Anda di halaman 1dari 5

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

MATEMATIKA
Nama : Dewi sartika
Yulita trinita
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap
proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang
sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kegiatan belajar mengajar,
antara lain :
1. Pendekatan Kontekstual
2. Pendekatan Konstruktivisme
3. Pendekatan Deduktif Induktif
4. Pendekatan Konsep dan Proses
5. Pendekatan kolaboratif
1. Pendekatan Kontekstual
Pendekatan kontekstual adalah sebuah pembelajaran yang terfokus dalam melibatkan
siswa aktif memperoleh informasi yang dilaksanakan dengan mengenalkan mereka pada
lingkungan serta terlibat secara langsung dalam proses pembelajarannya. Jadi dalam
pembelajaran ini guru lebih aktif memberikan strategi pembelajaran daripada informasi
pembelajaran.
Kalebihan pendekatan kontekstual
Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil
Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa
Kontekstual adalah model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara
penuh, baik fisik maupun mental
Kelas dalam pembelajaran Kontekstual bukan sebagai tempat untuk memperoleh
informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan mereka di
lapangan
Materi pelajaran dapat ditemukan sendiri oleh siswa, bukan hasil pemberian dari guru
Penerapan pembelajaran Kontekstual dapat menciptakan suasana pembelajaran yang
bermakna
Kelemahan pendekatan kontekstual
Diperlukan waktu yang cukup lama saat proses pembelajaran Kontekstual berlangsung
Jika guru tidak dapat mengendalikan kelas maka dapat menciptakan situasi kelas yang
kurang kondusif
Guru lebih intensif dalam membimbing
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri
ideide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan
strategistrategi mereka sendiri untuk belajar.

2. Pendekatan Konstruktivisme
Kontruktivisme merupakan landasan berfikir pendekatan kontekstual. Yaitu bahwa
pendekatan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui
konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba(Suwarna,2005).
Pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam proses pembelajaran kerana
belajar digalakkan membina konsep sendiri dengan menghubungkaitkan perkara yang
dipelajari dengan pengetahuan yang ada pada mereka.
Kelebihan Pendekatan Konstruktivisme
Pebelajar lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan
konsep tersebut.
Melibatkan secara aktif memecahkan maslah dan menuntut ketrampilan berfikir pebelajar
yang lebih tinggi
Pengetahuan tertanam berdasarkan skemata yang dimiliki pebelajar sehingga
pembelajaran bermakna.
Pembelajar dapat merasakan manfaat pembelajaran sebab masalah-masalah yang
diseleseikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata.
Menjadikan pebelajar lebih mandiri dan dewasa mampu memberi aspirasi dan menerima
pendapat orang lain.
Pengkondisian pebelajar dalam belajar kelompok yang saling berinteraksi terhadap
pembelajaran dan temuannya sehingga pencapaian kesempatan belajar pebelajar dapat
diharapkan.
3. Pendekatan Deduktif
Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep, definisi dan istilah-istilah
pada bagian awal pembelajaran. Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran
bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui
wilayah persoalannya dan konsep dasarnya(Suwarna,2005).
Kegunaan Pendekatan Deduktif
Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari,
Isi pelajaran meliputi terminologi, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses
berfikir kritis,
Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan
pembicaraan yang baik,
Waktu yang tersedia sedikit.
Kelebihan Pendekatan Deduktif
Tidak memerlukan banyak waktu.
Sifat dan rumus yang diperoleh dapat langsung diaplikasikan kedalam soal-soal atau
masalah yang konkrit.
Kelemahan Pendekatan Deduktif
Siswa sering mengalami kesulitan memahami makna matematika dalam pembelajaran.
Siswa sulit memahami pembelajaran matematika yang diberikan karna siswa menerima
konsep matematika yang secara langsung diberikan oleh guru.
Siswa cenderung bosan dengan pembelajaran dengan pendekatan deduktif, karna disini
siswa langsung menerima konsep matematika dari guru tanpa ada kesempatan
menemukan sendiri konsep tersebut.

4. Pendekatan Induktif
Ciri uatama pendekatan induktif dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data
untuk membangun konsep atau untuk memperoleh pengertian. Data yang digunakan

mungkin merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi
dilingkungan.
Kegunaan Pendekatan Induktif
Siswa telah mengenal atau telah mempunyai pengalaman yang berhubungan dengan mata
pelajaran tersebut,
Yang diajarkan berupa keterampilan komunikasi antara pribadi, sikap, pemecahan, dan
pengambilan keputusan,
Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan terampil
mengulang pertanyaan, dan sabar,
Waktu yang tersedia cukup panjang
Kelebihan Pendekatan Induktif
Memberikan kesempatan pada siswa untuk berusaha sendiri atau menemukan sendiri
suatu konsep sehingga akan diingat dengan lebih baik.
Murid memahami sifat atau rumus melalui serangkaian contoh.
Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
Kelemahan Pendekatan Induktif
Memerlukan banyak waktu.
Kadang-kadang hanya sebagian siswa yang terlibat secara aktif.
Sifat dan rumus yang diperoleh masih memerlukan latihan atau aplikasi untuk
memahaminya.
Secara matematik (formal) sifat atau rumus yang diperoleh dengan pendekatan induktif
masih belum menjamin berlaku umum.

5. Pendekatan Konsep dan Proses


Pendekatan Konsep
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing
memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya.
Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi
fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep.
Pendekatan Proses
Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan
kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa,
merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses
digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan proses
menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.
Kelebihan Pendekatan Konsep dan Proses
Materi pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan mudah
memahami sekaligus melakukannya.
Siswa juga dengan mudah dapat mengaitkan hubungan materi pelajaran di mata pelajaran
yang satu dengan mata pelajaran lainnya.
Dengan bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan
belajarnya dalam aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek kognitif.
Pembelajaran terpadu mengakomodir jenis kecerdasan siswa.
Dengan pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah menggunakan
belajar siswa aktif sebagai metode pembelajaran.

Kelemahan Pendekatan Konsep dan Proses


Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas, memiliki kreativitas tinggi, keterampilan
metodologis yang handal, rasa percaya diri yang tinggi, dan berani mengemas dan
mengembangkan materi.

Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik
yang relatif baik.
Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan
bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi.
Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan
pemahaman peserta didik.
Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh
(komprehensif).
Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah
satu bidang kajian dan tenggelamnya bidang kajian lain.
6. Pendekatan Kolaboratif
Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar sekadar
teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat
interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai
struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan
usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Kegunaan Pendekatan kolaboratif
Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah di antara para siswa.
Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa, kontekstual,
terintegrasi, dan bersuasana kerjasama.
Menghargai pentingnya keaslian, kontribusi, dan pengalaman siswa dalam kaitannya
dengan bahan pelajaran dan proses belajar.
Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar.
Mengembangkan berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah.
Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut
pandang.
Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar.
Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para
siswa, dan di antara siswa dan guru.
Membangun semangat belajar sepanjang hayat.
Kelebihan Pendekatan kolaboratif
Siswa belajar bermusyawarah
Siswa belajar menghargai pendapat orang lain
Dapat mengembangkan cara berpikir kritis dan rasional
Dapat memupuk rasa kerja sama
Adanya persaingan yang sehat
Kelemahan Pendekatan kolaboratif
Padapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari pokok persoalan.
Membutuhkan waktu cukup banyak.
Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah
merasa rendah diri dan selalu tergantung pada orang lain.
Kebulatan atau kesimpulan bahan kadang sukar dicapai.
Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif. Dua sifat berkenaan dengan
perubahan hubungan antara guru dan peserta didik. Sifat ketiga berkaitan dengan
pendekatan baru dari penyampaian guru selama proses pembelajaran. Sifat keempat
menyatakan isi kelas atau pembelajaran kolaboratif.

Teori Metode Pembelajaran


(Menurut para ahli) :
1. Menurut Depdikbud (1990: 180) pendekatan dapat diartikan, sebagai proses,
perbuatan, atau cara untuk mendekati sesuatu.

2. Menurut pendapat Wahjoedi (1999 121) bahwa, pendekatan pembelajaran adalah


cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas
belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal.
3. Menurut Syaifuddin Sagala (2005: 68) bahwa, Pendekatan pembelajaran
merupakan jalan yang akan ditcmpuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan
instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu.
4.
Menurut Soedjadi (1991:102), membedakan pendekatan pembelajaran matematika
menjadi dua, sebagai berikut.
1) Pendekatan materi (material approach), yaitu proses penjelasan topik matematika
tertentu menggunakan materi matematika lain.
2) Pendekatan pembelajaran (teaching approach), yaitu proses penyampaian atau
penyajian topik matematika tertentu agar mempermudah siswa memahaminya

Anda mungkin juga menyukai