Anda di halaman 1dari 310

• Siti Kalsum • Poppy K. Devi

• Masmiami • Hasmiati Syahrul

KIMIA

2

SMASMASMASMASMA dandandandandan MAMAMAMAMA KelasKelasKelasKelasKelas XIXIXIXIXI

MAMAMAMAMA KelasKelasKelasKelasKelas XIXIXIXIXI PUSAT PERBUKUAN Departemen Pendidikan Nasional Hukum Dasar

PUSAT PERBUKUAN

Departemen Pendidikan Nasional

Hukum Dasar Kimia

1

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional dilindungi Undang-undang

K I M I A 1

Kelas X SMA dan MA

K I M I A 2

SMA dan MA Kelas XI

Penulis

:

Siti Kalsum

Penelaah

:

Poppy K. Devi Masmiami Hasmiati Syahrul Liliasari

Editor

:

Lilis Suryani

Desain Sampul

:

Guyun Slamet

Ilustrator

:

Beni

Perwajahan

:

Beni

Ukuran Buku

:

17,5 x 25 cm

540.7

SIT

SITI Kalsum

k

Kimia 2 : Kelas XI SMA dan MA / penulis, Siti Kalsum…[et al] ; editor, Lilis Suryani ; ; illustrator, Beni.

— Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009 vii, 296 hlm. : ilus. ; 25 cm.

Bibliografi : hlm. 293-294 Indeks ISBN 978-979-068-725-7 (nomor jilid lengkap) ISBN 978-979-068-728-8

1. Kimia-Studi dan Pengajaran

II. Lilis Suryani

III. Beni

I. Judul

Hak Cipta Buku ini dibeli Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit PT. Remaja Rosdakarya

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahu 2009

Diperbanyak oleh

iiKimia Kelas X SMA dan MA

K A T A

S A M B U T A N

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan

Hukum Dasar Kimia

iii

KATA

PENGANTAR

Ilmu Kimia merupakan salah satu pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Melalui belajar kimia dapat dikembangkan keterampilan intelektual dan psikomotor yang dilandasi sikap ilmiah. Keterampilan intelektual yang menyangkut keterampilan berpikir rasional, kritis, dan kreatif dapat dikembangkan melalui belajar yang tidak lepas dari aktivitas membaca. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penulis mencoba untuk membuat buku Kimia SMA ini.

Materi kimia di dalam buku ini disajikan melalui cara yang mudah dipahami siswa dengan contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah kimia dalam kehidupan sehari-hari. Untuk membantu siswa dalam pencapaian kompetensi dasar kimia, pada setiap bab disajikan bagan konsep yang menggambarkan konsep-konsep inti pada materi , deskripsi materi, kegiatan yang sederhana tetapi dapat meningkatkan keterampilan proses bagi siswa, info kimia, rangkuman, kata kunci, contoh soal, serta latihan soal bentuk pilihan ganda dan uraian. Selain itu dilengkapi dengan tugas yang dapat digunakan untuk penilaian portofolio.

Penggunaan buku kimia ini dalam belajar adalah untuk melatih siswa berpikir rasional, kritis, dan kreatif dalam memecahkan masalah dalam IPA.

Buku ini ditulis oleh beberapa penulis yang sudah berpengalaman mengajar dan menulis buku Kimia serta mengacu pada referensi yang bersifat internasional dan terkini. Harapan penulis, mudah-mudahan buku ini dapat membantu siswa belajar dan membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya untuk memotivasi siswa belajar Ilmu Kimia dan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu dalam memajukan bangsa dan negara.

Akhirnya kami menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pengguna buku ini. Untuk meningkatkan kualitas buku ini, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

ivKimia Kelas X SMA dan MA

Bandung, Juni 2007

Penulis

DAFTAR

ISI

KATAKATAKATAKATAKATA SAMBUTANSAMBUTANSAMBUTANSAMBUTANSAMBUTAN

iii

KATAKATAKATAKATAKATA PENGANTARPENGANTARPENGANTARPENGANTARPENGANTAR

iv

DAFTARDAFTARDAFTARDAFTARDAFTAR ISIISIISIISIISI

v

BAB I

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

1

A. Teori Atom Bohr dan Teori Mekanika Kuantum

3

B. Bilangan Kuantum dan Bentuk Orbital

4

C. Konfigurasi Elektron

9

D. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur pada Tabel Periodik

14

E. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Bilangan Kuantum dan Letak dalam Tabel Periodik

15

Rangkuman

17

Evaluasi Akhir Bab

18

BAB II

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

23

A. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan Elektron Bebas

25

B. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Hibridisasi

32

C. Gaya Antarmolekul

36

Rangkuman

40

Evaluasi Akhir Bab

41

BAB III

Termokimia

47

A. Sistem dan Lingkungan

49

B. Perubahan Entalpi

50

C. Penentuan ÐH Reaksi

54

D. Kalor Pembakaran

64

E. Dampak Pembakaran Bahan Bakar yang Tidak Sempurna

66

Rangkuman

67

Evaluasi Akhir Bab

68

BAB IV

Laju Reaksi

73

A. Konsentrasi Larutan

75

B. Konsep Laju Reaksi

77

C. Persamaan Laju Reaksi dan Orde Reaksi

83

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

87

E. Teori Tumbukan

93

Rangkuman

97

Evaluasi Akhir Bab

98

Hukum Dasar Kimia

v

BAB V

Kesetimbangan Kimia

105

 

A. Reaksi Kesetimbangan

107

B. Reaksi Kesetimbangan Homogen dan Reaksi Kesetimbangan Heterogen

110

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan

111

D. Konstanta Kesetimbangan

119

Rangkuman

128

Evaluasi Akhir Bab

129

Soal Evaluasi Semester I

135

BAB

VI

Teori Asam-Basa

145

 

A. Teori Asam dan Basa Arrhenius

147

B. Teori Asam-Basa Bronsted dan Lowry

152

C. Teori Asam-Basa Lewis

156

Rangkuman

158

Evaluasi Akhir Bab

159

BAB VII

pH Larutan Asam-Basa

163

A. Penentuan pH Larutan dengan Indikator

165

B. Konstanta Ionisasi Asam dan Basa

167

C. Perhitungan pH Larutan

174

D. Trayek pH Indikator

179

Rangkuman

182

Evaluasi Akhir Bab

183

BAB VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa

187

 

A. Reaksi Penetralan

189

B. Titrasi Asam-Basa

190

C. Grafik Titrasi Asam-Basa

192

D. Perhitungan Jumlah Pereaksi atau Hasil Reaksi melalui Reaksi Penetralan atau Titrasi

194

E. Penerapan Titrasi Asam-Basa

196

Rangkuman

197

Evaluasi Akhir Bab

198

BAB IX

Larutan Penyangga

203

A. Larutan Penyangga dan Pembentuknya

205

B. pH Larutan Penyangga

209

C. Pengaruh Pengenceran dan Penambahan Sedikit Asam atau Basa pada Larutan Penyangga

212

D. Kegunaan Larutan Penyangga

214

 

215

 

Rangkuman Evaluasi Akhir Bab

216

vi

Kimia Kelas X SMA dan MA

BAB X

Hidrolisis Garam

219

 

A. Ciri-Ciri Garam yang Terhidrolisis

221

B. Hubungan K h , K w dengan [OH ] atau [H + ] Larutan Garam yang Terhidrolisis

224

Rangkuman

230

Evaluasi Akhir Bab

230

BAB XI

Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

233

A. Kesetimbangan Kelarutan

235

B. Hasil Kali Kelarutan

237

C. Penentuan Kelarutan Zat Berdasarkan K sp atau Sebaliknya

238

D. Pengaruh Penambahan Ion Senama terhadap Kelarutan

240

E. Hubungan Harga K sp dan pH

242

F. Memperkirakan Terbentuknya Endapan Berdasarkan K sp

243

Rangkuman

247

Evaluasi Akhir Bab

247

BAB XII

Koloid

251

A. Pengertian Koloid

253

B. Macam-Macam Koloid

254

C. Sifat-Sifat Koloid

256

D. Pembuatan Koloid

262

E. Koloid Pencemar Lingkungan

266

Rangkuman

268

Evaluasi Akhir Bab

269

Soal Evaluasi Semester II

273

Lampiran 1 : Tabel Unsur

279

Lampiran 2 : Sifat Fisik Unsur

281

Lampiran 3 : Tetapan Kimia

282

Lampiran 4 : Kunci Jawaban Soal Evaluasi Akhir Bab

285

GLOSARIUM

287

Daftar Pustaka

293

INDEKS

295

Hukum Dasar Kimia

vii

Kimia Kelas X SMA dan MA

Bab I

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

Model atom Rutherford Model atom Schrodinger Model atom Bohr
Model atom Rutherford
Model atom Schrodinger
Model atom Bohr

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2005

Teori atom berkembang mulai dari teori atom Rutherford, Bohr, sampai teori atom yang dikemukakan oleh Schrodinger yang dikenal sebagai teori atom mekanika kuantum.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat :

1. menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum,

2. menentukan bilangan kuantum dan bentuk-bentuk orbital,

3. menjelaskan kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum,

4. menyusun konfigurasi elektron berdasarkan prinsip Aufbau, aturan Hund, dan azas larangan Pauli,

5. menentukan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron.

Teori Teori Atom Atom Bohr Bohr dan dan Mekanika Mekanika Kuantum Kuantum

1

1

PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP

PETA KONSEP

PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
Teori Atom Bohr berkembang menjadi Teori Mekanika Kuantum menjelaskan Bilangan Kuantum terdiri dari Bilangan
Teori Atom Bohr
berkembang menjadi
Teori Mekanika Kuantum
menjelaskan
Bilangan
Kuantum
terdiri dari
Bilangan
Kuantum
Bilangan
Kuantum
Bilangan Kuantum
Bilangan
Kuantum
Utama
Azimut
Magnetik
Spin
menunjukkan
menunjukkan
menunjukkan
menunjukkan
Kulit
Perputaran
Sub Kulit
Elektron
Orbital
Elektron
Elektron
menyusun
Konfigurasi Elektron
berdasarkan
Prinsip
Aufbau
Larangan Pauli
Aturan
Hund
digambarkan dalam
Diagram
Elektron
dapat menggambarkan
Letak Unsur pada Tabel Periodik

2 Kimia Kelas XI SMA dan MA

M enurut Rutherford, atom terdiri atas inti atom dan elektron. Pada inti terdapat proton dan neutron. Inti atom bermuatan positif, sedangkan elektronnya

bermuatan negatif dan bergerak mengelilingi inti. Teori ini ternyata ada kelemahannya. Pada tahun 1913, teori ini dilengkapi oleh Niels Bohr sehingga muncul teori atom Bohr. Menurut teori atom Bohr, atom terdiri atas inti atom yang merupakan pusat massa atom dan muatan inti, sedangkan elektron berputar mengelilingi inti pada lintasan tertentu dan dapat berpindah dari lintasan yang satu ke lintasan yang lainnya. Teori atom Bohr hanya dapat menjelaskan spektrum atom hidrogen, setelah itu muncullah teori-teori baru tentang atom yang dikemukakan oleh Louis de Broglie, Schrodinger, dan Heisenberg yang dikenal dengan teori atom mekanika kuantum. Pada bab ini akan dibahas tentang teori atom mekanika kuantum, bilangan kuantum, bentuk orbital, konfigurasi elektron, diagram elektron, dan hubungan konfigurasi elektron unsur dengan tempatnya dalam tabel periodik.

A. Teori Atom Bohr dan Teori Mekanika Kuantum

Pada tahun 1913, Niels Bohr mengajukan suatu model atom untuk mengatasi kelemahan dari model atom Rutherford. Bohr melakukan serangkaian percobaan atas dasar postulat Planck tentang cahaya dan spektrum hidrogen yang terdiri dari garis-garis. Menurut Planck cahaya merupakan paket energi yang nilainya bergantung pada frekuensi gelombangnya serta hidrogen dapat menyerap dan memancarkan cahaya dengan energi tertentu. Dari keduanya lahirlah teori atom Bohr yang menyatakan:

1. Elektron dalam atom mempunyai tingkat energi tertentu atau elektron bergerak mengelilingi inti dalam lintasan tertentu.

2. Pada lintasannya elektron tidak menyerap atau memancarkan energi.

3. Elektron dapat pindah dari satu tingkat ke tingkat energi yang lain. Jika elektron pindah ke tingkat energi yang lebih tinggi elektron tersebut dikatakan dalam keadaan tereksitasi.

Teori atom Bohr ini belum mampu menjelaskan atom-atom berelektron banyak. Spektrum garis hidrogen ternyata terdiri atas garis-garis kecil yang sangat berdekatan. Para ahli berusaha memecahkan masalah ini. Pada tahun 1923 Louis de Broglie mengemukakan bahwa semua materi memiliki sifat gelombang dan setiap partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang tertentu. Elektron yang bergerak mengelilingi inti, gerakannya seperti sebuah gelombang, keberadaan dalam lintasannya tidak pasti. Hal ini tidak sesuai dengan yang dikemukakan Bohr yaitu elektron bergerak pada lintasan tertentu.

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

3

Pada tahun 1926 Erwin Schrodinger dan Werner Heisenberg mengemukakan teori bahwa lokasi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah daerah kemungkinan keberadaan elektron. Oleh karena keberadaan elektron diperkirakan dengan mekanika kuantum maka teori ini disebut

teori atom mekanika kuantum.

B. Bilangan Kuantum dan Bentuk Orbital

Pada teori atom mekanika kuantum, untuk menggambarkan posisi elektron digunakan bilangan-bilangan kuantum. Daerah kemungkinan elektron berada disebut orbital. Orbital memiliki bentuk yang berbeda-beda. Untuk memahami bilangan kuantum dan bentuk-bentuk orbital perhatikan uraian berikut.

1. Bilangan Kuantum

Schrodinger menggunakan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l), dan bilangan kuantum magnetik (m). Ketiga bilangan kuantum tersebut menjelaskan tingkat energi, bentuk, dan orientasi elektron di dalam orbital. Selain ketiga bilangan kuantum tersebut ada bilangan kuantum spin (s) yang menunjukkan perputaran elektron pada sumbunya.

a. Bilangan Kuantum Utama

Bilangan kuantum utama memiliki lambang n. Harga n melambangkan tingkat energi elektron atau kulit elektron. Harga n untuk berbagai kulit elektron yaitu sebagai berikut. Elektron pada kulit ke-1, memiliki harga n = 1. Elektron pada kulit ke-2, memiliki harga n = 2. Elektron pada kulit ke-3, memiliki harga n = 3. Elektron pada kulit ke-4, memiliki harga n = 4.

b. Bilangan Kuantum Azimut

Bilangan kuantum azimut memiliki lambang l. Bilangan kuantum azimut menyatakan tingkat energi elektron pada subkulit. Subkulit elektron mempunyai lambang s, p, d, f. Huruf-huruf tersebut berasal dari kata sharp (s), principal (p), diffuse (d), dan fundamental (f) yang diambil dari nama-nama seri spektrum unsur.

Harga l untuk berbagai subkulit yaitu sebagai berikut. Elektron pada subkulit s memiliki harga l = 0 Elektron pada subkulit p memiliki harga l = 1 Elektron pada subkulit d memiliki harga l = 2 Elektron pada subkulit f memiliki harga l = 3

4 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Hubungan harga n dengan l adalah harga l mulai dari 0 sampai dengan n-1.

Contoh:

Jika n = 1 maka l = 0. Jika n = 2 maka l = 0, 1. Jika n = 3 maka l = 0, 1, 2. Jika n = 4, maka l = 0, 1, 2, 3.

c. Bilangan Kuantum Magnetik

Bilangan kuantum magnetik memiliki lambang m yang menunjukkan arah orbital elektron. Bilangan kuantum magnetik menyatakan jumlah orbital pada subkulit elektron. Bilangan kuantum ini bernilai negatif, nol, dan positif. Secara matematika harga m dapat ditulis mulai dari -l sampai dengan +l. Harga m untuk berbagai l atau subkulit dapat dilihat pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1 Harga m untuk berbagai subkulit

Subkulit

Harga lllll

Harga m

Jumlah Orbital

 

s0

0

1

p

1

–1, 0, +1

3

d

2

–2, –1, 0, +1, +2

5

f

3

–3, –2, –1, 0, +1, +2, +3

7

Harga bilangan kuantum n, l, dan m untuk berbagai bilangan kuantum dapat digambarkan seperti Tabel 1.2.

Tabel 1.2 Harga bilangan kuantum n, l, dan m untuk berbagai bilangan kuantum

Nama Bilangan

Lambang

 

Harga Bilangan Kuantum

Kuantum

 

Utama

n

12

 

3

 
  0 1 2
  0 1 2
0 1 2
0
1
2

Azimut

l

00

1

n 12   3   0 1 2 Azimut l 00 1 Magnetik m 0 0
n 12   3   0 1 2 Azimut l 00 1 Magnetik m 0 0

Magnetik

m

0

0

-1, 0, +1

0

-1, 0, +1

-2, -1, 0, +1, +2

d. Bilangan Kuantum Spin

Elektron dalam orbital tidak hanya bergerak di sekitar inti tetapi berputar pada sumbunya. Perhatikan Gambar 1.1.

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

5

S

S

S S S U 1 m s = + 2 Arah medan luar U S m
S U 1 m s = + 2
S
U
1
m s = +
2
S S S U 1 m s = + 2 Arah medan luar U S m

Arah

medan luar

S S S U 1 m s = + 2 Arah medan luar U S m
U S m s = – 1 2
U
S
m s = – 1
2
S S S U 1 m s = + 2 Arah medan luar U S m

U

Magnet eksternal

U

Magnet eksternal

Sumber: Ebbing, General Chemistry

Bilangan kuatum spin dengan lambang s, menyatakan arah per- putaran elektron pada sumbunya. Bilangan kuantum suatu elektron

di dalam orbital dapat memiliki harga

spin +

, tetapi berdasarkan

kesepakatan para tokoh kimia, untuk elektron pertama di dalam orbital harga

spinnya = +

1 dan – 1 2 2
1
dan – 1
2
2
1 . 2
1
.
2

Gambar 1.1 Perputaran elektron pada sumbunya

Berdasarkan harga bilangan kuantum dapat ditentukan berapa jumlah elektron maksimum yang dapat menempati subkulit dan kulit. Perhatikan Tabel 1.3.

Tabel 1.3 Harga masing-masing bilangan kuantum

         

Maksimum

Maksimum

Kulit

lllll

n m

 

s

elektron dalam

elektron dalam

 

subkulit

kulit

         

1

 

1

     

K

1 0(1s)

0

 

+

2

2

 

2

,

2

L

2

0(2s)

0

 

+

1 , 2
1
,
2

1 2
1
2

2

 

1(2p)

–1, 0, +1

1 2
1
2

± untuk setiap m

6

8

         

1

 

1

     

M

3

0(3s)

0

 

+

2

 

2

,

2

1(3p)

–1,0,+1

1 2
1
2

± untuk setiap m

6

18

2(3d)

–2,–1,0,+1,+2

1 2
1
2

± untuk setiap m

10

           

,

1

2

 

2 1 2

 

N

4

0(4s)

0

 

+

 

1(4p)

–1,0,+1

1 2
1
2

± untuk setiap m

6

2(4d)

–2,–1,0,+1,+2

1 2
1
2

± untuk setiap m

10

32

 

1

 

3(4f)

–3,–2,–1,0,+1,+2,+3

2

± untuk setiap m

14

           

1 1

       

a

0(as)

0

 

+

2

 

,

2 2

a-1

l sampai +l

1 2
1
2

± untuk setiap m

4l + 2

2a 2

6 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Sumber: Ebbing, General Chemistry

Bagaimana cara menentukan harga bilangan kuantum? Perhatikan contoh soal berikut!

Contoh Soal

1. Tentukan harga bilangan kuantum n, l, m dari elektron-elektron pada subkulit 3p.

Penyelesaian:

3p

nomor kulit

Nomor kulit

= Bilangan kuantum m =

Subkulit

=

-1, 0, +1

p

3

n

l

= 3

= 1

subkulit

elektron

Jadi, elektron-elektron pada subkulit 3p memiliki harga n = 3, l = 1, m = -1, 0, +1

2. Tentukan subkulit dan kulit dari elektron yang memiliki harga bilangan kuantum n = 2, l = 0, m = 0.

Penyelesaian:

n = 2

elektron pada kulit ke-2

l = 0

elektron pada subkulit s

Latihan 1.1

Latihan 1.1

Selesaikan soal-soal berikut!

1. Tentukan harga bilangan kuantum n, l, dan m untuk elektron-elektron yang berada pada orbital atau subkulit 2s dan 3p.

2. Suatu elektron mempunyai harga bilangan kuantum n = 2, l = 1, dan m = +1. Terletak pada orbital atau subkulit mana elektron tersebut?

3. Elektron terakhir suatu atom menempati subkulit 3d, tentukan harga keempat bilangan kuantum dari elektron tersebut!

2. Bentuk Orbital

Elektron-elektron bergerak pada setiap orbitalnya. Orbital-orbital mempunyai bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan arah gerakan elektron di dalam atom. Bentuk berbagai orbital adalah sebagai berikut.

a.

Orbital s 1s
Orbital s
1s

2s

Sumber: Ebbing, General Chemistry

Perhatikan Gambar 1.2. Orbital s digambarkan berbentuk bola dengan inti sebagai pusat.

Gambar 1.2 Bentuk orbital s

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

7

b. Orbital p

Orbital p terdiri atas 3 orbital, masing-masing berbentuk balon terpilin dengan arah dalam ruang sesuai dengan sumbu x, y, dan z. Perhatikan Gambar 1.3!

z z z x x x y y y
z
z
z
x
x
x
y
y
y

p x

Gambar 1.3 Bentuk orbital p

c. Orbital d

p y

Bentuk orbital d terdiri atas lima orbital yaitu

Perhatikan Gambar 1.4.

p z

Sumber: Ebbing, General Chemistry

, , , d x 2 –y 2 d xz d z 2
,
,
,
d x 2 –y 2
d xz
d z 2

, danEbbing, General Chemistry , , , d x 2 –y 2 d xz d z 2

. d yz
.
d yz
z z z x x x y y y
z
z
z
x
x
x
y
y
y

orbital

2 d x 2 – y
2
d x 2 – y

orbital

d xz
d xz

orbital

d z 2
d z 2
z z x x y y
z
z
x
x
y
y

orbital

d xy
d xy

Gambar 1.4 Bentuk orbital d

orbital

d yz
d yz

8 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Sumber: General Chemistry

C. Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron merupakan distribusi elektron-elektron di dalam orbital- orbital suatu atom. Distribusi elektron didasarkan pada tingkat-tingkat energi dari orbital. Konfigurasi elektron harus memenuhi berbagai aturan atau prinsip. Berikut ini dijelaskan beberapa aturan atau prinsip tentang konfigurasi elektron.

1. Prinsip Aufbau

Subkulit atau orbital-orbital elektron mempunyai tingkat energi yang berbeda. Tingkat-tingkat energi dan subkulit elektron dari periode ke-1 sampai ke-7 digambarkan seperti Gambar 1.5(a). Menurut Aufbau, elektron dalam atom sedapat mungkin memiliki energi yang terendah maka berdasarkan urutan tingkat energi orbital, pengisian konfigurasi elektron dimulai dari tingkat energi yang paling rendah ke tingkat energi yang tertinggi. Cara pengisian elektron pada subkulit dapat digambarkan seperti Gambar

1.5(b).

5f
5f

7s

6s

6p

5d

4f

5p

4d

5s

4s

4p 3d
4p
3d

3p

3s

2p

2s

1s

(a)

Gambar 1.5

n = 7

n

= 6

n

n

n

n

n

= 5

= 4

= 3

= 2

= 1

1s 2s 2p 3s 3p 3d 4s 4p 4d 4f 5s 5p 5d 5f 6s
1s
2s
2p
3s
3p
3d
4s
4p
4d
4f
5s
5p
5d
5f
6s
6p
6d
7s
7p

(b)

Sumber: Ebbing, General Chemistry

(a)

Tingkat-tingkat energi subkulit elektron periode ke-1 sampai ke-7

(b)

Cara distribusi elektron pada subkulit

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

9

Urutan subkulit dari energi terendah sampai tertinggi yaitu sebagai berikut. 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p, 6f, 7d

Contoh:

Konfigurasi elektron dari atom-atom 2 He, 3 Li, 7 N, 11 Na, 18 Ar, 22 Ti, dan 26 Fe adalah sebagai berikut.

Tabel 1.4 Konfigurasi elektron dari beberapa atom

Lambang Unsur

Nomor Atom

Elektron

Konfigurasi Elektron

2

He

2

2

1s

2

3

Li

3

3

1s 2 2s 1

7

N

7

7

1s 2 2s 2 2p 3

11

Na

11

11

1s 2 2s 2 2p 6 3s 1

18

Ar

18

18

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6

22

Ti

22

22

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 2

26

Fe

26

26

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 6

Prinsip Aufbau adalah:

Sumber: Ebbing, General Chemistry

Elektron-elektron dalam suatu atom selalu berusaha menempati subkulit yang tingkat energinya rendah. Jika subkulit yang tingkat energinya rendah sudah penuh, baru elektron berikutnya akan mengisi subkulit yang tingkat energinya lebih tinggi.

2. Prinsip Eksklusi atau Prinsip Larangan Pauli

Helium memiliki dua elektron yang terletak pada orbital yang sama. Kedua elektron memiliki harga bilangan kuantum n, l, dan m yang sama, tetapi bilangan

1 kuantum s berbeda yaitu + dan – 1 . Harga bilangan kuantum masing-masing 2
1
kuantum s berbeda yaitu +
dan – 1
. Harga bilangan kuantum masing-masing
2
2
1
elektron pada He adalah: n = 1, l = 0, m = 0, s = +
dan n = 1, l = 0, m = 0, s = – 1
.
2
2

Atas dasar pengamatan ini ahli fisika Austria Wolfgang Pauli merumuskan suatu prinsip yang dikenal dengan prinsip eksklusi atau larangan Pauli. Prinsip larangan Pauli adalah:

Tidak ada dua elektron di dalam atom memiliki empat bilangan kuantum yang sama.

10 Kimia Kelas XI SMA dan MA

3. Aturan Hund

Konfigurasi elektron dapat pula ditulis dalam bentuk diagram orbital. Contoh diagram orbital yaitu:

1s 2s 2p
1s
2s
2p

Elektron-elektron di dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk tidak berpasangan. Elektron-elektron pada subkulit akan berpasangan setelah semua orbital terisi satu elektron. Misalnya konfigurasi elektron pada diagram orbital dari unsur O dengan nomor atom 8 adalah:

bukan 1s 2 2s 2 2p 4 1s 2 2s 2 2p 4
bukan
1s 2
2s 2
2p 4
1s 2
2s 2
2p 4

Aturan pengisian elektron tersebut sesuai dengan aturan Hund. Aturan Hund menyatakan:

Pada subkulit yang orbitalnya lebih dari satu, elektron-elektron akan mengisi dulu semua orbital, sisanya baru berpasangan.

Contoh Soal

Buat konfigurasi elektron dan diagram orbital dari titanium, besi, nikel, dan tembaga dengan nomor atom berturut-turut 22, 26, 28, dan 29!

Penyelesaian:

22

Ti

:

26 Fe :

28

Ni

:

29 Cu :

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 2
1s 2
2s 2
2p 6
3s 2
3p 6
4s 2
3d 2

1s 2

2s 2

2p 6

3s 2

3p 6

4s 2

3d 6

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 8
1s 2
2s 2
2p 6
3s 2
3p 6
4s 2
3d 8

1s 2

2s 2

2p 6

3s 2

3p 6

4s 2

3d 9

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

11

Konfigurasi elektron dan diagram orbital dari beberapa atom dapat dilihat pada Tabel 1.5.

Tabel 1.5 Konfigurasi elektron dan diagram orbital dari beberapa atom

Atom Nomor Diagram Orbital Atom Konfigurasi Elektron 1s 2s 2p 3s 3p 4s H 1
Atom
Nomor
Diagram Orbital
Atom
Konfigurasi Elektron
1s
2s
2p
3s
3p
4s
H
1
1s 1
He
2
1s 2
Li
3
1s 2 2s 1
Be
4
1s 2 2s 2
B
5
1s 2 2s 2 2p 1
C
6
1s 2 2s 2 2p 2
N
7
1s 2 2s 2 2p 3
O
8
1s 2 2s 2 2p 4
F
9
1s 2 2s 2 2p 5
Ne
10
1s 2 2s 2 2p 6
Na
11
1s 2 2s 2 2p 6 3s 1
Mg
12
1s 2 2s 2 2p 6 3s 2
Al
13
1s 2 2s 2
2p 6 3s 2 3p 1
Si
14
1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 2
P
15
1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 3
S
16
1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 4
Cl
17
1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 5
Ar
18
1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6
K
19
1s 2 2s 2
2p 6 3s 2 3p 6 4s 1
Ca
20
1s 2 2s 2
2p 6 3s 2 3p 6 4s 2

Catatan:

Untuk orbital yang berisi 2 elektron atau berpasangan (

dan yang berisi 1 elektron (

Penulisan konfigurasi elektron suatu atom dapat disingkat dengan menuliskan lambang atom golongan VIIIA pada periode sebelumnya diikuti konfigurasi sisanya.

) disebut orbital penuh

diikuti konfigurasi sisanya. ) disebut orbital penuh ) disebut orbital setengah penuh. Contoh: 8 O 1

) disebut orbital setengah penuh.

Contoh:

8 O

17

23

Cl

V

:

:

:

2

1s

1s 2

1s 2

2s

2s

2s

2

2

2

2p

2p

2p

4

6

6

3s

3s

2

2

3p

3p

5

6

4s 2

3d 3

ditulis 8 O ditulis 17 Cl ditulis 23 V

:

:

:

(He) 2s 2 2p 4

(Ne) 3s 2 (Ar) 4s 2

3p

3d

5

3

12 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Ada konfigurasi elektron yang tidak sesuai dengan aturan, misalnya pada Cr dan Cu. Hal ini menggambarkan sifat unsur-unsur tersebut dan berkaitan dengan kestabilan elektron pada konfigurasinya. Berdasarkan hal tersebut, konfigurasi elektron ada yang mempunyai orbital penuh dan orbital setengah penuh, kedua konfigurasi ini relatif lebih stabil.

Contoh:

Cr : (Ar)3d 4 4s 2 : 24 : (Ar) 3d 5 4s 1 :
Cr
:
(Ar)3d 4 4s 2 :
24
:
(Ar) 3d 5 4s 1 :
29 Cu :
(Ar) 3d 9 4s 2 :
:
(Ar)
3d 10 4s 1 :

tidak stabil

orbital

setengah penuh

tidak stabil

lebih stabil karena orbital penuh

lebih

stabil

karena

Latihan 1.2

Latihan 1.2

Selesaikan soal-soal berikut!

1. Tulis konfigurasi elektron dari atom-atom unsur: 5 B, 9 F, 14 Si, 19 K, 28 Mn, 30 Zn,

35 Br, 47 Ag, 78 Pt.

2. Gambarkan diagram orbital dari atom-atom unsur: 20 Ca, 27 Co, 38 Sr, 42 Mo.

4. Konfigurasi Elektron Ion

Terbentuknya ion pada suatu atom akibat penambahan dan pengurangan elektronnya. Konfigurasi elektronnya dapat ditulis seperti contoh berikut.

Contoh:

1. Konfigurasi elektron dari ion F (nomor atom F = 9)

Konfigurasi elektron 9 F

=

1s 2 2s 2 2p 5

:

Konfigurasi elektron 9 F = 1s 2 2s 2 2p 5 :
Konfigurasi elektron 9 F = 1s 2 2s 2 2p 5 :
Konfigurasi elektron 9 F = 1s 2 2s 2 2p 5 :
Konfigurasi elektron 9 F = 1s 2 2s 2 2p 5 :
Konfigurasi elektron 9 F = 1s 2 2s 2 2p 5 :
 

1s 2 2s 2

2p 5

Konfigurasi elektron F

=

1s 2 2s 2 2p 6

:

Konfigurasi elektron F – = 1s 2 2s 2 2p 6 :
Konfigurasi elektron F – = 1s 2 2s 2 2p 6 :
Konfigurasi elektron F – = 1s 2 2s 2 2p 6 :
 

1s 2 2s 2

2p 6

2. Konfigurasi elektron dari ion Fe 3+ (nomor atom Fe = 26)

Konfigurasi elektron 26 Fe

=

(Ar) 4s 2 3d 6

: (Ar)

Konfigurasi elektron Fe 3+ =

(Ar) 4s 0 3d 5

: (Ar)

4s 2 3d 6
4s 2
3d 6
4s 0 3d 5
4s 0
3d 5

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

13

Latihan 1.3

Latihan 1.3

Buatlah konfigurasi elektron dan diagram orbital dari ion O 2 , Al 3+ , S 2 , Ca 2+ , Sc 2+ , Cr 3+ , Zn 2+ , dan Ni 2+ .

D. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur pada Tabel Periodik

Nomor kulit dan jumlah elektron yang ada pada subkulit menunjukkan letak unsur pada tabel periodik. Jadi ada hubungan antara konfigurasi elektron dengan letak unsur pada tabel periodik. Hubungan konfigurasi elektron dengan letak unsur pada tabel periodik untuk golongan utama dan golongan transisi berbeda. Perhatikan uraian berikut.

1. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur pada Tabel Periodik untuk Golongan Utama

Letak unsur pada tabel periodik dapat ditentukan dengan mengetahui nomor golongan dan nomor periode. Nomor golongan dan nomor periode dapat ditentukan dari konfigurasi elektron. Nomor golongan ditentukan dari jumlah elektron pada kulit terluar. Nomor periode ditentukan dari nomor kulit terbesar.

Contoh:

11 Na mempunyai konfigurasi elektron:

1s 2

2s 2

2p 6

1 3 s
1
3
s

golongan (1)

periode (3)

Jadi, 11 Na terletak pada golongan IA dan periode 3.

14 Si mempunyai konfigurasi elektron:

1s 2

2s 2

2 3 s 2 3 p
2
3
s 2
3 p

golongan (2 + 2 = 4) periode (3)

Jadi, 14 Si terletak pada golongan IVA dan periode 3.

2. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur pada Tabel Periodik untuk Golongan Transisi

Cara menentukan letak unsur pada tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron untuk unsur transisi berbeda dengan unsur golongan utama. Perhatikan konfigurasi elektron golongan unsur transisi periode ke-4 pada Tabel 1.6.

14 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Tabel 1.6 Unsur-unsur transisi periode ke-4 dan konfigurasi elektronnya Konfigurasi Konfigurasi Unsur Golongan Unsur
Tabel 1.6 Unsur-unsur transisi periode ke-4 dan konfigurasi elektronnya
Konfigurasi
Konfigurasi
Unsur
Golongan
Unsur
Golongan
Elektron
Elektron
3d 1
4s 2
3d 6
4s 2
(Ar)
IIIB
(Ar)
VIIIB
21 Sc
26 Fe
3d 2
4s 2
3d 7
4s 2
(Ar)
IVB
(Ar)
VIIIB
22 Ti
27 Co
3d 3
4s 2
3d 8
4s 2
(Ar)
VB
(Ar)
VIIIB
28 Ni
23 V
3d 5
4s 1
3d 10
4s 1
(Ar)
VIB
(Ar)
IB
24 Cr
29 Cu
3d 5
4s 2
3d 10
4s 2
(Ar)
VIIB
(Ar)
IIB
25 Mn
30 Zn

Nomor golongan unsur transisi ditentukan dari jumlah elektron 3d dengan 4s. Untuk golongan IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, dan VIIIB, nomor golongan diambil dari jumlah elektron pada subkulit 3d dan 4s. Golongan IB dan IIB diambil dari jumlah elektron pada subkulit 4s. Nomor periode tetap diambil dari nomor kulit (bilangan kuantum utama) terbesar. Pada unsur transisi ada tiga kolom yang diberi nomor golongan yang sama yaitu golongan VIIIB.

Latihan 1.4

Latihan 1.4

Selesaikan soal-soal berikut!

1. Tentukan golongan dan periode dari suatu unsur yang mempunyai konfigurasi

elektron sebagai berikut.

a. X = (Ne) 3s 2 3p 1

b. Y = (Ar) 4s 2 3d 5

c. Z = (Ar) 4s 2 3d 10 4p 6

2. Tentukan konfigurasi elektron dari unsur-unsur berikut.

a. X yang terletak pada golongan VIA periode 3.

b. Y yang terletak pada golongan IVA periode 4.

c. Z yang terletak pada golongan IIB periode 4.

E. Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Bilangan Kuantum dan Letak Unsur dalam Tabel Periodik

Bagaimana cara menentukan harga bilangan kuantum elektron suatu atom bila diketahui konfigurasi elektron atom tersebut? Di mana letak unsur tersebut pada tabel periodik?

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

15

Dari konfigurasi elektron suatu atom, harga bilangan kuantum elektron pada konfigurasi tersebut dapat ditentukan. Selain itu letak unsurnya pada tabel periodik dapat diketahui, demikian juga sebaliknya.

Contoh Soal

1. Tentukan harga bilangan kuantum n, l, m, s dari elektron terluar atom unsur 15 P!

Penyelesaian:

Konfigurasi elektron P = 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 3 15
Konfigurasi elektron
P
= 1s 2 2s 2
2p 6
3s 2
3p 3
15
Diagram elektron 15 P =
-1
0
+1

Bilangan kuantum elektron terakhir 15 P adalah n = 3, l = 1, m = +1. Elektron terakhir berada pada orbital m dengan bilangan kuantum +1 dan

merupakan elektron pertama pada orbital tersebut maka harga s-nya +

1 . 2
1
.
2

2. Tentukan harga bilangan kuantum n, l, m, s pada 28 Ni!

Penyelesaian:

Konfigurasi elektron

Diagram elektron

28 Ni= 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d
28 Ni= 1s 2 2s 2
2p 6
3s 2
3p 6
4s 2
3d 8
Ni=
28
-2
-1
0
+1 +2
. 2
.
2

Bilangan kuantum elektron terakhir 28 Ni adalah n = 3, l = 2, m = 0, s = – 1

3. Tentukan nomor atom, golongan, dan periode dari unsur yang mempunyai elektron terakhir dengan harga bilangan kuantum:

1 . 2 1 . 2
1
.
2
1
.
2

a. n = 2, l = 1, m = 0, s = -

b. n = 3, l = 2, m = -1, s = +

Penyelesaian:

a.

n

= 2

kulit ke-2

l = 1

subkulit p

m = 0 pengisian elektron terakhir di tengah

s

= -

1 2
1
2

elektron kedua pada orbital

 

1s 2 2s 2

2p 5

 
 

Diagram elektron:

  Diagram elektron:
 

-1

0

-1

 

Nomor atom unsur tersebut = 9, golongan VIIA, dan periode 2.

b.

n

= 3

kulit ke-3

l = 2 subkulit d

16 Kimia Kelas XI SMA dan MA

m = –1

s= +

-2 -1 0 +1 +2 1 2
-2
-1
0
+1 +2
1
2

pengisian elektron terakhir dikolom kedua dari kiri.

elektron pertama pada orbital m = –1.

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 2
1s 2
2s 2
2p 6
3s 2
3p 6
4s 2
3d 2

Diagram elektron

Nomor atom unsur 22, golongan IVB, dan periode 4.

Latihan 1.5

Latihan 1.5

Selesaikan soal-soal berikut!

1. Tentukan harga bilangan kuantum n, l, m, s dari elektron terluar atom unsur Cl, Ar, Ca, dan Co!

2. Tentukan nomor atom, golongan, dan periode dari unsur yang mempunyai elektron terakhir dengan harga bilangan kuantum:

1 2 1 2
1
2
1
2

a. n = 3, l = 1, m = 0, s = –

b. n = 4, l = 2, m = -2, s = +

3. Tentukan keempat harga bilangan kuantum elektron ke–10 pada atom Mg dan P!

INFO KIMIA

kuantum elektron ke–10 pada atom Mg dan P! INFO KIMIA Sumber: Ebbing, General Chemistry Niels Bohr

Sumber: Ebbing, General Chemistry

Niels Bohr (1885–1962) Bohr lahir di Copenhagen pada tahun 1885. Setelah Bohr mengembangkan teori atom hidrogen, ia menggunakan idenya untuk menjelaskan sifat periodik dari unsur-unsur. Setelah teori mekanika kuantum ditemukan oleh Schrodinger dan Heisenberg, Bohr menghabiskan waktunya untuk mengembangkan filsafat. Ia menerima hadiah nobel di bidang Fisika pada tahun 1922.

Rangkuman

1. Menunurt Rutherford–Bohr atom terdiri dari inti atom dan elektron. Di dalam inti atom terdapat partikel proton dan neutron, sedangkan elektron mengelilingi inti atom pada tingkat-tingkat energinya.

2. Teori atom Bohr pada prinsipnya menjelaskan bahwa elektron dalam atom mempunyai tingkat energi tertentu atau elektron bergerak menge- lilingi inti dalam lintasan tertentu. Selanjutnya teori ini disempurnakan oleh Schrodinger dan Heisenberg menjadi teori mekanika kuantum.

3. Menurut teori mekanika kuantum, elektron mengelilingi inti pada orbital- orbital. Tingkat energi elektron dinyatakan dengan bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), azimut (l), dan magnetik (m). Perputaran elektron pada sumbunya dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s).

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

17

4. Bilangan kuantum utama menyatakan kulit elektron, bilangan kuantum azimut menyatakan subkulit, bilangan kuantum magnetik menyatakan arah orbital dan jumlah orbital pada subkulit, serta bilangan kuantum spin (s) menyatakan arah perputaran elektron pada sumbunya. Orbital s berbentuk bola, orbital l berbentuk balon terpilin.

5. Susunan elektron dalam orbital sesuai tingkat energinya disebut konfigurasi elektron. Penyusunan konfigurasi elektron harus mengikuti prinsip Aufbau, prinsip larangan Pauli, dan aturan Hund.

6. Dari suatu konfigurasi elektron kita dapat menentukan golongan dan periode unsur atom tersebut dalam tabel periodik.

Kata Kunci

 

Teori Atom Bohr

Bilangan kuantum Konfigurasi elektron Prinsip Aufbau Prinsip larangan Pauli Aturan Hund

Tereksitasi

Teori mekanika kuantum

Spektrum

Orbital

Evaluasi Akhir Bab

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.

1. Komposisi partikel atom yang dimiliki oleh ion

proton

elektron

neutron

18 2 + O 8
18
2 +
O
8

adalah

A. 8

6

10

B. 8

10

10

C. 8

8

12

D. 10

8

10

E. 10

8

12

2. Elektron dapat pindah lintasan, dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi bila menerima energi. Pernyataan di atas merupakan teori atom

A. Rutherford

D.

Dalton

B. Thomson

E.

Schrodinger

C. Bohr

3. Elektron terluar dari suatu atom unsur mempunyai harga bilangan kuantum

n = 3, l = 1, m = +1, s = +

1 2
1
2

. Nomor atom unsur tersebut adalah

A. 13

D.

16

B. 14

E.

17

C. 15

18 Kimia Kelas XI SMA dan MA

4.

Urutan harga bilangan kuantum yang benar adalah

1 2 1 2
1
2
1
2

1

2

A. n = 1, l = 1, m = +1, s = +

B. n = 3, l = 1, m = -2, s = -

C. n = 3, l = 0 m = -1, s = +

1 2 1 2
1
2
1
2

D. n = 2, l = 1, m = 0, s = -

E. n = -2, l = 2, m = 0, s = -

5. Ion X + mempunyai konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 . Harga bilangan kuantum elektron terluar dari unsur X adalah

A. n = 2, l = 1, m = 1, s = +

B. n = 3, l = 0, m = +1, s = -

C. n = 3, l = 0, m = 0, s = +

1 2 1 2
1
2
1
2

D. n = 4, l = 0, m +1, s = -

E. n = 4, l = 0, m = 0, s = +

6. Diagram orbital yang berisi konfigurasi elektron tidak sesuai aturan Hund adalah

A.

B.

C.

D.

E.

elektron tidak sesuai aturan Hund adalah A. B. C. D. E. 7. Suatu unsur memiliki diagram

7. Suatu unsur memiliki diagram orbital sebagai berikut:

E. 7. Suatu unsur memiliki diagram orbital sebagai berikut: bentuk ion dengan muatan . Unsur tersebut

bentuk ion dengan muatan

. Unsur tersebut cenderung mem-

A. –5

D.

+7

B. +5

E.

-1

C. +1

8. Konfigurasi elektron suatu unsur yang memiliki nomor atom 26 adalah

A. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 4p 6

B. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3s 2 3d 4

C. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3s 2 3d 6

D. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 6

E. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 4

9. Konfigurasi elektron dari Cr dengan nomor atom 24 adalah

A. (He) 3d 4 4s 2

D.

(Kr) 4s 1 3d 5

B. (Ne) 3d 4 4s 2

E.

(Ar) 4s 1 3d 5

C. (Ar) 3d 4 4s 2

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

19

10.

Bilangan kuantum m = -1 tidak mungkin dimiliki oleh elektron yang terletak pada kulit

A. kesatu

D.

kelima

B. ketiga

E.

keenam

C. keempat

11. Jumlah elektron maksimum pada kulit ke-3 adalah

A. 2

D.

18

B. 8

E.

20

C. 10

12. Gambar orbital P Z digambarkan adalah

A.

B.

C.

z x y
z
x
y
z y
z
y

x

z x y
z
x
y

D.

E.

z x y
z
x
y
z x y
z
x
y

13. Elektron terakhir dari atom suatu unsur mempunyai bilangan kuantum n = 3,

l = 2, m = 0, s = +

1 2
1
2

. Nomor atom unsur tersebut adalah

A. 23

D.

27

B. 25

E.

28

C. 26

14. Data tentang atom O dengan nomor atom 8 adalah:

i. diagram orbitalnya

ii. konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 4

iii. semua elektronnya berpasangan

iv. memiliki elektron valensi 6

1s 2 2s 2 2p 4 iii. semua elektronnya berpasangan iv. memiliki elektron valensi 6 20

20 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Data yang benar adalah

A. i dan ii

D.

ii dan iv

B. i dan iii

E.

i dan iv

C. ii dan iii

15. Atom fosfor dengan proton 15 memiliki elektron tak berpasangan sebanyak

A. 1

D.

4

B. 2

E.

5

C. 3

16. Empat elektron dalam suatu atom mempunyai bilangan-bilangan kuantum sebagai berikut.

p n = 3, l = 1, m = 0, s = -

:

q n = 3, l = 1, m = 0, s = -

:

r n = 3, l = 2, m = +1, s = -

:

s n = 3, l = 2, m = -1, s = +

:

Tingkat energi elektron yang benar adalah

A. r < s

D.

r < q

B. s > p

E.

q < s

C. p > q

17. Nomor atom S = 16, konfigurasi ion sulfida S 2 adalah

A. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 2

D.

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 4 3d 2

B. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 4

E.

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 4 4s 2

C. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6

18. Atom Co mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d 7 4s 2 . Jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam ion Co 2+ adalah

A. 1

D.

5

B. 2

E.

7

C. 3

19. Diketahui nomor atom unsur V = 23. Konfigurasi elektronnya adalah

A. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 4p 3

D.

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 3

B. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 2 4p 1

E.

1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 3d 5

C. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 5

20. Unsur X mempunyai konfigurasi elektron 2.8.6. Pernyataan yang benar tentang unsur X adalah

A. suatu logam

B. membentuk ion 2+

C. membentuk ion 2–

D. memiliki 6 proton pada kulit terluar

E. memiliki 2 elektron yang tidak berpasangan

Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

21

21.

Suatu unsur mempunyai konfigurasi elektron (Ar) 4s 2 3d 10 4p 5 . Unsur tersebut dalam tabel periodik terdapat pada

A. golongan IVA periode 5

D.

golongan VIIA periode 4

B. golongan VA periode 5

E.

golongan VIIA periode 5

C. golongan VA periode 7

22. Suatu atom m = -1, s = - turut

unsur memiliki bilangan kuantum elektron terluar n = 2, l = 1,

. Unsur tersebut terletak pada golongan dan periode berturut-

1 2
1
2

A. IVA dan 2

D.

VIA dan 4

B. IVA dan 4

E.

IIA dan 2

C. VIA dan 2

23. Unsur besi dengan nomor atom 26 pada tabel periodik terletak pada periode keempat dan golongan

A. IVB

D.

VIB

B. IVA

E.

VIIIB

C. VIA

24. Suatu unsur dengan konfigurasi (Kr) 5s 2 , terletak pada periode dan golongan

A. 5 dan IIA

D.

3 dan IIIA

B. 4 dan IIA

E.

3 dan IIA

C. 5 dan IIIA

25. Di antara unsur 12 P, 16 Q, 17 R, 23 S, dan 53 T yang terletak pada golongan dan periode yang sama adalah

A. P dan R

D.

S dan T

B. Q dan S

E.

R dan T

C. P dan Q

B. Selesaikan soal-soal berikut dengan jelas dan singkat.

1. Jelaskan dengan singkat tentang prinsip Aufbau dan aturan Hund.

2. Tuliskan konfigurasi elektron yang stabil untuk unsur 24 Cr dan 29 Cu.

3. Gambarkan diagram orbital untuk unsur 14 Si, 28 Ni, dan 35 Br.

4. Tuliskan konfigurasi elektron ion Fe 2+ , Cl , K + , Mn 2+ , S 2 .

5. Tentukan harga semua bilangan kuantum elektron terakhir dari unsur-unsur dengan nomor atom 5, 13, 19, 22, 27, dan 32.

Tugas

Tugas
Tugas

Buatlah model bentuk orbital dari bahan-bahan yang tersedia di rumah.

22 Kimia Kelas XI SMA dan MA

Bab II

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

Bab II Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul Sumber: Holtzclaw, General Chemistry with Qualitative Analysis Model

Sumber: Holtzclaw, General Chemistry with Qualitative Analysis

Model struktur DNA pada komputer ada yang berbentuk trigonal piramida, dan trigonal planar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat :

1. meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron di sekitar atom pusat,

2. meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi,

3. menjelaskan gaya van der Waals dan ikatan hidrogen,

4. menjelaskan hubungan gaya antarmolekul dengan sifatnya.

Bentuk Bentuk Molekul Molekul dan dan Gaya Gaya Antarmolekul Antarmolekul 23 23

PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP

PETA KONSEP

PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
PETA KONSEP
Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul mempelajari Bentuk Molekul Gaya Antarmolekul berdasarkan terdiri dari Teori
Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul
mempelajari
Bentuk Molekul
Gaya Antarmolekul
berdasarkan
terdiri dari
Teori Tolakan
Teori Hibridisasi
Pasangan Elektron
Gaya
van der Waals
Ikatan Hidrogen
contohnya
Gaya Dipol-dipol
Gaya London

24 Kimia Kelas XI SMA dan MA

D i dalam kehidupan sehari-hari banyak benda yang dapat berfungsi karena memiliki bentuk yang khusus, misalnya sarung tangan bentuknya seperti

tangan. Molekul-molekul senyawa pun memiliki bentuk molekul tertentu. Bentuk- bentuk tersebut dapat mempengaruhi terjadinya suatu proses atau reaksi kimia. Bentuk molekul dapat pula menyebabkan perbedaan sifat-sifat dari berbagai molekul. Sifat-sifat fisik dari suatu molekul sangat bergantung dari gaya antarmolekul penyusunnya. Gaya antarmolekul yang dikenal adalah gaya van der Waals dan ikatan hidrogen. Pada bab ini akan diuraikan tentang bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron di sekitar atom pusat, teori hibridisasi, serta gaya antarmolekul dan hubungannya dengan sifat-sifat fisik molekul.

A. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan Elektron

Struktur Lewis dari suatu molekul merupakan struktur yang dapat menggambarkan bagaimana posisi pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat, baik pasangan elektron yang berikatan (PEI), maupun pasangan elektron yang tidak berikatan atau pasangan elektron bebas (PEB). Pasangan-pasangan elektron ini saling tolak menolak. Untuk menentukan bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron di sekitar atom pusat, ahli kimia mengemukakan suatu teori yang dikenal dengan nama teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repul-

sion).

Sebelum mempelajari bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron, coba lakukan kegiatan 2.1!

KEGIATAN 2.1

Teori Tolakan Pasangan Elektron Sebagai analogi bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron cobalah membuat model bentuk-bentuk molekul dengan balon.

Langkah-langkahnya:

1. Tiuplah 20 balon dengan ukuran hampir sama.

2. Buatlah ikatan balon, masing-masing 2, 3, 4, 5, dan 6 buah balon. Ikatlah balon dengan ketat, sehingga satu sama lain tolak menolak.

3. Amati bentuk geometris dari setiap ikatan dan gambar strukturnya.

Di dalam ikatannya balon-balon satu sama lain tolak-menolak membentuk struktur seperti Gambar 2.1.

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

25