Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
BOOST DRYER TYPE MIXED SOLAR DRYING WITH ORGANIC
ABSORBER
BIDANG KEGIATAN :
PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh:
Debie Mukti Rahayu (NIM.1205035012 Angkatan 2012)
Nur Rosyad Argiza R (NIM. 1405035020 Angkatan 2014)
Syahrul Riyadi (NIM. 1405035035 Angkatan 2014)

UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2015

PENGESAHAN PKM-KARSACIPTA
: Boost Dryer Type Mixed Solar Drying
With Organic Absorber
Bidang Kegiatan
: PKM-KC
Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: Debie Mukti Rahayu
b. NIM
: 1205035012
c. Jurusan
: Pendidikan Fisika
d. Universitas/Institut/Politeknik
: Universitas Mulawarman
e. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Jl.Balikpapan-Handil RT.10 Kel.Sanipah
Hp.085349857009
f. Alamat email
: debie_mukti@yahoo.com
Anggota Pelaksana Kegiatan
: 3 orang
Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
: Nurul Fitriyah Sulaeman, M.Pd
b. NIDN
: 0020098702
c. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Jl. Suwandi 3 No.25 Samarinda
HP.082119530396
Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
: Rp.12.087.000,Jangka Waktu Pelaksanaan
: 5 bulan

1. Judul Kegiatan
2.
3.

4.
5.

6.
7.

Samarinda, 30 September 2015

ii

DAFTAR ISI
Halaman Sampul ........................................................................................................i
Lembar Pengesahan ...................................................................................................ii
Daftar Isi.....................................................................................................................iii
Ringkasan ...................................................................................................................iv
BAB 1 Pendahuluan ...................................................................................................1
A. Latar Belakang ....................................................................................................1
B. Perumusan Masalah ............................................................................................1
C. Tujuan .................................................................................................................1
D. Luaran yang diharapkan ......................................................................................2
BAB 2 Tinjauan Pustaka ............................................................................................3
A. Potensi Pengembangan Alat................................................................................3
B. Gambaran Umum Alat Pengering .......................................................................3
C. Keunggulan Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic
Absorber ..............................................................................................................5
D. Prinsip Kerja Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic
Absorber ..............................................................................................................7
BAB 3 Metode Pelaksanaan ......................................................................................8
BAB 4 Biaya dan Jadwal Kegiatan ............................................................................10
A. Anggaran Biaya ..................................................................................................10
B. Jadwal Kegiatan ..................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................11
LAMPIRAN-LAMPIRAN.........................................................................................12
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing .................................12
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ...............................................................16
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ....................18
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti /Pelaksana ..........................................19
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan .....................20

iii

RINGKASAN
Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber adalah suatu
alat yang digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan makanan, baik dalam
bentuk olahan makanan maupun hasil panen dari petani. Dalam proses
pengeringan secara tradisional, tingkat kehigienisannya sangat rendah dan sangat
bergantung pada cuaca. Sedangkan dengan menggunakan Boost Dryer Type
Mixed Solar Drying with Organic Absorber, proses pengeringan terjadi dengan
sangat higienis, efisien waktu, dapat digunakan pada kapasitas lahan yang sempi,
tidak bergantung cuaca karena menggunakan sistem Mixed Solar Drying dan
organic absorber untuk mengurangi tingkat emisi yang lepas diudara. Sistem
kerja alat berupa penggunaan prinsip radiasi benda hitam, aerodinamis, kolektor
surya, dan tungku biomassa. Faktor-faktor yang diteliti berupa suhu, kelembaban
udara, massa, dan waktu. Hasil penelitian diperoleh suhu didalam alat Boost
Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber meningkat 50% dari suhu
udara luar. Proses pengeringan terjadi hanya 10-13 jam tergantung ketebalan
bahan yang dikeringkan. Kelembaban udara yang diukur menggunakan Temp
Meter menurun hingga 43% dari kelembaban udara luar. Pengeringan terjadi
sangat cepat karena menggunakan kolektor surya dengan memanfaatkan konsep
radiasi benda hitam sehingga kelembaban udara dapat semakin rendah, suhu
dalam alat semakin meningkat, dan distribusi panas pada tiap-tiap rak akan
seimbang. Pada alat ini, menggunakan prinsip efek rumah kaca sehingga panas
yang diperoleh dari sumber radiasi matahari terperangkap di dalam alat. Pada
sistem Mixed Solar Drying, proses pengeringan memanfaatkan bahan bakar briket
dan emisi yang terbuang akan langsung disaring oleh organic absorber. Sesuai
dengan kriterianya, dapat disimpulkan bahwa alat ini memenuhi syarat untuk
proses pengeringan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

iv

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan wilayah yang tidak hanya memiliki daratan yang
luas, tetapi juga memiliki perairan yang sangat prospektif. Mayoritas
masyarakat di Indonesia bekerja sebagai petani dan nelayan. Hasil panen
yang sangat melimpah akan menurunkan harga jual dan sangat merugikan
para petani dan nelayan. Oleh karena itu, perlu dilakukan salah satu cara
untuk menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat yaitu dengan
pengawetan makanan berupa pengeringan atau dilakukan pengolahan
makanan menjadi jajanan lain yang dikeringkan sehingga dapat bertahan
dengan lama tanpa memerlukan bahan pengawet.
Masalah lain adalah dalam proses pengeringan, masyarakat tidak
memperhatikan tingkat kehigienisan dari makanan yang dikeringkan.
Makanan yang dikeringkan secara tradisional yaitu dengan dipaparkan sinar
matahari secara langsung tanpa perantara dapat memicu munculnya lalat,
menempelnya debu, serta partikulat-partikulat lain sehingga tingkat higienitas
makanan itu sendiri akan semakin rendah. Proses pengeringan secara
tradisional sangat bergantung cuaca karena masyarakat harus mengangkat
bahan yang dikeringkan pada saat turun hujan. Selain itu, pengeringan secara
tradisional membutuhkan kapasitas lahan yang cukup luas karena tidak
menggunakan rak. Oleh karena itu, diciptakanlah suatu alat pengering berupa
Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber sebagai solusi
dari berbagai permasalahan di atas.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka
permasalahan yang dibahas dalam program ini adalah:
a) Bagaimana cara mengatasi kelebihan sisa pada hasil panen petani dan
nelayan?
b) Bagaimana cara meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dengan
pengeringan yang higienis?
c) Bagaimana cara mencari solusi pada proses pengeringan dengan kapasitas
lahan yang sempit?
C. Tujuan
Tujuan dari program ini antara lain yaitu:
a) Untuk mengatasi kelebihan sisa pada hasil panen petani dan nelayan?
b) Untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dengan pengeringan
yang higienis?

c) Untuk mencari solusi pada proses pengeringan dengan kapasitas lahan


yang sempit?
D. Luaran yang Diharapkan
Adapun luaran yang diharapkan dari adanya program tersebut adalah:
a) Ekonomi masyarakat dapat stabil karena adanya solusi pengolahan hasil
panen untuk menjaga stabilitas harga pasar.
b) Tingkat kesehatan masyarakat dapat meningkat karena adanya solusi
pengeringan makanan yang higienis
c) Masyarakat dalam mengeringkan makanan tidak lagi bergantung pada
luas lahan dan cuaca.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
A. Potensi Pengembangan Alat
Kalimantan timur merupakan wilayah yang tidak hanya memiliki
potensi daratan yang menjanjikan, tetapi juga memiliki potensi laut yang
sangat prospektif. Kalimantan timur memiliki luas wilayah daratan
127.267,52 km2 dan luas pengelolaan laut 25,656 km2. Dengan luasnya
wilayah tersebut tentunya banyak sumber daya alam yang dihasilkan baik dari
daratan maupun lautan. Selain itu, kalimantan timur merupakan daerah yang
memiliki iklim tropis dan juga memiliki intensitas matahari yang cukup
tinggi. Dengan kondisi-kondisi tersebut, hasil panen yang berlebihan biasanya
diawetkan oleh masyarakat berupa pengeringan. Namun, pengeringan yang
dilakukan oleh masyarakat tidak memperhatikan tingkat kehigienisan dari
produk yang dikeringkan, sehingga memungkinkan lalat, debu, serta
partikulat lain dapat masuk ke dalam produk yang dikeringkan.
B. Gambaran Umum Alat Pengering
Metode pengeringan secara umum terbagi atas dua, yaitu pengeringan
sinar matahari langsung (direct sun drying), dimana produk yang akan
dikeringkan langsung dijemur di bawah sinar matahari dan metode
pengeringan surya (solar drying), dimana produk yang akan dikeringkan
diletakkan di dalam suatu alat pengering. Pengering surya dibagi menjadi dua
kelompok utama yaitu pengering aktif dan pasif. Pada pengering pasif, aliran
udara pengering terjadi karena adanya perbedaan tekanan akibat dari udara
yang dipanaskaan (konveksi bebas), sedangkan pada pengering aktif
diperlukan alat tambahan seperti fan atau blower untuk mengalirkan udara
pengering ke produk yang dikeringkan (konveksi paksa).
Pengering surya aktif dan pasif ini dibagi lagi atas tiga jenis, yaitu
pengering surya langsung (direct solar drying) dimana produk dimasukkan ke
dalam alat pengering yang transparan sehingga sinar matahari langsung
mengenai produk yang berada di dalam alat pengering. Jenis pengering surya
yang kedua adalah pengering surya tidak langsung (indirect solar drying)
yang menggunakan kolektor matahari untuk meningkatkan temperatur udara
pengering. Jenis yang ketiga adalah pengering surya gabungan (directindirect/mixed solar drying) yang merupakan kombinasi dari pengering surya
langsung dan tidak langsung. Klasifikasi pengering surya secara umum dapat
dilihat pada Gambar 1.
Pengering Surya
Aktif
Direct

Mixed

Pasif
Indirect

Direct

Mixed

Indirect

Gambar 1. Klasifikasi pengering surya.


Ketika suatu produk basah mengalami proses pengeringan, maka pada produk
akan terjadi dua proses secara simultan, yaitu:
a) Perpindahan panas dari lingkungan untuk menguapkan air pada
permukaan produk. Perpindahan massa berupa uap air dari permukaan
produk tergantung pada temperatur udara lingkungan, kelembaban,
kecepatan aliran udara, luas bidang kontak, tekanan udara dan sifat fisik
produk.
b) Perpindahan air dari dalam produk ke permukaan produk dan selanjutnya
mengalami proses penguapan seperti pada proses pertama. Perpindahan
air dari dalam produk dipengaruhi oleh sifat fisik produk, temperatur dan
distribusi kandungan air di dalam produk.
Untuk memperoleh kualitas pengeringan yang bagus, ada beberapa
parameter yang harus dikontrol selama proses pengeringan, yaitu kecepatan
aliran udara, temperatur udara pengering dan kelembaban relatif udara.
a.

Kecepatan Aliran Udara


Kecepatan aliran udara yang tinggi dapat mempersingkat waktu
pengeringan. Kecepatan aliran udara yang disarankan untuk melakukan
proses pengeringan antara 1,52,0 m/s.
Disamping kecepatan, arah aliran udara juga memegang peranan
penting dalam proses pengeringan. Arah aliran udara pengering yang
sejajar dengan produk lebih efektif dibandingkan dengan aliran udara
yang datang dalam arah tegak lurus produk.

b. Temperatur Udara
Secara umum, temperatur udara yang tinggi akan menghasilkan
proses pengeringan yang lebih cepat. Namun temperatur pengeringan
yang lebih tinggi dari 50oC harus dihindari karena dapat menyebabkan
bagian luar produk sudah kering, tapi bagian dalam masih basah.
c.

Kelembaban Relatif (RH)


Pengeringan umumnya dilakukan pada kelembaban relatif yang
rendah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kecepatan difusi air.
Kelembaban relatif yang rendah di dalam ruang pengering dapat terjadi
jika udara pengering bersirkulasi dengan baik dari dalam ke luar ruang
pengering, sehingga semua uap air yang diperoleh setelah kontak dengan
produk langsung dibuang ke udara lingkungan.
Lama waktu pengeringan tergantung pada banyak faktor, antara lain
ukuran dan ketebalan bahan yang dijemur, temperatur pengering,
kelembaban relatif udara, kecepatan udara pengering dan total beban
pengeringan.

C. Keunggulan Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber
Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber memiliki
berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengeringan tradisional. Adapun
keunggulan-keunggulan alat tersebut adalah sebagai berikut:

a.

b.

c.

d.

e.

Proses pengeringan terjadi lebih cepat dari pada pengeringan tradisional.


Pengeringan tradisional biasa membutuhkan waktu 3-4 hari untuk
mengeringkan bahan makanan, sedangkan dengan menggunakan alat
Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber proses
pengeringan terjadi sangat jauh lebih cepat.
Proses pengeringan tidak tergantung pada cuaca. Pada pengeringan
tradisional, biasanya sangat bergantung pada cuaca. Jika hujan turun,
nelayan dan petani harus mengangkat ikan atau hasil panen yang dijemur
dan proses pengeringan akan semakin lama. Tetapi, dengan
menggunakan alat pengering Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with
Organic Absorber, masyarakat tidak harus susah payah untuk
mengangkat bahan makanan yang dijemur karena mediumnya tertutup
dengan rapat. Jika hujan dan malam tiba, kita dapat memanfaatkan
tungku biomassa untuk mengeringkan bahan makanan. Panas yang
bersumber dari tungku biomassa akan dialirkan menuju cerobong
sehingga panas akan diradiasikan ke setiap rak-rak. Panas yang
diradiasikan pada setiap rak cenderung stabil dan tidak membuat bahan
makanan yang dikeringkan menjadi bau asap.
Hasil pengeringan menggunakan alat Boost Dryer Type Mixed Solar
Drying with Organic Absorber tingkat kegienisannya lebih tinggi
dibandingkan dengan pengringan tradisional. Bahan makanan yang
dikeringkan secara tradisional dimungkinkan dapat terkontaminasi debu,
lalat, serta kotoran dari luar. Sedangkan, bahan makanan yang
dikeringkan menggunakan alat Boost Dryer Type Mixed Solar Drying
with Organic Absorber tingkat kehigienisannya lebih tinggi dikarenakan
medium yang digunakan tertutup rapat sehingga tidak ada celah untuk
masuknya debu atau lalat.
Proses pengeringan menggunakan alat Boost Dryer Type Mixed Solar
Drying with Organic Absorber hanya membutuhkan kapasitas lahan yang
lebih kecil dibandingkan dengan pengeringan tradisional. Pada proses
pengeringan tradisional, bahan makanan yang dikeringkan dibentangkan
secara horizontal sehingga lahan yang dibutuhkan sangat luas. Sedangkan
pengeringan menggunakan alat Boost Dryer Type Mixed Solar Drying
with Organic Absorber menggunakan sistem rak-rak, sehingga kapasitas
lahan yang dibutuhkan lebih kecil.
Pengeringan menggunakan alat Boost Dryer Type Mixed Solar Drying
with Organic Absorber menggunakan sistem penyerap organik sehingga
pada saat pembakaran menggunakan tungku biomassa, emisi (gas buang)
menjadi lebih kecil dibandingkan dengan pembakaran secara langsung.

D. Prinsip Kerja Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic
Absorber
Setiap alat memiliki prinsip kerja yang berbeda-beda. Boost Dryer Type
Mixed Solar Drying with Organic Absorber memiliki 2 Tipe, yaitu tipe A dan
tipe B. Adapun prinsip kerja dari masing-masing type pada alat Boost Dryer
Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber adalah sebagai berikut:

1. Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber Tipe A

a.

b.

Gambar 2. Alat pengering Tipe A


Siang hari/saat cuaca cerah:
a) Panas matahari masuk ke dalam setiap sisi kaca. Alat ini
menerapkan sistem efek rumah kaca sehingga panas yang masuk
ke dalam alat akan terperangkap di dalam alat.
b) Terdapat kolektor surya yang berfungsi sebagai pengumpul panas
yang diperoleh dari pancaran radiasi sinar matahari. Disini, prinsip
kerja dari kolektor surya memanfaatkan prinsip radiasi benda
hitam. Karena, benda hitam pada dasarnya merupakan warna yang
menyerap panas paling tinggi.
c) Panas yang dikumpulkan oleh kolektor surya akan diserap oleh
insulator. Disini, insulator yang digunakan yaitu glasswool karena
glasswool merupakan bahan insulator yang paling baik dan tahan
panas sampai dengan 300C.
Malam hari/saat cuaca mendung:
a) Pembakaran dilakukan di dalam tungku biomassa. Disini, bahan
bakar yang digunakan dapat berupa arang, briket, dll.
b) Panas yang dihasilkan dari tungku biomassa akan diteruskan ke
tabung utama. Tabung memiliki 3 saluran panas yang
menghantarkan panas pada tiap-tiap rak.
c) Panas yang masuk ke dalam tabung akan di distribusikan ke tiaptiap rak.

2. Boost Dryer Type Mixed Solar Drying with Organic Absorber Tipe B

Gambar 2. Alat Pengering Tipe B


2.1 Siang hari/saat cuaca cerah:
a) Panas matahari masuk ke dalam setiap sisi kaca. Alat ini
menerapkan sistem efek rumah kaca sehingga panas yang masuk
ke dalam alat akan terperangkap di dalam alat.
b) Terdapat kolektor surya yang berfungsi sebagai pengumpul panas
yang diperoleh dari pancaran radiasi sinar matahari. Disini,
prinsip kerja dari kolektor surya memanfaatkan prinsip radiasi
benda hitam. Karena, benda hitam pada dasarnya merupakan
warna yang menyerap panas paling tinggi.
c) Panas yang dikumpulkan oleh kolektor surya akan diserap oleh
insulator. Disini, insulator yang digunakan yaitu glasswool karena
glasswool merupakan bahan insulator yang paling baik dan tahan
panas sampai dengan 300C.
2.2 Malam hari/saat cuaca mendung
a) Pintu tungku yang berfungsi sebagai sumber panas harus ditutup
dengan rapat
b) Panas dalam tungku akan mengalir ke dalam cerobong. Panas
yang berada didalam cerobong akan diradiasikan ke dalam tiaptiap rak sehingga panas yang dihasilkan akan semakin optimal dan
makanan yang dikeringkan tidak akan berbau asap.
c) Bagian dalam cerobong di dop hitam sehingga panas yang
mengalir akan semakin tinggi karena benda hitam bersifat
menyerap panas.
d) Bagian ujung cerobong diberi absorber organik yang terdiri dari
serabut kelapa, kapuk, dan bahan-bahan peredam lain agar emisi
yang terbuang di udara lebih kecil sehingga bersifat ramah
lingkungan.

BAB 3
METODE PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, dilakukan dalam 6 tahapan, yaitu
Penentuan Obyek Penelitian dan Material, Detailed Engineering Desain,
Pembuatan prototype alat pengering surya-hybrid, penyuluhan dan sosialisasi
pada masyarakat, monitoring dan uji coba, dan pengumpulan hasil karya dan
laporan.
1. Penentuan obyek penelitian:
Obyek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut,
berupa alat pengering tenaga surya hybrid. Survey langsung
dilaksanakan di Desa Karang Joang, Kalimantan Timur.
2. Detailed Engineering Design
Untuk mendapatkan produk yang optimal, dilakukan desain
keteknikan secara detail, baik dalam bentuk maupun ukurannya.
3. Pembuatan prototype alat pengering surya-hybrid
Pembuatan prototype dilaksanakan setelah melakukan detailed
engineering design. Setelah kesiapan konsep alat sudah matang,
selanjutnya dilakukan pembuatan prototype alat pengering surya-hybrid.
4. Penyuluhan dan sosialisasi pada masyarakat
Hasil penelitian selanjutnya akan disosialisasikan kepada
masyarakat, dalam hal ini kami melakukan penyuluhan di karang joang
karena wilayah tersebut berada di dekat waduk manggar, sungai wain,
kebun buah naga, singkong, pepaya, dll. Sehingga alat menjadi multi
fungsi sehingga tidak hanya digunakan untuk mengeringkan ikan saja
tetapi juga dapat digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian. Wilayah
karang joang merupakan wilayah penghasil buah naga yang cukup
melimpah. Untuk mengsiasati adanya penurunan harga jual dari buah
naga akibat produksi yang berlebih, oleh karena itu perlu dilakukan untuk
memberi penyuluhan terkait sistem pengolahan buah naga agar harga jual
stabil. Penyuluhan yang dilakukan berupa pembuatan yogurt kulit buah
naga, cimi-cimi buah naga, teh buah naga, krupuk buah naga. Setelah
penyuluhan tersebut, maka akan diterapkanlah alat pengering tersebut
untuk mengeringkan teh buah naga dan krupuk buah naga. Mayoritas
penduduk desa karang joang KM.12 juga memiliki mata pencaharian
sebagai pembuat opak untuk didistribusikan ke daerah luar sehingga alat
tersebut juga dapat membantu pengrajin opak untuk mempercepat proses
pengeringan. Penyuluhan tersebut akan disampaikan kepada ibu-ibu PKK
kelurahan karang joang, GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani)
kelurahan Karang Joang, warga RT. 55 Kelurahaan Karang Joang.
5. Monitoring dan uji coba
Hasil penyuluhan akan di implementasikan di Jl. Soekarno Hatta
KM. 12 Kelurahan Karang Joang.

Berikut diagram alur penelitian yang akan dilakukan:


Mulai
Studi Literatur, suhu, intensitas cahaya pada pesisir pantai
Pengumpulan alat dan bahan pembuatan pengering surya
Pembuatan alat pengering surya

Pengambilan data berupa massa bahan, suhu dalam dan luar alat
pengering, intensitas cahaya, kelembaban udara.

Analisis data
Sosialisasi
Monitoring

Selesai
Gambar 4. Flowchart penelitian

BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Adapun ringkasan anggaran biaya yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-KC
No
Jenis Pengeluaran
Biaya (Rp)
1
Peralatan penunjang
3.626.100
2
Bahan Habis Pakai
4.834.800
3
Perjalanan
1.813.050
4
Lain-lain
1.813.050
Jumlah
12.087.000
4.2 Jadwal Kegiatan

No.

KEGIATAN

Studi Literatur
Pengumpulan alat dan
bahan
Pembuatan Alat skala
mikro untuk diuji
Pengambilan data
Analisis data
Pembuatan Alat skala
makro
Penyuluhan dan
sosialisasi pada
masyarakat
Monitoring dan Uji
Coba
Pembuatan Laporan

2
3
4
5
6
7
8
9

Pra Persetujuan
Pasca persetujuan proposal
Proposal
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
Bulan 5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

10

DAFTAR PUSTAKA
Tausin, S., Hasan, G., 1986, Traditional Fish Processing in Indonesia,
Proceeding of The First ASEAN Workshop on Fish and Fish Waste
Processing and Utilization, Jakarta, 115-128.
Heruwati, E.S., 2002, Pengolahan Ikan secara Tradisional : Prospek dan Peluang
Pengembangan, Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi
Kelautan dan Perikanan, Jurnal Litbang Pertanian, Vol.21(3), 92-99.
Ekechukwu, O.V., Norton, B., 1999, Review of Solar-Energy Drying Systems
I:an Overview of Drying Principle and Theory, International Journal of
Energy Conversion & Management, Vol. 40, 593-613
Ekechukwu, O.V., Norton, B., 1999, Review of Solar-Energy Drying Systems II:
an Overview of Solar Drying Technology, International Journal of
Energy Conversion & Management, Vol. 40(1), 615-655

11

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/Hp

Debie Mukti Rahayu


Perempuan
Pendidikan Fisika
1205035012
Sanipah, 10 Agustus 1995
debie_mukti@yahoo.com
085349857008

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SDN 013
Sanipah
2000-2006

SMP
MTs AsAdiyah
Sanipah
2006-2009

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Ilmiah
Judul Artikel
Ilmiah
1
National KSE Commonity
Solusi Cerdas Laut
Summit Oceanesia 2015
Indonesia
2
Perusahaan Gas Negara
Hybrid Fish Dryer
Innovation Camp 2015
(HFD)

SMA
SMAN1 Samboja
IPA
2009-2012

Waktu dan Tempat


Universitas Padjadjaran
Bandung,12 Mei 2015
Pusdiklat Indofood
Cibodas, 9 Mei 2015

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1
Juara 3 Technology For Indonesia
Perusahaan Gas Negara 2015
Program Terpilih
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Rp. 12.087.000,Samarinda, 30 September 2015

12

A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
2
Jenis Kelamin
3
Program Studi
4
NIM
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
E-mail
7
Nomor Telepon/Hp

Nur Rosyad Argiza R


Laki-laki
Pendidikan Fisika
1405035020
Samarinda, 11 Juni 1996
rosadthedarkdoy@gmail.com
085252333871

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SD
Muhammadiyah
Tenggarong
2002-2008

SMP
SMPN 1
Tenggarong

SMA
SMAN 1
Tenggarong

2008-2011

IPA
2011-2014

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel
Waktu dan
Ilmiah
Ilmiah
Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1
2
3
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Rp. 12.087.000,Samarinda, 30 September 2015

13

A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
2
Jenis Kelamin
3
Program Studi
4
NIM
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
E-mail
7
Nomor Telepon/Hp

Syahrul Riyadi
Laki-laki
Pendidikan Fisika
1405035035
Loa Duri, 12 April 1997
Adi97436@gmail.com
085820012497

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SDN 016
Tenggarong
2002-2008

SMP
SMPN 4
Tenggarong
2008-2011

SMA
SMAN 1
Tenggarong
IPA
2011-2014

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel
Waktu dan
Ilmiah
Ilmiah
Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1
Juara 2 Lomba Teknologi Tepat Kabupaten Kutai
2013
Guna Tingkat Kabupaten
Kartanegara
2
3
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Rp. 12.087.000,Samarinda, 30 September 2015

14

A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
2
Jenis Kelamin
3
Program Studi
4
NIDN
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
E-mail
7
Nomor Telepon/Hp

Nurul Fitriyah Sulaeman, M.Pd


Perempuan
Pendidikan Fisika
0020098702
Cirebon, 20 September 1987
n.u.fitriyah@gmail.com
082119530395

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

S1
Universitas
Sebelas Maret
Pendidikan
Fisika
2005-2010

S2
S3
Universitas Negeri
Yogyakarta
Evaluasi Pendidikan
2010-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel
Waktu dan
Ilmiah
Ilmiah
Tempat
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1
2
3
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Rp. 12.087.000,Samarinda, 30 September 2015

15

Lampiran 2 Justifikasi Anggaran Kegiatan


1.

Peralatan Penunjang
Material
Mesin
Gerinda
BOSCH
GWS22-180

Gunting
Seng

Termometer
Raksa
Humidity
Meter

2.

Justifikasi Pemakaian

Kuantitas

Digunakan
untuk 1 unit
memotong kaca pada
saat pembuatan alat
pengering. Gerinda type
tersebut merupakan yang
paling optimal karena
memiliki bearing dengan
seal ganda dan roda gigi
pada
alat
kokoh.
Sehingga
penggunaan
alat akan bertahan lama.
Digunakan
untuk 3 unit
memotong alumunium
dan seng pada saat
pembuatan cerobong dan
kolektor surya
Digunakan
untuk 4 unit
mengukur suhu pada
tiap-tiap rak
Digunakan
untuk 1 unit
mengukur kelembaban
udara
SUB TOTAL (Rp)

Harga
Satuan (Rp)
1.685.100

Jumlah
(Rp)
1.685.100

25.000

75.000

54.000

216.000

1.650.000

1.650.000

3.626.100

Bahan Habis Pakai


Material
Kaca bening
dengan
ketebalan 8
mm
Glasswool
Alumunium

Kawat
Bendrat
Lem Besi

Justifikasi Pemakaian

Harga
Satuan (Rp)
521.000

Jumlah
(Rp)
4.168.000

2m

43.000

86.000

10 m

25.000

250.000

1 kg

18.800

18.800

8 buah

15.000

120.000

Kuantitas

Sebagai bahan untuk 8 m2


pembuatan dinding rak
pengering
Sebagai
bahan
pembuatan insulator
Sebagai
bahan
pembuatan cerobong dan
kolektor surya
Sebagai bahan untuk
mengaitkan insulator dan
kolektor surya
Sebagai bahan untuk
merekatkan
dan
menutupi
kebocoran

16

Lem Silicon
Pilox Hitam

3.

pada alumunium
Sebagai bahan untuk 8 buah
merekatkan kaca
Sebagai bahan untuk 3 kaleng
membuat kolektor surya
SUB TOTAL (Rp)

120.000

24.000

72.000
4.834.800

Perjalanan
Material

Justifikasi Pemakaian

Kuantitas

Biaya sewa Biaya pengantaran alat


100 km
pick up
Transportasi Biaya
Transportasi 130 km
umum
survei ke dosen-dosen
ahli
Bensin
Perjalanan membeli alat 20 L
Transportasi Biaya perjalanan untuk 20 L
penelitian
penelitian
Transportasi Biaya
Transportasi 10 L
survey lokasi survei tempat untuk
penelitian
SUB TOTAL (Rp)
4.

15.000

Harga
Satuan (Rp)
700.000

Jumlah
(Rp)
700.000

613.050

613.050

10.000
10.000

200.000
200.000

10.000

100.000

1.813.050

Lain-lain
Material

Justifikasi Pemakaian

Kertas HVS Biaya


pembuatan
A4
laporan-laporan
Kertas Cover Biaya
pembuatan
laporan-laporan
Mika Cover
Biaya
pembuatan
laporan-laporan
Print
Biaya print laporan
Jilid
Publikasi

2 rim

Harga
Satuan (Rp)
45.000

90.000

10 lembar

2.000

20.000

10 lembar

2.000

20.000

Kuantitas

500
1.000
lembar
Biaya penjilidan laporan 5 jilid
20.000
Biaya publikasi jurnal 6
kali 180.500
Ilmiah
publikasi
SUB TOTAL (Rp)
Total (Keseluruhan)

Jumlah (Rp)

500.000
100.000
1.083.050
1.813.050
12.087.000

17

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No Nama/NIM
Program
Bidang
Alokasi
Uraian Tugas
Studi
Ilmu
Waktu
(jam/minggu)
1
Debie Mukti Pendidikan Pendidikan
10
Pengetesan alat,
Rahayu
Fisika
MIPA
pembuatan
/1205035012
prototype,
sosialisai
dan
penerapan
ke
masyarakat
2
10
Studi Literatur,
Nur Rosyad Pendidikan Pendidikan
Fisika
MIPA
pembuatan
Argiza R
prototype,
sosialisai
dan
/1405035020
penerapan
ke
masyarakat
3
Syahrul
Pendidikan Pendidikan
10
Penentuan
Riyadi
Fisika
MIPA
Objek
/1405035035
Penelitian,
pembuatan
prototype,
sosialisai
dan
penerapan
ke
masyarakat

18

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti/ Pelaksana


KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS MULAWARMAN
Alamat: Rektorat Kampus Gunung Kelua Jl. Kuaro Kotak Pos 1068 Telp (0541) 741118
Fax (0541) 747479-732870, Samarinda 75119
Email : rektorat@unmul.ac.id Website : http://www.unmul.ac.id
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

: Debie Mukti Rahayu

NIM

: 1205035012

Program Studi : Pendidikan Fisika


Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-KC saya dengan judul :

Boost Dryer Type Mixed Solar Drying With Organic Absorber


Yang diusulkan untuk tahun anggaran 2016 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.

Samarinda, 30 September 2015

19

Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan

Gambar 5. Boost Dryer Type A

Gambar 6. Boost Dryer Type B

20