Anda di halaman 1dari 5

EVOLUSI KLOROPLAS

PENGERTIAN EVOLUSI MOLEKULER


1. KLOROPLAS
FOTO KLOROPLAS
Kloroplas berasal dari protoplastid kecil (plastid yang belum
dewasa, kecil dan hampir tak berwarna, dengan sedikit atau tanpa
membran dalam). Protoplastid membelah pada saat embrio berkembang
dan berkembang menjadi kloroplas ketika daun dan batang terbentuk.
Tiap kloroplas dikelilingi oleh system atau selimut membran ganda yang
mengatur lalu lintas molekul keluar masuk kloroplas. Pada bagian tertentu
kloroplas terdapat tumpukan tilakoid yang disebut grana.
Di kloroplas terdapat DNA, RNA, ribosom dan beberapa enzim.
Semua

molekul

ini

sebagian

besar

terdapat

di

stroma,

tempat

berlangsungnya transkripsi dan translasi. DNA kloroplas (genom) terdapat


dalam 50 atau lebih lingkaran jalur-ganda melilit dalam tiap plastid.
Berbagai gen plastid menyandi semua molekul RNA-pemindah (sekitar
30), dan molekul RNA-ribosom (empat) yang digunakan oleh plastid untuk
translasi. Kira-kira 85 gen seperti ini menyandi protein yang terlibat dalam
transkripsi, translasi dan fotosintesis, tapi sebagian besar protein di
plastid di sandi oleh gen nukleus (Eva, 2005).
2. EVOLUSI KLOROPLAS
a) MUTASI GEN KLOROPLAS
Salah satu kendala besar adalah bagaimana menyusun silsilah
evolusi

yang

mengandung

seluruh

organsime,

serta

menunjukan

hubungan antara setiap kelompok besar organisme. Untuk mencapai


tujuan

ini,

pertama-tama

kita

membutuhkan

molekul

yang

dapat

ditemukan pada setiap organisme. Kedua, molekul tersebut harus


berevolusi dengan sangat lamban, sehingga tetap dapat dikenali pada
setiap kelompok besar bentuk kehidupan.

Walaupun histon berevolusi dengan sangat lamban, namun ia


hanya dimiliki oleh sel eukariot sel bakteri tidak memilikinya, maka dari
itu digunakan RNA ribosomal. Dalam kejadian sebenarnya, DNA dari gen
yang mengkode RNA suatu sub unit kecil ribosom (16S atau 18S rRNA)
disusun (sequenced), dan kemudian sekuen rRNA di deduksi. Semua
orgnisme hidup harus membuat protein dan semuanya memiliki ribosom.
Terlebih lagi, karena sintesis protein begitu penting, komponen ribosomal
sangatlah dijaga dan ber-evolusi dengan lambat. Pengecualian dalam hal
ini adalah virus, yang tidak memiliki ribosom.
Penggunaan

kekerabatan

berdasarkan

RNA

ribosom

memungkinkan pembuatan silsilah evolusi yang mencakup seluruh


kelompok besar makhluk hidup. Organsime tingkat tinggi terdiri atas 3
kelompok

besar:

hewan,

tanaman,

dan

fungi.

Analisis

RNA

mengindikasikan bahwa fungi purba tidak pernah berfotosintesis, dimana


perkembangan mereka bercabang dengan tanaman sebelum terdapatnya
kloroplas. Walaupun biasanya dipelajari dalam bidang botani, fungi
sebenarnya lebih mirip hewan daripada tanaman. Banyak jenis organisme
sel tunggal bercabang dari bagian eukariot pada bagian bawah silsilah,
dan tidak termasuk dalam 3 kingdom tadi.
Kebanyakan sel eukariot memiliki kloroplast pada sel tumbuhan.
Organel tersebut berasal dari bacteria simbion dengan yang mengandung
ribosom. Sekuen RNA kloroplast menunjukan hubungan organel-organel
tersebut dengan bacteria. Hubungan antara eukariot terbentuk dari
penggunaan RNA dari ribosom yang ditemukan pada sitoplasma sel
eukariot. Ribosom tersebut memiliki rRNA yang dikode oleh gen dalam inti
sel.
Pada silsilah berdasarkan rRNA yang mencantumkan prokariot
dan eukariot, dapat dilihat bahwa kehidupan di bumi terdiri atas tiga garis
keturunan. Tiga kelompok kehidupan ini adalah eubacteria (bacteria
sejati,

yangmengandung

organel),

archaea

atau

archaebacteria

(bacteria purba) dan eukariot. Perbedaan antara dua prokariot dengan

tipe gen yang berbeda sama bedanya dengan perbedaan antara prokariot
dan eukariot. Sekuencing dari organel rRNA mengindikasikan bahwa
kloroplast berasal dari garis keturunan eubacteria.

Gambar : Cladogram
(Sumber : Sukmawati, dkk,. 2010)
Bayangkan sebuah molekul esensial yang berkembang secara
perlahan, seperti histon atau RNA ribosom. Ada kemungkinan kombinasi
tertentu dari dua mutasi terjadi pada molekul fungsional, namun hal itu
sendiri akan menjadi tidak berpengaruh. Mutasi dari G ke C dapat
berakibat fatal pada rRNA 16S. Namun, dengan mengganti GC menjadi
pasangan basa CG hal tersebut dapat diatasi. Selama evolusi normal,
pergantian ini hampir tidak mungkin terjadi karena mutasi tunggal
sekalipun merupakan mutasi yang letal dan kemungkinan terjadinya
mutasi beruntun hanya pada dua jenis basa sangat kecil.
Akibatnya, pasangan CG pada mutasi ini akan menjadi sangat
langka di dalam rRNA 16S pada makhluk hidup yang masih ada. Untuk
menganalisis seluruh hubungan struktur dan fungsi molekul seperti rRNA,
beberapa

mutasi

buatan

harus

dipaparkan

secara

berturut-turut

(Sukmawati, dkk., 2010).


b) HIPOTESIS ENDOSIMBIOSIS
Di dalam sel-sel eukariot terdapat organel-organel yang masingmasing
berperan

memiliki

fungsi

khusus.

Diantaranya

yaitu

kloroplas

yang

dalam proses fotosintesis. kloroplas hanya dijumpai dalam

sel-sel eukariot yang dapat melakukan fotosintesis (tumbuhan).

Secara struktural dan fungsional, struktur sebagian kloroplas


mirip sekali dengan Cyanobacteria. Susunan tilakoid pada kloroplas mirip
sekali dengan lamella pada Cyanobacteria, DNA keduanya sama-sama
berbentuk sirkuler, dan hampir tidak dapat dibedakan urutan nukleotida
antara keduanya. Keduanya juga sama-sama memiliki ribosom yang
ukurannya hampir sama. Selain itu baik kloroplas maupun Cyanobacteria
dapat memperbanyak diri dengan membelah. Oleh sebab itu, timbul
dugaan bahwa kloroplas maupun Cyanobacteria memiliki/berkembang
dari nenek moyang sel yang sama. Asal usul kloroplas di dalam sel
eukariot juga dijelaskan dengan hipotesis endosimbiosis. Sel eukariot
primitif heterotrof menelan sel prokariot autotrof sehingga terjadi
simbiosis abadi. Ternyata di antara sel-sel eukariot yang hidup sekarang
ada yang bersimbiosis permanen dengan Cyanobacteria. Dalam bentuk
persekutuan kedua organisme itu disebut Cyanophora paradoxa (Lukman,
2008: 70-71).
Kesimpulan
1) Kloroplas berasal dari bacteria simbion dengan yang mengandung
ribosom. Sekuen RNA kloroplast menunjukan hubungan organelorganel tersebut dengan bacteria. Hubungan antara eukariot terbentuk
dari penggunaan RNA dari ribosom yang ditemukan pada sitoplasma
sel eukariot. Ribosom tersebut memiliki rRNA yang dikode oleh gen
dalam inti sel. Evolusi terjadi akibat adanya mutasi gen, GC menjadi
pasangan basa CG pada rRNA 16S.
2) Hipotesis endosimbiosis kloroplas dikemukakan berdasarkan kenyatan
pada saat ini, bahwa:
a. Kloroplas memiliki membran rangkap dan membran luarnya
mirip dengan struktur membran sel.
b. Ada beberapa fotosintetik (cyanobakteria)

yang

memiliki

membran fotosintetik, yang mirip dengan tilakoid pada kloroplas.


c. Di dalam kloroplas terdapat DNA yang juga dijumpai pada bakteri
fotosintetik.

d. Kloroplas dapat bertambah banyak melalui pembelahan, seperti


halnya bakteri.
Daftar Pustaka
Lukman, Aprizal. 2008. Evolusi Sel sebagai Dasar Perkembangan Makhluk
Hidup Saat ini.

Biospecies. 1(2): 67-72.

Sartini B, Eva. 2005. Genom Kloroplas. E-USU Repsoitory: 1-4.


Erny, Anugrah , Dyah dan Prischa. Evolusi Molekuler. 2010: Universitas Negeri Malang
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Biologi.