Anda di halaman 1dari 4

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Community Assesment

2.1.1

Definisi Community Assesment

Diagnosis Komunitas adalah mengidentifikasi faktor risiko dan sumber dari suatu masalah kesehatan pada suatu komunitas, mengusulkan rencana untuk mengatasi masalah tersebut dan mengevaluasi indikator serta metode sebagai program intervensi (Bayti, 2011). Kegiatan dimulai dengan pengumpulan data melalui wawancara atau anamnesis mengenai symptom dan sign, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang sederhana sampai pemeriksaan penunjang lanjutan, diagnosis banding, diagnosis sementara dan akhirnya penetapan diagnosis tetap seorang pasien (Dahlan, 2009).

2.1.2 Perbedaan Diagnosa Komunitas dan Diagnosa Klinis Perbedaan antara diagnosa komunitas dan diagnosa klinis adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Perbedaan Diagnosa Komunitas dengan Diagnosa Klinis

Spesifikasi

Diagnosa Klinis

Diagnosa Komunitas

Populasi

Individu - individu

Kelompok / Grup Masyarakat

Tempat

Puskesmas, Praktek Dokter, Rumah Sakit, dll.

Desa, Kecamatan, Kabupaten, dst.

Alat

Peralatan kedokteran diagnostik fisik.

Biostatik, Epidemiologi

Cara diagnosa

Anamnesis, gejala penyakit, Laboratorium.

Pengumpulan data, Distribusi dan frekuensi penyakit (who,when,where)

Tindakan terapi

Medikamentosa, Radiologi, Perawatan RS, Rawat jalan.

Imunisasi, penyuluhan dan promosi,kesehatan, sanitasi lingkungan, kontrol terhadap penyakit menular.

2.1.3

Perbedaan Diagnosa Komunitas dengan Diagnosa Individu Perbedaan diagnosa komunitas dengan diagnosa individu adalah sebagai berikut :

Tabel 2.2 Perbedaan Diagnosa Komunitas dengan Diagnosa Individu

 

Diagnosa Individu

Diagnosa Komunitas

 

Data individu berupa anamnesa, pemeriksaan fisik dan laboratorium

Data demografi (angka kesakitan, angka kematian, dll) Data survei (misalnya masalah-masalah kesehatan, pemanfaatan layanan kesehatan, pemanfaatan layanan kesehatan, data lingkungan, dll.)

 

Sarana diagnostik dapat berupa anamnesa, pemeriksaan fisik dan laboratorium

Sarana diagnostik berupa survei, skrining, dll.

 

Data pendukung:

Data pendukung :

-

Riwayat penyakit

Faktor sosikultural, kesehatan mental serta emosional. Faktor lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan Pengetahuan, sikap dan perbuatan dari suatu komunitas

-

Riwayat pengobatan dll

-

2.1.4 Tahap-tahap Community Assesment

Bentuk tim

Community

Health

Assesment

Assesment Bentuk tim Community Health Assesment Analisis Data Diseminasi dokumen Penentuan prioritas

Analisis

Data

Diseminasi

dokumen

Health Assesment Analisis Data Diseminasi dokumen Penentuan prioritas Dokumentasi Perencanaan program Data
Health Assesment Analisis Data Diseminasi dokumen Penentuan prioritas Dokumentasi Perencanaan program Data

Penentuan

prioritas

Analisis Data Diseminasi dokumen Penentuan prioritas Dokumentasi Perencanaan program Data Primer Data S e
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi

Dokumentasi

Perencanaan

program

Data Primer

Data Primer

Data Primer
Data Primer
prioritas Dokumentasi Perencanaan program Data Primer Data S e k u n d e r Gambar

Data

Sekunder

Data S e k u n d e r
Data S e k u n d e r
Perencanaan program Data Primer Data S e k u n d e r Gambar 2.1 Skema

Gambar 2.1 Skema Tahapan Community Assesment

Tahapan dari Community assessment adalah sebagai berikut:

1. Membentuk tim community assessment Proses diagnosa komunitas merupakan proses penilaian yang meliputi seluruh aspek kehidupan yang berpengaruh pada kesehatan baik secara kualitatif dan komunitas. Sehingga proses tersebut harus melibatkan seluruh komponen dalam komunitas yang memiliki komitmen, pengetahuan dan keahlian serta pemahanan kondisi komunitas. Anggota tim harus mencerminkan komponen kunci dalam komunitas diantaranya:

kelompok pengusaha, kelompok pelayanan kesehatan dan tenaga medis, organisasi masyarakat dan organisasi sosial, pemerintah daerah, kelompok keagamaan, perwakilan pendidikan sekolah dan universitas.

2. Mengumpulkan data primer Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu : (1) metode survei dan (2) metode observasi (Naga, 2009).

3. Mengumpulkan data sekunder Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip-arsip atau data dokumentasi (Naga, 2009).

4. Menganalisa data primer dengan data sekunder Berdasarkan data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan, selanjutnya dilakukan analisis apakah data tersebut mencerminkan adanya penyimpangan atau tidak. Hasil dari analisis masalah digunakan untuk menentukan penyebab masalah.

5. Menentukan penyebab masalah

6. Menentukan prioritas masalah

dengan

menggunakan metode CARL (Capability, Accessiblity, Readiness, Leverage), MCUA (Multiple Criteria Utility Assesment), USG (Urgency, Seriousness, Growth), dan lain-lain.

Dalam

menentukan

prioritas

masalah

terdapat

beberapa

metode,

yaitu

7. Menentukan alternatif pemecahan masalah Dalam menentukan alternatif pemecahan masalah dapat menggunakan metode Fishbone, Problemtree, dan lain-lain.

8. Melakukan perencanaan program