Anda di halaman 1dari 23

BRONKIEKTASIS

dr. Rina Lestari, Sp.P

DEFINISI
Dilatasi permanen saluran nafas yang timbul
akibat dari infeksi atau inflamasi bronkus yang
kronik
Tahap akhir dari berbagai proses patologis
yang menyebabkan kerusakan dinding
bronkus dan jaringan pendukung di sekitarnya

Etiologi dan Faktor Predisposisi


Infeksi primer (bakteri, jamur dan virus)
Gejala sisa dari nekrosis setelah infeksi akibat pengobatan yang buruk atau
tidak diobati sama sekali.
Disebabkan oleh kuman tipikal seperti Klebsiela, Staphilococcus aureus,
Mycobacterium tuberculosis, Mycoplasma pneumonia, measles, pertusis,
influenza, herpes simplex dan beberapa tipe adenovirus
Obstruksi bronkus
Tumor endobronkial, benda asing atau stenosis bronkus
Diskinesia siliar primer
Sindrom Kartagener dengan triad gambaran klinik berupa situs inversus,
sinusitis dan BE adalah sebagai akibat immobility silia pada saluran napas.

PREDILEKSI
BE lebih sering ditemukan di paru
kiri daripada kanan, mungkin
karena diameter bronkus utama
kiri lebih kecil daripada kanan.
Kelainan lebih sering ditemukan
di lobus bawah khususnya
segmen basal

PATOGENESIS

PATOLOGI
Bentuk silindrik (tubular)
Seringkali dihubungkan dengan kerusakan parenkim paru, terdapat
penambahan diameter bronkus yang bersifat regular, lumen distal
bronkus tidak begitu melebar.

Bentuk varikosa (fusiform)


Pelebaran bronkus lebih lebar dari bentuk silindrik dan bersifat irregular.
Gambaran garis irregular dan distal bronkus yang mengembang adalah
gambaran khas pada bentuk varikosa.

Bentuk sakuler (kistik)


Dilatasi bronkus sangat progresif menuju ke perifer bronkus. Pelebaran
bronkus ini terlihat sebagai balon, kelainan ini biasanya terjadi pada
bronkus besar, pada bronkus generasi ke 4.
9

10

GEJALA KLINIS
ANAMNESIS
Gejala spesifik: batuk dan produksi
sputum mukopurulen selama beberapa
bulan sampai tahun
Gejala yang kurang spesifik: dispneu, nyeri
dada pleuritik, mengi, batuk darah, demam,
lemah dan kehilangan berat badan.
Riwayat infeksi saluran napas berulang
11

Sputum 3 lapis
12

PEMERIKSAAN FISIK
Pada auskultasi :
sering dijumpai
ronki basah,
biasanya pada
basal paru,
kadang wheezing
sering dijumpai
jari tabuh
13

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan sputum gram dan kultur
Pemeriksaan radiologi:
foto toraks
HRCT (High resolution CT scan) toraks

14

Honeycomb appearance
15

Sindroma Kartagener
16

Figure 14-2. Cylindrical bronchiectasis. Left posterior oblique projection of a left bronchogram showing
cylindrical bronchiectasis affecting the whole of the lower lobe except for the superior segment. Few side
branches fill. Basal airways are crowded together, indicating volume loss of the lower lobe, a common finding
in bronchiectasis. (From Armstrong P et al: Imaging of diseases of the chest, ed 2, St. Louis, 1995, Mosby.) 17

Figure 14-3. Saccular bronchiectasis. Right lateral bronchogram showing saccular


bronchiectasis affecting mainly the lower lobe and posterior segment of the upper
lobe. (From Armstrong P et al: Imaging of diseases of the chest, ed 2, St. Louis, 1995,
Mosby.)

18

Figure 14-4. Varicose bronchiectasis. Left posterior oblique projection of left


bronchogram in a patient with the ciliary dyskinesia syndrome. All basal bronchi are
affected by varicose bronchiectasis. (From Armstrong P et al: Imaging of diseases of the
chest, ed 2, St. Louis, 1995, Mosby.)

19

20

PENATALAKSANAAN
TUJUAN

Eliminasi
penyebab

Memperbaiki
tracheo
bronchial
clearance

Kontrol
infeksi

Memperbaiki
obstruksi
aliran udara

21

Penatalaksanaan..
Eliminasi penyebab
Pemberian antibiotika, antituberkulosis, pengambilan
benda asing, atau tergantung dari penyebab
Memperbaiki tracheo bronchial clearance
Fisioterapi dada

Kontrol infeksi
Mukolitik
Memperbaiki obstruksi aliran udara
Bronkodilator

22

TERIMA KASIH

23