (keturunan): penyakit ini diduga diturunkan dari orang

tuanya
Usia: penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun.
Jenis kelamin: jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak
dibandingkan dengan pasien perempuan.

Faktor ekstrinsik itu diantaranya adalah:

Geografi: pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu


saluaran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga
dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu), sedangkan daerah
Bantu di Afrika Selatan hampir tidak dijumpai penyakit batu saluran

kemih.
Iklim dan temperature
Asupan air: kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral
kalsium pada airyan g dikonsumsi, dapat meningkatkan insiden batu
saluran kemih

Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi


Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

Diet: diet banyak purin, oksalat, dan kalsium mempermudah

terjadinya penyakit batu saluran kemih.


Pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaanya
banyakduduk atau kurang aktifitas atau sedentary life

X. Diagnosis
1) Pemeriksaan fisik : Kurang berarti, kecuali jika batu cukup besar
2) Laboratorium
a. Darah:
ureum/kreatinin, elektrolit, Ca, Phospat anorganik. Alkali Phospate,
Asam urat, Protein, Hb
b. Urin : rutin (Midstream urin)

pH lebih dari 7,6 biasanya ditemukan kuman area splitting,


organisme dapat berbentuk batu magnesium amonium phosphat,

pH yang rendah menyebabkan pengendapan batu asam urat


Sedimen : sel darah meningkat (90 %), ditemukan pada penderita
dengan batu, bila terjadi infeksi maka sel darah putih akan

meningkat
Biakan Urin : Untuk mengetahui adanya bakteri yang berkontribusi

dalam proses pembentukan batu saluran kemih.


Ekskresi kalsium, fosfat, asam urat dalam 24 jam untuk melihat

apakah terjadi hiperekskresi.


3) Radiologis
a. Foto polos
Posisi batu, besar batu, apakah terjadi bendungan atau tidak.
BNO tampak opak (90%), lebih baik dilanjutkan dengan IVP untuk
mengetahui ada atau tidak kerusakan pada ginjal
b. IVP
Pemeriksaan ini bertujuan menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal.
Selain itu IVP dapat mendeteksi adanya batu semi-opak ataupun batu
nonopak yang tidak dapat terlihat oleh foto polos abdomen. Jika IVP
belumdapat menjelaskan keadaan sistem saluran kemih akibat adanya
penurunan fungsi ginjal, sebagai penggantinya adalah pemeriksaan
pielografi retrograd.
c. PV (Postvoid) : Mengetahui pengosongan kandung kemih
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

10

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

d. USG
Dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP
yaitu pada keadaan-keadaan: alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal
yang menurun, dan pada wanita yang sedang hamil. Pemeriksaan
USG dapat menilai adanya batu di ginjal atau di buli-buli (yang
ditunjukkan sebagai echoic shadow), hidronefrosis, pionefrosis, atau
pengkerutan ginjal.
e. Sistokopi : untuk menegakkan diagnosis batu kandung kemih
f. Pemeriksaan Mikroskopik Urin : untuk mencari hematuria dan kristal.
XI.

Penatalaksanaan
Penatalaksaan batu harus tuntas sehingga bukan hanya mengeluarkan
batu saja, tetapi harus disertai dengan terapi penyembuhan penyakit batu atau
paling sedikit disertai dengan terapi pencegahan. Hal ini karena batu sendiri
hanya merupakan gejala penyakit batu sehingga pengeluaran batu dengan
cara apapun bukanlah merupakan terapi yang sempurna.
Menurut Soeparman pengobatan dapat dilakukan dengan :

1. Pelarutan
Jenis batu yang dapat dilarutkan adalah dari jenis batu asam urat. Batu
ini hanya terjadi pada keadaan pH air kemih yang asam (pH 6,2) sehingga
dengan pemberian bikarbonas natrikus disertai dengan makanan alkalis, batu
asam urat dapat diharapkan larut. Lebih baik bila dibantukan dengan usaha
menurunkan kadar asam urat air kemih dan darah dengan bantuan alopurinol.
Batu sturvit tidak dapat dilarutkan tetapi dapat dicegah pembesarannya bila
diberikan pengobatan dengan pengasaman kemih dan pemberian antiurease.
2. Lithotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal
Prosedur noninvasif yang digunakan untuk menghancurkan batu tanpa
perlukaan. Batu kandung kemih, batu dipecahkan memakai litotriptor secara
mekanis melalui sistokop atau dengan memakai gelombang elektrohidrolik
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

11

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

atau ultrasonic Litotriptor adalah alat yang digunakan untuk memecahkan


batu tersebut, tetapi alat ini hanya dapat memecahkan batu dalam batas
ukuran 3 cm ke bawah. Gelombang kejut dialirkan melalui air ke tubuh dan
dipusatkan di batu yang akan dipecahkan.Setelah batu itu pecah menjadi
bagian yang terkecil seperti pasir, sisa batu tersebut dikeluarkan secara
spontan
3. Vesikolithotomi
Suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan batu dari vesika urinaria
dengan membuka vesika urinaria dari anterior. Indikasi operasi batu vesika
urinaria yang berukuran 2,5 cm pada orang dewasa dan semua ukuran pada
anak-anak. Teknik pembedahannya dengan melakukan insisi kulit dimulai
dari atas simfisis pubis sampai di bawah umbilicus. Vesika urinaria dibuka
secara median batu dikeluarkan. Kemudian vesika urinaria ditutup dengan
meninggalkan kateter uretra dari buli-buli.

XII.
Pencegahan
a. Diuresis yang adekuat untuk mecegah timbulnya kembali batu maka pasien
harus minum banyak sehingga urin yang terbentuk tidak kurang dari 1500 ml.
Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi
Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

12

Vesicolithiasis

Grace Juniaty - 406148112

Pada pasien dengan batu asam urat dapat digunakan alkalinisasi urin
sehingga pH dipertahankan dalam kisaran 6,5-7 mencegah terjadinya
hiperkalsemia yang akan menimbulkan hiperkalsiuria pasien dianjurkan
untuk mengecek pH urine dengan kertas nitrasin setia pagi
b. Diet untuk mengurangi kadar zat-zat komponen pembentuk batu.
c. Eradikasi infeksi saluran kemih khususnya untuk batu sturvit.
XIII.

Prognosis
Secara umum, prognosis pasien dengan vesikolithiasis adalah baik.

Namun, mortalitas dan morbiditas yang signifikan kadang-kadang dapat terjadi.


Hal itu tergatung seberapa besar ukuran batu dan komplikasi yang timbul dari
batu vesika urinaria tersebut. Perlu dikontrol faktor-faktor yang yang
mempengaruhi terjadinya vesikolithiasis, sebab kemungkinan rekurensi tetap ada.

Kepaniteraan klinik ilmu Radiologi


Fakultas kedokteran universitas Tarumanagara
Rumah sakit umum daerah Semarang
Periode 22 Juni 25 Juli 2015

13