Anda di halaman 1dari 2

SAR (Stomatitis Aphtosa Rekuren) adalah ulcer oval rekuren pada mukosa mulut.

SAR merupakan ulcer stomatitis yang sering diderita oleh penderita HIV/AIDS. Povidone
iodine yang memiliki efek antimikroba masih menjadi perdebatan karena menimbulkan
efek toksik.Bahan alam yang dipercaya berkhasiat sebagai bahan antimikroba salah
satunya adalah lendir bekicot. Lendir bekicot mengandung heparan sulfat, achatin isolat
dan kalsium yang berperan menstimulasi terbentuknya indikator penyembuhan luka yaitu
limfosit T,fibroblas,dan kolagen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti
bahwa GELBESAR gel lendir bekicot (Achatina fulica) dapat digunakan untuk
penyembuhan SAR pada rongga mulut dengan meningkatkan jumlah limfosit T, proliferasi
fibroblas, dan kolagen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental
dengan menggunakan rancangan penelitian Post Test Only Randomized Control Group
Design di laboratorium secara in-vivo .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah mencit (Mus musculus) yang berumur 3 bulan dengan berat 25-40 g, yang
mukosanya dibuat ulcer dengan cara mengaplikasikan H2O2 10% selama 3 hari. Lendir
bekicot disediakan dalam bentuk gel karena gel mengandung banyak air sehingga bersifat
mendinginkan. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang
tidak diberikan perlakuan, kelompok kontrol positif yang diberikan aplikasi povidone
iodine 10% selama 3 kali sehari dengan interval 90 menit, dan kelompok perlakuan yang
diberikan aplikasi GELBESAR selama 3 kali sehari dengan interval 90 menit. Dilakukan
aplikasi yang sama sampai hari ke-9. Pada hari ke-9, 3 mencit dari tiap kelompok
dikorbankan kemudian dilakukan pengambilan jaringan untuk pembuatan preparat. Pada
hari ke-23 semua mencit dikorbankaan untuk pembuatan preparat.
Hasil penelitian dilakukan uji normalitas dan uji varian. Jika sebaran data normal
dan varian homogen, maka digunakan uji One Way Anova. Jika tidak homogen, digunakan
uji Kruskal Wallis. Selanjutnya, dilakukan uji Post Hoc Tukey sebagai lanjutan One Way
Anova dan Mann Whitney sebagai uji lanjutan Kruskal Wallis. Dilakukan uji korelasi
Pearson jika data berdistribusi normal dan Spearman jika data berdistribusi tidak normal.