Anda di halaman 1dari 27

Endokarditis infektif (El)

Dr. H. Abdul razak D, SpA

Endokarditis infektif (El)

Merupakan infeksi mikroba pd


lapisan endotel jantung yg
menyebabkan terdapatnya
vegetasi pd katup jantung

Manifestasi Klinis
Anamnesis
Riwayat

Adanya penyakit jantung bawaan atau penyakit


jantung reumatik.
Setelah tindakan:
Gigi dan mulut, saluran urogenital, atau
gastrointestinal.
Pemakaian obat-obatan intravena
pemasangan kateter vena sentral

Katup jantung buatan

Manifestasi Klinis
Anamnesis
Riwayat

Demam,
nyeri dada dan perut,
artralgia atau mialgia,
sesak nafas,
malaise,
keringat malam,
penurunan berat badan,
dan gejala neurologis

Pemeriksaan fisik

Demam
Takikardia
Petekia
Nodus osler
Splinter hemorhage
Roth's spot
Lesi janeway
Murmur baru/perubahan murmur
Splenomegali dan jari tabuh
Pemeriksaan fisis sering ditemukan
artritis, glomerulonefritis
Abses miokardium
Dan gagal jantung

Kriteria Duke untuk Diagnosis EI


Kriteria Mayor
1.
a.

b.

Kultur biakan darah positif


Mikrorganisme khas yg menyebabkan El dari 2 bahan kultur
darah diambil secara terpisah yaitu :
Streptococcus viridans, Streptococcus bovis,
atau kelompok HACEK (Haemophilus, Actinobacillus,
Cardiobacterium, Eikenella, Kingella)
atau Organisme yg didapat dr komunitas yaitu:
Staphylococcus aureus atau Enterokokus tanpa fokus
primer atau :
Mikroorganisme penyebab El dr kultur darah yg positif secara
persisten yaitu :
2 bahan kultur darah positif yg diambil dgn jarak 12 jam
atau :
3 atau 4 kultur darah positif dgn jarak waktu antara
pengambi pertama dan berikutnya 1 jam.

2.

Bukti keterlibatan
endokardium
Ekokardiografi positif :
Massa intrakardiak pd katup atau
Struktur pendukung, atau
Pd tempat koreksi kelainan intrakardiak atau
Abses atau
Defek baru pd katup buatan atau
Regurgitasi katup yg baru pd ekokardiografi

Kriteria Minor
1.

2.
3.

4.
5.

6.

7.
8.

Faktor predisposisi berupa kelainan jantung atau


Pemakaian obat intravena
Panas badan: suhu tubuh > 38C
Fenomena vaskular berupa :
Emboli arteri, infark paru, aneurisma mikotik
Perdarahan intrakranial, perdarahan konjungtiva, dan lesi
Janeway.
Fenomena imunologi :
Nodus osler, roth's spot, glomerulonefritis, faktor
reumatoid.
Bukti mikrobiologis, misalnya :
Kultur darah positif tetapi tdk memenuhi krite mayor atau:
Bukti serologi infeksi organisme penyebab El
Ekokardiografi: berhubungan dangan El namun :
Tidak memenuhi kriteria mayor

Kriteria Duke Definitif Endokarditis Infektif

Kriteria patologi
Mikroorganisme:
Dapat diisolasi dari kultur darah :
atau vegetasi :
atau dari abses intrakardiak.
Ditemukan lesi patologil seperti vegetasi atau :
Abses intrakardiak yg dikonfirmasi dgn :
Pemeriksaan histologis menunjukkan endokarditis.
Kriteria klinis
2 kriteria mayor, atau :
1 kriteria mayor dan 3 minor, atau:
5 kriteria minor

Kemungkinan Endokarditis
Infektif

Temuan mengarah pd El
Tidak cukup untuk memenuhi kriteria definitif
Tidak termasuk kelornpok yg ditolak
Ditolak
Tegaknya diagnosis afternatif utk manifestasi
endokarditis, atau :
Manifestasi endokarditis menghilang dgn terapi
antibiotik selama > 4 hari, atau :
Tdk tdpt kelainan patologi saat operasi atau :
Otopsi stlh pemberian th/ antibiotik selama >4 hari

Komplikasi

Gagal jantung
Embolisasi
Manifestasi neurologis
Aneurisma mikotik

Terapi
Antibiotik
Operasi
Kornplikasi

PEMBERIAN ANTIBIOTIK
Tabel .1 : Terapi Antibiotik pd Endokarditis Infektif yg
disebabkan
Streptokokus viridians, S. Bovis, atau
Enterokokus pd
kasus yg tdk dpt menerima Betalaktam
ORGANISME
ANTIBLOTIK
DOSIS
FREKUENSI
LAMA
(PER/KGBB/HR)

(JAM)

(MINGGU)

40 mg I.V.

6-12

4-6

KATUP NATIF
Streptokokus

Vankomisin

Enterokokus

Vankomisin +
Gentamisin

40 mg I.V
3 mg I.M/ I.V

6-12
8

6
6

Streptokokus

Vankomisin +
Gentamisin

40 mg I.V.
3 mg I.M./I.V.

6-12
8

6
2

Enterokokus

Vankomisin
Gentamisin

40 mg I.V.
3 mg I.M./ I.V

6-12
8

6
6

KATUP
BUATAN

Tabel.2. Pemberian Antibiotik pd Endokarditis Infektif yg


disebabkan Streptokokus, S.bovis, atau Enterokokus
ORGANISME

ANTIBIOTIK

DOSIS (PER KG
BB/HARL)

FREKU
ENSI

LAMA
(MINGGU)

Streptokokus yg peka Penisilin G* atau


terhadap penisilin
Seftriakson +
(MIC 0,1 ug/mL) #
penisilin G* atau
Seftriakson +
Gentamisin

200.000 U I.V
100 mg I.V.
200.00 U I.V
100 mg I.V.
3 mg I.M./I.V.

4-6
24
4-6
24
8

4
4
2
2
2

Streptokokus relatif
resisten thdp PNC
(MIC >0,10-0,5 ug/mL)

300.00 U I.V
100 mg I.V.
3 mg I.M./I.V.

4-6
24
8

4
4
2

Penisifin G* atau
Seftriakson +
Gentamisin

Enterokokus
300.00 U I.V
4-6
4-6
Penisifin G* +
nutritionally variant
3 mg I.M./I.V.
8
4-6
Gentamisin
streptococci atau
streptokokus dgn
# Minimum inhibitoty concentration of PNC (MIC),
tingkat resisten tinggi
* Dpt diberikan ampisilin 300 mg/kgbb/ hr
trhdp PNC (MIC > 0,5
dibagi 4-6 jam sebagai alternatif PNC
ug/mL)

Utk Enterokokus yg resisten thdp PNC diberikan vankomsin atau


Aminoglikosida

Tabel.3. Pemberian Antiblotik pd E I yg disebabkan Stafilokokus


ORGANISME

ANTIBIOTIK

DOSIS (PER KGBB/HR)

FREK(JAM)

LAMA(MG)

Nafsilin atau
200 mg IM.
Oksasilin dgn/tanpa
Gentamisin
3 mg I.M. atau IV

4-6

3-5

Alergi beta-laktam

Sefazolin dgn/tanpa
Gentamisin atau
Vankomisin

100 mg IV
3 mg I.M.
40 mg IV

6-8
8
6-12

6
6
3-5

Resistensi
metisilin

Vankomisin

40 mg 3-5 IV

6-12

Nafsilin atau
Oksasilin
Sefazolin +
Rifampisin +
Gentamisin

200 mg IV

4-6

100 mg IV
20 mg p.o
3 mg I.M

6-8
8
8

6
6
2

Vankomisin +
Rifampisin +
Gentamisin

40 mg i.v
20 mg p.o
3 mg i.m atau i.v. 8

6-12
8
8

6
6
2

KATUP NATIF
Peka metisilin

KATUP BUATAN
Peka metisilin

Resisten metisilin

Tabel.4. Pemberian Antibiotik EI pada prosedur


Saluran
Urogenital dan Cerna
KEADAAN

OBAT

DOSIS

Risiko tinggi

Ampisilin +
Gentamisin

50 mg/kgbb I.V./I.M. (maks. 2 g)


1,5 mg/kgbb im./i.m. (maks.120 mg)
30 menit sebelum prosedur, 6 jam kemudian
ampisilin 25 mg/kgbb i.v./i.m. Atau
amoksisilin 25 mg/kg p.o.

Risiko tinggi
yg alergi
amoksisilin/
ampisilin

Vankomisin + 20 mg/kgbb I/V. selama 1-2 jam


Gentamisin
1,5 mg/kgbb I.V.
diberikan 30 menit sebelum prosedur

Risiko sedang

Amoksisilin/
Ampisilin

50 mg/kgbb p.o. 1 jam sebelum prosedur


50 mg/kgbb I.V / I.M.
diberikan 30 menit sebelum prosedur

Risiko sedang
yg alergi
amoksisilin/
Ampisilin

Vankomisin

20 mg/kgbb I.V. selama. 1-2 jam


diberikan 30 menit sebelum prosedur

Tabel .5. Pemberian Antiblotik EI pd tindakan Gigi, Mulut,


Saluran Nafas Atas, dan Prosedur Esofagus
Keadaan
Obat
Dosis
Profiklaksis
standar Tdk
dpt minum
obat Alergi
penisilin

Amoksisilin
Ampisilin
Klindamisin atau
Sefaleksin/
Sefadroksil

50 mg/kgbb p.o.
1 jam sebelum tindakan
50 mg/kgbb IVII.M.
30 menit sebelum tindakan
20 mg/kgbb IV.
selama 1-2 jam
50 mg/kgbb p.o. 1 jam sebelum tindakan

Atau
Azitromisin/
Klaritromisin
Alergi
Klindamisin
penisilin dan
Atau
tdk dpt minum Sefazolin
obat

15 mg/kgbb p.o. 1 jam sebelum tindakan

20 mg/kgbb I.V.
30 menit sebelum tindakan
25 mg/kgbb I.V./I.M
30 menit sebelum findakan

Operasi

Indikasi operasi
Berdasarkan gambaran ekokardiografi

Vegetasi

Vegetasi persisten setelah emboli sistemik


Vegetasi daun mitral anterior,
Trtma dgn ukuran > 10 mm
Kejadian emboli selarna 2 minggu pertama stlh
pemberian antibiotik
Kejadian emboli selama dan stlh terapi antibiotik
Peningkatan ukuran vegetasi stlh antibiotik 4
minggu th/ antibiotik

Operasi

Indikasi operasi
Berdasarkan gambaran
ekokardiografi

Disfungsi

katup

Insufisiensi mitral atau aorta akut disertai


gejala gagal jantung

Gagal jantung yg tdk berespons thdp th/


obat

Perforasi atau ruptur katup

Perluasan perivalvular

Ruptur atau fistula katup


Blok jantung baru
Abses luas atau abses yg bertambah
besar walaupun mendapat th/ antibiotik

Pencegahan

Kelainan

jantung yg direkomendasikan
mendapat antibiotik pencegahan
Risiko tinggi

Katup jantung buatan


Menderita El sebelumnya
PJB sianotik kompleks

(seperti TF, ventrikel tunggal, dan TAB). Shunt sistemik-paru

Resiko

sedang

Hampir semua PJB (selain yg di atas dan yg di bawah


ini):
Disfungsi katup didapat misal:
Penyakit jantung reumatik
Kardiomiopati hipertropik
Prolaps katup mitral dengan regurgitasi katup .

Prosedur gigi

Kelainan jantung yg tdk direkomendasikan


mendapat pemberian antibiotik pencegahan:

DSA sekundum
Operasi penutupan DSA, DSV atau DAP
Operasi bypass arteri koronaria sebelumnya
Prolaps katup mitral tanpa regurgitasi
Murmur fisiologik, fungsional, atau inosen
Menderita panyakit Kawasaki sebelumnya tanpa
disfungsi katup
Menderita penyakit demam reumatik sebelumnya
tanpa disfungsi katup.
Pemasangan pacemaker dan defibrillator jantung

Rekomendasi
pencegahan pada
Prosedur
gigi yg direkomendasikan
mendapat
prosedur
gigi:
antibiotik pencegahan:
Ekstraksi

gigi
Prosedur periodontal meliputi pembedahan, skeling, root
planing, probing, dan pemeliharaan
Penempatan dental implant dan reimplantasi gigi yg
avulsi
Instrumentasi endodontik (root canal) atau pembedahan
di atas apeks
Pemasangan fiber antibiotik subginggival
Pemasangan awal. orthodontic bands, ttp bukan bracket
Injeksi anestesi lokal intraligamenturn
Pembersihan pencegahan pd gigi atau implant apabila
terdapat perdarahan

Prosedur gigi yg tdk direkomendasi mendapat


antibiotik pencegahan:
Restorasi gigi (operasi atau prostodontik) dgn atau
tanpa retraction cord
Injeksi anestesi lokal (non-intraligamentum)
Perawatan endodontik intrakanal;
Pemasangan rubber dams
Pengangkatan jahitan postoperasi
Pemasangan prostodontik yang dilepas
(removable) atau piranti ortodontik
Pencetakan gigi
Terapi fluorid
Radiografi oral
Pemasangan piranti kawat gigi ortodontik
Pencabutan gigi primer

Tabel.6. Pemberian Antiblotik utk Pencegahan EI


Obat

Profilaksis

Profilaksis
standar
Tdk dpt minum
- obat

Amoksisilin

50 mg/kgbb p.o.
1 jam sebelum tindakan

Ampisilin

50 mg/kgbb IV/IM.
30 menit sebelum tindakan

Alergi penisilin

Klindamisin
atau
Sefaleksin /
Sefadroksil
Azitromisin /
kIaritromisin

20 mg/kgbb p.o.
1 jam sebelum tindakan
50 mg/kgbb p.o.
1 jam sebefum tindakan
15 mg/kgbb p.o.
1 jam sebelum tindakan

Alergi penisilin
dan tdk dpt
minum obat

Klindamisin
atau
Sefazolin

20 mg/kgbb I.V.
30 menit sebelum tindakan
25 mg/kgbb IV/IM.
30 menit sebelum tindakan

Penyuluhan terhadap orangtua

Setelah diagnosis kelainan jantung


ditegakkan, rujuk ke dokter gigi pd saat :

Periode erupsi gigi pertama (usia 6-12 bulan)


Pemeriksaan rutin gigi setiap 6-12 bulan

Jika akan dilakukan operasi thdp kelainan


jantung

Dilakukan evaluasi prabedah jantung:


1-2 bulan sebelum dilakukan bedah jantung,
utk mengurangi risiko terjadinya endokarditis
infektif

Dr.H. Abdul Razak D, Sp. A

Pemeriksaan fisik

Osler's nodes
Benjolan kecil yg lembut, berwarna kebiru-biruan
atau kadang-kadang merah atau merah muda,
terjadi biasanya di bantalan jari atau jari kaki
Splinter hemorhage
Bentuk perdarahan kecil vertikal dibawah kuku
Roth's spot
Perdarahan retina dgn bgn tengah pucat yg tdd
bekuan fibrin ( dpt dilihat dgn fundoscopy /
ophthalmoscope
Lesi janeway

Lesi kecil berwarna kemerahan atau perdarahan pd


macular atau Lesi yg nodular pd telapak tangan
atau tapak kaki