Anda di halaman 1dari 13

Ines Pratiwi

Nurul Hidayah

HIDUNG
Hidung terdiri atas nasus externus
(hidung luar) dan cavum nasi

NASUS EKSTERNUS
Nasus externus terdiri dari:
Ujung

yang bebas yang dilekatkan ke


dahi melalui radix nasi atau jembatan
hidung.
Lubang
luar hidung, setiap naris
dibatasi di lateral oleh ala nasi dan di
medial oleh septum nasi.

Rangka

nasus exsternus dibentuk diatas


oleh os nasal, processus frontalis ossis
maxillaries, dan pars nasalis ossis
frontalis.

Cavum nasi terletak dari nares di depan sampai


choane di belakang. Rongga ini dibagi oleh
septum nasi atas belahan kiri dan kanan.
Setiap belahan mempunyai:
1. Dasar
dibentuk oleh processus palatinus
maxillae dan lamina horizontal ossis palatiny
2. Bagian atap sempit dan di bentuk dari belakang
ke depan oleh corpus ossis sphenoidalis, lamina
cribrosa ossis ethmoidalis, os frontale, os
nasale, dan cartilagines nasi.
3. Dinding lateral ditandai dengan adanya concha

CAVUM NASI

Tonjolan

CONCHA

yang terdiri dari tlg rawan yang


terpisah dengan tulang sekitarnya
Ditutup oleh selaput tebal yang kaya p.darah
Ada 3-4 konka; konka inferior, konka
media,superior& suprema

MEATUS
Area di bawah setiap concha disebut meatus.
Meatus nasi ada dua:
a) Meatus nasi superior terletak di bawah dan
lateral concha nasalis superior. Di sini terdapat
muara sinus ethmoidalis posterior.
b) Meatus nasi media terletak di bawah dan lateral
concha media.
c) Meatus nasi inferior terletak di bawah dan lateral
concha inferior dan padanya terdapat muara
ductus nasolacrimalis.

4. Dinding medial atau septum


nasi
adalah sekat osteocartilago yang di tutupi
membrana mucosa. Bagian atas dibentuk
oleh
lamina
perpendicularis
ossis
ethmoidalis dan bagian posteriornya
dibentuk oleh os vomer.

Terdapat dua jenis membarana mucosa


yaitu:
Membrana mucosa olfactorius fungsinya
adalah menerima rangsangan menghidu
dan untuk fungsi ini mucosa memiliki selsel penghidu khusus.
Membrana mucosa respiratorius fungsinya
adalah menghangat, melembabkan dan
membersihkan udara inspirasi. Proses
menghangatkan
terjadi
oleh
adanya
pleksus
venosus
di
dalam
jaringan
submucosa.

PERSYARAFAN CAVUM NASI


Rongga

hidung depan atas n. etmoidalis cabang


n.nasosiliaris n.optalmika
Rongga hidung lain
- n. maksila , melalui ggl sfenopalatina

Bagian atas rongga hidunga.etmoid


anterior dan posterior cabang dari
a.oftalmika yang berasal dari a.karotis
interna.
Bgn bawah rongga hidung a.palatina
mayor dan a. sfenopalatina cabang dari
a. maksilaris interna.
Hidung luar cabang a.fasialis

PERDARAHAN CAVUM NASI

Bgn depan septum pleksus Kiesselbach,

anastomosis dari : a. Sfenopalatina, a. etmoid


anterior, a labialis superior, a.palatina mayor
Vena hidung bermuara ke v.optalmikasinus
kavernosus.
Vena hidung tidak memiliki katup

Pembuluh limfe mengalirkan limfe dari


vestibulum ke nodi submandibularis.
Bagian lain dari cavum nasi mengalirkan
limfe ke nodi cervicales profundi superior.

ALIRAN LIMFE CAVUM NASI