Anda di halaman 1dari 16

b

a
w
a
j
g
n
u
g
Tang
n
a
r
o
p
a
L
n
a
D
r
a ud i t o
Keuangan

TEAM MEMBER :
TAUFIQ JIBU
BAGUS
AKBAR
MIRA KUSUMA W

DEFINISI AUDIT DAN ASSURANCE SERVICE


AUDIT : SUATU PROSES SISTEMATIS UNTUK MEMPEROLEH SERTA MENGEVALUASI BUKTI SECARA OBJEKTIF

MENGENAI ASERSIASERSI KEGIATAN DAN PERISTIWA EKONOMI, DENGAN TUJUAN MENETAPKAN DERAJAT
KESESUAIAN ANTARA ASERSIASERSI TERSEBUT DENGAN KRITERIA YANG TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA
SERTAPENYAMPAIAN HASILHASILNYA KEPADA PIHAKPIHAK YANG BERKEPENTINGAN.

ASSURANCE SERVICE: ASSURANCE SERVICESADALAH JASA PROFESIONAL INDEPENDEN YANG MAMPU

MENINGKATKAN MUTU INFORMASI, ATAU KONTEKSNYA, UNTUK KEPENTINGAN PARAPENGAMBIL KEPUTUSAN.

NON ASSURANCE SERVICE : JASA YANG DIBERIKAN OLEH AKUNTAN PUBLIK ATAU AUDITOR INDEPENDEN YANG
DIDALAMNYA IA TIDAK MEMBERIKAN SUATU PENDAPAT, KEYAKINAN NEGATIF, RINGKASAN TEMUAN, ATAU
BENTUK LAIN DARI KEYAKINAN.

TIPE AUDITOR

TIPE AUDITING

AUDITOR INDEPENDEN (INDEPENDENT AUDITORS)


AUDITOR INTERNAL (INTERNAL AUDITORS)
AUDITOR PEMERINTAH (GOVERNMENT AUDITORS)

AUDIT LAPORAN KEUANGAN (FINANCIAL


STATEMENT ACCOUNTING)

AUDIT KEPATUHAN (COMPLIANCE AUDIT)


AUDIT OPERASIONAL (OPERATIONAL AUDIT)

ARTI PENTING AUDIT


Auditing
Proses Pengumpulan Dan Pengevaluasian Bahan Bukti Tentang Informasi Yang Dapat Diukur Mengenai Suatu Entitas Ekonomi
Yang Dilakukan Seorang Yang Kompeten Dan Independen Untuk Dapat Menentukan Dan Melaporkan Kesesuaian Informasi
Yang Dimaksud Dengan Kriteria-Kriteria Yang Telah Ditetapkan.
Assurance Service
Pengambil Keputusan Memerlukan Informasi Yang Andal Dan Relevan Sebagai Basis Untuk Pengambilan Keputusan.
Assurance Service Dapat Disediakan Oleh Profesi Akuntan Publik Atau Berbagai Profesi Lain. Profesi Akuntan Publik
Menyediakan Jasa Assurance Mengenai Informasi Laporan Keuangan Historis Kepada Masyarakat.

UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS

SEKSI INI MENETAPKAN BAHWA SETIAP KANTOR


AKUNTAN PUBLIK WAJIB MEMILIKI SISTEM
PENGENDALIAN MUTU DAN MENJELASKAN
UNSUR-UNSUR PENGENDALIAN MUTU DAN HALHAL YANG TERKAIT DENGAN IMPLEMENTASI
SECARA EFEKTIF SISTEM TERSEBUT.

ORAGNISASI YANG TERKAIT AKUNTASN PUBLIK

IKATANAKUNTAN INDONESIA ( IAI )


FASB (FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS BOARDS)
IASB (INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDART
BOARD)

IFAC ( INTERNATIONAL FEDERATION OF


ACCOUNTANTS )

IAMI
GASB ( GOVERMENTAL ACCOUNTING STANDARD BOARD
)

AICPA (AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC


ACCOUNTANTS )

KEWAJIBAN BAGI SEORANG AKUNTAN PUBLIK (AP)


DAN (KAP) TERDAPAT 5 (LIMA) KEWAJIBAN
AKUNTAN PUBLIK DAN KAP YAITU:
1.
2.

3.

4.
5.

BEBAS DARI KECURANGAN (FRAUD),

MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI / DATA YANG DIPEROLEH DAN TIDAK


DIBENARKAN MEMBERIKAN INFORMASI RAHASIA TERSEBUT KEPADA YANG TIDAK
BERHAK.
MENJALANKAN PSPM04-2008 TENTANG PERNYATAAN BERAGAM (OMNIBUS
STATEMENT) STANDAR PENGENDALIAN MUTU (SPM) 2008 YANG TELAH
DITETAPKAN OLEH DEWAN STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK (DSPAP)
INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA (IAPI), TERUTAMA SPM SEKSI 100
TENTANG SISTEM PENGENDALIAN MUTU KANTOR AKUNTAN PUBLIK (SPM-KAP).
MEMPUNYAI STAF / TENAGA AUDITOR YANG PROFESIONAL DAN MEMILIKI
PENGALAMAN YANG CUKUP
MEMILIKI KERTAS KERJA AUDIT (KKA) DAN MENDOKUMENTASIKANNYA DENGAN
BAIK.

LARANGANNYA
1. MEMBERIKAN JASA KEPADA SUATU PIHAK, APABILA KAP TIDAK DAPAT BERTINDAK
INDEPENDEN.
2. MEMBERIKAN JASA AUDIT UMUM (GENERAL AUDIT) ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK KLIEN YANG SAMA BERTURUT-TURUT UNTUK KURUN WAKTU LEBIH DARI 5
(LIMA) TAHUN.
3. MEMBERIKAN JASA YANG TIDAK BERKAITAN DENGAN AKUNTANSI, KEUANGAN DAN
MANAJEMEN.
4. MEMPEKERJAKAN ATAU MENGGUNAKAN JASA PIHAK TERASOSIASI YANG MENOLAK
ATAU TIDAK BERSEDIA MEMBERIKAN KETERANGAN YANG DIPERLUKAN DALAM
RANGKA PEMERIKSAAN TERHADAP AKUNTAN PUBLIK DAN KAP.

1.

1. HAL-HAL POKOK DALAM LAPORAN AUDIT


5.
(ISA)

2.
3.
4.

TANGGUNG JAWAB AUDITOR, YANG MELIPUTI:

JUDUL LAPORAN LAPORAN AUDITOR


INDEPENDEN

1. PERNYATAAN AUDIT TELAH SESUAI DENGAN ISA

KEPADA SIAPA LAPORAN DIALAMATKAN

3. PERNYATAAN BUKTI AUDIT SEBAGAI DASAR

PERNYATAAN BAHWA LAPORAN TELAH DIAUDIT,


DAN LAPORAN APA SAJA YANG DIAUDIT
PENJELASAN TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
ATAS LAPORAN KEUANGAN

2. PROSEDUR AUDIT
PENDAPAAT

7. OPINI AUDITOR
8. TANDA TANGAN
9. TANGGAL LAPORAN AUDITOR
10. ALAMAT AUDITOR

2. HUBUNGAN ANTARA AKUNTANSIAUDITING


AUDITOR BERPERAN DALAM MEMBERIKAN LAPORAN TAMBAHAN (LAPORAN AUDITING) UNTUK

MENINGKATKAN KREDIBILITAS DAN KEANDALAN INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN.

TITIK TEMU AUDIT DAN AKUNTANSI ADALAH LAPORAN KEUANGAN.


AUDITOR MENGAUDIT LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AUDITING DAN MENILAI PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK.

3. POLA HUBUNGAN ANTARA AUDITOR


DENGAN PIHAK-PIHAK TERKAIT

MANAJEMEN
DEWAN DIREKSI DAN KOMITE
AUDIT

AUDITOR INTERNAL
SHAREHOLDER

4. JAMINAN-JAMINAN YANG BISA (DAN TIDAK


BISA) DIPEROLEH DARI SUATU AUDIT
YANG BISA :

1. INDEPENDENSI OLEH AUDIT


2. KEYAKINAN YANG MEMADAHI
3. DETEKSI KECURANGAN
4. TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN
5. KEYAKINAN TENTANG KEBERLANGSUNGAN USAHA KLIEN

YANG TIDAK BISA :


AUDITOR TIDAK BOLEH MEMPOSISIKAN DIRI ATAS

PERTIMBANGANNYA DI BAWAH KELOMPOK APAPUN DAN SIAPAPUN.

AUDIT TIDAK DAPAT MENJAMIN AKURASI LAPORAN KEUANGAN.


TIDAK DAPAT MENGUNGKAPKAN KECURANGAN YANG TERJADI DI
LUAR ENTITAS.

ISA

PENDEKATAN PEKERJAAN AUDIT DI ISA DIBAGI DALAM ENAM


TAHAP, YAITU:

PERSETUJUAN PENUGASAN (AGREEMENT OF ENGAGEMENT).


PENGUMPULAN INFORMASI, PEMAHAMAN BISNIS DAN SISTIM

AKUNTANSI KLIEN, SERTA PENENTUAN UNIT YANG AKAN DIAUDIT.

PENGEMBANGAN STRATEGI AUDIT.


EXECUTE THE AUDIT
MULAI MEMBENTUK OPINI.
MEMBUAT LAPORAN AUDIT.

PERBANDINGAN ISA DAN GAAS SECARA


SUBSTANTIF
AUDITING BERBASIS RESIKO
DARI RULE BASED KE PRINCUPLES BASED STANDARTS
BERPALING DARI MODEL MATEMATIS
KEARIFAN PROFESSIONAL DAN KONSEKUENSINYA
PENGENDALIAN INTERNAL
THOSE CHARGED WITH GOVERNANCE (TCWG)
PENUTUO

LAPORAN AUDIT:
LAPORAN AUDIT ADALAH MEDIA FORMAL YANG DIGUNAKAN OLEH
AUDITOR DALAM MENGKOMUNIKASIKAN KEPADA PIHAK YANG
BERKEPENTINGAN TENTANG KESIMPULAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
YANG TELAH DI AUDIT.

OPINI AUDITOR ADALAH KESIMPULAN YANG MERUPAKAN PENDAPAT AUDITOR YANG MENYATAKAN

APAKAH LAPORAN KEUANGAN TERSEBUT TELAH DISAJIKAN SECARA WAJAR DALAM SEMUA HAL YANG
MATERIAL, POSISI KEUANGAN, HASIL USAHA DAN ARUS KAS ENTITAS YANG SESUAI DENGAN PRINSIP
AKUNTANSI YANG BERLAKU SECARA UMUM. ADA 4 JENIS OPINI YANG DI STANDARTKAN:

a.WAJAR TANPA PENGECUALIAN


b.WAJAR DENGAN PENGECUALIAN
c.TIDAK WAJAR
d.TIDAK MENYATAKAN PENDAPAT