Anda di halaman 1dari 3

STABILISASI PASCA RESUSITASI

RSUAulia Lodoyo
BLITAR

STANDAR

No.Dokumen

Revisi

Halaman

2/KPWT.E/II/2014

1/3

OPERASIONAL
Ditetapkan,

PROSEDUR
Tanggal Terbit :

Direktur

24 Maret 2014
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

dr. Maria Yohana R


Merupakan asuhan pasca resusitasi diberikan sesuai dengan keadaan
bayi setelah menerima tindakan resusitasi
1. Pemantauan pada bayi pasca resusitasi berhasil
2. Menstabilkan kondisi bayi pasca resusitasi
Sebagai acuan asuhan pasca resusitasi pada bayi baru lahir
A. PERSIAPAN
a. Persiapan alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

lembar dokumentasi
vitamin k dan hb u
thermometer rectal
orofaring (oropharyngeal airway atau guedel)
tabung O2 (berfungsi)
nasal prongs(kanul hidung),kateter nasal, bag dan mask
(balon dan sungkup)
plester
gunting plester
stik GDA
infuse set
cairan infuse(D10%)
venflon unggu
ngt (pipa lambung no 8F
incubator

B. PELAKSANAAN
a. Melakukan dokumentasi berisi catatan proses resusitasi dan
rencana pasca resusitasi.
b. Jelaskan pada ibu dan keluarganya tentang hasil resusitasi
yang telah dilakukan.
c. Ajarkan ibu cara menilai pernafasan dan menjaga
kehangatan tubuh bayi.
d. Anjurkan ibu segera memberi ASI kepada bayinya
e. Anjurkan ibu untuk menjaga kehangatan tubuh bayi
f. Jelaskan pada ibu dan keluarganya untuk mengenali tandatanda bahaya bayi baru lahir
Asuhan bayi baru lahir normal
a.
b.

Anjurkan ibu menyusui sambil membelai bayinya


Berikan vitamin k antibiotik tetes mata. Imunisasi HB U

Lakukan pemantauan seksama terhadap bayi pasca resusitasi


selama 2jam pertama
a. Perhatikan tanda-tanda kesulitan bernafas pada bayi
b. Pantau juga bayi yang tampak pucat walaupun bernafas
normal
Jagalah agar bayi tetap hangat dan kerin
a. Tunda memandikan bayi hingga 6-24jam setelah lahir
(perhatikan temperatur tubuh telah normal dan stabil)
Bila pasca resusitasi kondisinya memburuk lakukan
penatalaksanaan kesulitan nafas
a. Lakukan head tilt (posisikan kepala sedikit mendongkak atau
posisi netral) dan chin lift (angkat dagu keatas)
b. Lihat rongga mulut dan keluarkan benda asing bila ada dan
bersihkan secret dari rongga mulut
c. Evaluasi jalan nafas dengan melihat pergerakan dinding
dada(look) dengarkan suara nafas (listen) dan rasakan adanya
aliran udara nafas.
d. Memilih jalan nafas dengan memasang orofaring (guedel)
sesuai ukuran yang tepat
e. Posisikan bayi untuk membuka nafas, jaga agar tidak
menggerakan leher
f. Dengan menggunakan spatel lidah masukan guedel dengan
bagian cembung keatas
g. Periksa kembali bukaan jalan nafas, jika perlu gunakan jalan
nafas dengan ukuran berbeda atau posisikan kembali
h. Setelah dilakukan penatalaksanaan jalan nafas kemudian
dievaluasi
i. Bila dapat bernafas spontan dan adekuat lanjutkan pemberian
oksigen
j. Bila bernafas spontan tetapi tidak adekuat atau bayi tidak
bernafas spontan lanjutkan dengan penatalaksanaan
pemberian oksigen dengan menggunakan bag dan mask
(balon dan sungkup) dengan tetap mempertahankan jalan
nafas bebas.
Langkah stabilisasi pasca resusitasi
a. Hindari pemberian asupan peroral pasang OGT terbuka
observasi 1-2 jam cek ada tidaknya retensi
b. Pemberian cairan glukosa melalui jalur intravena
c. Pemeliharaan suhu badan normal di inkubator untuk
memudahkan observasi, dan hindari seminimal mungkin
resiko kehilangan panas(hipotermi) pada bayi baru
lahir(konduksi, konveksievaporasi, radiasi)
d. Pantau adanya tanda-tanda syok
e. Pemberian antibiotic sesuai advis dokter spesialis anak
f. Melakukan pemeriksaan laborat DL + GDA untuk
menghindari resiko sepsis hipoglikemi
g. Berikan penjelasan kepada orang tua atau keluarga tentang
kondisi bayinya dan beri kesempatan bertanya apabila
terdapat hal yang tidak dimengerti.
Pengelolaan infeksi pasca resusitasi
a. Lakukan pemasangan OGT,Infus cek dl+gda sesuai standar
prosedur operasional untuk meminimal resiko infeksi dan
sepsi pada bayi baru lahir

b. Selalu pergunakan sarung tangan steril setiap melakukan


tindakan
c. Merendam sungkup dari ambubag didalam larutan klorin
0,5% selama 10 menit bila digunakan
Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 10-15
detik dan mengeringkannya denagan handuk bersih pribadi,
handuk

kertas

atau

mengangin-menganginkannya

atau

mencuci tangan dengan menggunakan larutan alcohol


Unit terkait

gliserin.
1. Unit Kebidanan dan Kandungan.
2. Unit Perinatal.