Anda di halaman 1dari 1

BAB V

PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Neraca air (water balance) merupakan neraca masukan
dan keluaran air disuatu tempat pada periode tertentu, sehingga
dapat untuk mengetahui jumlah air tersebut kelebihan (surplus)
ataupun kekurangan (defisit). Kegunaan mengetahui kondisi air
pada surplus dan defisit dapat mengantisipasi bencana yang
kemungkinan terjadi, serta dapat pula untuk mendayagunakan
air sebaik-baiknya. Kesetimbangan air dalam suatu sistem tanahtanaman dapat digambarkan melalui sejumlah proses aliran air
yang

kejadiannya

berlangsung

dalam

satuan

waktu

yang

berbeda-beda.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa surplus air
hujan di kota Makassar 6 tahun sebelumnya terjadi pada bulan
desember hingga april. Sedangkan deficit terjadi pada bulan mei
hingga bulan Oktober. Hasil evapotranspirasi potensial maksimal
terjadi pada bulan Oktober sebesar 160,65 mm/hari sedangkan
nilai evapotransprasi actual menunjukan nilai maksimal pada
bulan agustus sebesar 129,84 mm/hari.

5.2. Saran
Data sekunder yang didapatkan

dari Badan Meteorologi,

Klimatologi, dan Geofisika harus memiliki data yang dapat


terukur setiap bulannya sehingga dapat meningkatkan hasil
neraca air yang telah dibuat.