Anda di halaman 1dari 2

RADIASI SURYA Di Bumi

Penerimaan radiasi surya di permukaan bumi sangat beragam menurut tempat dan waktu,
dan sebab khususnya adalah adanya perbedaan letak lintang dan keadaan atmosfer terutama
awan. Pada lingkup yang lebih kecil, arah lereng sangat menentukan jumlah radiasi. Perbedaan
radiasi terjadi dalam sehari maupun musiman. Faktor-faktor penerimaan radiasi bumi :
1. Jarak antara matahari dan bumi
Jarak antara matahari dan bumi mempengaruhi penerimaan radiasi surya. Karena bumi
berevolusi terhadap matahari dan matahari juga berevolusi terhadap bintang yang paling besar
maka setiap empat tahun diadakan penyesuaian waktu/tanggal dari 28 hari menjadi 29 hari pada
bulan Februari yang dikenal denggan tahun kabisat. Perbedaan jarak antara matahari dan bumi
menyebabkan perbedaan kerapatan fluks ( kadang disebut intensitas ) radiasi surya yang sampai
di permukaan bumi. Pada jarak rata-rata antara matahari dan bumi selama setahun, radiasi surya
yang datang tegak lurus di permukaan bumi disebut dengan tetapan surya atau solar
constant dengan nilai ketetapannya adalah 1360 Wm-2.
2. Panjang hari dan sudut datang
Seandainya tidak ada atmosfer maka perbedaan penerimaan radiasi surya di permukaan
buminpada suatu waktu tertentu disebabkan oleh sudut datang matahari. Perbedaan tempat
menurut letak lintang ( latitude ) di samping menyebabkan perbedaan periode peneriaannya yang
disebut panjang hari. Kutub utara dan selatan akan mengalami panjang 24 jam ( siang terus
menerus ) dan ) jam ( malam terus menerus ) masing-masing selama enam bulan dalam setahun.
3. Pengaruh atmosfer bumi.
Pada waktu radiasi surya memasuki sistem atmosfer menuju permukaan bumi ( daratan dan
lautan ), radiasi tersebut akan dipengaruhi oleh gas-gas aerosol, serta awan yang ada di atmosfer.
Sebagiam akan diserap dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi berupa radiasi langsung
( direct ) maupun radiasi baur ( diffuse ). Radiasi langsung adalah radiasi yang tidak mengalami
proses pembauran oleh molekul-molekul udara, uap dan butir air serta debu di atmosfer seperti
yang terjadi pada radiasi baur. Jumlah kedua bentuk radiasi ini dikenal dengan radiasi global.
Alat pengukur radiasi surya yang terpasang pada stasiun-stasiun klimatologi ( solarimeter atau
radiometer ) mengukur radiasi global (Handoko, 2003).
Komponen penting yang mempengaruhi penerimaan radiasi adalah awan. Lama matahari
bersinar cerah selama sehari disebut dengan lama penyinaran yan ditentukan oleh penutupan
awan. Campbell stokes merupakan alat ukur lama penyinaran yang umum digunakan.
Distribusi radiasi surya yang tidak merata di muka bumi adalah penyebab utama timbulnya
cuaca dan iklim. Tidak hanya distribusi energi surya itu yang diandalkan iklim, tetapi energi
surya itu sendiri merupakan suatu unsur vital iklim. Energi surya bertanggung jawab dalam
proses fotosintesis dan penting pengaruhnya rerhadap evapotranspirasi. Sinar matahari
berpengaruh terhadap tanah yaitu untuk menaikkan suhu permukaan dan mendorong terjadinya
penguapan-penguapan dan pengaruh terhadap tanaman adalah mengatur fotosintesis juga
mendorong terjadina penguapan-penguapan.
Ada tiga macam cara radiasi surya sampai ke permukaan bumi yaitu:

a.

Radiasi langsung ( Direct Radiation )


Adalah radiasi yang mencapai bumi tanpa perubahan arah atau arah sejajar sinar datang
matahari.

b. Radiasi hambur ( Diffuse radiation )


Adalah radiasi yang mengalami perubahan akibat pemantulan dan penghamburan.
c.

Radiasi total ( Global radiation )


Adalah penjumlahan radiasi langsung dan radiasi hambur.