Anda di halaman 1dari 3

8.

SOAL UJIAN NASIONAL TRANSFORMASI GEOMETRI

SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA


TRANSFOMASI GEOMETRI
TRANSFORMASI 6. Persamaan bayangan garis y = x 2 − 3 , karena
Rotasi refleksi terhadap sumbu X dilanjutkan oleh
1. Garis yang persamaannya y = 2x + 2 transformasi yang bersesuaian dengan matriks
 2 1
dirotasikan sejauh 450 berlawanan arah jarum jam   adalah....
dengan pusat O(0,0). Persamaan garis yang  1 1
terbentuk adalah…. A. y 2 + x 2 − 2xy − x + 2y − 3 = 0
A. y + 3x + 2 = 0
B. y 2 + x 2 + 2xy + x − 2y − 3 = 0
B. y - 3x + 2 = 0
C. y + 2x - 3 = 0 C. y 2 + x 2 − 2xy + x − 2y − 3 = 0
D. y + x - 2 = 0
D. y 2 + x 2 + 2xy + x + 2y − 3 = 0
E. 3y - x - 2 = 0
( Ebtanas 1990/1991,Matematika IPA,) E. y 2 − x 2 + 2xy + x + 2y − 3 = 0
2
2. Persamaan bayangan parabola y = x + 4 karena ( UN 2005/2006,Matematika IPA)
rotasi dengan pusat O ( 0 , 0 )sejauh 180o adalah
.... 7. Persamaan peta kurva y = x 2 − 3x + 2 , karena
A. x = y2 + 4
B. x = -y2 + 4 pencerminan terhadap sumbu X dilanjutkan
C. x = -y2 – 4 dilatasi dengan pusat O dan faktor skala 3 adalah
D. y = -x2 - 4 ....
E. y = x2 + 4 A. 3y + x 2 − 9x + 18 = 0
( UN 2007/7008,Matematika IPA )
B. 3y − x 2 − 9x + 18 = 0
Komposisi Transformasi
3. Persamaan bayangan parabola 4 x − y + 5 = 0 , oleh C. 3y − x 2 − 9x + 18 = 0
transformasi yang bersesuaian dengan matriks D. 3y + x 2 + 9x + 18 = 0
 2 0
  dilanjutkan pencerminan terhadap E. 3 + x 2 + 9x + 18 = 0
 − 1 3 ( UN 2003/2004,Matematika IPA,)
sumbu Y adalah....
A. 3 x + 2 y − 30 = 0 8. Persamaan peta garis 3x - 4y = 12 , karena refleksi
B. 6 x + 12 y − 5 = 0 terhadap garis y – x = 0 dilanjutkan oleh
C. 7 x + 3 y + 30 = 0 transformasi yang bersesuaian dengan matriks
D. 11x + 2 y − 30 = 0  − 3 5
  adalah ....
E. 11x − 2 y + 30 = 0  −1 1
( UN 2005/2006,Matematika IPA,Kurikulum 2004 ) A. y + 11x + 24 = 0
4. Persamaan peta suatu kurva oleh rotasi pusat O B. y - 11x -10 = 0
π C. y - 11x + 6 = 0
bersudut , dilanjutkan dilatasi [ 0 , 2 ] adalah D. 11y - x + 24 = 0
2 E. 11y - x - 24 = 0
x = 2 + y − y 2 . Persamaan kurva semula adalah ( UN 2002/2003,Matematika IPA,)
1
A. y = x2 − x + 4 9. Bayangan titik A ( x , y ) karena refleksi terhadap
2 garis x = -2 , dilanjutkan refleksi terhadap garis y
1
B. y = x2 + x − 4 = 3 dan kemudian dilanjutkan dengan rotasi pusat
2 π
1 O bersudut radian adalah ( -4 , 6 ).Koordinat
C. y = − x2 + x + 4 2
2 titik A adalah ....
D. y = −2x 2 + x + 1 A. ( 2 , -10 )
B. ( 2 , 10 )
E. y = 2x 2 − x − 1 C. ( 10 , 2 )
( UN 2004/2005,Matematika IPA )
D. (-10 , 2 )
5. Bayangan kurva y = x 2 − 3 , jika dicerminkan E. (10 , -2 )
terhadap sumbu X dilanjutkan oleh dilatasi pusat ( UN 2002/2003,Matematika IPA,)
O dengan faktor skala 2 , adalah ....
1 10. T1 adalah transformasi rotasi pusat O dan sudut
A. y = x 2 + 6 putar 900. T2 adalah transformasi pencerminan
2
terhadap garis y = -x . Bila koordinat peta titik A
1
B. y = x 2 − 6 oleh transformasi T1 o T2 adalah A’ ( 8 , -6 ) ,
2
maka koordinat titik A adalah ....
1 2
C. y = x − 3 A. ( -6 , -8 )
2 B. ( -6 , 8 )
1 C. ( 6 , 8 )
D. y = 6 − x 2
2 D. ( 8 , 6 )
1 2 E. ( 10 , 8 )
E. y = 3 − x ( UN 2003/2004,Matematika IPA,)
2
( UN 2006/2007,Matematika IPA,Paket 45 B )

www.yathadhiyat-math.blogspot.com 1

PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com


8.SOAL UJIAN NASIONAL TRANSFORMASI GEOMETRI
11. Bayangan segitiga ABC dengan A(-1,3), B(2,-4), 18. Garis dengan persamaan y = 2x + 3 dicerminkan
dan C(1,5) karena rotasi pusat (0,0) sebesar terhadap sumbu x kemudian diputar dengan R [ 0
π
dilanjutkan dengan refleksi terhadap garis y = x , 900 ]. Persamaan bayangannya adalah ....
2
A. x – 2y -3 =0
adalah .... B. x + 2y -3 =0
A. A’(1,3) , B’(-2,-4) , dan C’ (-1,5) C. 2x – y - 3 =0
B. A’(-1,-3) , B’(2,-4) , dan C’ (1,-5) D. 2x + y - 3 =0
C. A’(-1,3) , B’(2,-4) , dan C’ (1,5) E. 2x + y + 3 =0
D. A’(-3,-1) , B’(4,2) , dan C’ (5,1) ( Ebtanas 1998/1999,Matematika IPA,)
E. A’(3,-1) , B’(2,4) , dan C’ (1,-5) 19. Jika garis 2x + y + 4 = 0 dicerminkan terhadap
( Ebtanas 2000/2001,Matematika IPA,)
12. Bayangan segitiga ABC dengan A(2,1), B(6,1), garis y = x, kemudian dilanjutkan dengan
dan C(5,3) karena refleksi terhadap sumbu y 1 2
transformasi matriks   , maka persamaan
dilanjutkan dengan rotasi pusat [0,900] adalah .... 0 1
A. A”(-1,-2) , B”(1,6) , dan C”(-3,-5) bayangannya adalah ....
B. A”(-1,-2) , B”(1,-6) , dan C”(-3,-5) A. x - 2y + 4 = 0
C. A”(1,-2) , B”(-1,6) , dan C”(-3,5) B. x + 2y + 4 = 0
D. A”(-1,-2) , B”(-1,-6) , dan C”(-3,-5) C. x + 4y + 4 = 0
E. A”(-1,2) , B”(-1,-6) , dan C”(-3,-5) D. y + 4 = 0
( Ebtanas 2000/2001,Matematika IPA,)
E. x + 4 = 0
13. Luas bayangan persegipanjang PQRS dengan P(- ( Ebtanas 1997/1998,Matematika IPA,)
1,-2), Q(3,-2), dan R(3,-1) S(-1,-1) karena dilatasi 20. Titik ( 4 , -8 ) dicerminkan terhadap garis x = 6
[0,3] dilanjutkan dengan rotasi pusat O bersudut dilanjutkan dengan rotasi ( 0 , 600 ). Hasilnya
π
adalah .... adalah ....
(−4+4 3 , 4−4 3 )
2
A. 36 satuan luas A.
B.
C.
48 satuan luas
72 satuan luas
B. (−4+4 3 , -4−4 3 )
D. 96 satuan luas C. (4−4 3 , -4−4 3 )
E. 108 satuan luas
( Ebtanas 2000/2001,Matematika IPA,) D. (4−4 3 , 4+4 3 )
14. Segitiga ABC dengan (2,1), B(6,1), dan C(7,4)
ditransformasikan dengan matriks transformasi
E. (4+4 3 , -4+4 3 )
( Ebtanas 1996/1997,Matematika IPA,)
 3 1 21. Lingkaran yang berpusat di ( 3 , -2 ) dan berjari-
  . Luas bangun hasil transformasi segitiga
 0 1 jari 4 diputar dengan R [ 0 , 900 ] kemudian
ABC adalah karena rotasi pusat (0,0) sebesar dicerminkan terhadap sumbu X. Persamaan
π bayangannya adalah ....
dilanjutkan dengan refleksi terhadap garis y = x
2
A. x 2 + y 2 − 4x + 6y − 3 = 0
adalah ....
A. 56 satuan luas B. x 2 + y 2 + 4x − 6y − 3 = 0
B. 36 satuan luas C. x 2 + y 2 + 6x − 4y − 3 = 0
C. 28 satuan luas
D. 24 satuan luas D. x 2 + y 2 − 6x + 4y − 3 = 0
E. 18 satuan luas E. x 2 + y 2 + 4x − 6y + 3 = 0
( Ebtanas 2000/2001,Matematika IPA,)
( Ebtanas 1995/1996,Matematika IPA,)
15. Jika garis x + 2 y − 3 = 0 direfleksikan terhadap
22. Diketahui T1 dan T2 berturut-turut adalah
sumbu y dan dilanjutkan dengan rotasi pusat O transformasi yang bersesuaian dengan
bersudut π2 , persamaan bayangan garis adalah ....  0 2 1 0
matriks T1 =   dan T2 =   .
A. x - 2y - 3 = 0  2 0  0 1
B. x + 2y - 3 = 0 Koordinat bayangan titik P ( 2 , -4 ) karena
C. x + 2y + 3 = 0 transformasi pertama dilanjutkan dengan
D. 2x + y + 3 = 0 transformasi kedua adalah ....
E. 2x + y - 3 = 0 A. ( -8 , 4 )
( Ebtanas 1999/2000,Matematika IPA,)
B. ( 4 , -12 )
16. Persamaan peta garis x – 2y + 4 = 0 dirotasikan
C. ( 4 , 12 )
dengan pusat O(0,0) sejauh 900 , dilanjutkan
D. ( 20 , 8 )
pencerminan terhadap garis y = x adalah ....
E. ( 20 , 12 )
A. x + 2y + 4 =0 ( Ebtanas 1991/1992,Matematika IPA,)
B. x + 2y - 4 =0 23. M adalah pencerminan terhadap garis x + y = 0. R
C. 2x + y + 4 =0 adalah rotasi sejauh 900 searah jarum jam dengan
D. 2x - y - 4 =0 pusat O (0,0). Matriks yang bersesuaian adalah ....
E. 2x + y -4 =0
1 0
( Ebtanas 1999/2000,Matematika IPA,) A.  
17. Garis y = -3x + 1 diputar dengan R [ 0 , 900 ] 0 1
kemudian dicerminkan terhadap sumbu x. 1 0 
Persamaan bayangannya adalah .... B.  
A. 3y = x + 1  0 − 1
B. 3y = x - 1  − 1 0
C. 3y = -x - 1 C.  
 0 1
D. y = -x - 1
E. y = 3x - 1
( Ebtanas 1998/1999,Matematika IPA,)

www.yathadhiyat-math.blogspot.com 2

PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com


8.SOAL UJIAN NASIONAL TRANSFORMASI GEOMETRI
1 0
D.   Dilatasi
0 1
27. Bayangan kurva y = x 2 − 1 , oleh dilatasi pusat O
 0 − 1
E.   dengan faktor skala 2 , dilanjutkan pencerminan
1 0  terhadap sumbu Y, adalah ....
( Ebtanas 1990/1991,Matematika IPA,) 1
A. y = x 2 − 1
2
24. Bayangan garis x + 3y + 2 = 0 oleh transformasi
1
 2 3 B. y = x2 +1
yang berkaitan dengan matriks   2
 1 2 1 2
C. y = − x + 2
1 2 2
dilanjutkan matriks   adalah ....
1
3 4 D. y = − x2 − 2
A. 13x - 5y + 4 = 0 2
1 2
B. 13x - 5y − 4 = 0 E. y = x −2
2
C. −5x + 4y + 2 = 0 ( UN 2006/2007,Matematika IPA,Paket 12 A )
D. −5x + 4y − 2 = 0 Refleksi
E. 13x - 4y + 2 = 0 28. Bayangan garis y = 2x + 2 yang dicerminkan
( Ebtanas 1989/1990,Matematika IPA,) terhadap garis y = x adalah ...
A. y = x + 1
25. Lingkaran B. y = x - 1
( x − 2) 2 + ( y + 3) 2 = 25 ditransformasikan oleh C. y = x2 − 1

 0 − 1 D. y= x
2
+1
matriks   dan dilanjutkan oleh matriks
1 0  E. y= x
2
− 12
1 0 ( Ebtanas 2001/2002,Matematika IPA,)
  , maka persamaan bayangan lingkaran itu Matriks yang berkaitan dengan transformasi
 0 1
29. Garis yang persamaannya x − 2y + 3 = 0
adalah ....
ditransformasikan dengan transformasi yang
A. x 2 + y 2 + 6x - 4y − 12 = 0
 1 − 3
B. x 2 + y 2 − 6x - 4y − 12 = 0 berkaitan dengan matriks   . Persamaan
 2 − 5
C. x 2 + y 2 − 4x - 6y − 12 = 0 bayangan garis itu adalah ....
D. x 2 + y 2 + 4x - 6y − 12 = 0 A. 3x + 2y – 3 = 0
B. 3x - 2y – 3 = 0
E. x 2 + y 2 + 4x + 6y − 12 = 0 C. 3x + 2y + 3 = 0
( Ebtanas 1988/1989,Matematika IPA,) D. -x + y + 3 = 0
E. x - y + 3 = 0
26. Persamaan bayangan garis 4 y + 3x − 2 = 0 oleh ( Ebtanas 1993/1994,Matematika IPA,)
transformasi yang bersesuaian dengan matriks 30. Persamaan bayangan dari lingkaran
 0 − 1 1 1  x + y + 4x − 6y − 3 = 0 oleh transformasi yang
2 2
  dilanjutkan matriks   adalah ....
 1 1  1 −1  0 1
berkaitan dengan matriks   adalah ....
A. 8 x + 7 y − 4 = 0  −1 0
B. 8 x + 7 y − 2 = 0 A. x 2 + y 2 + 6x − 4y − 3 = 0
C. x − 2 y − 2 = 0
B. x 2 + y 2 − 6x + 4y − 3 = 0
D. x + 2 y − 2 = 0
C. x 2 + y 2 + 4x − 6y + 3 = 0
E. 5 x + 2 y − 2 = 0
( UN 2007/7008,Matematika IPA ) D. x 2 + y 2 − 4x + 6y − 3 = 0
E. x 2 + y 2 + 6x − 4y − 3 = 0
( Ebtanas 1992/1993,Matematika IPA,)

www.yathadhiyat-math.blogspot.com 3

PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com