Anda di halaman 1dari 2

AKU DAN DAKWAH KAMPUS

Dakwah? Apa makna kata dakwah itu? kata yang terdiri dari 5 huruf ini
memiliki arti kata yang luas tetapi pada dasarnya hanya ada satu tujuan dari
makna kata dakwah yaitu mengajak manusia untuk selalu dijalan Allah SWT.
Secara istilah, dakwah berarti memanggil, mengajak menyeru orang lain agar
selalu mengamalkan aqidah dan syariat islam sesual Al-Quran dan Hadist.
Jika berbicara tentang aku dan dakwah kampus, secara tidak langsung
menggambarkan adanya adanya sebuah relasi antara seorang individu dan dakwah
kampus, secara tidak langsung menggambarkan adanya sebuah relasi antara
seorang individu dan dakwah kampus. Individu dalam hal ini berperan sebagai
subjek dalam dakwah kampus yang merupakan objek dari apa yang disampaikan.
Posisi individu dibagi lagi menjadi 2 kategori yaitu subjek yang aktif dan pasif.
Subjek yang pasif adalah individu yang dalam dakwah kampus giat mencari ilmuilmu agama dari berbagai kegiatan dakwah kampus yang ada sehingga ia berperan
sebagai penerima dakwah. Sedangkan, subjek yang aktif adalah individu sebagai
penyampai atau yang menyampaikan dakwah kepada orang lain.
Nah, dimana posisi kita berada? Individu yang aktif, pasif, atau
keduanya? Sebagai seorang mahasiswa yang masih tergolong semester awal,
sebaiknya kita berada diposisi keduanya yaitu individu yang aktif dan juga pasif
dalam akwah kampus. Mengapa? Karena posisi keduanya dibutuhkan sebagai
proses pencapaian dakwah. Berawal dari mengikuti kegiatan-kegiatan dakwah
atau yang bersifat keagamaan lainnya, dimana kegiatan-kegiatan tersebut pada
umumnya diselenggarakan oleh organisasi-organisasi berlandaskan Islam, kita
sebagai individu pasif dapat memetik setiap ilmu yang ada untuk perbekalan nanti
ketika sudah siap menjadi seorang pendakwah (individu aktif). Jadi, ilmu yang
diperoleh dari individu pasif dan aktif saling berhubungan karena ketika kita
mendapatkan ilmu namun ilmu tersebut belum disampaikan kepada orang lain
maka ilmu tersebut akan nihil atau belum dapat disebut ilmu yang bermanfaat.

Disisi lain, relasi antara aku dan dakwah kampus adalah pencapaian
dakwah sangat ditentuka oleh individu yang menyampaikan dakwah. Berbicara
hal tersebut, saya memetik satu pembelajaran dari seorang pendakwah muda yaitu
Ferbrianti Almeera (Pembicara FGMT, 18 Mei 2014). Melihat dari sudut pandang
bagaimana cara beliau menyampaikan dakwah, gerak-gerik, ekspresi wajah, upaya
beliau untuk menguasai materi dan sasaran menggambarkan ada sebuah ketulusan
akan keikhlasan beliau dalam berdakwah. Bukan berbicara soal siapa, apa dan
berapa dari semua yang terkait dalam komponen dakwah baik itu frekuensi
sasaran, tempat, atau lainnya tetapi bagaimana caranya seorang pendakwah dapat
memaksimalkan penyampaiannya dalam menyeru, mengajak, dan memberi
pengetahuan sehingga sasaran dapat memahami ilmu yang disampaikan.
Kembali ke konsep awal dakwahyaiu menyeru, mengajak, atau
memanggil orang lain untuk selalu kejalan Allah SWT berarti menjadi bagian dari
dakwah kampus tidak perlu menunggu sampai kita siap. Menngapa? karena, tanpa
disadari saat kita menyampaikan satu kalimat saja tentang ajakan sebuah kebaikan
maka saat itulah kita sudah menjadi pendakwah.
Dakwah bukan sebuah tuntutan
Dakwah bukan sebuah pekerjaan
Dakwah bukan sebuah keterpaksaan
Tetapi, dakwah adalah sebuah ketulusan dan keikhlasan
Jalan Hidup (termasuk dakwah) tak kan pernah lurus pasti ada salah lewati
segalanya tetapi Allah tidak pernah berhenti membuka jendela maaf untuk kita
(by : Edcoustic)