Anda di halaman 1dari 2

Memahami Noken As

Posted: 23 Februari 2009 in MESIN DAN BALAP

49

Dialing Camshaft

Panjenengan sedoyo mula sampun ngertos -jah maw ngomong paan daku ni- hehe Banyak orang
berpikir noken as adalah jantung dari sebuah mesin. Well tidak salah memang mengingat noken AS
adalah komponen pengatur katub-katub di dalam mesin untuk melakukan yoga Hiruuuppp
Buaangg Sedooottt Tariiikk Emmmhhh sedappp!!!

Sedap memang, kalau porting intake dan exhaust mampu mengalirkan kabut udara serta gas sisa
pembakaran dengan baik, mantap memang jika karburator mampu mengabutkan udara/bahan-bakar
dengan jos serta exhaust system mampu melepaskan CO dengan losss

Noken as akan bekerja sakti bila membuka pada waktunya serta bekerja menurut durasi tertentu dan
berakhir on time. Oleh karenanya tidak akan berguna kita membuat noken as ekstreme untuk motor
standard, juga kurang pas jika noken as dibuat agar mesin bertenaga di rpm tinggi namun dipakai
untuk motocross. Terlebih penting lagi adalah pemasangan cam serta dialing sebuah noken as
sehingga mereka mau membuka menutup sesuai kehendak kita, setelan klep berapa yang pas,
berapa Lobe Separation Angle yang diinginkan, berapa derajat overlapping yang dimau, dimana posisi
Lobe Center diposisikan, serta maximum valve lift di mesin bukan hanya lobe lift.

Kemampuan kita mengolah data inilah yang akan menjadi sistem informasi kita dalam menentukan
riset mesin balap, dimana efek jika setelan dirubah, di RPM berapa dia bekerja bagus, pada RPM mana
dia lemah, saat-saat kita bercanda ria dengan mesin kemudian pembalap mencoba motor pada track
untuk memberikan feedback bagi engineer akan menjadikan kita sebuah pemerintahan yang baik
lho?! Lha kan iya, bukankah kita hidup di negara Rebalap, dari pembalap oleh pembalap dan untuk
pembalap Huahahhahaha mulai ngaco..!!! Dang!
Setidaknya apa yang ingin saya bagikan di sini adalah perhitungan sederhana, bagaimana mengetahui

durasi camshaft, pada bahasa internasional tentang camshaft durasi diukur saat bukaan klep atau
angka dial gauge menunjuk pada 0.050 inch alias 1,27mm . Lha emangnya kita living in the jet plane..
eh emangnya kita hidup di Eropa, Amerika, Australia? Ya gak masalah ding, siapa tahu kita bisa
konsultasi dengan mekanik asal Swedia seperti om saya itu huahahauahuahauahua ngaco lagi
Well.. let us make our own standard, biasanya ngomongin durasi ya pada angkatan 1mm, jadi saat
kamu diliput tabloid, dan bicara durasi motor kamu bilang Cuma 260 derajat bos itu diukur pada
angkatan 1mm, jadi kan orang pada gak tahu durasi sebenernya saat klep mulai membuka 0,15mm
dan hampir menutup 0,15mm, misalnya hehhehehe senengane kok main rahasia. Biasa kalau
sudah terkenal jangan lupa sombong. Hakhakahkahak But its not me. Secara saya belum terkenal.
Supaya lebih gampang kita akan berbagi contoh menghitung durasi noken as Yamaha Vega r
Intake membuka 27 derajat sebelum TMA, menutup 53 derajat setelah TMB

Exhaust membuka 55 sebelum TMB, menutup 29 derajat setelah TMA

Mari kita hitung durasi, LC, LSA

durasi In = 27 + 180 + 53 = 260 derajat


durasi Ex = 55 + 180 + 29 = 264 derajat
Lobe center In = 260 / 2 27 = 103 derajat
Lobe center Ex = 264 / 2 29 = 103 derajat
LSA = 103 derajat
Dari LSA kalian akan tahu karakter sebuah camshaft, dari posisi LC kalian akan bisa menentukan
maximum lift apakah sudah tepat atau tidak, dari durasi kalian akan tahu pada RPM berapa dia akan
bekerja baik.