Anda di halaman 1dari 9

ACARA II

PANAS PELARUTAN ASAM BENZOAT


A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
Dapat menentukan panas pelarutan asam benzoat melalui sifat ketergantungan suhu
2.
3.

pada proses pelarutan dalam air.


Waktu Praktikum
Rabu, 22 Oktober 2014
Tempat Praktikum
Lantai III, Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Mataram.

B. LANDASAN TEORI

Secara umum, meskipun tidak semua, kelarutan zat padatan meningkat dengan
meningkatnya suhu. Namun, tidak ada korelasi yang jelas antara tanda dari H larutan
dengan variasi kelarutan terhadap suhu. Contohnya, proses pelarutan CaCl 2 ialah proses
eksotermik dan pelarutan NH4NO3 endotermik. Namun, kelarutan kedua senyawa itu
meningkat dengan meningkatnya suhu. Secara mempengaruh suhu terhadap kelarutan
lebih baik ditentukan lewat percobaan ( Chang, 2005 : 9 ).
Ada dua panas pelarutan yaitu panas pelrutan integral dan panas pelarutan
diferensial. Panas pelarutan didefinisikan sebagai perubahan entalpi jika 1 mol zat
dilarutkan dalam 1 mol pelarut. Panas pelarutan diferensial didefinisikan sebagai
peerubahan entalpi jika satu mol zat terlarut dilarutkan dalam jumlah larutan yang tak
terhingga, sehingga konsentrasinya tidak berubah dengan penambahan 1 mol zat
terlarut, secara matematik didefinisikan sebagai :

Yaitu, perubahan panas diplot sebagai jumlah mol zat terlarut, dan panas pelarutan
diferensial dapat diperoleh dengan mendapatkan kemiringan kurva pada setiap
konsentrasi. Jadi panas pelarutan diferensial tergantung pada konsentrasi larutan
(Dogra, 2008: 336).
Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi
bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada komposisi pelarutnya. Perubahan kelarutan
dengan tekanan tak mempunyai arti penting yang praktis dalam analisis anorganik
kualitatif, karena semua pekerjaan dilakukan dalam bejana terbuka pada tekanan
atmosfer, perubahan yang sedikit dari tekanan atmosfer tak mempunyai pengaruh yang
15

tberarti atas kelarutan. Terlebih penting adalah perubahan kelarutan dengan suhu.
Umumnya dapat dikatakan bahwa kelarutan endapan bertambah besar dengan kenaikan
suhu, meskipun dalam beberapa hal yang istimewa (seperti kalium sulfat) terjadi hal
sebaliknya. Laju kenaikan dengan suhu berbeda-beda dalam beberapa hal sangat kecil
sekali dalam hal-dal lainnya sangat besar (Vogel, 1990 : 72).
Pengaruh suhu reaksi pada kelarutan silika amorf dalam NaOH dapat dilihat
bahwa semakin tinggi suhu reaksi dan semakin lama waktu reaksinya, konsentrasi silika
terlarut juga semakin besar. Hal ini dikarenakan bahwa semakin tinggi suhu tenaga
kinetis yang dimiliki oleh molekul-molekul reaktan meningkat, sehingga semakin
banyak molekul yang memiliki tenaga di atas tenaga pengaktifan reaksinya (Riyanto,
2012).
Asam benzoat merupakan salah satu pengawet sintetik yang bekerja efektif
pada pH 2,5-4,0 sehingga banyak digunakan pada makanan atau minuman yang bersifat
asam. Penetapan kadar asam benzoat dilakukan secara spektrofotometri ultraviolet,
yang sebelumnya asam benzoat dari sampel diekstraksi dengan pelarut kloroform.
Penggunaan asam benzoat dalam minuman ringan sesuai dengan Permenkes RI No.722/
Menkes/Per/IX/88, tidak melebihi batasan maksimal yang ditentukan yaitu sebesar 600
mg/kg bahan (Wati, 2012).
Dari perlakuan jenis pelarut dan variasi suhu pengeringan spray dryer dapat
diketahui bahwa besarnya suhu yang digunakan dalam proses pengeringan sangat
mempengaruhi besar kecilnya penurunan kadar air. Semakin tinggi suhu spray dryer
maka kadar air yang dihasilkan lebih kecil karena penurunan kadar air akan lebih cepat
terjadi. Begitu pula dengan jenis pelarut, kadar air akan semakin tinggi seiring dengan
semakin tinggi tingkat kepolaran pelarut (Purnamasari, 2013).

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat-alat Praktikum
a. Buret 50 ml
b. Corong kaca 60 mm
c. Erlenmeyer 100 ml
d. Gelas kimia 1000 ml
e. Gelas kimia 250 ml
f. Gelas ukur 50 ml
g. Klem
h. Pipet tetes
i. Pipet volume 10 ml
16

j. Rubber bulb
k. Statif
l. Termometer 100 C
2. Bahan-bahan Praktikum
a. Es batu
b. Larutan asam benzoat (C6H5COOH)
c. Larutan indikator PP (Fenolftalein)
d. Larutan natrium hidroksida (NaOH)
e. Aquades (H2O(l))
D. SKEMA KERJA
20 ml asam benzoat jenuh
- Dimasukkan ke dalam erlenmeyer.
- Diinkubasi pada air es hingga suhu
masing-masing 5C, 10C, 20C dan 30C.
Hasil
- Diambil 10 ml.
- Dimasukkan kedalam erlenmeyer.
- + 3 tetes indikator PP.
Hasil
- Dititrasi dengan larutan NaOH 0,02 M sampai
warna larutan menjadi merah muda.
Hasil
E. HASIL PENGAMATAN
No

Suhu (C)

Volume NaOH 0,02M (ml)

14,9

10

15,1

20

15,6

30

16,4

F. ANALISIS DATA
1. Persamaan Reaksi
a. C6H5COOH(s)
C6H5COOH(aq)
b. C6H5COOH(aq) + NaOH(aq)
C6H5COONa(aq) + H2O(l)
17

2. Perhitungan
a. Menghitung Konsentrasi Asam Benzoat pada Berbagai Suhu
Diketahui:
Volume C6H5COOH (V) = 10 mL
M NaOH (M)
= 0,02 M
Untuk T = 5C
Diketahui :
Volume NaOH
M C6H5COOH x V C6H5COOH

= 14,9 mL
= M NaOH x V NaOH

M C6H5COOH =

M C6H5COOH = 0,0298 M
Untuk T = 10C
Diketahui:
Volume NaOH
M C6H5COOH x V C6H5COOH
M C6H5COOH

= 15,1 mL
= M NaOH x V NaOH
=
=

M C6H5COOH = 0,0302 M
Untuk T = 20C
Diketahui:
Volume NaOH
M C6H5COOH x V C6H5COOH

= 15,4 mL
= M NaOH x V NaOH

M C6H5COOH

M C6H5COOH

= 0,0312 M

Untuk T = 30C
Diketahui:
Volume NaOH
M C6H5COOH x V C6H5COOH
M C6H5COOH

= 15 mL
= M NaOH x V NaOH
=

18

M C6H5COOH

= 0,0328 M

b. Menghitung Persamaan Kurva ln S dengan 1/T


ln S
=
ln K

Maka,
ln S

ln [C6H5COOH](aq)

Untuk T = 5C
Diketahui:
[C6H5COOH](aq)
ln S
Untuk T = 10C
Diketahui:
[C6H5COOH](aq)
ln S
Untuk T = 20C
Diketahui:
[C6H5COOH](aq)
ln S
Untuk T = 30C
Diketahui:
[C6H5COOH](aq)
ln S

=
=
=
=

0,0298 M
ln [C6H5COOH](aq)
ln 0,0298
-3,5132

=
=
=
=

0,0302 M
ln [C6H5COOH](aq)
ln 0,0302
-3,4999

=
=
=
=

0,0312 M
ln [C6H5COOH](aq)
ln 0,0312
-3,4673

=
=
=
=

0,0328 M
ln [C6H5COOH](aq)
ln 0,0328
-3,4173

c. Menghitung Nilai 1/T (T dalam K)


Untuk T = 5C = 278 K
=
=

0,0036 K-1

Untuk T = 10C = 283 K


=
=

0,0035 K-1
19

Untuk T = 20C = 293 K


=
=

0,0034 K-1

Untuk T = 30C = 303 K


=
=

0,0033 K-1

d. Tabel Data ln S dengan

No

Suhu ( )

ln S

1/T (K-1)

-3,5132

0,0036

10

-3,4999

0,0035

20

-3,4673

0,0034

30

-3,4173

0,0033

e. Grafik ln S dengan

20

Slope =
=
= -320,3
Hsol

=
= -(-320,3) K x 8,314 J/mol.K
= 2662,9742 J/mol.K

G. PEMBAHASAN
Panas pelarutan adalah panas yang dilepaskan atau diserap ketika satu mol
senyawa dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Secara teoritis panas pelarutan suatu
senyawa harus diukur pada proses pelarutan tak berhingga, tetapi dalam prakteknya
pelarut yang ditambahkan jumlahnya terbatas, yaitu sampai tidak lagi timbul perubahan
panas ketika ditambahkan lebih banyak pelarut. Perubahan entalpi pelarutan adalah
kalor yang menyertai proses penambahan sejumlah tertentu zat terlarut terhadap zat
pelarut pada suhu dan tekanan tetap. Terdapat dua macam entalpi, pelarutan integral
adalah perubahan entalpi jika satu mol zat terlarut dilarutkan ke dalam n mol pelarut.
Entalpi pelarutan yang kedua, entalpi pelarutan diferensial. Entalpi pelarutan diferensial
adalah perubahan entalpi pada pelarutan satu mol zat hingga tak berhingga. Zat yang
digunakan pada praktikum kali ini adalah asam benzoat jenuh. Asam benzoat jenuh
adalah larutan yang zat terlarutnya telah maksimal pada suhu tertentu, sehingga dapat
diketahui dari kelarutan zat terlarutnya.
Praktikum kali ini bertujuan untuk dapat menentukan panas pelarutan asam
benzoat melalui sifat ketergantungan suhu pada proses pelarutan dalam air. Pada
percobaan penentuan panas pelarutan asam benzoat ini dilakukan proses inkubasi. Hal
ini dilakukan untuk mengatur suhu yang diinginkan sebagai perbandingan pada
percobaan yang akan dilakukan. Suhu asam benzoat yang digunakan yaitu 5 C, 10 C,
20 C dan 30 C. Suhu sangatlah berpengaruh pada konsentrasi suatu zat, maka untuk
menentukan konsentrasi asam benzoat digunakan suhu yang berbeda-beda. Kemudian
pada larutan asam benzoat ditambahkan larutan indikator pp sebelum larutan
dititrasiagar tercapai titik ekivalennya. Indikator fenolftalein ini memiliki rentang pH 810. Dalam suasana asam indikator fenolftalein tidak berwarna sedangkan dalam suasana
basa indikator fenolftalein akan menunjukkan warna merah muda. Setelah itu larutan
asam benzoat dititrasi dengan menggunakan larutan NaOH. NaOH merupakan suatu
21

basa yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi asam. Asam benzoat sulit larut dalam
air, alasan inilah yang menyebabkan kita menggunakan NaOH, asam benzoat yang tidak
larut dalam air, akan larut dalam NaOH dan membentuk garam. Pada saat titrasi
dilakukan larutan asam benzoat perlahan-lahan berubah warna menjadi merah muda.
Hal ini menandakan bahwa titik akhir titrasi telah tercapai.
Panas pelarutan sangat bergantung pada konsentrasi. Dalam percobaan ini dapat
kita lihat perolehan konsentrasi asam benzoat dari suhu 5 C, 10 C, 20 C dan 30 C
secara berturut-turut sebesar 0,0298 M ; 0,0302 M ; 0,0312 ; 0,0328 M. Didapatkan pula
volume NaOH yang didapat yaitu 14,9 ml ; 15,1 ml ; 15,6 ml ; 16,4 ml. Dari hasil
tersebut dapat kita ketahui bahwa semakin banyak volume NaOH, konsentrasi larutan
akan meningkat. Dalam hal ini juga dapat kita ketahui bahwa semakin rendah suhunya,
energi rata-rata molekulnya juga semakin menurun , sehingga molekul-molekul tersebut
tidak lagi memiliki energi yang cukup untuk memisahkan dari tarikan molekul lainnya.
Kemudian, untuk menentukan nilai panas pelarutan asam benzoat digunakan
grafik hubungan antara 1/T dan ln S. Ln S merupakan ln dari tetapan kesetimbangan
atau konsentrasi. Berdasarkan grafik yang telah dibuat didapatkan nilai slope sebesar
-320,3. Selanjutnya, dari data tersebut didapatkan nilai dari pelarutan asam benzoat
sebesar 2662,9742 J/mol K. Nilai yang diperoleh bernilai positif yang menunjukkan
reaksi tersebut berlangsung dalam keadaan endoterm atau menyerap panas (kalor).
H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
kelarutan asam benzoat berbanding lurus dengan suhu, sehingga semakin tinggi suhu
larutan, semakin besar kelarutannya. Panas pelarutan asam benzoat dapat ditentukan
dengan sifat ketergantungan suhu pada proses pelarutan air dengan menggunakan grafik
hubungan antara 1/T dan ln S. Nilai panas pelarutan asam benzoat yang didapat sebesar
2662,9742 j/mol K.

22

DAFTAR PUSTAKA
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti. Jakarta : Erlangga.
Dogra, S. K. 2008. Kimia Fisik dan Soal-soal. Jakarta : UI Press.
Purnamasari, Nestri, dkk. 2013. Pengaruh Jenis Pelarut dan Variasi Suhu Pengering
Spray Dryer terhadap Kadar Kartoneid Kapang Oncom Merah (Neurospora
sp.). Surakarta : UNS.
Riyanto, Nurdin, dkk. 2012. Kinetika Pelarutan Silika Amorf dari Lumpur Panas Bumi
Dieng. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Wati, Irna Wahyu dan Any Guntarti. 2012. Penetapan Kadar Asam Benzoat dalam
Beberapa Merk Dagang Minuman Ringan secara Spektofotometri Ultraviolet.
Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan.
Vogel. 1990. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta : PT. Kalman
Media Pustaka.

23