Anda di halaman 1dari 15

Data adalah suatu bahan mentah yang jika diolah dengan baik melalui

berbagai analisis dapat melahirkan berbagai informasi dan dengan


informasi tersebut dapat diambil suatu keputusan.
Data yang diperoleh melalui penelitian harus memiliki kriteria yaitu:
1. Valid menunjukan derajat ketepatan yaitu ketepatan antara data
yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat
dikumpulkan dalam penelitian.
2. Reliable menunjukan derajat konsistensi yaitu konsistensi data
dalam interval waktu tertentu.
3. Obyektif
menunjukan
derajat
persamaan
persepsi
orang
(interpersonal agreement).
Data dapat diperoleh menggunakan 4 (empat) metoda :
1. Dari sumber yang dipublikasikan published sources (BPS).
2. Dari sumber internal perusahaan (Financial statements
company records).
3. Melalui metoda survey riset menggunakan sample.
4. Melalui disain percobaan (experiment).

and

Jenis data dibagi menjadi 2 macam :


1. Data Nominal/Deskrit/Dikotomi
Data ini dapat disebut dengan data deskrit, kategorik, dikotomi.
Data ini merupakan hasil perhitungan sehingga tidak dijumpai
bilangan pecahan. Data ini diperoleh dari hasil penelitian yang
bersifat eksploratif/survey dan (berupa angka, belum dikaitkan
dengan ukuran, dan tidak dapat diurutkan) dan termasuk data
kualitatif.
Contoh: jenis kelamin: pria, wanita;status: married,
divorce.
2. Data Ordinal yaitu mengacu pada data yang dapat diurutkan atau
data yang berjenjang. Jarak satu data dengan lainnya mungkin
tidak sama dan semakin kecil angkanya semakin tinggi nilainya.
Kita dapat memberikan nilai numerik namun tidak dapat melakukan
operasi matematis. Contoh : Juara 1, 2, 3; dan Eselon 1, 2, 3.
3. Data Interval yaitu mengacu pada data yang dapat diurutkan, jarak
data terukur dan dapat diinterpretasikan dan skala interval scale
dimulai dari angka 0. Data interval mempunyai sifat nominal dari
data ordinal . Contoh : Temperature Scales : Celcius, Index
Numbers: Dow-Jones).
4. Data Rasio (urut, dan berbasis nol) yaitu :
o
data rasio mengacu pada data yang dapat diurutkan dan
dapat dilakukan operasi matematis terhadapnya.
o
data rasio mempunyai nilai nol absolute. Nilai nolnya punya
arti. Seseorang yang tidak punya penghasilan berarti
penghasilannya 0 rupiah.
o
Contoh: Penjualan, Penghasilan, Jumlah produksi,

Terminologi Dasar

Populasi:
o populasi adalah kumpulan obyek secara lengkap, atau
himpunan dari seluruh elemen yang sifat dan karakteristiknya
sedang dianalisis atau dikaji.
o Contoh: Himpunan seluruh petani yang memakai pupuk PUSRI
tahun 2005.

Parameter:
o parameter adalah karakteristik numerik tentang keseluruhan
populasi. Ini adalah nilai sebenarnya (a true value.)
o contoh:
Perbandingan semua petani pengguna pupuk PUSRI
semester I tahun 2000 yang berumur lebih dari 30
tahun.
Sampel:
o sample atau sampel adalah subset (himpunan bagian) dari
elemen yang diambil dari sebuah populasi.
o contoh: Himpunan seluruh petani yang memakai pupuk PUSRI
tahun 2005 di wilayah Kayu Agung.

Keuntungan penggunaan sampel :


o
Biaya: sample memberikan informasi yang dapat dipercaya
dan berguna dengan biaya rendah.
o
Waktu: samples ukurannya kecil sehingga memungkinkan
untuk dikumpulkan dengan cepat dibandingkan data sensus. Lebih
cepat dikumpulkan, dipresentasikan, dianalisis sehingga mempercepat
pembuatan keputusan.
o
Akurasi: sample memberikan akurasi yang sama bahkan
kadangkala lebih akurat dari sensus karena kesalahan yang terjadi
dapat dikontrol lebih efektif.
o
Uji DESTRUCTIVE: Ketika uji kontrol kualitas produk dilakukan
menggunakan uji destruktif maka harus digunakan sampel karena
tidak mungkin merusak semua produk. Contoh: Uji kontrol kualitas
umur batere.
o
POPULASI DENGAN ANGGOTA TAK BERHINGGA: sample
penting manakala studi tidak mungkin dilakukan terhadap semua
anggota populasi. Contoh: Studi biologi terhadap nyamuk.

Jenis-Jenis SAMPLING
1.
PROBABILITY SAMPLING adalah metoda pengambilan sampel
yang menggunakan pemilihan secara acak (random) yaitu prosesnya
atau prosedurnya harus sedemikian rupa sehingga menjamin setiap
anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi
anggota sampel.
a.
Simple Random Sampling , yaitu mengambil sample secara
acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.
b.
Stratified Random Sampling sering pula disebut
proportional atau quota random sampling yaitu bila populasi
mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara
proporsional.
c.
Systematic Random Sampling untuk menentukan jumlah
sample namun populasi berstrata tetapi kurang proporsional dan
metoda sampling ini digunakan karena lebih cepat bila populasinya
banyak.
d.
Cluster (Area) Random Sampling yaitu bila obyek yang
diteliti atau sumber data sangat luas. Pada metoda ini populasi
dikelompokkan sebagai kluster-kluster kecil. Kemudian pengamatan
hanya dilakukan pada sampel kluster yang dipilih secara random.
Contoh: survey perumahan diperkotaan. Area kota dibagi ke dalam
blok-blok. Kemudian secara random dipilih blok-blok sebagai sampel
yang akan diamati.
2.

NON PROBABILITY SAMPLING adalah metode yang tidak


memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sample. Secara umum peneliti pada
umumnya probabilitas atau metoda random sampling dibanding
nonprobabilistik.
a.
Accidental Sampling . Metoda ini adalah salah satu cara
non probalistik yang umum digunakan. Sebagai contoh adalah
wawancara televisi terhadap orang di jalan dalam acara Berita
untuk melihat bagaimana pendapat/opini publik terhadap suatu
kejadian sosial kemasyarakatan. Demikian juga dalam praktek klinik
digunakan pasien yang ada sebagai sampel.
b.
Purposive Sampling , yaitu dalam purposive sampling,
dilakukan pengambilan sampel dengan sudah ada tujuannya dan
sudah tersedia rencana sebelumnya. Biasanya sudah ada predefinisi
terhadap kelompok-kelompok dan kekhususan khas yang dicari.
c.
Expert Sampling , yaitu terdiri dari sampel orang yang
diketahui mempunyai pengalaman atau keahlian dalam suatu
bidang. Oleh karena itu sampel ini dikenal juga sebagai "panel of
experts."

d.

Quota Sampling yaitu dilakukan pemilihan secara tidak acak


menurut kuota yang telah ditetapkan sebelummya. Dalam
proportional quota sampling diinginkan karakteristik utama populasi
dengan pengambilan sampel secara proporsional. Misalnya jika
diketahui suatu populasi terdiri 40% wanita dan 60% pria dan
diinginkan jumlah sampel 100, maka diambillah sampel sesuai
perbandingan itu yaitu 40 wanita. Sampel pria tidak dilakukan
mengingat kuotanya sudah dipenuhi.
e.
Heterogeneity Sampling sering pula disebut sampling for
diversity. Dalam rangka brainstorming (curah pendapat) biasanya
metoda ini digunakan untuk mendapatkan spektrum yang luas, jadi
tidak untuk mengidentifikasi "average" atau "modal instance". Jadi
yang akan jadi sampel bukan orang tetapi ide. Cara ini adalah
kebalikan dari modal instance sampling.
f.
Snowball Sampling yaitu dalam snowball sampling,
identifikasi dimulai dari seseorang yang mempunyai kriteria yang
masuk dalam kesimpulan penelitian. Dari identifikasi permulaan ini
selanjutnya akan ditemukan unit sampel berikutnya. Snowball
sampling secara khusus digunakan untuk memperoleh suatu
populasi yang sulit diakses atau didapatkan. Misalnya suatu
penelitian terhadap tunawisma di Jakarta.

Langkah-langkah Pengujian Hipotesis


1.

Tulis Ha dan Ho dalam bentuk kalimat

2.

Tulis Ha dan Ho dalam bentuk statistic

3.

Hitung t

4.

Tentukan taraf signifikansi ( )

5.

Cari t

hitung

table

atau z

hitung

atau F hitung

dengan ketentuan :

dk = n-1
dua pihak atau pihak kanan atau pihak kiri tergantung kondisi Ho
dengan menggunakan table t diperoleh t
6.

Tentukan criteria pengujian

7.

Bandingan thitung dengan t

8.

Buat kesimpulan

table

table

Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis ada tiga macam, yaitu:
1. Uji dua pihak
2. Uji satu pihak (pihak kanan)
3. Uji satu pihak (pihak kiri).
Dalam pengujian hipotesis yang diuji apakah Ho ditolak atau diterima.
Untuk dapat memutuskan apakah Ho ditolak atau diterima diperlukan
criteria tertentu dengan nilai tertentu baik dari hasil perhitungan maupun
table.

DATA NOMINAL
Sifat-sifatnya :
a. Merupakan hasil hitungan
b. Tidak mengandung pecahan
c. Jenis dan kategori ditentukan sendiri
d. Tidak berurut (rangking)
e. TIdak mempunyai ukuran baru
f. Tidak memiliki nilai nol mutlak
Contoh :
Jenis kelamin ( laki-laki diberi angka 1, perempuan diberi angka 2)
Data diatas tidak mutlak dan maksud angka diatas hanyalah label, bukan
berarti perempuan itu 2xnya laki-laki, atau kekuatan perempuan 2x lakilaki atau sebaliknya).
DATA ORDINAL
Sifat-sifatnya :
g. Data yang sudah diurutkan dari yang rendah ke tinggi
(sebaliknya)
h. Merupakan hasil pengukuran/hitungan
i. Urutan dapat berupa pembobotan
j. Tidak menyatakan nilai absolute
k. Tidak mempunyai ukuran baru
l. Tidak mempunyai nilai nol mutlak
Contoh :

Juara 1 mampu mengangkat 400 kg


Juara 2 mampu mengangkat 380 kg
Juara 3 mampu mengangkat 375 kg
Angka diatas adalah urutan belaka (didasarkan atas kemampuan
mengangkat)
Angka ordinal tidak menyatakan angka absolute artinya juara 1 bukan
berarti kemampuan 3x juara 3 atau sebaliknya.

DATA INTERVAL
Sifat-sifatnya :
m. Mempunyai sifat nominal dari data ordinal

n.
o.
p.
q.

Mempunyai nilai nol mutlak


Mempunyai urutan
Mempunyai ukuran baru
Merupakan hasil pengukuran

Contoh :
IPK mahasiswa dikenal dengan standar A=4, B=3, C=2 dan D=1
A

Huruf

Angka

Interval A B adalah 4 3 = 1
Intetval B C adalah 3 2 = 1
Interval C D adalah 2 1 = 1
Data interval tidak dapat disimpulkan bahwa yang mendapat nilai A
adalah 4x keberhasilan B atau 3x keberhasilan C.

DATA RASIO
Sifat-sifatnya :
r. Mengandung sifat interval
s. Memiliki angka nol mutlak
t. Memiliki urutan
u. Mempunyai ukuran baru.
v. Merupakan hasil perhitungan (mengandung pecahan)
Contoh :

Panjang D = 4 x A atau 2 x B
Panjang B = 2 X A atau x D

SOAL KUIS :
1.

Urutkan tingkatan data.

2.
-

N
O
I
R

Beri tanda [ x ] yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :


= Nominal
= Ordinal
= Interval
= Rasio

No.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.

Uraian
Nama
Umur
Alamat
Kebangsaan
Golongan darah
Agama
Jenis kelamin
Nomor mahasiswa
Nomor KTP
Pendidikan
Status
Pekerjaan
IPK semester
IQ
Berat badan
Tinggi badan
Nomer telepon
Warna kulit
Bahasa daerah
Golongan gaji

Populasi
Orang dan benda-benda alam lain termasuk karakteristik/sifat yang
dimiliki oleh subyek atau obyek tersebut
Lembaga X juga merupakan populasi., terdiri:
w. sejumlah orang/subyek yang lain (dalam bentuk
jumlah/kuantitas)
x. motivasi, disiplin, kepemimpinan (karakteristik orang)
y. kebijakan, prosedur kerja, produk (karakteristik obyek).
Sampel
Sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Dan apa yang diteliti dari sample maka kesimpulannya akan
diberlakukan untuk populasi.
Random

Sederhana
Bertingkat
Cluster
Sistematis

Teknik
Sampling
Non
Random

Praktis
Penetuan
Besar
sampel

Kebetulan
Bertujuan
Kuota
Kekhususan

Biaya
Waktu
Tenaga
Exploratoris

. Ketepatan

Analisis Tabel (perhitungan)

PROBABILITY SAMPLING

a.

Simple Random Sampling, dilakukan secara acak tanpa


memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut.

Populasi
homoge
n

Diambil secara
random

Sample yang
representative

Keuntungan : anggota sample mudah dan cepat diperoleh


Kelemahan : kadang-kadang tidak mendapatkan data yang lengkap
b.

Stratified
Random
Sampling
yaitu
bila
populasi
mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara
proporsional.

Populasi
berstrate

proporsional

Sample yang
representative

Diambil secara random

Latar belakang pendidikan PT. X adalah : S1 = 45, S2 = 30, STM = 800,


SMEA=500, maka jumlah sample harus diambil proporsional dari
populasi yang ada.
Keuntungan : anggota sample lebih terwakili
Kelemahan : memerlukan usaha pengenalan karakteristik populasi
c.

Disproportionate Random
berstrata tetapi kurang proporsional.

Sampling,

bila

populasi

Pegawai di PT. X mempunyai berbaga macam latar belakang


pendidikan.
S1 = 200, S2 = 4, S3 = 3, SMU = 800, STM = 700, maka sebagai
sample S2 dan S3 diambil semuanya sebagai sample.
Keuntungan : sample belum terwakili sepenuhnya
Kelemahan : memerlukan usaha pengenalan karakteristik populasi.
d.

Cluster (Area) Random Sampling yaitu bila obyek yang


diteliti atau sumber data sangat luas.

Diambil
secara random

Diambil
secara random

Tahap 1
(sample daerah)

Populasi daerah

Tahap 2
(sample individu)

Penelitian di Indonesia ada 27 propinsi dan samplenya menggunakan


10 propinsi maka pengambilan dilakukan di 10 propoinsi secara
random.
Keuntungan : - dapat mengambil populasi besar yang tersebar
z.
pelaksanaan lebih mudah
Kelemahan : - jumlah individu dalam setiap pilihan tidak sama
aa.
ada kemungkinan penduduk satu berpindah ke daerah
lain
sehingga mungkin menjadi sample.

SIFAT DAN JENIS DATA

Nominal
Ordinal

Urutan
V

Ukuran baru
& jarak
-

Nol
mutlak
-

Interval
Rasio

V
v

V
v

V
V

NON PROBABILITY SAMPLING

Uji signifikansi
Chi-kuadrat
Korelasi
Rank
Spearman
t dan F
t dan F

a.

Systematic Sampling, yaitu


teknik random sampling sederhana yang dilakukan secara ordinal
(misalnya anggota sample dipilih berdasarjkan urutan tertentu).
Keuntungan : - lebih cepat dan mudah
Kelemahan : - kadang-kadang kurang terwakili populasinya

b.

Accidental
Sampling,
dilakukan pada responden yang kebetulan ada atau dijumpai.
Keuntungan : - murah, mudah, cepat
Kelemahan : - kurang representatif

c.

Purposive
Sampling
,
dilakukan pengambilan sampel dengan sudah ada tujuannya dan
sudah tersedia rencana sebelumnya.
Keuntungan : - murah, mudah, cepat
Kelemahan : - tidak representative dalam keputusan secara umum

d.

Quota Sampling yaitu dipilih


dengan jumlah tertentu dengan cirri tertentu.

e.

Expert Sampling , yaitu terdiri


dari sampel orang yang diketahui mempunyai pengalaman atau
keahlian dalam suatu bidang.
Keuntungan : - pokok permsalahan dapat terjawab dan terwakili
Kelemahan : - lama dan relative lebih sulit

f.

Heterogeneity
sering pula disebut sampling for diversity.

Sampling

g.

Snowball Sampling yaitu


dalam snowball sampling, identifikasi dimulai dari seseorang yang
mempunyai kriteria yang masuk dalam kesimpulan penelitian. Dari
identifikasi permulaan ini selanjutnya akan ditemukan unit sampel
berikutnya. Snowball sampling secara khusus digunakan untuk
memperoleh suatu populasi yang sulit diakses atau didapatkan.
Misalnya suatu penelitian terhadap tunawisma di Jakarta.

JENIS DATA dibagi menjadi 2 macam :


1. Data Nominal/Deskrit/Dikotomi
Data ini dapat disebut dengan data deskrit, kategorik,
dikotomi. Data ini merupakan hasil perhitungan sehingga tidak
dijumpai bilangan pecahan. Data ini diperoleh dari hasil
penelitian yang bersifat eksploratif/survey dan (berupa angka,
belum dikaitkan dengan ukuran, dan tidak dapat diurutkan)
dan termasuk data kualitatif. Contoh: jenis kelamin: pria,
wanita;status: married, divorce.
2. Data Ordinal yaitu mengacu pada data yang dapat diurutkan
atau data yang berjenjang. Jarak satu data dengan lainnya
mungkin tidak sama dan semakin kecil angkanya semakin
tinggi nilainya. Kita dapat memberikan nilai numerik namun
tidak dapat melakukan operasi matematis. Contoh : Juara 1, 2,
3; dan Eselon 1, 2, 3.
3. Data Interval yaitu mengacu pada data yang dapat diurutkan,
jarak data terukur dan dapat diinterpretasikan dan skala
interval scale dimulai dari angka 0. Data interval mempunyai
sifat nominal dari data ordinal . Contoh : Temperature Scales :
Celcius, Index Numbers: Dow-Jones).
4. Data Rasio (urut, dan berbasis nol) yaitu :
o
data rasio mengacu pada data yang dapat diurutkan dan
dapat dilakukan operasi matematis terhadapnya.
o
data rasio mempunyai nilai nol absolute. Nilai nolnya
punya arti. Seseorang yang tidak punya penghasilan
berarti penghasilannya 0 rupiah.
Contoh: Penjualan, Penghasilan, Jumlah produksi
SIFAT DAN JENIS DATA

Urutan
Nominal

Ukuran
baru &
jarak
-

Nol
mutlak
-

Uji
signifikansi
Chi-kuadrat

Ordinal

Interval
Rasio

V
v

V
v

V
V

Korelasi
Rank
Spearman
t dan F
t dan F

HIPOTESIS adalah dugaan/jawaban sementara atas permasalahan


penelitian dimana memerlukan data untuk menguji
kebenaran dugaan tersebut.
Hipotesis tidak dapat dibuat tanpa dasar teori yang kuat.
Dan dinyatakan dalam bentuk :
Ho (hipotesis nul)
:
pernyataan
yang
tidak
menunjukkan perubahan
Hi (hipotesis alternatif)
: pernyataan yang diharapkan
akan terjadi
Hasilnya adalah penerimaan Ho/penolakan Ho
Type Hipotesis :
a.
Directional : hipotesis yang dapat menunjukkan arah jawaban
atas hipotesis penelitian (lebih besar/kecil)
Ho
:
wanita
Hi
b.

Tidak ada perbedaan tinggi badan antara pria dan

( pria = wanita)
: Pria lebih tinggi daripada wanita
( pria > wanita)

Non-Directional : hipotesis yang tidak dapat menunjukkan


arah jawaban (arahnya tidak diketahui)
Ho
:
wanita
Hi

Tidak ada perbedaan tinggi badan antara pria dan

( pria = wanita)
: Ada perbedaan tinggi badan antara pria dan wanita
( pria wanita)