Anda di halaman 1dari 4

PROSES PEMASARAN

Pemasaran, sebagaimana sudah didefinisikan sebelum ini, adalah proses


pengelolaan dengan mana produk serta jasa diserasikan dengan pasaran dan
melalui mana pengalihan pemilikan diwujudkan. Demikianlah, kedua tujuan
umum pemasaran adalah, mendapat dan melayanai permintaan, tetapi setiap
perusahaan juga mempunyai tujuan-tujuan pemasaran tambahan dan lebih
tersendiri, yang sifatnya berlain-lainan baik dalam situasi maupun dalam
keseluruhan tujuan perusahaan. Sebagai misal, perusahaan yang mempunyai
reputasi bagi kepeloporannya dalam inovasi produk, bukan saja berupaya meraih
dan melayani permintaan, tetapi terus bekerja ke arah peningkatan reputasinya
sebagai pelopor dalam inovasi produk. Oleh sebab itu, kegiatan pemasaran
maupun tujuan pemasaran berbeda antara perusahaan yang satu dengan yang
lain. Beberapa perusahaan tertentu melaksanakan serta menggabungkan
berbagai kegiatan pemasaran dalam cara-cara yang sangat tersendiri, bukan
saja untuk meraih serta melayani permintaan, tetapi juga berupaya ke arah
tujuan pemasaran tertentu.
IDENTIFIKASI KEGIATAN PEMASARAN
Identifikasi kegiatan pemasaran mungkin kelihatan mudah, karena
nampaknya cuma perlu memprincikan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk
memindahkan produk dan jasa dari produsen kepada pembeli terakhir. Tetapi
pekerjaan itu menjadi kian ditemui dalam menetapkan di mana sebenarnya
pemasaran dimulai dan diakhiri. Adalah terlalu berlebihan untuk beranggapan,
bahwa kegiatan pemasaran hanya berkaitan dengan arus produk dan jasa. Guna
mencapai efisiensi pemasaran, juga harus ada arus balik berupa informasi, dari
pasaran kepada produsen. Guna memproduksi piringan hitam yang menarik
pembeli, perusahaan rekaman harus tahu apa yang dibutuhkan pembeli. Oleh
sebab itu, berdasarkan gagasan, proses pemasaran dimulai dan berakhir pula
dengan pembeli terakhir, dengan informasi mengalir mundur kepada produsen
dan produk mengalir maju kepada pembeli terakhir.
Kegiatan pemasaran yang paling mudah dikenali adalah yang berkaitan
dengan pembawaan produk ke dalam kontak dengan pasaran. Penjualan adalah
salah satu kegiatan jenis itu. Pembelian, sisi yang satu lagi dari penjualan, tidak
semudah itu untuk ditandai sebagai satu kegiatan pemasaran, dengan
kemudahan untuk mengenali, tergantung kepada siapa yang melakukan
pembelian. Sebagai contoh, pembelian barang dagangan untuk dijual kembali
adalah satu tugas terpenting pedagang eceran, karena guna mencapai
tujuannya berupa penjulan barang kepada konsumen, dia harus membeli
barang-barang yang dibutuhkan dan diingini oleh konsumen. Tetapi apakah
pembelian sama jelasnya merupakan suatu kegiatan pemasaran bagi pengusaha
produk? Dalam beberapa hal keputusan pengusaha produk untuk melakukan
pembelian dipengaruhi oleh akibat yang ditimbulkan pembelian atas dapatnya
produk dipasarkan, sedang dalam hal-hal lain, ia dipengaruhi oleh akibat
terhadap biaya produk. Seleksi serta pembelian material untuk pembuatan
lemari bagi pesawat TV sebagian besar berpengaruh atas dapat dipasarkannya
produk yang sudah jadi itu, tetapi seleksi serta pembelian bagian-bagian dan

material untuk alat penerima itu sendiri, sebagian besar merupakan masalah
produksi serta biaya. Dalam kebanyakan hal, sama-sama berpengaruh terhadap
keputusan untuk membeli. Oleh sebab itu, pengusaha produk menoleh kepada
pembelian sebagai suatu kegiatan pemasaran, yang pelaksanaannya acapkali
ditentukan oleh pertimbangan produksi serta biaya.
Kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan pembawaan produk ke
dalam kontak dengan pasaran lebih sulit untuk ditandai. Suatu contoh, meskipun
perencanaan serta perancangan produk mungkin tidak nampak sebagai
kegiatan-kegiatan pemasaran, produk berkenan harus memiliki ciri-ciri pokok
yang dikehendaki serta diingini pembeli terakhir. Guna menjauhkan kegagalan
dalam pasaran, kebutuhan serta keinginan konsumen harus diketahui pada suatu
tahap diri perkembangan produk.
Pembelian terakhir seringkali melaksanakan kegiatan pemasaran secara
langsung. Para pemasar berupaya mengalihkan produk serta jasa ke dalam
tangan pembeli terakhir, namun itu bukan berarti pemasaran sudah sudah
berakhir seluruhnya. Kentang yang diproduksi secara musiman, dimiliki dan
dijual sepanjang tahun oleh lembaga-lembaga pemasaran, tetapi ada kalanya,
konsumen individual mengambil alih bagian kegiatan penyimpanan. Bukankah
sebagian konsumen membeli kentang di rumah mereka masing-masing?.
Dengan demikian, kegiatan penyimpanan terus dilaksanakan, tetapi oleh
konsumen sebagai ganti perusahaan pemasaran.
SUATU KLASIFIKASI KEGIATAN PEMASARAN
Klasifikasi kegiatan pemasaran memudahkan analisa situasi-situasi tertentu,
tetai tak satupun klasifikasi umum yang berlaku atau dapat berlaku terhadap
setiap situasi pemasaran. Rancangan klasifikasi mana saja membutuhkan
sesuatu modifikasi untk memenuhi keharusan-keharusan analitis yang
ditimbulkan oleh suasana pemasaran perusahaan individual. Seraya mengingat
pembatasan ini, kita menggolongkan kegiatan-kegiatan pemasaran ke dalam
tiga kategori umum, yang keseluruhannya mengandung sembilan kegiatan.
Kegiatan mengenai barang dagangan
1.
2.
3.
4.

Perancangan serta pengembangan produk


Standardisasi dan pemisahan
Pembelian serta perakitan
Penjualan.

Kegiatan distribusi fisik


5. Penyimpanan
6. Transportasi
Kegiatan penunjang
7. Pembiayaan pemasaran
8. Pemikulan risiko pemasaran
9. Perolehan serta analisa informasi pemasaran

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas disusun dalam urutan logis. Kegiatan


mengenai barang dagangan diawali dengan analsa tentang kebutuhan
pasaran serta pengembangan atau perolehan produk guna memenuhi
kebutuhan, dan diakhiri dengan kegiatan yang berkaitan dengan rangsangan
permintaan pasaran secara amat langsung. Distribusi fisik membuat produk
tersedia pada waktu serta tempat diingini pembeli terakhir. Kegiatan
penunjang, pada umumnya, bertujuan untuk meningkatkan kemantapan
dengan mana kegiatan mengenai barang dagangan dan distribusi
dilaksanakan.
Kegiatan mengenai barang dagangan
Kegiatan mengenai barang dagangan terdiri dari kegiatan-kegiatan yang
perlu guna menetapkan dan memenuhi kebutan pasaran dengan produk atau
jasa, maupunguna merangsang permintaan pasaran. Beberapa penulis tentang
pemasaran menggolongkan standardisasi serta seleksi sebagai kegiatan
pembantu atau penunjang. Kami memasukkannya sebagai kegiatan mengenai
barang dagangan terutama karena melibatkan pengelolaan keseragaman serta
konsistensi produk.
Perancangan serta pengembangan produk
Kebanyakan produk yang akan dipasarkan secara berhasil, harus memiliki
ciri-ciri pokok yang sejalan agak dekat dengan kebutuhan, hajat serta keinginan
pembeli, dan hal ini mengharuskan sering diadakannya penyesuaian produk,
atau perancangan seta pengembangan produk. Dalam sejumlah besar industri,
proses ni tiada habis-habisnya, dengan peningkatan produk yang mengalir dari
teknologi yang terus berubah, sementara pergantian dalam pilihan pembeli
menimbulkan ketinggal zamanan produk secara berkelanjutan. Dalam industri
yang berubah cepat, seperti obat-obatan, produk-produk yang dikembangkan
selama 20 tahun terakhir ini, biasanya menghasilkan lebih dari separoh
penjualan dan laba perusahaan-perusahaan terkemuka. Dalam industri yang
demikian itu, perusahaan yang tidak melakukan inovasi hampir dapat dipastikan,
pada akhirnya, akan menghadapi penyingkiran dari pasaran. Dalam industriindustri lain, dimana kecepatan proses penyingkiran terjadi dalam jangka waktu
lebih panjang. Contohnya, dalam industri alat tulis, selama 20 tahun, perusahaan
Parker Pen beralih dari posisi dominan ke suatu peranan kecil pasaran, tak lain
karena pulpen mereka yang telah meraih kesuksesan besar dibuat ketinggalan
zama oleh pena ball point.
Pengenalan yang kian bertambah akan pentingnya pemuasan keinginan
pembeli dinyatakan oleh kecenderungan di kalangan pengusaha pabrik untuk
membuat bagian pemasaran makin bertanggung jawab atas perancangan serta
pengembangan produk. Para pedagang perantara sudah selalu memandang
perancangan serta pengembangan produk sebagai amat menentukan bagi
keberhasilan mereka, walaupun bagi mereka kegiatan ini biasanya berwujud
perubahan dalam produk ditangani atas jasa yang ditawarkan.
Seorang penyalur barang dari besi yang menambahkan sejumlah benih
dan pupuk sedang melakukan perancangan produk. Sebuah toko pakaian untuk

pria yang menambahkan suatu seleksi buasana wanita atau menghapuskan


pengantaran barang juga sedang melakukan perancangan produk. Pedagang
eceran dan penyalur tadi sama menyebutkan perubahan seperti itu sebagai
kegiatan mengenai barang dagangan, tetapi apa yang sebenarnya mereka
lakukan dapat disamakan dengan apa yang dilakukan pengusaha pabrik di
bawah nama perancangan serta pengembangan produk.
Standardisasi serta pemisahan
Kegiatan-kegiatan ini meliputi penetapan ukuran atau batasan pokok
kepada mana benda-benda harus tunduk secara harmonis. Suatu standard
memperincikan sifat-sifat pokok yang harus dipunyai suatu produk agar dapat
disebut konsisten dengan ciri-ciri yang telah ditetapkan. Standard harus
didasarkan kepada mutu yang diingini oleh pembeli atau kepada kegunaan
barang. Sebagai contoh, dalam produksi pakaian, perlu menetapkan standard
ukuran supaya semua baju berukuran 12 akan cocok bagi orang-orang yang
sama. Pemisahan (grading) adalah pembuatan berupa pemisahan atau penilikan
barang bukan produksi pabrik sesuai dengan perincian-perincian yang sudah
ditetapkan. Perincian-perincian diatur oleh standard yang telah ditetapkan, dan
dapat meliputi ukuran, berat atau kualitas.