Anda di halaman 1dari 8

Identifikasi Bahaya-bahaya Zat Kimia pada Industri Pulp/Kertas

Industri kertas merupakan salah satu jenis industri terbesar di dunia dengan
menghasilkan 178 juta ton of pulp, 278 juta ton kertas dan karton, dan menghabiskan 670 juta
ton kayu. Pertumbuhannya dalam dekade berikutnya diperkirakan antara 2% hingga 3.5% per
tahun, sehingga membutuhkan kenaikan kayu log yang dihasilkan dari lahan hutan seluas 1
sampai 2 juta hektar setiap tahun.

Industri kertas membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk dapat beroperasi. Energi
yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kertas dalam bentuk panas dihasilkan dari
pembakaran sampah padat (sisa potongan kayu) dan uap serta bahan bakar fosil.

Penggunaan bahan bakar fosil, salah satunya adalah batubara untuk pembangkit listrik
akan dapat meningkatkan emisi dari partikel, SO2, NOx, dan CO2. Penggunaan batubara
untuk bahan bakar pembangkit listrik diperkirakan akan terus meningkat. Meskipun
kandungan sulfur batubara Indonesia relatif kecil tetapi penggunaan dalam jumlah besar akan
dapat meningkatkan emisi SO2 sehingga dapat berdampak negatif terhadap manusia dan
lingkungan hidup

PROSES PEMBUATAN KERTAS

Sebelum diproses menjadi pulp, dilakukan proses pendahuluan pada bahan baku yaitu

1. Pemilihan Jenis Kayu

 Jenis kayu yang banyak digunakan dalam pembuatan kertas adalah:

 a.  Kayu lunak (softwood), adalah kayu dari tumbuhan konifer contohnya pohon pinus.

Kayu lunak yang memiliki panjang dan kekasaran lebih besar digunakan untuk
memberi kekuatan pada kertas.

 b. Kayu keras (hard wood), adalah kayu dari tumbuhan yang menggugurkan daunnya
setiap tahun.
Kayu keras lebih halus dan kompak sehingga menghasilkan permukaan kertas yang
halus. Kayu keras juga lebih mudah diputihkan hingga warnanya lebih terang karena
memiliki lebih sedikit lignin. Kertas umumnya tersusun atas campuran kayu keras dan
kayu lunak untuk mencapai kekuatan dan permukaan cetak yang diinginkan pembeli.
2. Persiapan Kayu

Input

  Bahan baku yang mengandung selulosa seperti kayu, bambu, serat kapas, bagas dan
lain-lain

  Air

Proses

1. Proses penghilangan pith (depithing) untuk bagasse,


2. Pemecahan kayu menjadi potongan kecil-kecil (chiping) untuk bahan baku kayu.
3. Kulit kayu dikelupas secara mekanis atau hidraulis sebelum dicacah menjadi serpihan kayu.
4. Kemudian dicuci dan disaring untuk menghilangkan debu yang melekat.

Output

  Efluen dari proses persiapan kayu berasal dari air bilasan kayu yang mengandung
partikel halus batang kayu dan padatan terlarut.

  Proses ini juga menghasilkan limbah padat berupa potongan kayu tidak layak pakai dan
kulit kayu yang dapat digunakan sebagai kayu bakar.

Penanganan bahan baku

 Bahan baku kayu dan yang telah dijadikan serpihan-serpihan kecil (chips) yang disimpan
ditanah akan terkontaminasi oleh kotoran dan kerikil halus. Untuk mengatasinya
direkomendasikan untuk mengeraskan dengan aspal atau beton di areal penyimpanan
bahan baku kayu atau yang sudah menjadi chips.

3. Pembuburan Kayu (Pulping)

Pulping adalah proses pemisahan serat selulosa dari bahan pencampur (lignin &
pentosan), pelepasan bentuk bulk menjadi serat atau kumpulan serat.

Proses pembuatan pulp ada 3 jenis :


1. cara mekanis (groundwood)
2. cara kimia
3. cara semi kimia

Proses Pembuatan Pulp dengan Cara Kimia

Input

Alat               :

  Tabung bertekanan yang disebut digester

Bahan          :

  Larutan putih (white liquor), yaitu larutan campuran sodium hidroksida dan sodium
sulfida

  Air

  Panas dan zat kimia

Proses

1. Dalam proses pulping secara kimiawi ditambahkan panas dan zat kimia pada serpihan kayu
yang dimasukkan ke dalam tabung bertekanan yang disebut digester.
2. Pembuatan pulp dengan proses kraft menggunakan larutan putih (white liquor), yaitu larutan
campuran sodium hidroksida dan sodium sulfida yang secara selektif akan melarutkan lignin
dan membuatnya lebih larut dalam cairan pengolah.
3. Setelah 2-4 jam, campuran antara pulp, sisa zat kimia dan limbah kayu dikeluarkan dari
digester.
4. Pulp kemudian dicuci untuk memisahkannya dari cairan hitam (sisa zat kimia dan limbah).
5. Larutan yang mengandung serat kayu terlarut kemudian masuk ke digester dan dipanaskan.
6. Larutan hasil pemanasan yang berwarna hitam (black liquor) dipisahkan dari pulp
(brownstock) setelah proses pemanasan.
7. Dalam batch digester, pulp (brownstock) diambil dari dasar digester tabung untuk dilanjutkan
dengan pencucian.
8. Pada digester bersinambungan, pencucian dilakukan di dalam digester untuk menghilangkan
larutan lain dan mendinginkan pulp.

Output

1. Kraft pulping adalah proses dengan hasil rendah yaitu hanya 45% dari kayu akan menjadi
pulp yang dapat digunakan.
2. Pulp atau disebut brownstock pada tahap ini siap untuk diputihkan.

4. Pencucian (Brown stock washing)


Tujuan: Menghilangkan materi yang tidak diinginkan dalam pulp.

Pencucian pulp secara efisien sangat penting dilakukan untuk memastikan kebutuhan
maksimal zat kimia dalam proses pulping dan mengurangi jumlah limbah organik yang
terbawa oleh pulp dalam proses pemutihan. Pulp yang kurang tercuci membutuhkan dosis
zat pemutih yang lebih besar.

Input

    Pulp

    Air

Process

Pencucian pulp dilakukan mengikuti masing-masing proses.

Output

  Black liquor, debu, lignin, dan pemutih dihilangkan setelah tiap tahapan proses
selesai.

  Efisiensi pencucian diukur berdasarkan tingkat kebersihan bubur kertas dan jumlah
air yang digunakan untuk mencapai tingkat kebersihan tersebut.

5. Menyuling (Refining)

Input

Alat           :

    Piringan yang berputar

    Pemotong

Bahan        :

    Pulp

Process

  Pulp melewati slot dalam piringan yang berputar untuk memisahkan gumpalan selulosa
menjadi serat dan mempersiapkan pulp untuk proses pembuatan kertas.

  Serat dipotong dengan panjang yang seragam dan diperlakukan untuk memperbaiki
ikatan dan kekuatan produk akhir kertas.

Output
    Serat

    Ikatan dan kekuatan produk akhir kertas yang lebih baik.

6. Oksigen Delignification

Oksigen Delignification merupakan Penghilangan lignin (delignifikasi)


menggunakan oksigen. Lignin harus dihilangkan karena dapat membuat kertas
mengalami degradasi. Selain itu, bila pulp masih mengandung lignin yang tinggi maka
kualitas kertas menjadi rendah dengan sifat kaku, mudah patah dan berwarna gelap.

Input

Alat               :

    Reaktor pemanas

Bahan          :

    Pulp (brownstock)

    Oksigen

    Larutan putih

Proses

1.      Penghilangan lignin (delignifikasi) menggunakan oksigen diperlukan untuk


menghilangkan sisa lignin dari brownstock yang merupakan tahap prebleaching.

2.      Oksigen dan larutan putih ditambahkan ke dalam brownstock dalam reaktor pemanas.

3.      Senyawa lignin akan lepas dan dihilangkan dengan pencucian dan ekstraksi.

4.      Oksigen delignification akan mengurangi jumlah klorin yang dibutuhkan dalam


proses pemutihan (bleaching).

Output

Dengan mengurangi lignin akan dihasilkan bubur kayu yang lebih putih.

7. Bleaching

Bleaching dilakukan dalam beberapa tahap dengan tujuan menghilangkan lignin tanpa
merusak selulosa.
Input

    Pulp

    Chlorine dioxide (ClO2)

    NaOH

Process

Dalam industri kertas terdapat beberapa tahap dalam proses pemutihan. Masing-masing
tahapan dijabarkan di bawah ini.
C : tahap klorinasi, menggunakan Cl2 dalam media asam
E : Extraksi Alkali, untuk melarutkan hasil degradasi lignin yang terbentuk pada tahap
sebelumnya dengan larutan NaOH.
D : Klorin dioksida, mereaksikan ClO2 dengan pulp pada kondisi asam
O : Oksigen, digunakan pada tekanan tinggi dan suasana basa
H : Hipoklorit, mereaksikan NaClO dalam media basa
P : Peroksida, reaksi dengan hidrogen peroksida (H2O2) dalam kondisi basa
Z : Ozon, menggunakan ozon (O3) dalam kondisi asam
X : Xylanase, Biobleaching dengan enzim murni mikroba dalam kondisi netral

Tahapan dalam bleaching disimbolkan dengan DED.

1.      D melambangkan chlorine dioxide (ClO2)

a.       Dalam tahap ini, brownstock dicampur dengan ClO 2 dalam reaktor D1 yang akan
bereaksi dengan lignin.

b.      Pencucian mengikuti tahap ini untuk menghilangkan senyawa lignin yang


beikatan dengan klor dari bubur kayu.

2.      E melambangkan ekstraksi alkali.

Tujuan           : untuk menetralisasi pulp dan memperbaiki proses pencucian


sebelumnya.

NaOH ditambahkan pada aliran pulp dalam menara E dan diikuti dengan pencucian..

3.      Menara D2 adalah tahap akhir dari proses bleaching dimana ClO 2 memberikan
pemutihan terakhir pada pulp. Jika proses bleaching didahului dengan oksigen
delignification, maka prosesnya disingkat menjadi ODED.

Klorin biasanya diperoleh melalui proses elektrolisis dari NaCl yang menghasilkan
Cl2 dan NaOH. NaOH yang dihasilkan dapat digunakan pada tahap E. Reaksi kimia
elektrolisis dari NaCl diuraikan berikut ini :
2 NaCl + e- ====> 2NaOH Cl2 H2
Klorin dioksida diperoleh dari sodium klorat dengan katalis asam sulfit. Produk
lainnya adalah Na2SO4 yang dapat digunakan dalam proses kraft pulping. Reaksinya
diuraikan berikut ini.
NaClO3 SO2 ===> 2ClO2 Na2SO4

Output

Pulp yang berwarna lebih putih.

Sumber Bahaya

  Klorin

Sebagian besar industri kertas menggunakan pemutih yang mengandung klorin. Klorin akan
bereaksi dengan senyawa organik dalam kayu membentuk senyawa toksik seperti dioksin.
Dioksin merupakan suatu senyawa racun yang berbahaya bagi kesehatan kita. Meskipun
konsentrasi dioksin sangat kecil di dalam air limbah, tetapi pabrik terus beroperasi dan terus
menghasilkan dioksin sehingga konsentrasinya dalam air akan terus
bertambah.Dioksin adalah senyawa organik yang sukar terdegradasi dan konsentrasinya
akan berlipat ganda jika masuk ke dalam rantai makanan karena adanya proses
biomagnifikasi. Hal ini menyebabkan konsentrasi dioksin di dalam jaringan tubuh hewan air
menjadi ratusan kali lebih besar dibandingkan di dalam air tempat hidupnya. Tahun 1998
WHO menetapkan ambang batas aman konsumsi dioksin, yaitu 1-4 pikogram (sepertriliun
gram) dioksin per-kilogram berat badan.
         Dalam jumlah sedikit saja dioksin sudah sangat berbahaya, apalagi bila dalam jumlah
besar maka dioksin akan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
         Konsentrasi lebih tinggi lagi akan menyebabkan penyakit kulit chloracne (jerawat yang
parah disertai dengan erupsi kulit dan kista).
         Dioksin juga akan menyebabkan penurunan hormon reproduksi pria hingga 50% dan
menyebabkan kanker prostat dan kanker testis.
         Pada wanita dioksin akan menyebabkan kanker payudara dan endometriosis, yakni
jaringan selaput lendir rahim yang masih berfungsi tumbuh di luar rongga rahim.
8. Paper Making

Input

Alat               :

  Mesin pembuat kertas

  Penggulung (roller)

Bahan          :

  Kaolin

  Pengikat yang mengandung formaldehyde., ammonia atau polivinil alkohol

Process 
1.      Pulp yang sudah diputihkan kemudian dibawa ke mesin pembuat kertas dimana
akan dibentuk lembaran pulp pada screen.

2.      Air dihilangkan dari lembaran dengan kombinasi vakum, panas, dan tekanan yang
diberikan di bagian penggulung (roller).

3.      Kertas jadi dapat dibuat dengan berbagai jenis berat dan digulung menjadi
gulungan besar untuk diproses lebih lanjut.

4.      Kertas jadi terkadang juga dilapisi dengan kaolin untuk memutihkan permukaan
atau diberi pengikat yang mengandung formaldehyde., ammonia atau polivinil
alkohol agar lebih kuat.

5.      Untuk mendapatkan permukaan yang halus (pada kertas cetak/tulis) dilakukan


proses calendering sesudah pengeringan, sedangkan untuk membuat permukaan
yang mengkilat dan berwarna, sesudah calendering dilakukan proses pelapisan
(untuk produk kertas cetak).

Penanganan mesin kertas (paper mill)

Untuk mengurangi pemakaian bahan kimia pada mesin kertas direkomendasikan untuk
memasang/menggunakan alat pengukur pH yang bekerja secara otomatis, karena bila
penambahan bahan kimia secara manual untuk menyesuaikan pH yang diinginkan bisa
kurang akurat. Selanjutnya untuk mencapai target pengeringan direkomendasikan untuk
meningkatkan performance pengering (dryer) antara lain dengan mengganti bagian-
bagian yang rusak (misalnya: roll, pompa hydraulik), dan mengganti pipa carbon steel
dengan stainless steel untuk menghindari terjadinya korosi.

9.      Calender Stack

Tahap akhir dari proses pembuatan kertas dilakukan pada calendar stack, yang terdiri dari
beberapa pasangan silinder dengan jarak tertentu untuk mengontol ketebalan dan
kehalusan hasil akhir kertas.

10.  Pope Reel:

Bagian ini merupakan tahap akhir dari proses pembuatan kertas yaitu pemotongan kertas
dari gulungannya. Pada bagian ini, kertas yang digulung dalam gulungan besar, dibelah
pada ketebalan yang diinginkan, dipotong menjadi lembaran,dirapikan kemudian
dikemas.