Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

FISIKA GETARAN HARMONIS

Nama : Putri Qomala Balqis


Kelas : XI IPA 5
Tanggal : 27 Oktober 2014
Guru : Elsa Farida S.pd

SMAN 6 PEKANBARU
T.P 2014-2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. bahwa
kami telah menyelesaikan tugas mata pelajaran fisika dengan
membuat laporan praktikum tentang gerak ayunan sederhana
yang telah kami lakukan.
Dalam penyusunan tugas atau laporan ini, tidak sedikit
hambatan yang kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa
kelancaran dalam penyusunan laporan ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan dan bimbingan bapak guru, sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi
sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan,
khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai, Amiin.

Pekanbaru, Senin 27 Oktober


2014

Gerakan Pegas
I.

Tujuan :
Untuk dapat menunjukkan hubungan periode terhadap massa
benda pada gerak harmonik pegas.

II.

Landasan Teori :
Setiap gerak terjadi secara berulang ulang dalam selang waktu
yang sama disebut gerak periodik. Karena gerak ini terjadi
secara teratur maka disebut juga sebagai gerak harmonis.
Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan
yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi / getaran.
Bentuk yang sederhana dari gerak periodik adalah benda yang
berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya
gerak harmonis sederhana.

Gerak Harmonis Sederhana pada Pegas


Semua pegas memiliki panjang alami sebagaimana tampak
pada gambar a. Ketika sebuah benda dihubungkan ke ujung
sebuah pegas, maka pegas akan meregang (bertambah
panjang) sejauh y. Pegas akan mencapai titik kesetimbangan
jika tidak diberikan gaya luar (ditarik atau digoyang). Jika beban
ditarik ke bawah sejauh y1 dan dilepaskan, benda akan akan
bergerak ke B, ke D lalu kembali ke B dan C. Gerakannya terjadi
secara berulang dan periodik. Sekarang mari kita tinjau
hubungan antara gaya dan simpangan yang dialami pegas.
Kita tinjau pegas yang dipasang horisontal, di mana pada
ujung pegas tersebut dikaitkan sebuah benda bermassa m.
Massa benda kita abaikan, demikian juga dengan gaya gesekan,
sehingga benda meluncur pada permukaan horisontal tanpa
hambatan. Terlebih dahulu kita tetapkan arah positif ke kanan
dan arah negatif ke kiri. Setiap pegas memiliki panjang alami,
jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. Pada kedaan ini,
benda yang dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi
setimbang. Untuk semakin memudahkan pemahaman
dirimu,sebaiknya dilakukan juga percobaan.
Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan),
pegas akan memberikan gaya pemulih pada benda tersebut

yang arahnya ke kiri sehingga benda kembali ke posisi


setimbangnya.
Sebaliknya, jika benda ditarik ke kiri sejauh -x, pegas juga
memberikan gaya pemulih untuk mengembalikan benda
tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke posisi
setimbang.Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus
dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan
dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika x = 0). Secara
matematis ditulis :
F = -kx
Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada pegas
pada dasarnya sama dengan ayunan sederhana, yakni terdapat
periode, frekuensi dan amplitudo. Jarak x dari posisi setimbang
disebut simpangan. Simpangan maksimum alias jarak terbesar
dari titik setimbang disebut amplitudo (A). Satu getaran Gerak
Harmonik Sederhana pada pegas adalah gerak bolak balik
lengkap dari titik awal dan kembali ke titik yang sama.
Pada gerak harmonik terdapat beberapa besaran yang penting
diantaranya :
1. Amplitudo
Amplitudo merupakan simpangan maksimum. Amplitudi diberi
simbol A dengan satuan dalam meter.
2. Periode (T)
Periode menyatakan waktu yang diperlukan untuk melakukan
1 getaran atau 1 gerakan bolak balik. Satuan priode adalah
detik atau sekon.
Untuk pegas besarnya periode dapat ditentukan dengan
persamaan :

T = 2 k

Keterangan :
T = periode (s)
m = massa benda (kg)

N
k = konstanta pegas ( m )

Sedangkan untuk banduk periodenya adalah

T = 2 g

Keterangan :
T = periode (s)
l = panjang tali (m)

g = percepatan gravitasi ( s 2 )
3. Frekuensi (f)
Frekuensi menyatakan banyaknya getaran atau gerkan bolak
balik dalam waktu satu detik.
Terdapat hubungan antara periode dengan frekuensi yaitu :
T=

1
f

Sehingga besarnya frekuensi pada pegas dinyatakan dengan


persamaan
f=

1
2

k
m

dan frekuensi pada bandul adalah


f=

III.

1
2

g
l

Alat dan bahan :


1. Pegas spiral
2. Stopwatch
3. Beban 20,30,50,100 gram

IV.

Langkah kerja :
1.
2.
3.
4.

Rangkai pegas dengan beban


Tarik beban kebawah sejauh 5 cm
Lepaskan beban, bersamaan dengan itu nyalakan stopwatch
Hitunglah 10 getaran dan tepat pada hitungan ke 10 matikan
stopwatch
5. Ulangi langkah diatas dengan menggunakan beban yang
berbeda, yaitu 70 gram, 80 gram, dan 100 gram.
6. Hitunglah periode untuk masing-masing pengamatan.

V.

Data Percobaan :
1. Massa perubahan amplitudo tetap = 5 cm
Percobaa
n ke

Massa
/
beban
(kg)

0,05
kg

Jumla Waktu Periode


h
(t)
(T)
t
ayuna
(
n )
n
(n=10
)
10

3,4 s

3,4
10
= 0,3

(0,3)
2
=
0,1

4 2 m
2
T

4. (3,14 )2 .0,05
0,1

4.9,9 .0,05 2
= =20
0,1
0,1

0,07
kg

10

4,4 s

4,4
(0,4)
=0,4 2
10
=
0,2

4. (3,14 )2 .0,07
0,2

4.9,9 .0,07 2,8


=
=14
0,2
0,2

0,08
kg

10

5,3 s

5,3
(0,5)
=0,5 2
10
=
0,3

4. (3,14 ) .0,08
0,3

4.9,9 .0,08 3,2


= =11
0,3
0,3

0,1 kg

10

5,8 s

4. (3,14 )2 .0,1
0,4

5,8
(0,6)
=0,6 2
10
=
0,4

4.9,9 .0,1 4
=
=10
0,4
0,4

2. Massa tetap = 100 gram


Percobaa
n ke

Amplitud
o (M)
(cm)

Jumla
h
ayuna
n
(n=10
)

5 cm

10

8 cm

10 cm

13 cm

10

10

10

Waktu Periode
(t)
(T)
t
( n )

5,8 s

5,8 s

5,8 s

5,8 s

T2

4 2 m
T2

5,8
(0,6)
=0,6 2
10
=
0,4

4. (3,14 )2 .0,1
0,4

5,8
(0,6)
=0,6 2
10
=
0,4

4. (3,14 )2 .0,1
0,4

5,8
(0,6)
=0,6 2
10
=
0,4

4. (3,14 ) .0,1
0,4

5,8
(0,6)
=0,6 2
10
=
0,4

4. (3,14 )2 .0,1
0,4

4.9,9 .0,1 4
=
=10
0,4
0,4

4.9,9 .0,1 4
=
=10
0,4
0,4

4.9,9 .0,1 4
=
=10
0,4
0,4

4.9,9 .0,1 4
=
=10
0,4
0,4

VI.

Pertanyaaan dan jawaban :


1. Apakah periode pegas dipengaruhi amplitudo ?
Tidak
2. Apakah massa beban mempengaruhi periode ? ketika m
diperbesar bagaimana dengan nilai periode ?
Iya. Nilai periodenya juga di perbesar
3. Buatlah grafik hubungan T2 terhadap m ?

0.12
0.1
0.08

T2

0.06
0.04
0.02
0
0.05

0.1

0.15

0.2

0.25

0.3

0.35

0.4

0.45

m
4. Hitung gradien atau kemiringan grafik !
m
0,05
tan = 2
=0,5

=
0,1
T

tan 0,5=0,008

VII. Kesimpulan :
Dari kedua percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa
massa beban sangat berpengaruh terhadap periode.
Semakin besar massa bebannya maka sebakin besar juga
periodenya. Atau berbanding lurus.

VIII. Referensi :
www.wikipedia.com
www.blogspot.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Bandul
http://gurumuda.net/contoh-soal-bandul-sederhanapendulum-sederhana.htm
Zaida Drs., M.Si. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. FTIP.
Universitas Padjadjaran.

Lukman Santoso. 2009. available at


http://mahasiswasibuk.co.cc/ (accesed: 08/11/2010
[08:09am])
Alexander San Lohat. 2008. available at
http://www.gurumuda.com/ (accesed : 08/11/2010
[08:10am])

Ayunan Bandul
I.

Tujuan :

Untuk dapat mengetahui hubungan antara panjang tali dengan


periode

II.

Landasan Teori :
Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan
Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan
gaya maka benda akan diam di titik kesetimbangan B. Jika

beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan


bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan
terjadi berulang secara periodik, dengan kata lain beban pada
ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.
Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada ayunan
sederhana
Periode (T)
Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan
sederhana memiliki periode alias waktu yang dibutuhkan
benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda
melakukan getaran secara lengkap apabila benda mulai
bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan dan
kembali lagi ke titik tersebut.
Contoh, benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B, titik
C dan kembali lagi ke B dan A. Urutannya adalah A-B-C-B-A.
Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka urutan
gerakannya adalah C-B-A-B-C.
Jadi periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda
untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika
benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai
bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut ). Satuan periode
adalah sekon atau detik.
Frekuensi (f)
Selain periode, terdapat juga frekuensi alias banyaknya
getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik. Yang
dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap.
Satuan frekuensi adalah 1/sekon atau s-1. 1/sekon atau s-1
disebut juga hertz, menghargai seorang fisikawan. Hertz
adalah nama seorang fisikawan tempo doeloe. Silahkan baca
biografinya untuk mengenal almahrum eyang Hertz lebih
dekat.
Amplitudo (f)
Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi,
terdapat juga amplitudo. Amplitudo adalah perpindahan
maksimum dari titik kesetimbangan. Pada contoh ayunan
sederhana sesuai dengan gambar di atas, amplitudo getaran
adalah jarak AB atau BC.

III.

Alat dan bahan :


1. Benang Jahit
2. Penggaris

3. Beban 20 gram

IV.

Langkah kerja :
1.
2.
3.
4.

Ikat beban di benang


Ukur panjang benang
Ayunkan, bersamaan dengan itu nyalakan stopwatch
Hitunglah 10 getaran dan tepat pada hitungan ke 10 matikan
stopwatch
5. Ulangi langkah diatas dengan menggunakan panjang benang
yang berbeda, yaitu 15 cm, 20 cm, 30 cm
6. Hitunglah periode untuk masing-masing pengamatan.

V.

Data Percobaan :
Percobaa
n ke

Panjan
g tali (
l )
(m)

Jumla
h
ayuna
n
(n=10

Waktu
(t)
(s)

Periode
(T)
t
( n )

4 l
T2

VI.

0,15 m

10

8,1 s

8,1
=0,8
10

(0,8)
2
=
0,6

4.(3,14) .0,15 5,94


=
=9,9
0,6
0,6

0,2 m

10

9,4 s

9,4
=0,9
10

(0,9)
2
=
0,8

4. (3,14 )2 .0,2 7,92


=
=9,9
0,8
0,8

0,3 m

10

11,4 s

11,4
(1,1)
=1,1 2
10
=
1,2

4.(3,14) .0,3 11,88


=
=9,9
1,2
1,2

Pertanyaan dan Jawaban :

1. Apakah panjang tali ( l ) mempengaruhi periode ayunan ?


bagaimana hubungannya ?
Iya, periode ayunan dipengaruhi oleh panjang tali.
Semakin panjang talinya maka semakin besar periodenya
atau berbanding lurus. Sebaliknya, jika panjang tali makin
pendek maka periodenya akan semakin kecil pula.
2. Buatlah grafik hubungan l dengan T2

0.35
0.3
0.25
0.2

0.15
0.1
0.05
0
0.60000000000000053

0.8

1.2

T2
VII. Pembahasan :
Percepatan gravitasi dengan mengganti panjang tali
menghasilkan tiga hasil seperti yang terdapat dalam tabel
diatas. Setelah hasil dari percepatan gravitasi dari masingmasing ayunan di rata-rata mendapatkan hasil yang sedikit
berbeda yaitu 9,9
literatur 9,8

m
s2

, sedangkan pada sumber buku atau

m
s2 .

Dari hasil pada tabel menunjukkan bahwa semakin


panjang tali maka semakin besar pula periode tersebut.

VIII. Kesimpulan :
Dari hasil data diatas dapat di simpulkan bahwa panjang
tali berbanding lurus dengan periode, karna semakin panjang
talinya maka semakin besar juga periodenya. Jadi, panjang tali
sangat mempengaruhi besar kecil periode.

IX.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bandul

http://gurumuda.net/contoh-soal-bandul-sederhana-pendulumsederhana.htm
www.wikipedia.com
www.blogspot.com
Zaida Drs., M.Si. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. FTIP.
Universitas Padjadjaran.
Lukman Santoso. 2009. available at
http://mahasiswasibuk.co.cc/ (accesed: 08/11/2010 [08:09am])
Alexander San Lohat. 2008. available at
http://www.gurumuda.com/ (accesed : 08/11/2010 [08:10am])