Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS JURNAL / EVIDENCE BASED PRACTICE

ALCOHOL APLICATION VERSUS NATURAL DRYING OF UMBILICAL CORD


APLIKASI ALKOHOL DIBANDINGKAN DENGAN PENGERINGAN ALAMI PADA TALI
PUSAT

COMPARISON OF OLIVE OIL AND DRY-CLEAN KEEPING METHODS IN UMBILICAL


CARE AS MICROBIOLOGICAL
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MINYAK ZAITUN DAN METODE KERING DAN
BERSIH PADA PERAWATAN TALI PUSAT SEBAGAI MIKROBIOLOGI

UMBILICAL CORD CARE: A PILOT STUDY COMPARING TOPICAL HUMAN MILK,


POVIDONE-IODINE AND DRY CARE
PERAWATAN TALI PUSAT: STUDI UTAMA PERBANDINGAN PENGGUNAAN AIR SUSU
IBU TOPIKAL, POVIDONE IODINE DAN PERAWATAN KERING

Vianny Refania Putri


220112150022

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...3
BAB II ANALISIS JURNAL ......5
BAB III PEMBAHASAN7
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN..9
DAFTAR PUSTAKA.....10
LAMPIRAN

BAB I
2

PENDAHULUAN

Angka kematian bayi merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan
derajat kesehatan masyarakat, baik pada tatanan provinsi maupun nasional. Kesehatan bayi baru
lahir di Indonesia harus terus ditingkatkan, karena sampai saat ini angka kematian bayi
khususnya angka kematian bayi baru lahir (neonatus) yang merupakan indikator status kesehatan
bayi masih sangat tinggi dibandingkan dengan angka kematian bayi di ASEAN lain. Setiap
tahun, sekitar satu juta bayi baru lahir meninggal dunia akibat infeksi yang disebabkan oleh
masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui tali pusat.
Infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada periode neonatus.
Pada periode ini terdapat risiko terjadinya infeksi terutama pada tali pusat yang merupakan luka
basah dan dapat menjadi pintu masuknya kuman tetanus yang sering menjadi penyebab kematian
bayi baru lahir. Tali pusat merupakan jalan masuk infeksi yang dapat dengan cepat menyebabkan
sepsis. Teknik perawatan yang bersih pada saat mengklem, memotong dan mengikat tali pusat
merupakan prinsip utama yang sangat penting untuk mencegah terjadinya sepsis karena infeksi.
Perawatan pada bayi baru lahir yang sering diajarkan oleh petugas kesehatan pada ibu
sebelum pulang salah satunya adalah perawatan tali pusat. Pada minggu-minggu pertama yang
harus dilakukan adalah membersihkan tali pusat dari pangkal samapai ujungnya. perawatan pada
bayi baru lahir memerlukan kehati-hatian, perhatian dan kecermatan. Perawatan tali pusat yang
tidak baik mengakibatkan tali pusat menjadi lama lepas dan berisiko terjadinya infeksi tali pusat
dan tetanus neonatorum.
Fenomena perawatan tali pusat pada bayi masih beragam dalam penggunaan bahan. Ada
yang menggunakan kasa alkohol dan ada yang menggunakan kasa steril. Penggunaan kasa yang
dibasahi alkohol dan melilitkannya pada tali pusat dianggap metode yang paling efektif untuk
membunuh kuman di sekitar tali pusat sehingga mempercepat pelepasan tali pusat. Sedangkan
perawatan yang menggunakan kasa steril menganggap perawatan tali pusat menggunakan kasa
alkohol akan merusak flora normal disekitar tali pusat karena yang tertinggal pada saat alkohol
dililitkan hanya air sehingga keadaan tali pusat yang sudah lembab akan menjadi lebih lembab
dan dapat memperlambat pelepasan tali pusat.
3

BAB II
ANALISIS JURNAL
4

Jurnal yang diambil dari website melalui Ebsco Host dengan keyword: umbilical cord
care, alcohol, dry care dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam melakukan intervensi.
Berdasarkan jurnal yang berjudul Alcohol Application Versus Natural Drying of Umbilical
Cord yang diambil dari Rawal Medical Journal tahun 2016 untuk membandingkan hasil antara
penggunaan alcohol dan pengeringan alami pada tali pusat bayi baru lahir yang berisiko rendah.
Penelitian ini mengambil sampel bayi yang baru dilahirkan di Military Hospital and Combined
Military Hospital Rawalpindi. Peneliti membagi sampel menjadi dua kelompok yaitu kelompok
yang diberi perawatan dengan alcohol dan kelompok yang diberikan perawatan dengan
pengeringan alami.
Hasil menunjukkan adanya keterlambatan pelepasan tali pusat pada kelompok alcohol
dan menyebabkan orang tua menjadi cemas. Bagi orang tua yang beranggapan bahwa harus ada
sesuatu yang digunakan untuk perawatan tali pusat bayinya, petugas kesehatan dapat
menganjurkan penggunaan bahan yang tidak menyakitkan seperti air susu ibu. Namun demikian,
perawatan dengan prinsip bersih dan kering tetapi menjadi focus utama perawatan tali pusat.
Penelitian lain berjudul Comparison of Olive Oil And Dry-Clean Keeping Methods In
Umbilical Care As Microbiological yang terdapat pada Matern Child Health Journal tahun 2010
menunjukkan perbandingan perawatan tali pusat menggunakan minyak zaitun yang menjadi
salah satu kebiasaan masyarakat di Turki dengan perawatan tali pusat menggunakan metode
bersih dan kering. Sampel dibagi dalam grup intervensi dan grup control. Hasil yang didapatkan
adalah tidak adanya perbedaan yang signifikan waktu lepasnya tali pusat antara grup control dan
grup intervensi dan pada kedua grup ini tidak ditemukan adanya tanda omphalitis. Sehingga
dapat disimpulkan minyak zaitun dapat digunakan pada perawatan tali pusat bayi.
Penelitian berjudul Umbilical Cord: A Pilot Study Comparing Topical Human Milk,
Povidone Iodine, and Dry Care yang diambil dari Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal
Nursing pada tahun 2006 yang bertujuan untuk membandingkan kejadian omphalitis dengan
menggunakan tiga metode perawatan tali pusat yaitu penggunaan ASI, Iodine dan metode kering
dan bersih. Hasil yang didapatkan adalah bayi yang dilakukan perawatan tali pusat dengan
menggunakan ASI dan dengan metode kering bersih mengalami pelepasan tali pusat dengan
5

waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan perawatan yang menggunakan Iodine. Selain itu,
dari hasil penelitian menunjukkan penggunaan ASI dalam perawatan tali pusat tidak
menunjukkan adanya efek yang merugikan.

BAB III
PEMBAHASAN
6

Perawatan tali pusat menjadi salah satu hal yang penting bagi kesehatan bayi karena hal
ini dapat mencegah bayi dari bahaya infeksi. Akan tetapi perawatan tali pusat bayi ini pun harus
menggunakan peralatan yang tidak menimbulkan bahaya lainnya yang dapat merugikan bayi.
Masyarakat di Indonesia terutama yang berada di daerah berkembang, masih ada yang
menggunakan bahan yang tidak steril dari mulai kelahiran, pemotongan tali pusat hingga
perawatannya. Menurut WHO, tali pusat normalnya akan lepas pada hari ke 5-15 setelah bayi
lahir. Faktor yang menghambat proses ini termasuk pemakaian antiseptik pada tali pusat, infeksi
dan operasi cesar.
Berdasarkan hasil dari analisa jurnal diatas, penggunaan alkohol menjadi kurang efektif
dalam mengontrol kolonisasi bakteri pada tali pusat dan juga memperlambat pelepasan tali pusat.
Sama halnya dengan penggunakan Povidone-Iodine atau masyarakat sering mengenalnya
sebagai obat betadine juga membuat tali pusat memiliki waktu yang lebih lama untuk lepas
dikarenakan bertambahnya tingkat kelembaban tali pusat.
Sedangkan untuk penggunaan air susu ibu yang dioleskan pada tali pusat sebagai salah
satu bagian dari budaya suatu masyarakat, memiliki kemungkinan yang lebih baik, yakni waktu
pelepasannya hampir sama dengan perawatan kering dan tidak menimbulkan bahaya yang
merugikan. Manfaat lainnya adalah air susu ibu yang selalu tersedia menjadikan metode ini dapat
dianjurkan kepada orang tua bayi.
Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan, dan juga memiliki tanggung jawab
memberikan asuhan keperawatan pada ibu post partum dan bayinya dapat melakukan intervensi
berdasarkan hasil penelitian salah satunya mengenai perawatan tali pusat ini. Perawat dapat
memberikan edukasi kepada ibu mengenai jenis perawatan tali pusat yang dianjurkan. Selain itu
perawat juga dapat mendemonstrasikan langkah-langkah perawatan tali pusat baik menggunakan
air susu ibu maupun dengan menggunakan metode kering dan bersih sebagai salah satu bagian
dari discharge planning. Seluruh tenaga kesehatan sebaiknya dapat menjelaskan proses
pelepasan tali pusat bayi secara alami dan menghindari tindakan yang merugikan. Dengan
melakukan perawatan tali pusat dengan benar, maka infeksi tali pusat pada bayi akan dapat
dihindari dan angka kematian bayi baru lahir dapat berkurang.
7

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
8

4.1

Simpulan
Dari hasil analisa ketiga jurnal diatas, alcohol dan iodine yang merupakan golongan

antiseptic tidak dianjurkan digunakan untuk perawatan tali pusat dikarenakan akan menghambat
waktu pelepasan tali pusat. Selain itu, terdapat alternative lain bahan perawatan tali pusat seperti
minyak zaitun dan air susu ibu yang lebih bersifat natural. Namun penelitian-penelitian yang ada
menganjurkan perawatan tali pusat bayi baru lahir cukup dengan menjaga kebersihan dan dalam
kondisi yang kering supaya mempercepat waktu pelepasan dan menghindari timbulnya koloni
bakteri di sekitar tali pusat.
4.2

Saran
Sebaiknya calon orang tua sudah mengetahui cara merawat tali pusat bayinya dengan

cara yang benar dan tidak membahayakan sejak sebelum melahirkan. Selain itu, selama merawat
tali pusat bayi orang tua juga tetap menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum
mengganti balutan tali pusat. Bagi tenaga kesehatan, dapat menginformasikan evidence based
terbaru bagi tenaga kesehatan lain di daerah yang belum berkembang supaya penyebaran hasil
penelitian terbaru dapat merata dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.

DAFTAR PUSTAKA

Erenel, Ayten Senturk. et.al. 2010. Comparison of Olive Oil and Dry-Clean Keeping Methods in
Umbilical Cord Care as a Microbiological. Turkey: Matern Child Health Journal 14: 999-1004.
Vural, Gulsen. Sezer Kisa. 2006. Umbilical Cord Care: A Pilot Study Comparing Topical Human
Milk, Povidone-Iodine and Dry Care. Turkey: Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal
Nursing (JOGNN) 35 (1): 123-8.
Shafique, Muhammad Faisal. Salman Ali. Emran Roshan. Shahid Jamal. 2006. Alcohol
Application Versus Natural Drying of Umbilical Cord. Pakistan: Military Hospital and Combined
Military Hospital and Army Medical College Rawalpindi, Pakistan.

10