Anda di halaman 1dari 10

Hari/Jam

: Kamis, 12 maret 2015/13:00-16:00

Tempat

: Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian

KALIBRASI TERMOMETER

Nama

Hidayatul Mahmud

NIM

F14120087

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

Tujuan:
1. Mempelajari teknik kalibrasi termometer dengan oil bath.
2. Mengkalibrasi termometer alkohol.
3. Berlatih menggunakan termokopel.
Data dan Analisis
Tabel 1. Data suhu hasil pengamatan dengan termometer
NO

T
regulator

T
standar

T1

T2

T3

T4

T5

50

53

51

53

49

52

50

55

57

56

58

54

57

55

3
4

60
65

60
67

59
65

61
68

57
63

60
68

57
64

70

71

69

72

67

72

67

6
7
8
9
10

75
80
85
90
95

75
83
87
90.5
97.5

73
79
83
87
93

77
85
89
93
101

71
78
81
85
91

76
84
89
92
100

71
79
82
85
92

Tabel 2. Data suhu hasil pengamatan dengan termokopel

T
regulator
50

T
standar
53

2
3
4
5
6
7
8
9
10

55
60
65
70
75
80
85
90
95

57
60
67
71
75
83
87
90.5
97.5

NO

TC1

Tc2

Tc3

Tc4

Tc5

55
56
60
62
62
65
67
68
77

55
58
65
69
73
81
85
88
95

55
58.2
65
69.6
73
81
85
89
96

56
58.4
66
70
73
81
85
89
96

56
58.2
66
70
73
81
85
89
96

120
100

T1

Polynomial
f(x)
==
0x^2
+0.87x
0.86x
+(T1)
6.64
f(x)
f(x)
=
0x^2
-+
0x^2
+
++
1.01x
+
4.13
+ 0.14
f(x)
=
0x^2
0.79x
8.77
RR
=
111
RR
=
1==

80
60

Polynomial (T2)

T3

Polynomial (T4)

T5

Polynomial (T1)

T2

Polynomial (T3)

T4

40
20
0
40

50

60

70

80

90

100

110

Grafik 1. Plot data Tstandar terhadap termometer dan model persamaannya.

120
100

Tc1

Polynomial (Tc1)
f(x)
=
0.05x^2
+
9.21x
- 284.68
f(x)==0x^2
- 0x^2
+1.05x
1.12x
- 0.42
3.2
0x^2
f(x)
++
0.91x
++
5.02
R
RR=
==0.97
11

Polynomial (Tc1)

Tc2

Polynomial (Tc2)

Polynomial (Tc2)

Tc3

Polynomial (Tc3)

Tc4

Polynomial (Tc4)

Tc5

Polynomial (Tc5)

80
60
40
20
0
50

55

60

65

70

75

80

85

90

95

Grafik 2.Plot data Tstandar terhadap termokopel dan model persamaannya.

100

Tabel 3. Suhu hasil validasi model persamaan termometer

NO

T
standar

T1
Ukur

T2

Hitung

Ukur

T3

Hitung

Ukur

T4

Hitung

Ukur

T5

Hitung

Ukur

Hitung

53

51

52.99

53

51.35

49

56.31

52

54.49

50

52.99

57

56

56.91

58

56.03

54

60.35

57

58.30

55

56.91

60

59

59.87

61

58.75

57

63.43

60

61.18

57

59.87

67

65

66.84

68

65.05

63

70.74

68

67.97

64

66.84

71

69

70.87

72

68.61

67

75.01

72

71.89

67

70.87

75

73

74.93

77

73.16

71

79.34

76

75.83

71

74.93

83

79

83.14

85

80.13

78

88.20

84

83.81

79

83.14

8
9

87
90.5

83
87

87.30
90.96

89
93

83.57
87.07

81
85

92.72
96.73

89
92

87.84
91.39

82
85

87.30
90.96

10

97.5

93

98.36

101

94.00

91

104.90

100

98.56

92

98.36

Tabel 4. Suhu hasil validasi model persamaaan termokopel


TC1
NO

T standar

TC2

Uku
r

Hitung

Uku
r

TC3

Hitung

Uku
r

TC4

Hitung

Uku
r

TC5

Hitung

Uku
r

Hitung

53

188.26

55.61

53.28

53.56

53.98

57

55

222.71

55

59.64

55

57.06

56

57.39

56

58.14

60

56

248.44

58

62.68

58.2

59.88

58.4

60.24

58.2

61.24

67

60

308.10

65

69.82

65

66.40

66

66.85

66

68.43

71

62

341.95

69

73.95

69.6

70.08

70

70.58

70

72.51

75

62

375.63

73

78.10

73

73.73

73

74.30

73

76.56

83

65

442.46

81

86.50

81

80.96

81

81.65

81

84.61

87

67

475.62

85

90.74

85

84.52

85

85.28

85

88.59

90.5

68

504.50

88

94.47

89

87.62

89

88.44

89

92.07

10

97.5

77

561.85

95

102.00

96

93.75

96

94.70

96

98.96

Tabel 5. Model persamaan dan nilai ketepatan termometer


Termometer
alkohol

Model persamaan kalibrasi termometer

Ketepatan
model (%)

T1

0.001x2+0.869x+4.125

99.72

T2

-0.0009x2+1.014x+0.140

96.96

T3

0.002x2+0.791x+8.765

93.79

T4

0.0009x2+0.855x+6.644

98.51

T5

0.001x2+0.869x+4.125

99.72

Tabel 6. Model persamaan dan nilai ketepatan termokopel


Termokopel

Model persamaan kalibrasi termokopel

Ketepatan
model (%)

TC1

-0.0054x2+9.208-284.6

Eror

TC2

0.0009x2+0.907x+5.015

95.62

TC3

-0.0009x2+1.045x+0.422

98.53

TC4

-0.0008x2+1.045x+0.422

98.91

TC5

-0.0007x2+1.116x-3.199

98.03

Pembahasan
Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai
dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar
yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan
tersertifikasi. Pengertian kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary
of International Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk
hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrument ukur atau sistem pengukuran ,
atau nilaiyang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang
berkaitandari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Dengan kata lain, kalibrasi
adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur
dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang sudah
memenuhi standar nasional maupun internasional.
Pada praktikum kali ini praktikan belajar mengkalibrasi antara termometer dan
termokopel dengan termometer standar. Termometer dan termokopel yang dikalibrasi
ada lima buah, dari setiap termometer dan termokopel di letakkan pada satu lokasi yang
sama di dalam oil bath. Oil bath kemudian dipanaskan dan diatur pada suhu yang
diinginkan, suhu awal kalibrasi diatur dengan cara memutar tombol regulator pada range
suhu yang ditetapkan. Range suhu yang ditetapkan adalah 50 oC, 55 oC, 60 oC, 65 oC, 70
o
C, 75 oC, 80 oC, 85 oC, 90 oC, dan 95oC.
Pada setiap termometer dan termokopel terdapat perbedaan pembacaan, hal
tersebut menunjukan bahwa alat ukur yang akan dikalibrasi memang memerlukan
kalibrasi untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat. Hasil pengukuran yang
dilakukan pada termometer dapat dilihat secara langsung pada termometernya itu
sendiri, sedangkan pada termokopel harus menggunakan alat untuk menerjemahkan
masukan dari termokopel, alat tersebut yaitu termorecorder. Pada pembacaan termokopel
1 terdapat kesalahan karena pada terminal termorecorder nomor 1 sudah tidak bisa
menerjemahkan data dari termokopel secara akurat akibat umur dari termokopel yang
sudah tua. Akan tetapi, pembacaan pada termokpel lain yang dipasang adalah normal
dengan sedikit perbedaan dari hasil pembacaan termometer standar.
Kesalahan yang dilakukan dapat berdampak pada tingkat
ketepatan pada kalibrasi. Penempatan di setiap ujung termokopel
tidak sesuai dengan yang dituju, karena sifat dari termokopel itu
sendiri yang tidak kaku sehingga terjadi lekukan-lekukan yang
membuat penempatan termokopel tidak tepat. Selain itu pembacaan
yang dilakukan khususnya pada termometer standar sangat sulit
dilakukan, karena pembacaan pada suhu-suhu awal (dibawah 70 oC)
terjadi di dalam oil bath. Sehingga mungkin ada kesalahan yang
dilakukan praktikan dalam pembacaan skala termometer standar.

PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum, praktikan telah mempelajari teknik kalibrasi
temometer alkohol di dalam oil bath. Praktikan juga telah mampu menentukan
persamaan kalibrasi dari tiap-tiap termometer dan temokopel yang digunakan. Selain itu,
praktikan juga telah dapat melakukan pengukuran suhu dengan menggunakan
termokopel.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Jenis-Jenis Termometer dan Fungsinya [terhubung
berkala].
Budisma.web.id/9 Contoh Jenis-Jenis Termometer dan
Fungsinya. (diakses pada 18 Maret 2015)

Hari/Jam: Kamis, 5 maret 2015

Nama asisten : 1. Ahmad Nurudin/F14110018


2. Anna Octaviani/F14110062
3. Albertus Karel/F14110066

Tempat: Laboratorium Pengolahan Hasil


Pertanian, Lewikopo

PROSES PENGGILINGAN GABAH

Nama

Hidayatul Mahmud

NIM

F14120087

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

Hari/Jam: Kamis, 12 maret 2015

Nama asisten : 1. Ahmad Nurudin/F14110018


2. Anna Octaviani/F14110062
3. Albertus Karel/F14110066

Tempat: Laboratorium Pengolahan Hasil


Pertanian, Lewikopo

PROSES PENGGILINGAN GABAH

Nama

Weliana

NIM

F14120132

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

Lampiran

Gambar 1. Hasil penggilingan


kelompok 1

Gambar 2. Hasil penyosohan


kelompok 1

Gambar 3. Beras pecah kulit


kelompok 2

Gambar 4. Beras sosoh


kelompok 2

Gambar 5. Beras hasil


penyosohan kelompok 3

Gambar 6. Beras hasil


kelompok 4