Anda di halaman 1dari 3

Nama

Nim
Prodi
Asal

: Konradus Joko
: G1C215027
: DIV Analis Kesehatan ( jalur khusus) UNIMUS Tahun Akademik 2015/2016
: Nusa Tenggara Timur

Apa itu Pemantapan Mutu Laboratorium Kesehatan dan Mengapa harus melakukan
Pemantapan Mutu Laboratorium Kesehatan?

Pemantapan mutu (quality assurance) laboratorium adalah semua kegiatan yang


ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Kegiatan
ini terdiri atas empat komponen penting, yaitu : pemantapan mutu internal (PMI),
pemantapan mutu eksternal (PME), verifikasi, validasi, audit, dan pendidikan dan pelatihan.
1. Pemantapan Mutu Internal (PMI)
Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang
dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil
pemeriksaan yang tepat. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan proses, yaitu praanalitik, analitik dan paska analitik.
Beberapa kegiatan pemantapan mutu internal antara lain : persiapan penderita,
pengambilan dan penanganan spesimen, kalibrasi peralatan, uji kualitas air, uji
kualitas reagen, uji kualitas media, uji kualitas antigen-antisera, pemeliharaan strain
kuman, uji ketelitian dan ketepatan, pencatatan dan pelaporan hasil.
2. Pemantapan Mutu Eksternal (PME)
PME adalah kegiatan pemantapan mutu yang diselenggaralan secara periodik
oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai
penampilan suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu. Penyelenggaraan
PME dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional dan diikuti oleh
semua laboratorium, baik milik pemerintah maupun swasta dan dikaitkan dengan
akreditasi laboratorium kesehatan serta perizinan laboratorium kesehatan swasta.
PME harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan yang biasa
dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan dengan
reagen/peralatan/metode yang biasa digunakan sehingga benar-benar dapat
mencerminkan penampilan laboratorium tersebut yang sebenarnya. Setiap nilai yang
diperoleh dari penyelenggara harus dicatat dan dievaluasi untuk mempertahankan
mutu pemeriksaan atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu
pemeriksaan.
3. Verifikasi

Verifikasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya


kesalahan dalam melakukan kegiatan laboratorium mulai dari tahap pra-analitik,
analitik sampai dengan pasca-analitik. Setiap tahapan tersebut harus dipastikan selalu
berpedoman pada mutu sesuai dengan bakuan mutu yang ditetapkan.
4. Validasi hasil
Validasi hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk memantapkan kualitas
hasil pemeriksaan yang telah diperoleh melalui pemeriksaan ulang oleh laboratorium
rujukan. Validasi dapat mencegah keragu-raguan atas hasil laboratorium yang
dikeluarkan.
5. Audit
Audit adalah proses menilai atau memeriksa kembali secara kritis berbagai
kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium. Audit ada dua macam, yaitu audit
internal dan audit eksternal.
Audit internal dilakukan oleh tenaga laboratorium yang sudah senior.
Penilaian yang dilakukan haruslah dapat mengukur berbagai indikator penampilan
laboratorium, misalnya kecepatan pelayanan, ketelitian laporan hasil pemeriksaan
laboratorium dan mengidentifikasi titik lemah dalam kegiatan laboratorium yang
menyebabkan kesalahan sering terjadi.
Audit eksternal bertujuan untuk memperoleh masukan dari pihak lain di luar
laboratorium atau pemakai jasa laboratorium terhadap pelayanan dan mutu
laboratorium. Pertemuan antara kepala-kepala laboratorium untuk membahas dan
membandingkan berbagai metode, prosedur kerja, biaya dan lain-lain merupakan
salah satu bentuk dari audit eksternal.
6. Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan pelatihan bagi tanaga laboratorium sangat penting untuk
meningkatkan mutu pelayanan laboratorium melalui pendidikan formal, pelatihan
teknis, seminar, workshop, simposium, dsb. Kegiatan ini harus dilaksanakan secara
berkelanjutan dan dipantau pelaksanaannya.
Kesimpulan
Melakukan pemantapan mutu terhadap laboratorium kesehatan memang
sangat penting atau sangat dibutuhkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak,
menyangkut keselamtan atau hidup dan kehidupan seseorang yang membutuhka
pelayanan pemeriksaan laboratorium..
Hasil pemeriksaan laboratorium yang baik atau yang bermutu atau yang
berkualitas akan membawa dampak yang baik dalam proses pengobatan dan
kesembuhan seseorang atau paling tidak hasil yang dikeluarkan tidak menimbulkan
kebingungan bagi klinisi. Sebaliknya hasil pemeriksaan laboratorium yang asal-asalan
atau tidak bermutu atau tidak berkualitas akan membawa dampak buruk pula terhadap
proses pengobatan atau proses kesembuhan seseorang, mengingat pemeriksaan

laboratorium merupakan penunjang dan bahkan merupakan penegak dalam


pendiagnosaan sehingga diharapkan hasil pemeriksaan laboratorium itu benar-benar
valid sehingga tidak menimbulkan kebingungan pihak klinisi oleh karena
ketidaksingkronan.