Anda di halaman 1dari 47

OPIAT atau Opium (candu)

Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap
(inhalasi).

• Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation)


• Menimbulkan semangat
• Merasa waktu berjalan lambat.
• Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk.
• Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang).
• Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

MORFIN

Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara
kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di
bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena)

• Menimbulkan euforia.
• Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi).
• Kebingungan (konfusi).
• Berkeringat.
• Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar.
• Gelisah dan perubahan suasana hati.
• Mulut kering dan warna muka berubah.
HEROIN atau Putaw

Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin


secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar
80% hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni
berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak
sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan
dengan cara disuntik atau dihisap.

Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti
rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau
ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.

• Denyut nadi melambat.


• Tekanan darah menurun.
• Otot-otot menjadi lemas/relaks.
• Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).
• Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
• Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.
• Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.
• Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.
• Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang hajat
besar, jantung berdebar-debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul
gangguan kebiasaan tidur.

Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia
semakin ringan atau singkat

GANJA atau kanabis

Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung
3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya
dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa
rokok.

• Denyut jantung atau nadi lebih cepat.


• Mulut dan tenggorokan kering.
• Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.
• Sulit mengingat sesuatu kejadian.
• Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan
koordinasi.
• Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.
• Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang
berkepanjangan, rasa letih/capek.
• Gangguan kebiasaan tidur.
• Sensitif dan gelisah.
• Berkeringat.
• Berfantasi.
• Selera makan bertambah.

LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs

Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh


dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna
dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan
meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian
dan berakhir setelah 8-12 jam.

• Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan
waktu.
• Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap
yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya.
• Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat
perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid).
• Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.
• Diafragma mata melebar dan demam.
• Disorientasi.
• Depresi.
• Pusing
• Panik dan rasa takut berlebihan.
• Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan
kemudian.
• Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan.

KOKAIN
Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free
base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut
dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan
kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih.
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi
beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai
permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan
kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff.
Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.

• Menimbulkan keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).


• Hasutan (agitasi), kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.
• Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan.
• Timbul masalah kulit.
• Kejang-kejang, kesulitan bernafas.
• Sering mengeluarkan dahak atau lendir.
• Merokok kokain merusak paru (emfisema).
• Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan.
• Paranoid.
• Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).
• Gangguan penglihatan (snow light).
• Kebingungan (konfusi).
• Bicara seperti menelan (slurred speech).

AMFETAMIN

Nama generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis
pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung
(dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis amfetamin yaitu
MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Nama lain fantacy
pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam)
dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara penggunaan dalam
bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas
alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau dibakar dengan memakai botol
kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga
melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).

• Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).


• Suhu badan naik/demam.
• Tidak bisa tidur.
• Merasa sangat bergembira (euforia).
• Menimbulkan hasutan (agitasi).
• Banyak bicara (talkativeness).
• Menjadi lebih berani/agresif.
• Kehilangan nafsu makan.
• Mulut kering dan merasa haus.
• Berkeringat.
• Tekanan darah meningkat.
• Mual dan merasa sakit.
• Sakit kepala, pusing, tremor/gemetar.
• Timbul rasa letih, takut dan depresi dalam beberapa hari.
• Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium.

SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)

Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK,
Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan
melalui dubur. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis
mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti
alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya
dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur
sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.

• Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan.


• Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko
terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama.

Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya


seconal.

• Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.


• Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension).
• Perilaku aneh atau menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.
• Nampak bahagia dan santai.
• Bicara seperti sambil menelan (slurred speech).
• Jalan sempoyongan.
• Tidak bisa memberi pendapat dengan baik.

ALKOHOL

Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas
peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian tersebut
dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat
dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. Kadar alkohol dalam
darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke
suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang
akan menjadi euforia, namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi.

Dikenal 3 golongan minuman berakohol yaitu golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir),
golongan B; kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C; kadar etanol
20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).

Pada umumnya alkohol :

• Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi.


• Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah).
• Merasa senang dan banyak tertawa.
• Menimbulkan kebingungan.
• Tidak mampu berjalan.

INHALANSIA atau SOLVEN

Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi
korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya digunakan oleh
anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. Penggunaan menahun
toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak.

• Pada mulanya merasa sedikit terangsang.


• Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan.
• Bernafas menjadi lambat dan sulit.
• Tidak mampu membuat keputusan.
• Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan.
• Mual, batuk dan bersin-bersin.
• Kehilangan nafsu makan.
• Halusinasi.
• Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan.
• Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest).
• Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap,
keletihan otot, gangguan irama jantung, radang selaput mata, kerusakan hati dan
ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. Terjadi kemerahan yang
menetap di sekitar hidung dan tenggorokan.

• Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh,


kebakar, tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering
sendirian. bat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian.

JENIS NARKOBA BERBAHAYA


http://iwandahnial.wordpress.com/2008/12/06/5053/
-

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat


berbahaya. Kadang disebut juga Napza (Narkotika, Psikotropika,
dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek
samping seperti halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya.
Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau
dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumsi dengan cara
dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.
-

Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi :


-

1. Narkotika
2. Psikotropika
3. Zat-zat Adiktif
-

NARKOTIKA
-

Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat


bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman
candu (Papaper Somminiferum), kokain (Erythroxyion coca), dan
ganja (caannabis sativa), baik murni maupun bentuk campuran.
Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat
kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita
disakiti sekalipun.
-

Jenis-jenis narkotik :
-

-1. Ganja atau Cannabis (kanabis) atau


—-Marijuana/Marihuana.
-2. Heroin atau Putaw.
-3. Morfin.
-4. Kokain.
-5. Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu.
-6. Codein atau Kodein.
-7. Methadone (MTD).
-8. LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau
—-Tabs.
-9. PC.
10. Mescalin.
11. Barbiturat.
12. Demerol atau Petidin atau Pethidina .
13. Dektropoksiven.
14. Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati
dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini
dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa
kematian).
-

PSIKOTROPIKA
-

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika,


merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan
mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan
mental dan tingkah laku pemakainya.
-

Jenis-jenis psikotropika :
-

1. Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines.


2. Demerol.
3. Speed.
4. Angel Dust.
5. Shabu-shabu (Sabu/Syabu/ICE).
6. Sedatif-Hipnotik (Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo,
—MG, Rohip, Dum.
7. Megadon.
8. Nipam.
-

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin.


Amfetamin ada 2 jenis yaitu pertama MDMA (metil dioksi
metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi, nama lain fantacy pils,
inex. Kemudian jenis kedua adalah Metamfetamin yang bekerja
lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek
halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.
-

ZAT ADIKTIF
-

Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika


dikonsumsi secara rutin. Jenis-jenisnya :
-

1. Alkohol.
2. Nikotin.
3. Kafein.
4. Zat Desainer.
-

GANJA
-
Ganja / Mariyuana / Kanabis (Cannabis sativa syn.

Cannabis indica) adalah tanaman semak / perdu

yang tumbuh secara liar di hutan, dikenal karena

kandungan zat narkotika pada daun, biji, dan

bunganya yang dapat membuat pemakainya

mengalami euforia (rasa senang yang

berkepanjangan tanpa sebab).


-

Getah-ganja-(THC) yang kering disebut hasis,

sedangkan yang dicairkan disebut minyak

kanabasis. Minyak tersebut sering digunakan

sebagai campuran rokok atau lintingan tembakau

yang disebut antara lain sebagai cimenk, cimeng,

cimenx, joint, spleft.


-

Efek negatif secara umum menghisap ganja :


-

- Pengguna menjadi malas dan otak akan

–lamban dalam berpikir (kemampuan

–konsentrasi berkurang).

- Penglihatan kabur.

--Pasokan sirkulasi darah ke jantung

–berkurang.
-

Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena

tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa

kelompok tertentu yang mendukung medical

marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain

diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan

untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak

juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan

kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya

(terutama pada para seniman dan musisi).


-

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama

dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung

karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja

juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun


demikian, karena ganja juga dikenal sebagai

sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai

ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal

ini dan di banyak tempat disalahgunakan.


-

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman

ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur

dan umum disajikan.


-

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya

dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman

ganja diperbolehkan untuk kepentingan

pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas

yang ditanam harus mengandung bahan narkotika

yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

EKSTASI
-
-
Ekstasi atau Inex (Methylene Dioxy Meth Amphetamine / MDMA)
memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan
amfetamin dan halusinogen. Ekstasi biasanya berbentuk tablet
berwarna dengan disain yang berbeda-beda. Ekstasi bisa juga
berbentuk bubuk atau kapsul.
-

Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur


kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak
ada jaminan bahwa sebutir ekstasi sepenuhnya berisi ekstasi.
Seringkali ekstasi dicampur dengan bahan-bahan berbahaya
lainnya. Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K,
dan lain-lain.
-

Pengaruh langsung pemakaian ekstasi :


-

- Perasaan gembira yang meluap-luap.


- Perasaan nyaman.
- Rasa mual.
- Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).
- Meningkatnya kedekatan dengan orang lain.
- Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang.
- Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk.
- Paranoia, kebingungan.
- Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu
–tubuh dan tekanan darah.
- Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-
–tiba).
-

Pengaruh jangka panjang pemakaian ekstasi


-

Sedikit yang diketahui tentang pengaruh jangka panjang dari


pemakaian ekstasi, tetapi kemungkinan kerusakan mental dan
psikologis sangat tinggi. Berikut adalah pengaruh jangka panjang
yang telah diketahui :
-
- Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat.
- Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang
–mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat.
- Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan
–kerusakan jantung dan hati.
- Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi
–berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan
- Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan
–ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui
–kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi
–pemakaian.
--Seks dan Penyakit Menular Seksual (PMS).
–Pengaruh-pengaruh ekstasi dapat membuat
–seseorang bertingkah laku yang membahayakan,
–atau menempatkan dirinya ke dalam keadaan tidak
–berdaya. Hal ini dapat mengarah pada
–pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan,
–kehamilan dan penyakit-penyakit seperti AIDS atau
–Hepatitis C.
- Kematian. Telah diketahui bahwa kematian akibat
–ekstasi dapat terjadi sebagai akibat dari tiga
–keadaan yang berbeda :
1. Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau
pendarahan otak. 2. Kombinasi penggunaan ekstasi dengan dengan
aktivitas menari akan menyebabkan naiknya temperatur suhu badan
pada tingkat yang berbahaya. Karena biasanya ekstasi diminum di
klub-klub malam atau diskotik, maka resiko kematian karena panas
yang berlebihan (hyperthermia) akan meningkat. 3. Walau bukan
karena akibat langsung dari ekstasi, kematian dapat terjadi karena
banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang
tinggi sehingga terjadi “dilutional hyponatremia” (keadaan dimana
otak kelebihan cairan).
-
Pecandu ekstasi sedang trance, rasa malu dan cemas menghilang.
-
-
Polisi di Beirut, Libanon, memamerkan lebih dari 2 juta butir
ekstasi hasil sitaan yang diperoleh dari dalam bis yang
menuju Sirya, tahun 2007.
-

Pabrik ekstasi di Cikande, Indonesia, digrebek aparat pada


tahun 2005.
-
OPIUM-
Biji opium keluar getah setelah disayat, bunga opium dan
bahan mentah opium.-

Opium adalah jenis narkotik berupa getah (latex)

yang diperoleh (dikeluarkan) melalui sayatan


kelopak biji opium (Papavaver somniferum) yang

masih hijau (belum matang). Getah ini mengandung

12% morfin (morphine) yang sering diproses secara

kimiawi untuk dijadikan heroin dengan tujuan

diperdagangkan secara ilegal. Didalam getah ini

juga mengandung codein.--

Getah opium kemudian ditampung menjadi

gumpalan-gumpalan yang mengering (bahan

mentah opium) yang selanjutnya di jadikan bubuk

opium. Morfin (alkoloida) yang terdapat dalam

kandungan getah opium banyak digunakan untuk

menghilangkan rasa sakit (hipnoanalgetik) bagi

pasien penyakit teertentu, sedangkan codein yang

juga terdapat dalam getah opium banyak

dimanfaatkan sebagai obat antitusif (obat batuk).

Heroin yang berasal dari morfin yang diproses

secara kimiawi, dapat menimbulkan

ketergantungan (kecanduan) yang berlipat ganda

dibandingkan dengan morfin. Heroin dipakai oleh

para pecandunya dengan cara menyuntiknya ke

otot, kulit atau pembuluh vena.-


Dampak negatif dari penggunaan morfin membuat

pembuatan morfin diganti dengan obat-obatan lain

yang memiliki kegunaan yang sama namun ramah

bagi pemakainya. Codein juga dapat menyebabkan

ketergantungan, sehingga penggunaan codein

sebagai obat batuk oleh dokter, peredarannya

dibatasi dan diawasi secara ketat.

HEROIN / PUTAW-

Heroin atau putaw (diacetylmorphine, diamorphine)

adalah zat setengah sintetis yang dibuat dari

morfin (morphin) yang berasal dari (derivative)

getah biji tanaman opium, berbentuk bubuk warna

putih dan ada juga berbentuk kristal warna putih.


-

Heroin yang diproduksi secara legal dan diawasi

secara ketat, digunakan untuk pengobatan

penghilang rasa sakit dan untuk obat penenang,

misalnya untuk penderita kanker. Namun heroin

banyak juga diproduksi secara ilegal oleh para

“mafia narkotika” untuk tujuan komersil dengan

memasoknya kepada pecandu-pecandu narkotika


yang membutuhkan demi memenuhi kesenangan

semunya, dimana akhirnya akan menjadi bencana

bagi para pemakainya.


-

Efek negatif heroin :


-

--Dapat menimbulkan ketergantungan yang –hebat–

terhadap fisik dan mental bagi para –pemakainya.

--Pemakaian diambang batas dapat meracuni –tubuh–

pecandu dan fisik pecandu akan –kesakitan.

--Jarum suntik, alat penyemprot dan –alat-alat –lainnya

yang digunakan secara –bergantian –untuk–

memasukkan heroin –kedarah para –pecandu, beresiko-

tinggi –menularkan bibit –penyakit seperti –HIV,-

hepatitis. Juga dapat –menimbulkan –peradangan

(abses, luka-luka).

- Dapat menyebabkan sembelit (sukar buang –air –besar)

yang kronis (terus-menerus –berlangsung –/menahun).

- Merusak fungsi ginjal.-

Pecandu heroin jika menghentikan menggunakan heroin

akan merasa kesakitan dan ketakutan. Biasanya setelah


48-72 jam menggunakan heroin yang terakhir, pecandu

memperlihatkan tanda-tanda: pupil mata melebar,

panik, menggigil kedinginan, kejang otot, mual-mual,

dan banyak berkeringat. Gejala ini di Indonesia sering

disebut“sakaw”.-

Produsen ilegal opium utama -

Opium sebagai bahan dasar morfin dan heroin banyak

ditanam secara ilegal oleh produsen utama di daerah

“Golden Crescent” (Afganistan dan Pakistan), “Golden

Triangle” (Laos, Myanmar, Vietnam dan Thailand),

Kolumbia dan Meksiko. Hasil akhirnya berupa heroin

dijual ke pasar gelap di negara-negara Barat terutama ke

Eropa dan Amerika Serikat.

-
-

-
BUBUK HEROIN DAN PECANDU HEROIN

- - -

-- -

-
-

-
Sakaw….

KOKAIN
-

-
-
Kokain (Cocain Hydrochloride) adalah bubuk kristal yang didapat
dari ekstraksi serta isolasi daun coca yang dapat merangsang sistem
pusat syaraf dan menekan nafsu makan dengan cara diminum
dengan mencampurnya bersama minuman, dihisap seperti rokok,
disuntikkan ke pembuluh darah, dihirup dari hidung dengan pipa
kecil, dan beragam metode lainnya.
-

Kenikmatan menggunakan kokain hanya dirasakan sebentar, yaitu


selama 1 sampai 4 menit seperti rasa riang gembira, bertambah
kepercayaan dirinya (pede), terangsang, menambah stamina dan
tenaga, merasa sukses, dan lain-lain. Setelah 20 menit perasaan enak
tersebut hilang seketika dan berubah menjadi rasa lelah, depresi,
dan ketagihan untuk menggunakannya lagi, lagi dan lagi sehingga
dapat mengakibatkan kematian.
-
Efek negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan kokain secara terus
menerus antara lain adalah :
-

- Tekanan darah tinggi.


- Detak jantung cepat.
- Strok.
- Euphoria.
- Paranoid.
- Halusinasi.
- Susah tidur.
- Sesak nafas.
- Bola mata mengecil.
- Nafsu makan menghilang (menjadi kurus).
- Impotensi.
- Gagal ginjal
- Terbius sesaat.
-

-
-

SUMBER :
Wikipedia.
www.bisnet.or.id/vle/mod/resource/view.php?id=6320
organisasi.org/macam-jenis-narkotika-yang-sering-disalahgunakan-dipakai-ganja-
opium-kokain-morfin-heroin-dkk
-

Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkoba


-
BOGOR - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung pelaksanaan
hukuman mati bagi para pengedar narkoba. Pertimbangannya,
penyalahgunaan narkotika, obat-obatan berbahaya dan psikotropika
di Indonesia sudah berada pada taraf mengkhawatirkan.
-

”Hukuman mati itu memang memungkinkan dan perlu untuk


mengatasi tingginya penggunaan narkorba. Tentu kita harus
pikirkan berbagai aspek dan proses hukum yang tengah berjalan,
seperti grasi, peninjauan kembali dan lain-lain sebelum diputuskan
adanya hukuman mati,” tuturnya ketika menghadiri peringatan
puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2007 di Lido,
Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (26/6).
-

Wapres menjelaskan, agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin


parah maka perlu ada upaya penegakan hukum yang lebih tegas dan
komitmen bersama untuk memberantas tindak kejahatan narkoba.
Termasuk tindakan terhadap produsen, pengedar dan pengguna
yang kini telah memasuki sendi-sendi kehidupan seperti sekolah.
”Selain itu tentu kita harus menyelesaikan akar persoalannya, baik
di bidang ekonomi, sosial, maupun pergaulan dan gaya hidup
masyarakatnya,” tambah Kalla.
-

Ia mencontohkan, Amerika adalah negara dengan korban tertinggi


akibat penyalangunaan narkoba. Sedangkan Malaysia merupakan
negara yang menerapkan hukuman yang sangat berat, termasuk
hukuman mati bagi para pengedar narkoba. ”Hasilnya, angka
penggunaan narkoba di negara itu berhasil ditekan.”
-

Banyak Diterapkan
-

Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto sependapat dengan Wapres. Ia


mengungkapkan hukuman mati untuk mengatasi kejahatan narkoba
telah banyak diterapkan di beberapa negara, seperti Malaysia dan
Singapura. ”Jadi kalau kita tidak menerapkan itu, bisa-bisa para
pelaku kejahatan narkoba akan lari semua ke Indonesia,”
tandasnya.
-

Menandai Puncak peringatan HANI 2007, Wapres meresmikan


dioperasikannya Pusat Terapi dan Rehabilitasi Narkoba yang
berlokasi di Lido. Fasilitas rehabilitasi yang dimiliki dan
dioperasikan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini disebut-sebut
yang terbesar, termodern dan terlengkap di kawasan Asia Tenggara.
-

Acara peringatan HANI dan peresmian Pusat Terapi dan


Rehabilitasi Narkoba tersebut sedianya akan dilakukan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi karena harus menyelesaikan
masalah luapan lumpur PT Lapindo, Presiden akhirnya
mewakilkannya ke Wapres.
-

Pusat rehabilitasi yang pembangunannya dimulai sejak 2005 ini bisa


menampung 500 pasien narkoba, dan akan dikembangkan lagi
hingga mencapai kapasitas 1.000 orang. Di areal seluas 10 hektare ini
dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain rumah sakit, rehabilitasi
sosial, laboratorium diagnostik, ruang penyembuhan berbasis
keimanan dan sejumlah tempat ibadah.
-

Para pasien akan mendapatkan konseling dari tenaga-tenaga


profesional. Untuk rehabilitasi sosial, pasien disediakan ruang terapi
kelompok dan keluarga. Bangunan ini juga dilengkapi berbagai
sarana olahraga, terapi permainan serta kegiatan spiritual.(A20-49)
-
SUMBER :
http://www.suaramerdeka.com/harian/0706/27/nas03.htm
-
—————–

Eksekusi Mati Pengedar Narkoba Masih Pro Kontra


-
Jumat, 27-Juni-2008
Oleh : Rahmi
-

Hukuman mati terhadap pengedar narkotika dan obat-obatan


berbahaya masih melahirkan pro dan kontra. Kedua belah pihak
punya argumen sendiri untuk menilai layak atau tidaknya hukuman
maut tersebut. Yang terang eksekusi terus berjalan.
-

Jumlah terpidana mati kasus narkoba di Indonesia mencapai 72


orang. 5 di antaranya telah dieksekusi setelah proses grasi atau
peninjauan kembali mereka ditolak. Mereka adalah Ayodya Prasad
Chaubay (warga India) , Saelow Prased (warga Thailand), dan
Namsong Sirilak (warga Thailand). Ketiganya didor pada 2004. Dua
lainnya, Hensen Nwaolisa dan Samuel Iwu-chuk-wu Okoye yang
menjemput maut kemarin, Kamis (27/06/2008) malam.
-

Inilah yang melahirkan kontroversi. Mereka yang mendukung


eksekusi mati menilai ulah pengedar narkoba telah meracuni dan
membawa kematian orang lain. Catatan Badan Narkotika Nasional,
setiap hari 41 orang tewas akibat narkoba. Sementara 572 pecandu
berpotensi terjangkit HIV/AIDS.
-

Sedangkan kelompok anti hukuman mati memandang eksekusi mati


tak manusiawi. Mereka tak diberikan kesempatan untuk bertobat.
Lepas dari kontroversi itu yang jelas kini ada 67 terpidana mati yang
masih mendekam dalam tahanan. (metro).
-
Sumber :
http://www.halohalo.co.id/berita/berita/1/1/1806/Eksekusi%20Mati
%20Pengedar%20Narkoba%20Masih%20Pro%20Kontra.htm
-
-
Namsong Sirilak, warga Thailand, menjelang ekskusi mati karena kasus
narkoba di Indonesia.
-
-

Jenazah salah satu dari 2 warga Thailand dibawa polisi setelah dieksekusi
tembak mati.
-
-
Ayodya Prasad Chaubay, warga India, sedang menunggu eksekusi mati karena
kasus Narkoba di Indonesia.
-
-

Jenazah Ayodya diangkut polisi setelah dieksekusi tembak mati.


Jenis Narkoba
Berbahayahttp://lennyseptinasonata.blogsp...ive.html

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya.


Kadang disebut juga Napza(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat
tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan,
dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan,
dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara
dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.

Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi;


• Narkotika
• Psikotropika
• Zat-zat Adiktif

Narkotika
Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotika
adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu),
Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun
bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat
membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti
sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:
• Ganja atau Cannabis(kanabis)

atau Marijuana/Marihuana/Mariyuana
• Heroin atau Putaw
• Morfin
• Kokain
• Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu
• Codein atau Kodein
• Methadone (MTD)
• LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs
• PC
• mescalin
• barbiturat
• Demerol atau Petidin atau Pethidina
• Dektropropoksiven
• Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara
diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak
berbahaya hanya karena jarang membawa kematian)

Psikotropika
Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat
buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia.
Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya.
Jenis-jenisnya adalah:
• Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines
• Demerol
• Speed
• Angel Dust
• Shabu-shabu(Sabu/Syabu/ICE)
• Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum
• Megadon

• Nipam

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana


Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan
nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah
Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam)
dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

Zat Adiktif
Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara
rutin.
• Alkohol
• Nikotin
• Kafein
• Zat Desainer

Jenis-jenis Narkoba

Pada era globalisasi ini, banyak yang dihadapi oleh negara baik negara maju
maupun negara berkembang semakin banyak masalah tak tekecuali dengan
negara kita. Salah satu masalah yang hingga saat ini di banyak negara
merupakan masalah serius adalah masalah narkoba di Indonesia, masalah ini
sangat mengkhawatirkan karena sudah memasuki sekolah - sekolah, kampus
bahkan orang - orang yang sudah mempunyai pekerjaan mapan dapat
terpengaruh penggunaan narkoba.Saat ini tidak ada satu kecamatan pun di
Indonesia yang terbebas dari narkoba.

Narkoba adalah suatu zat, yang jika dimasukkan ke dalam tubuh, akan
mempengaruhi fungsi fisik dan/atau psikologis (kecuali makanan, air atau
oksigen). (WHO, 1982)

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, Bahan/zat adiktif yang


merupakan obat-obat yang sangat berbahaya untuk di salah gunakan.(BNN,
2003)

1. Narkotika
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi
penggunanya

Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan


semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan yang menyebabkan efek
ketergantungan bagi pemakainya.
Macam-macam Narkotika

a. Opioid

Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium.
- Heroin termasuk kelompok opiat
- Opium disaripatikan dari opium poppy(papaver somniferum) & disuling untuk
membuat morfin, kodein & heroin (1847)
- Opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk
kenikmatan (mencegah batuk, diare, dsb.)

Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan
karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan
juga dalam cairan.
Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa
secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi heroin, dia
akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan/sakaw/ gejala putus obat.

Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin
(sering digunakan untuk medikasi)

dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia
pada akhir - akhir ini
Cara penggunaan heroin yang disuntikkan dapat memicu terjadinya penularan
HIV/AIDS dan hepatitis C. Biasanya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik dan
peralatan lainnya secara bersamaan.

- Codein
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah
daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah.
Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih.Codein sering juga digunakan
sebagai obat batuk untuk batuk yang kronis. Pembeliannya pun harus dengan
resep dokter.

- Demerol
Nama lainnya adalah Demerol adalah pethidina. Demerol dijual dalam bentuk pil
dan cairan tidak berwarna. Demerol sering juga digunakan untuk pengobatan.

b. Kokain

Kokain adalah salah satu zat

adiktif yang sering disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan


dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan,
dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk
setempat untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya
tahan, stamina, mengurangi kelelahan, rasa lapar dan untuk memberikan efek
eforia.

Dampak jangka pendek lain penggunaan kokain adalah depresi, paranoid,


serangan jantung, kejang, stroke dan psikosis

c. Cannabis/ganja/cimenk
Semua bagian dari tanaman ini mengandung kanabinoid psikoaktif. Tanaman
ganja biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi
rokok disebut joints(di Indonesia disebut pocong). Akan mengikat pikiran dan
dapat membuatmu menjadi ketagihan.
Bentuk yang paling poten berasal dari sari tanaman ganja yang dikeringkan dan
berwarna coklat-hitam yang disebut hashish atau hash.
Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagi mereka yang memiliki latar
belakang (gen) schizophrenia. Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukkan
antara kecemasan dan depresi.

Asap ganja mengandung tar 3 kali lebih banyak dan karbonmonoksida 5 kali lebih
banyak daripada rokok biasa.

THC(delta-9-tetrahydrocannabinol) disimpan di dalam lemak pada tubuh dan


dapat dideteksi sampai enam minggu setelah memakai.

2. Psikotropika
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf
pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, kadang-kadang disertai dengan
timbulnya halusinasi (gangguan persepsi visual dan pendengaran), ilusi,
gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan.
Jenis-jenis yang termasuk psikotropika

- Ecstasy/Ineks

Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)/MDMA adalah salah satu jenis


narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet.
Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas
maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi
sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama, yang sering
menyebabkan kematian.
Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ecstasy.

Zat-zat ini justru seringkali lebih berbahaya dibandingkan kandungan ecstasy


yang ada. Ecstasy ini mempengaruhi reseptor dopamin di otak sehingga bila efek
zat ini habis dapat menimbulkan depresi dan paranoid.

- Shabu-shabu

Nama kimianya adalah methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau


bumbu penyedap masakan. Obat ini berbentuk kristal maupun tablet, tidak
mempunyai warna maupun bau

Obat ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf diantaranya :


~ Merasa nikmat, eforia, waspada, enerjik, sosial & percaya diri (bila digunakan
lebih dari biasanya).
~ Agitasi(mengamuk), agresi(menyerang), cemas, panik.
~ Mual, berkeringat, geraham lengket, gigi terus mengunyah.
~ Meningkatkan perilaku berisiko.
~ Kehilangan nafsu makan.
~ Susah tidur.
~ Gangguan jiwa berat.
~ Paranoid dan depresi.

Shabu-shabu:

1. enerjik
2. paranoid
3. sulit tidur
4. sulit berfikir
5. kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali
pernafasan hingga merasa
6. sesak nafas
7. banyak bicara
8. denyut jantung bertambah cepat
9. pendarahan otak
10. shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.

Ectasy

1. enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,


2. berkeringat
3. sulit tidur
4. kerusakan saraf otak
5. dehidrasi
6. gangguan liver
7. tulang dan gigi keropos
8. tidak nafsu makan
9. saraf mata rusak

Kokain

1. denyut jantung bertambah cepat


2. gelisah
3. rasa gembira berlebihan
4. rasa harga diri meningkat
5. banyak bicara
6. kejang-kejang
7. pupil mata melebar
8. berkeringat dingin
9. mual hingga muntah
10. mudah berkelahi
11. pendarahan pada otak
12. penyumbatan pembuluh darah
13. pergerakan mata tidak terkendali
14. kekakuan otot leher
JENIS-JENIS DADAH

Dadah boleh dibahagikan kepada lima bahagian.

1. Opait

2. Perangsang (stimulants)

3. Penekanan (Depressants)
4. Hallucinogen

5. Ganja (Cannabis)
OPAIT

Dadah yang paling merbahaya dan banyak sekali disalahgunakan. Dadah dalam golongan
ini ialah:- Asli, Candu, Morfin, Heroin, Kodein, Ganja
PERGANTUNGAN PADA DADAH (DRUG DEPENDENCE)

Pergantungan pada dadah adalah keadaan keperluan secara fizikal atau psikologi atau
kedua-duanya, yang ujud daripada penggunaan dadah yang berterusan atau diwaktu-
waktu tertentu. Pergantungan psikologi atau jiwa ialah satu istilah biasanya dimaksudkan
kepada satu idaman kuat yang berlebih-lebihan terhadap bahan-bahan tertentu tetapi
tidak ada pergantungan badan. Pergantungan fizikal atau badan ialah penyesuaian badan
secara jasmaniah terhadap ujudnya sejenis dadah secara berterusan. Apabila
pergantungan ini telah dibina, badan bertindak dengan tanda-tanda yang boleh diteka,
sekiranya dadah itu diberhentikan bekalannya serta merta. Sifat dan kekuatan tanda-
tanda pengunduran itu bergantung pada dadah yang sedang digunakan dan banyak dose
yang diperolehi tiap-tiap hari.

JENIS-JENIS DADAH YANG KERAP DIGUNAKAN DINEGERI INI


Walaupun penggunaan dadah yang ditentukan oleh doktor telah mendapat perhatian pihak
berkuasa. Dadah-dadah yang kerap digunakan adalah Heroin, Morfin, Candu, ganja
(hashish atau marijuanan atau cannabis), amphetamin, barbitured, pill mx, kokain dan
lain-lain.

KESAN PENYALAHGUNAAN ATS


Pengambilan ATS boleh menjerumuskan seseorang kepada beberapa masaalah yang boleh
dikategorikan kepada:
i. Masalah kesihatan
ii. Masalah sosial

Masalah Kesihatan:
i. Kesan terhadap psikologikal
i. Kesan terhadap fizikal.

Kesan Psiokologikal:
i. Tidak merasa letih sehingga kelesuan.
ii. Hilang selera makan sehingga memudaratkan kesihatan.
iii. Gangguan tidur.
iv. Rasa tidak menentu.
v. Kemurungan.
vi. Tekanan perasaan yang teruk.
vii. Kebergantungan – memerlukan dadah ATS untuk boleh berfungsi seperti biasa.
viii. Paranoia – rasa ketakutan yang tidak bertempat
ix. Schizophraenia (Tidak siuman)
Kesan fizikal:
i. Sakit kepala.
ii. Muntah.
iii. Sakit badan disebabkan oleh kerosakan otot.
iv. Peningkatan suhu badan yang melampau sehingga melebihi 40 darjah Celsius.
v. Meningkatkan tekanan darah.
vi. Meningkat kadar denyut jantung sehingga menjadi tidak teratur dan boleh
mengakibatkan serangan jantung.
vii. Kegagalan jantung.
viii. Merosakkan organ-organ penting dalam badan seperti hepar dan ginjal (buah
pinggang)
ix. Kemandulan
x. Mati pucuk
xi. Meningkatkan risiko jangkitan HIV dan penyakit AIDS (pengambilan dadah melalui
suntikan)
xii. Kematian