Anda di halaman 1dari 9

LO 2 :

Adolf Sarumaha
Martinus Giawa
Iga
PROSES PERKEMBANGAN JANIN
DAN PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL
2.1 Proses Perkembangan Janin
Kehidupan janin di dalam rahim ibu (intrauterus) dibagi menjadi tiga fase
pertumbuhan yaitu fase germinal, embrional dan fetus (janin) :
1. Fase Germinal
Berlangsung pada waktu 10 -14 hari setelah pembuahan. Zigot (hasil pembuahan)
berkembang cepat 72 jam setelah pembuahan, membelah diri menjadi 32 sel dan sehari
kemudian sudah 72 sel. Pembelahan ini berlangsung terus sampai menjadi 800 milyar sel atau
lebih, dan dari sinilah manusia tumbuh berkembang.
Dalam fase germinal ini terbentuklah saluran yang menempel pada uterus yang dicapai selama
3-4 hari yang kemudian berubah bentuk menjadiblastocyst yang terapung bebas dalam
uterus selama satu atau dua hari.
Beberapa sel sekitar pinggiran blastocyst membentuk piringan embrionik (embryonic disk)
merupakan massa sel yang tebal dan dari sinilah bayi akan tumbuh. Massa ini mengalami
deferensiasi menjadi tiga lapisan, bagian atas yaitu ektoderm, bagian bawah endoderm dan
lapisan tengah mesoderm.
a. Ektoderm
Lapisan ini nantinya akan membentuk lapisan kulit luar, kuku, rambut gigi, organ perasa dan
sistem syaraf termasuk otak dan sumsum tulang belakang.
b. Endoderm
Lapisan bagian bawah ini akan membentuk sistem pencernaan, hati, pancreas, kelenjar
ludah, sistem pernafasan.
c. Mesoderm
Lapisan tengah (mesoderm) merupakan lapisan yang akan berkembang dan berdeferensiasi
menjadi lapisan kulit bagian dalam, urat daging, kerangka, sistem ekskresi dan system
sirkulasi.
Gambar 2.1 berikut menunjukkan proses pembuahan sampai terjadi impalantasi di dalam
rahim ibu.

Gambar 2.1 Representase diagramatis siklus ovarium;


mulai dari pembuahan sampai implantasi
Bagian lain dari blastocyst tumbuh menjadi plasenta, tali pusat dan
kantong empedu. Pada masa ini pula yaitu pada usia embrio 4 minggu, embrio
mengeluarkan hormone yang menyebabkan berhentinya siklus haid ibu.
2. Fase Embrional
Berkembang mulai pada 2 8 minggu setelah pembuahan. Selama fase ini system pernafasan,
pencernaan, system syaraf dan tubuh tumbuh dan berkembang cepat. Pada periode
pertumbuhan embrional ini sangatlah peka terhadap pengaruh lingkungannya. Keadaan tidak
normal atau cacat pada waktu lahir dapat terjadi karena adanya gangguan pada masa
kandungan tiga bulan pertama.
Selama periode pertumbuhan embrio terjadi pembelahan sel, dan relatif lebih cepat dari periode
lainnya.Pertumbuhan embrio yang cepat tersebut menunjukkan kebutuhan oksigen dan zat gizi
tinggi untuk setiap unit massa embrio. Hal ini menyebabkan embrio sensitif terhadap
perubahan suplai gizi dan oksigen. Pada saat ketersediaan oksigen menurun atau kekurangan
zat gizi tertentu dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan yang permanen.
3. Fase Fetus (Janin)
Berkembang delapan minggu setelah pembuahan. Sel tulang pertama mulai tumbuh dan embrio
menjadi janin. Dari periode ini sampai saat kelahiran bentuk tubuh makin sempurna, bagianbagian tubuh tumbuh dengan laju yang berbeda-beda dan janin sendiri tumbuh memanjang
sampai kira-kira 20 kalinya. Selama janin tumbuh dan berkembang, total cairan tubuh menurun
dari 92 menjadi 72 persen. Perubahan ini diikuti oleh peningkatan protein dan lemak terutama

selama dua bulan terkahir kehamilan, dimana peningkatan protein lebih banyak dari pada
lemak. Selain itu pada janin terjadi pula pertambahan yang nyata pada natrium, kalsium dan
besi. Natrium terutama terdapat dalam cairan ekstraseluler dan dalam tulang, sedang kalium
terdapat dalam cairan intraseluler berkaitan dengan massa sel.
Kegiatan janin selama dalam kandungan selain menghisap zat gizi dan bernafas, janin juga
bergerak aktif seperti menyepak, berputar, melengkung dan menggenggam. Selain itu janin
mampu melakukan respon terhadap rangsangan suara atau getaran. Janin juga peka terhadap
kondisi kejiwaan ibunya, misalnya ibu yang mengandung merasa takut, sedih atau cemas maka
janin akan melakukan gerakan-gerakan yang lebih cepat. Demikian pula apabila si ibu
kelelahan. Respon tersebut diduga karena adanya perubahan sekresi kelenjar yang terjadi
dalam tubuh ibunya.
Pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dibagi berdasarkan trimester :
1. Trimester pertama
Pada trimester pertama atau tiga bulan pertama masa kehamilan merupakan masa
dimana system organ prenatal dibentuk dan mulai berfungsi. Pada minggu ke 3 sel-sel mulai
membentuk organ-organ spesifik dan bagian - bagian tubuh. Minggu ke 13, jantung telah
lengkap dibentuk dan mulai berdenyut, sebagian besar organ telah dibentuk,dan janin mulai
dapat bergerak (Gambar 2.2).
Bagi wanita hamil tentu saja masa trimester pertama ini merupakan masa
penyesuaiannya baik secara fisik maupun emosi dengan segala perubahan yang terjadi
dalam rahimnya. Pada trimester pertama ini ibu sering mengalami mual atau, ingin muntah,
tidak selera makan yang sering dikenal dengan mornong sickness, yang dapat
menyebabkan berkurangnya intik makanan ibu.
Defisiensi gizi dan pengaruh-pengaruh lain yang membahayakan janin seperti
penggunaan obat, vitamin A dosisi tinggi, radiasi atau trauma dapat merusak atau
menghambat perkembangan janin selanjutnya.Sebagain besar keguguran terjadi pada masa
ini, bahkan sekitar sepertiga dari kejadian keguguran terjadi karena wanita tidak menyadari
bahwa dia sedang benar-benar hamil. Masa trimester pertama merupakan masa yang kritis,
sehingga harus dihindari hal-hal yang memungkinkan kegagalan pertumbuhan dan
perkembangan janin.

Sumber: http://www.w-cpc.org/pictures/adam/mo8.jpg. Time Life Fetus.


Gambar 2.2 Periode kritis perkembangan janin selama kehamilan
2. Trimester kedua
Pada awal trimester kedua, berat janin sudah sekitar 100 g. Gerakan - gerakan janin
sudah mulai dapat dirasakan ibu. Tangan, jari, kaki dan jari kaki sudah terbentuk, janin
sudah dapat mendengar dan mulai terbentuk gusi, dan tulang rahang. Organ-organ tersebut
terus tumbuh menjadi bentuk yang sempurna, dan pada saat ini denyut jantung janin sudah
dapat dideteksi dengan stetoskop. Bentuk tubuh janin saat ini sudah menyerupai bayi
(Gambar 2.2).
3. Trimester ketiga
Memasuki trimester ketiga, berat janin sekitar 1-1,5 kg. Pada periode ini uterus
semakin membesar sampai berada di bawah tulang susu. Uterus menekan keatas kearah
diafragma dan tulang panggul. Hal ini sering membuat ibu hamil merasa jantung sesak dan
kesulitan pencernaan. Seringkali ibu juga mengalami varises pada pembuluh darah sekitar
kaki, wasir, dan lutut keram karena meningkatnya tekanan kepada perut, rendahnya laju
darah balik dari limbs, dan efek dari progesterone, yang menyebabkan kendurnya saluran
darah. Setelah usia kehamilan mencapai sekitar 28 30 minggu, bayi yang lahir disebut
prematur (sebelum minggu ke 37 kehamilan), mempunyai kesempatan untuk hidup baik bila
dirawat dalam

suatu perawatan bayi baru lahir risiko tinggi. Namun, mineral dan

cadangan lemak pada bayi tidak normal, yang seharusnya dibentu pada bulan terakhir
kehamilan. Masalah medis lain pada bayi prematur adalah masih belum mampu mengisap
dan menelan dengan baik, sehingga perawatan bayi ini sangat sulit.

Tabel 2.1. Perkembangan Fungsi Organ Janin


Usia Gestasi (Minggu)

Organ

Pembentukan hidung, dagu, palatum dan tonjolan paru. Jari


Jari telah terbentuk, namun masih tergenggam. Jantung telah
terbentuk penuh.

Mata tampak pada muka. Pembentukan alis dan lidah.

Mirip bentuk manusia, mulai pembentukan genitalia eksterna.


Sirkulasi melalui tali pusat dimulai. Tulang mulai terbentuk.

Kepala meliputi separuh besar janin, terbentuk muka janin;


kelopak mata terbentuk namun tak akan membuka sampai 28
minggu.

13 16

Janin berukuran 15 Cm. Ini merupakan awal dari trimester ke- 2.


Kulit janin masih transparan, telah mulai tumbuh lanugo
(rambut janin). Janin bergerak aktif, yaitu menghisap dan
menelan air ketuban. Telah terbentuk mekonium (faeses) dalam
usus. Jantung berdenyut 120-150/menit.

17 24

Komponen mata terbentuk penuh, juga sidik jari. Seluruh tubuh


diliputi oleh verniks kaseosa (lemak). Janin mempunyai refleks.

25 28

Permulaan trisemester ke 3, dimana terdapat perkembangan


otak yang cepat. Sistem saraf mengendalikan gerakan dan fungsi
tubuh, mata sudah membuka. Kelangsungan hidup pada periode
ini sangat sulit bila lahir.

29 32

Bila bayi dilahirkan, ada kemungkinan untuk hidup ( 50-70%).


Tulang telah terbentuk sempurna, gerakan napas telah reguler,
suhu relatif stabil.

33 - 36

Berat janin 1500 2500 gram. Bulu kulit janin (lanugo) mulai
berkurang, pada saat 35 minggu paru telah matur. Janin akan
dapat hidup tanpa kesulitan.

38 - 40

Sejak 38 minggu kehamilan disebut aterm, dimana bayi akan


meliputi seluruh uterus. Air ketuban mulai berkurang, masih
dalam batas normal.

2.2. Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil

1. Uterus
Selama kehamilan uterus beradaptasi untuk menerima dan melindungi hasil konsepsi
(Janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus mempunyai kemampuan yang luar biasa
untuk bertambah besar dan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula
dalam beberapa minggu setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai
berat 70 gram dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan uterus akan berubah
menjadai suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta, dan cairan amnion rata-rata
pada akhir kehamilan volume totalnya mencapai 20 l atau lebih dengan berat rata-rata 1100 g.
Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan

sel-sel otot, sementara

produksi miosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan
ikat dan elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan menebal, tetapi
seiring dengan bertambahnya usia kehamilan akan menipis. Pada akhir kehamilan ketebalannya
hanya berkisar 1,5 cm bahkan kurang.Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi
terutama oleh hormon estrogen dan sedikit oleh progesteron. Pada minggu-minggu pertama
kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah avokad. Seiring dengan
perkembangan kehamilannya, daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi
bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu. Panjang uterus akan bertambah lebih cepat
dibandingkan lebarnya sehingga akan berbentuk oval. Ismus uteri pada minggu pertama
mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan ismus menjadi lebih panjang
dan lunak yang dikenal dengan tanda HEGAR.
2. Vagina dan Perineum
Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada kulit
dan otot-otot di perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat bewarna keunguan
yang dikenal dengan tanda Chadwicks. Perubahan ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya
sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel otot polos.
Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami
peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya
jaringan ikat, dan hipertrofi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya
dinding vagina. Papilla mukosa juga mengalami hipertrofi dengan gambaran seperti paku
sepatu.
Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi, di mana sekresi akan berwarna keputihan,
menebal, dan pH antara 3,5-6 yang merupakan hasil peningkatan produksi asam laktat glikogen
yang di hasilkan oleh epitel vagina sebagai aksi dari lactobacillus acidophilus

3. Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga
ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan
berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai
penghasil progesterone dalam jumlah yang relative minimal.
4. Payudara
Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lebih lunak.
Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena-vena dibawah kulit akan
lebih terlihat. Puting payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak. Setelah bulan pertama
suatu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolustrum dapat keluar. Kolustrum ini berasal
dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Meskipun dapat dikeluarkan, air susu
belum dapat diproduksi karena hormon prolaktin ditekan oleh prolactin inhibiting hormone.
Setelah persalinan kadar progesteron dan estrogen akan menurun sehingga pengaruh inhibisi
progesteron terhadap -laktalbumin akan hilang. Peningkatan prolaktin akan merangsang
sintesis laktosa dan pada akhirnya akan meningkatkan produksi air susu. Pada bulan yang
sama areola akan lebih besar dan kehitaman. Kelenjar Montgomery, yaitu kelenjar sebasea dari
areola, akan membesar dan cenderung untuk menonjol keluar. Jika payudara makin membesar,
striae seperti yang terlihat pada perut akan muncul. Ukuran payudara sebelum kehamilan tidak
mempunyai hubungan dengan banyaknya air susu yang dihasilkan.
5. Metabolisme
Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami perubahan yang
mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan
pemberian ASI.
Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg. Hasil konsepsi,
uterus, dan darah ibu secara relatif mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan
lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan protein per hari pada ibu hamil 51gram.
Pada kehamilan normal akan terjadi hipoglikemi puasa yang disebabkan oleh kenaikan kadar
insulin, hiperglikemi postprandial dan hiperinsuinemia. Zinc (Zn) sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa peneliatian menunjukkan kekurangan zat ini
dapat menyebabkan pertumbuhan janin

terhambat. Selama kehamilan kadar mineral ini akan menurun dalam plasma ibu oleh karena
pengaruh dilusi. Pada perempuan hamil dianjurkan asupan mineral ini 7,3 -11,3 mg/hari, tetapi
hanya pada perempuan-perempua beresiko yang dianjurkan mendapat suplemen mineral ini.
Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel dalam sintesis DNA/RNA.
Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya anemia megalobastik.
6. Perubahan pada kulit
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam,
dan kadang-kadang juga akan mengenai daerah payudara dan paha. Perubahan ini dikenal
dengan nama striae gravidarum.
Pada banyak perempuan kulit digaris pertengahan perutnya (linea alba) akan berubah
menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan line nigra. Kadang-kadang akan muncul dalam
ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau melasma
gravidarum. Selain itu, pada areola dan daerah genital juga akan terlihat pigmentasi yang
berlebihan. Pigmentasi ynag berlebihan itu biasanya akan hilang atau sangat jauh berkurang
setelah persalinan.
Perubahan ini dihasilkan dari cadangan melanin pada daerah epidermal dan dermal
yang penyebab pastinya belum diketahui. Adanya peningkatan kadar serum melanocyte
stimulating hormone pada akhir bulan masih sangat diragukan sebagai penyebabnya. Estrogen
dan progesteron diketahui mempunyai peran dalam melanogenesis dan diduga bisa menjadi
faktor pendorongnya.
7. Traktus urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih akan tertekan oleh uterus yang mulai
membesar sehingga menimbulkan sering kemih. Keadaan ini akan hilang dengan makin tuanya
kehamilan bila uterus keluar dari rongga panggul.
Pada akhir kehamilan, jika kepala janin sudah mulai turun ke pintu panggul, keluhan itu akan
timbul kembali.
8. Sistem pencernaan
Seiring dengan makin beasrnya uterus, lambung dan usus akan tergeser. Demikian
juga dengan yang lainnya seperti apendiks yang akan bergeser ke arah atas dan lateral.
Perubahan yang nyata akan terjadi pada penurunan motilitas otot polos pada
digestivus dan penurunan sekresi sekresi asam hidroklorid dan pepsin di lambung sehingga
akan menimbulkan gejala berupa pyrosis (Heartburn) yang disebabkan oleh refluk asam

lambung ke esofagus bawah sebagai akibat perubahan posisi lambung dan menurunnya sfingter
esofagus bagian bawah. Mual terjadi akibat penurunan asam hidroklorid dan penurunan
motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan motilitas usus besar.

9. Sistem respirasi
Pada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi
kebutuhan O2. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang
membesar pada umur hamil 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan
kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari
biasanya.

Daftar Pustaka:
Saifuddin A. 2013. Ilmu Kebidanan. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28206/3/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 01
Oktober 2014.