Anda di halaman 1dari 48

Garden Of Knowledge and Ethics

EKONOMI MIKRO

BAB I
Dasar-dasar Ekonomi Mikro

Jurusan Akuntansi FE-UIN Maliki Malang 2012/2013

:
e
n
i
l
t
u
O

1. Memahami dasar-dasar
ilmu ekonomi
2. Memahami cara manusia
dalam mengambil
keputusan
3. Menggunakan dan
menerapkan dasar-dasar
ilmu ekonomi

Sejarah
Ekonomi

Perkembangan

Adam Smith, 1776 Melalui karya


besarnya Wealth of Nations ..
invisible hand .. mekanisme pasar
melalui harga sebagai instrumen utamanya

Adam Smith ini dikenal dengan


Kelompok Klasik. Tradisi dari kaum
klasik inilah yang menjadi dasar
perkembangan ilmu ekonomi mikro
(microeconomics).

Pada tahun 1930-an terjadi depresi


besar (great depression) yang melanda
dunia melahirkan ekonom baru yaitu
John Meynard Keynes Jika kelompok
klasik mendasarkan pada bekerjanya
mekanisme pasar persaingan maka
Keynesian menganggap perlu campur
tangan dalam kegiatan perekonomian

Perbedaan Teori klasik dan


Keynes
Klasik
1. Tidak perlu campur tangan pemerintah dalam
kegiatan perekonomian
2. Kalaupun ada campur tangan pemerintah, maka
kegiatan pemerintah hanya dibatasi pada:
pertahanan dan keamanan, hukum dan peradilan,
penyediaan prasarana umum yang tidak Dapat
disediakan oleh swasta

Keynes
1.Perlu adanya campur tangan
pemerintah
dalam
kegiatan
perekonomian
2.Campur tangan ini bertujuan untuk
mengatasi penyakit ekonomi yaitu:
pengangguran,
pertumbuhan
ekonomi, inflasi
8

adalah
ilmu
yang
mempelajari perilaku manusia dalam
memilih dan menciptakan kemakmuran.
Inti masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan
manusia yang tidak terbatas dengan alat
pemuas kebutuhan yang jumlahnya
terbatas.
Permasalahan
tersebut
kemudian
menyebabkan
timbulnya
kelangkaan (Ingg: scarcity).
Ilmu

ekonomi

Kebutuhan

manusia
bersifat
tak
terbatas,
namun sumber daya yang
tersedia bersifat terbatas.

Masalah Ekonomi:
Kelangkaan dan Pilihan
10

Masyarakat

memiliki sistem atau


mekanisme tersendiri untuk mengolah
sumber daya yang terbatas tersebut
menjadi barang atau jasa yang
bermanfaat

Masalah Ekonomi:
Kelangkaan dan Pilihan
11

Masalah pokok ekonomi


menurut
aliran
klasik,
yaitu:
1.Masalah produksi?
2.Masalah distribusi?
3.Masalah konsumsi?
12

Masalah
pokok
ekonomi
menurut aliran modern, yaitu:
1.Apa yang diproduksi?
2.Bagaimana
cara
produksinya?
3.Untuk
siapa
barang
tersebut diproduksi?
13

Masalah kelangkaan
Kelangkaan

terjadi karena adanya


ketidak
seimbangan
antara
kebutuhan masyarakat dengan
faktor-faktor
produksi
yang
tersedia. Sehingga penggunaan
setiap faktor produksi haruslah
efisien dan efektif

Kebutuhan masyarakat
Keinginan masyarakat
untuk memperoleh barang
dan jasa.

Potensial

Keinginan dimana tidak


disertai oleh kemampuan
untuk membeli

Efektif

Keinginan yang disertai oleh


kemampuan untuk membeli

Faktor-faktor Produksi
1.
2.

3.
4.

Tanah dan sumberdaya alam


Tenaga Kerja yang meliputi
tenaga kerja kasar, terampil, dan
terdidik
Modal
Keahlian

Persoalan Pilihan
Pilihan

untuk
mengkonsumsi,
dimana
setiap
individu
akan
menentukan jenis-jenis dan
jumlah barang yang akan
dikonsumsinya (dibeli), hal
ini
disebabkan
karena
keterbatasan
pendapatan
yang diperolehnya

Pilihan untuk memproduksi,


dimana
produsen
akan
menentukan tingkat produksi
untuk
mendapatkan
keuntungan dan menentukan
kombinasi
faktor
produksi
untuk meminimumkan biaya
produksi
18

PEMBAGIAN ILMU EKONOMI

Sesuai dengan perkembangan kehidupan ekonomi,


ilmu ekonomi pun terus-menerus mengalami
perkembangan dan membentuk cabang-cabang ilmu,
yaitu;
Ekonomi deskriptif
adalah bagian dari ilmu ekonomi yang memaparkan
secara apa adanya tentang kehidupan ekonomi suatu
daerah/negara pada suatu masa tertentu.
19

Ekonomi terapan
adalah
bagian
dari
ilmu
ekonomi
yang
membahas
penerapan teori ekonomi dalam
suatu rumah tangga produksi.

20

Teori ekonomi
Adalah ilmu yang menganalisis
tentang
hubungan
antara
variabel
ekonomi,
misalnya
seperti pengaruh kenaikan upah
tenaga kerja terhadap pola
konsumsi mereka. Teori ekonomi
dibagi lagi menjadi 2; Mikro dan
Makro.
21

1. Analisis bersifat bagian-bagian / unit terkecil


2. Titik berat analisis :

cara mewujudkan efisiensi, cara mencapai kepuasan

Cakupan permasalahan :

1. teori produksi
2. biaya produksi
3. perilaku konsumen
4. perilaku produsen
5. struktur pasar
6. teori konsumsi
7. teori distribusi
8. Elastisitas
9. penawaran seorang konsumen
10.penawaran seorang produsen

Ekonomi Mikro

1.
2.

Analisis bersifat menyeluruh (agregat)


Titik berat analisis :
Faktor yg menentukan tingkat
kegiatan ekonomi
suatu
negara,
Masalah-masalah
utama
perekonomian, Peran pemerintah mengatasi masalah
ekonomi
Cakupan permasalahan :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pendapatan Nasional
pertumbuhan ekonomi
Inflasi
kebijakan ekonomi pemerintah
Neraca Pembayaran
Pengangguran
Pendapatan per kapita
permintaan seluruh konsumen
penawaran seluruh produsen

Ekonomi Makro
23

Pernyataan Positif dan Normatif


Ilmu
Ilmu
Ilmu

ekonomi positif
ekonomi normatif
ekonomi empiris

Ilmu ekonomi positif mempelajari


perilaku ekonomi secara apa adanya.
Contoh:
kalau Produksi beras turun maka harga
beras akan naik
24

Normative
economics,

disebut
dengan kebijakan ekonomi:

juga

1. Menganalisis
hasil
perilaku
ekonomi
2. Mengevaluasinya sebagai baik
atau buruk
3. Menyarankan tindakan tertentu

25

Ilmu ekonomi empiris


mengumpulkan dan memanfaatkan data
untuk menguji teori ekonomi
Banyak kumpulan data (dikumpulkan oleh
biro pemerintah maupun perusahaan
privat) tersedia untuk mendukung riset
ekonomi

26

Pelaku kegiatan
Perekonomian
1. Rumah tangga
2. Perusahaan
3. Pemerintah

Sirkulasi Aliran Pendapatan


Pasar Produk
Penerimaan

Pengeluaran

Uang
Barang dan
Jasa
Rumah
Tangga

Perusahaa
n

Sumberdaya
Uang
Pendapatan

Pasar Faktor Produksi

Biaya

Biaya Peluang (opportunity cost ) Adalah Keuntungan


yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik
lainnya.

Yang dimaksud bukanlah jumlah dari alternatif yang


ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu
pilihan alternatif yang terbaik.

Contoh Biaya Peluang


seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya
dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga.
Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang
dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang
petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan
keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang
dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki
universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima
jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan
biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan
(sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas)

Ekternalitas
Eksternalitas

adalah dampak / efek yang


muncul dari kegiatan ekonomi
baik positif maupun negatif

Sistem Perekonomian

Sistem
2. Sistem
3. Sistem
4. Sistem
5. Sistem
1.

ekonomi
ekonomi
ekonomi
ekonomi
ekonomi

Tradisional
pasar bebas
komando
campuran
islam

Sistem Perekonomian Tradisional


sistem yang hanya mengandalkan tenaga
manusia dan tergantung pada alam.
Pada sistem perekonomian tradisional ini para
keluarga bertindak sebagai produsen dan
konsumen sekaligus, sehingga setiap keluarga
berusaha mencukupi kebutuhannya sendiri.

Sistem Perekonomian

Sistem Perekonomian
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
1.
2.
3.

4.
5.
6.

Belum ada pembagian kerja


Masih menggunakan sistem barter
Hasil produksi dan distribusi terbentuk karena
tradisi
Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan
Kehidupan masyarakatnya bersifat tradisional
Tanah merupakan sumber kehidupan

Sisi positif
tradisional

sistem

ekonomi

adalah tidak ada persaingan dan


anggota
masyarakat
tidak
terbebani target tertentu

Sisi
negatif
sistem
tradisional adalah

ekonomi

Manusia
bertindak
hanya
sebatas
memenuhi kebutuhan
2. Tidak mencari keuntungan
3. Perubahan merupakan hal yang tabu
4. Tidak
memperhitungkan efisiensi dan
sumberdaya
1.

Sistem Perekonomian

Sistem Pasar bebas (Laissez-Faire)


sistem ekonomi yang memberikan kebebasan
kepada masyarakat untuk menentukan dan
mengatur sendiri kegiatan ekonominya sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan masingmasing

Sistem Perekonomian
Ciri-ciri Ekonomi pasar bebas
1.
2.

3.
4.
5.
6.

Setiap orang bebas memiliki barang modal


Setiap orang bebas menggunakan barang dan
jasa yang dimilikinya
Orientasi laba
Aktivitas ekonomi dilakukan oleh swasta
Tidak ada intervensi dari pemerintah.
Persaingan dilakukan secara bebas

Sistem Perekonomian
Sisi positif Ekonomi pasar bebas
Inisiatif
dan
kreatifitas
masyarakat
berkembang
2. Individu bebas memiliki sumberdaya
3. Muncul barang bermutu tinggi
4. Efisiensi dan efektivitas tinggi
1.

Sistem Perekonomian
Sisi negatif Ekonomi pasar bebas
Terjadinya ketimpangan ekonomi
2. Yang kaya semakin kaya
3. Terjadinya monopoli
4. Sering terjadi gejolak perekonomian
1.

Sistem Perekonomian
Sistem ekonomi komando
Adalah sistem ekonomi dimana
pemerintah mengendalikan seluruh
kegiatan
ekonomi
baik
itu
merancang, menyusun perencanaan,
dan
mengendalikan
kebutuhan
masyarakat

Sistem Perekonomian
Ciri-ciri Sistem ekonomi komando
Semua alat dan sumber produksi
dikuasai oleh negara
2. Kebijakan
ekonomi
diatur
oleh
pemerintah
3. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja
diatur oleh pemerintah
1.

Sistem Perekonomian
Sisi positif Sistem ekonomi komando
1.

2.

3.
4.

Pemerintah
bertanggungjawab
sepenuhnya
terhadap jalannya perekonomian
Pemerintah menentukan jenis industri atau
produksi yang dilaksanakan
Distribusi barang diatur oleh pemerintah
Mudah
melaksanakan
pengawasan
dan
mengendalikan

Sistem Perekonomian
Sisi
negatif
komando

Sistem

ekonomi

Tidak ada hak milik perseorangan


kecuali yang sudah dibagikan
2. Potensi,
inisiatif, dan daya kreatif
masyarakat sulit berkembang.
1.

Sistem Perekonomian
Sistem ekonomi campuran
Suatu sistem perekonomian dimana
pemerintah dan masyarakat samasama mempunyai peranan yang
berimbang dalam kegiatan ekonomi

Sistem Perekonomian
Ciri-ciri Sistem ekonomi campuran
1.

2.
3.

4.

Gabungan dari sistem ekonomi komando dan


ekonomi bebas
Barang vital dikuasai oleh pemerintah
Intervensi
pemerintah
adalah
membuat
peraturan, menetapkan kebijakan fiskal dan
moneter, serta membantu kegiatan ekonomi
swasta
Peran pemerintah dan swasta berimbang

Sistem Perekonomian
Sistem Ekonomi Islam
Suatu sistem perekonomian yang
mengedepankan aspek kemaslahatan
dalam aktifitas ekonominya

Jika kita anggap dunia sosial ini sebagai


drama, maka kita semua adalah aktor yang
bermain dari satu panggung pertunjukan ke
panggung lain; setiap panggung memiliki
aturan, norma, nilai, kebiasaan masingmasing. Ketika berada di satu panggung kita
akan menyesuaikan diri dengan tema
pertunjukan di panggung tersebut. Ini bukan
berarti ada satu panggung di mana kita
menjadi diri kita sebenarnya. Di setiap
panggung kita selalu menjadi diri kita
sebenarnya, tetapi karena setiap panggung
memiliki pertunjukan masing-masing maka
peran (identitas) yang muncul berbeda-beda
48