Anda di halaman 1dari 13

NERACA

AIR

DISUSUN OLEH :
ANISA KAMILA
21080114130062

Apa itu neraca air ???


Persamaan neraca air yaitu perkiraan secara
kuantitatif dari siklus hidrologi dapat dinyatakan berdasar
prinsip konservasi massa. Persamaaan tersebut
menggambarkan bahwa di dalam suatu sistem hidrologi
(DAS, waduk, danau, aliran permukaan) dapat dievaluasi
air yang masuk dan yang keluar dari sistem tersebut dalam
suatu periode waktu tertentu.Neraca air dapat dinyatakan
dalam interval waktu singkat atau untuk durasi panjang,
untuk suatu DAS atau badan air seperti waduk atau danau.

Secara umum persamaan neraca air dapat ditulis dalam bentuk:

(1.1)

Dengan :

P : presipitasi
Qi, Qo : debit aliran masuk dan keluar
Gi,Go : aliran air tanah masuk dan keluar
E: evaporasi
T : evapotranspirasi
S : perubahan volume tampungan untuk selang waktu t.

Semua suku dari persamaan (1.1) dapat dinyatakan dalam volume air (atau dalam debit ( atau
dalam kedalaman air, yaitu volume air yang terdistribusi merata pada seluruh DAS atau danau.

Gambar 1.7. menunjukan imbangan air di suatu danau

Gambar 1.7. Imbangan air di danau

Imbangan Air untuk DAS besar dan durasi


panjang

Untuk kondisi tertentu, beberapa suku dari persamaan (1.1) dapat diabaikan yang

tergantung pada sifat daerah yang ditinjau dan periode hitungan neraca air. Apabila
evaluasi dilakukan dalam suatu periode panjang (misalnya siklus tahunan), variasi
tampungan air relatif seimbang sehingga perubahan tampungan dapat diabaikan. Pada
suatu DAS, dimana tidak ada aliran yang masuk melalui batas DAS maka suku . Dalam
suatu DAS dianggap tidak ada transfer air tanah dari suatu DAS ke DAS di dekatnya,
sehingga .

Persamaan (1.1) menjadi:


P-E-T-Q=0

(1.2)

dengan Q adalah debit sungai, yang merupakan aliran dari DAS ke dalam sungai.

Gambar 1.8 menunjukan imbangan air di suatu DAS .

Gambar 1.8 Imbangan air di suatu DAS

Imbangan air untuk badan air dalam periode singkat

Pengaruh perubahan kondisi hidrologi di suatu waduk, danau atau sungai dapat

diperkirakan dengan menggunakan persamaan imbangan air untuk periode waktu


sangat singkat, misalnya dalam waktu menitan atau jam-jaman. Dalam hal ini
perubahan tampungan harus diperhitungkan, sedang evaporasi, presipitasi dan
aliran air tanah dapat diabaikan.
Bentuk persamaan imbangan air menjadi :
=0

(1.3)

Persamaan (1.3) sering digunakan untuk hitungan penelusuran banjir (flood routing)
di waduk.

Imbangan Air untuk aliran permukaan


Persamaan imbangan air yang hanya memperhitungkan air permukaan adalah :
(1.4)
dengan I adalah infiltrasi dan adalah tampungan cekungan.
Apabila , persamaan (1.4) menjadi:
Q=PETI

(1.5)

Persamaan (1.5) menyatakan bahwa aliran permukaan sama dengan


presipitasi dikurangi kehilangan air yaitu jumlah dari evaporasi, evapotranspirasi
dan infiltrasi.

Dalam memperkirakan debit aliran yang ditimbulkan oleh hujan lebat,


evaporasi dan evapotranspirasi yang terjadi dalam periode waktu singkat
adalah kecil dan dapat diabaikan, sehingga persamaan (1.5) menjadi :
Q = P- I

(1.6)

Persamaan (1.6) digunakan untuk memperkirakan debit (hidrograf) banjir


yang ditimbulkan oleh hujan deras yang terjadi dalam waktu singkat
(hujan jam-jaman atau harian maksimum)

Contoh Soal :
1.

Suatu waduk dengan luas permukaan 1,57 km2. Pada suatu

saat debit yang banjir yang masuk adalah 100 m3/d dan selang
satu jam berikutnya adalah 125 m3/d. Pada jam yang sama debit
keluar melalui bangunan pelimpah berturut-turut 20 m3/d dan
25 m3/d. Hitung perubahan tampungan dan perubahan elevasi
muka air waduk dalam satu jam.

Penyelesaian

Debit masuk rerata: Qi =


Debit keluar rerata: Qo =
Dengan menggunakan persamaan (1.3) untuk beberapa parameter aliran yang diketahui,
didapat:

Perubahan volume tampungan dalam 1 jam adalah 324.000 m.


Kenaikan elevasi muka air adalah perubahan volume tampungan dibagi luas permuaan
waduk:

Elevasi muka air di waduk naik setinggi 0,206 m.

2.

Waduk dengan luas permukaan 1,57 km2. Debit rerata harian yang masuk dan keluar
waduk (untuk memenuhi kebutuhan air seperti irigasi, air baku, dsb) berturut turut
adalah 2,5 m3/d dan 5 m3/d. Evaporasi pada permukaan waduk adalah 5 mm/hari.
Aliran air tanah di abaikan hitung perubahan tampungan dalam satu hari.

Penyelesaian
Debit masuk: Qi = 2,5 x 24 x 3600 = 216.000 m3/hari
Debit keluar: Qo = 5 x 24 x 3600 = 432.000 m3/hari
Evaporasi: E = 5 mm/hari = x 1,57 x = 7.850 m3/hari
Dengan menggunakan persamaan (1.1) untuk beberapa parameter aliran yang diketahui,
didapat tampungan air per hari (aliran air tanah diabaikan):
= 216.000 432.000 7.850 = -223.850 m3/hari
Jadi, dalam satu hari waduk tersebut mengalami pengurangan volume air sebesar 223.850
m3.

TERIMA KASIH