Anda di halaman 1dari 18

TBC Paru

(Hipersensitivitas 4)
Kelompok 4:
Ahmad Faruq
Iyus Meni
Maryam Fitri Suwandi
Meita Noor Adha
Mohamad Cahyadi
Rinawati
Trio Agista

TUBERKULOSIS PARU
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung
yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium
Tuberculosis) Kuman TB juga mempunyai sifat
khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan,
Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan
Asam (BTA), kuman TB cepat mati dengan sinar
matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup
beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab.
Masa inkubasi Mulai saat masuknya bibit penyakit
sampai timbulnya gejala lesi primer atau reaksi tes
tuberculosis positif kira-kira memakan waktu 210
minggu.

PATOFISIOLOGI
Port desentri Kuman Mycobacterium tuberculosis
adalah saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan
luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi terjadi
melalui udara (air bone), yaitu melalui inhalasi dropplite
yang mengandung kuman-kuman basil tuberkel yang
terinfeksi.
Penderita tuberculosis eksterna paru tidak menular,
kecuali penderita itu menderita tuberculosis paru.
Penderita tuberculosis BTA positif mengeluarkan kumankuman ke udara dalam bentuk droplet yang sangat kecil
pada waktu batuk atau bersin. Droplet yang sangat
kecil ini mengering dengan cepat dan menjadi droplet
yang mengandung kuman tuberculosis dan dapat tetap
bertahan di udara selama beberapa jam.
Droplet yang mengandung kuman ini dapat terhisap
oleh orang lain jika kuman tersebut sudah menetap
dalam paru dari orang yang menghirupnya, mereka

Klasifikasi TB Paru
tuberkulosis primer
tuberkulosis sekunder.

GAMBARAN KLINIS/GEJALA
Gejala-gejala paling umum pada
penderita Tuberculosis Paru adalah :
Demam
Batuk
Nyeri dada
Malaise

PENANGANAN TB

Pemeriksaan Fisis
Pemeriksaan bakteriologis (sputum)
Pemeriksaan radiologi (foto rontgen).
Tes tuberkulin

PENATALAKSANAAN MEDIS
Zain (2001) membagi penatalaksaan tuberkulosis paru
menjadi tiga bagian, yaitu pencegahan, pengobatan, dan
penemuan penderita.
1.
a.
b.
c.
d.
e.

Pencegahan tuberkulosis paru


Pemeriksaan kontak
Mars chest X-ray
Vaksinasi BCG
Kemoprokfilasis
Komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang
penyakit tuberkulosis kepada masyarakat di tingkat
puskesmas maupun rumah sakit oleh petugas
pemerintah atau petugas LSM.
2. Pengobatan tuberkulosis paru
Tujuan pengobatan pada penderita TB paru, selain
untuk mengobati, juga untuk mencegah kematian,

3. Penemuan penderita
a. Penatalaksaan terapi: asupan nutrisi adekuat/
mencukupi.
b. Kemoterapi
c. Pembedahan dilakukan jika kemoterapi tidak
berhasil. Tindakan ini dilakukan mengangkat
jaringan paru yang rusak.
d. Pencegahan dilakukan dengan menghindari
kontak
langsung
dengan
orang
yang
terinfeksi basil TB serta mempertahankan
asupan nutrisi yang memadai. Pemberian
imunisasi
BCG
juga
diperlukan
untuk
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
inveksi basil TB virulen.

ASUHAN KEPERAWATAN (NANDA, NIC, dan


NOC) TB Paru

1. Pengkajian
1) Riwayat perjalanan penyakit
2) Riwayat penyakit sebelumnya
3) Riwayat pengobatan sebelumnya
4) Riwayat sosial ekonomi
5) Faktor pendukung

Diagnosa Keperawatan
1. Pola aktivitas dan istirahat

Subjektif : rasa lemah cepat lelah, aktivitas berat timbul, sesak napas, sulit tidur,
demam, menggigil.

Objektif : takikardia, takipnea/dispnea saat kerja, sesak


2. Pola nutrisi

Subjektif : anoreksia, mual, tidak enak diperut, penurunan berat badan

Objektif : turgor kulit jelek, kulit kering, kehilangan lemak sub kutan
3. Respirasi

Subjektif : batuk produktif/non produktif, sesak napas, sakit dada

Objektif : batuk (mulai batuk kering sampai batuk sputum hijau/purulent, mukoid
kuning atau bercak darah, pembengkakan kelenjar limfe, terdengar rochi basah,
pengenmbangan pernapasan tidak simentris (effusi pleura), perkusi pekak dan
penurunan fremitus
4. Rasa nyaman/nyeri

Subjektif : nyeri dada meningkat karena batuk berulang

Objektif : berhati-hati pada area yang sakit, perilaku distraksi, gelisah, nyeri bisa
timbul bila infiltrasi radang sampai ke pleura sehingga terjadi pleuritis
5. Integritas ego

Subjektif : faktor stress lama, masalah keuangan, perasaan tak berdaya/tak ada
harapan

Pemeriksaan diagnostik
Kultur sputum :
mikobacterium tuberkulosis positif
pada akhir penyakit
Tes tuberkulin : mantoux test reaksi positif (area
indurasi 10-15 mm terjadi 48-72 jam)
Poto torak : infiltrasi lesi awal pada area paru atas, pada
tahap dini tampak bercak sperti awan dengan batas
tidak jelas, pada kavitas bayangan berupa cincin, pada
klasifikasi tampak bayangan bercak padat dengan
densitas tinggi
Bronchografi : untuk melihat kerusakan bronkus atau
kerusakan paru karena TB paru
Darah : peningkatan leukosit dan laju endap darah (LED)
Spirometri : penurunan fungsi paru dengan kapasitas
menurun

NO

NANDA

Nursing Care Plan


NOC

Setelah

Ketidakefektifan Bersihkan Jalan Nafas

Definisi

ketidakmampuan

membersihkan
dari

sekresi

saluran

mempertahankan

atau

Batasan karakterisitik :

tindakan

selama

Airway Suctioning

...x24

jam, klien akan :

Aktifitas keperawatan :
1.

Pastikan kebutuhan oral atau tracheal suctioning

untuk

Respiratory status : Ventilation

2.

Auskultasi suara napas sebelum dan sesudah suctioning

jalan

Respiratory status : Air way patenci

3.

Informasikan pada klien dan keluarga tentang suctioning

Respiratory status : Gas exchange

4.

Minta klien napas dalam sebelum suction dilakukan

Aspiration prevention, yang dibuktikan

5.

Berikan O2 dengan menggunakan nasal untuk memfasilitasi

obstruksi

kebersihan

dilakukan

keperawatan

untuk

pernapasan

napas.

NIC

dengan indikator sebagai berikut :

suction nasotrakeal

Tidak ada batuk

Suara napas tambahan

Perubahan frekuensi napas

Perubahan irama napas

Sianosis

Kesulitan berbicara

Penurunan bunyi napas

mengeluarkan

Dispnea

bernapas dengan mudah, tidak ada

Sputum berlebihan

pursed lips)

Batuk yang tidak efektif

(1-5= tidak pernah, jarang, kadang-kadang,


sering, atau selalu)

6.

Gunakan alat yang steril setiap melakukan tindakan

7.

Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam setelah kateter

Kriteria hasil :

dikeluarkan dari nasotrakeal

Mendemonstrasikan batuk efektif dan

8.

Monitor status O2 pasien

suara napas yang bersih, tidak ada

9.

Ajarkan keluarga bagaimana melakukan suction

sianosis

10.

Hentikan suction dan berikan O2 apabila pasien menunjukan

dan

dispnea

sputum,

mampu
mampu

bradikardi, peningkatan saturasi O2 dll


Air way management
Aktifitas keperawatan :

Menunjukan jalan napas yang paten

11.

Buka jalan napas

Ortopnea

(klien tidak merasa tercekik, irama

12.

Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi

Gelisah

napas, frekuensi pernapasan dalam

13.

Identifikasi pasien

Mata terbuka lebar

rentang normal, tidak ada suara napas

14.

Pasang mayo bila perlu

abnormal)

15.

Lakukan fisioterapi dada jika perlu

dan

16.

Keluarkan secret dengan batuk atau suction

dapat

17.

Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan

18.

Lakukan suction pada mayo

19.

Berikan bronkodilator bila perlu

20.

Berikan pelembab udara kasa basah NaCl lembab

21.

Atur intake cairan

22.

Monitor respirasi dan status O2

Faktor yang berhubungan :


Lingkungan

Mampu

mengidentifikasikan

Perokok pasif

mencegah

Menghisap asap

menghambat jalan napas

Merokok
Obsruksi jalan napas :

Spasme jalan napas

Mucus dalam jumlah berlebih

Eksudat dalam alveoli

Adanya jlan napas buatan

Sekresi yang tertahan

Sekresi dalam bronchi


Fisiologi :

Jalan napas alergik

faktor

yang

NANDA, NIC dan NOC pada TB Paru

NO

NANDA

Resiko infeksi
Definisi : mengalami peningkatan
resiko terserang organisme patogen
Faktor resiko :
Penyakit kronis
DM
Obesitas
Pengetahuan yang kurang untuk
menghindari pemajanan patogen
Pertahanan tubuh primer yang tidak
adekuat
Kerusakan integritas kulit
Perubahan sekresi pH
Merokok
Stasis cairan tubuh
Trauma jaringan
Malnutrisi
Leukopenia
Penurunan Hb

NOC

NIC
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan

Infection control

selama

...x24 jam, klien akan :

Aktifitas keperawatan :
1.

Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain

Immune status

2.

Pertahankan teknik isolasi

Infection severity

3.

Batasi pengunjung

Knowledge : infection control

4.

Intuksikan pada pengunjung untuk mencuci saat berkunjung dan

Nutritional status

Tissue integrity : skin dan mocus

5.

Gunakan sabun antimikrobia untuk cuci tangan

membranes,

dibuktikan

6.

cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan

dengan indikator sebagai berikut

7.

gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung

8.

pertahankan lingkungan aseptik setiap pemasangan alat

9.

ganti letak IV perifer dan line sentral dan dressing sesuai dengan

setelah berkunjung meninggalkan pasien

yang

(1-5= tidak pernah, jarang, kadangkadang, sering, atau selalu)

petunjuk umum

Kriteria hasil :

Klien

bebas

10.

dari

tanda

dan

gejala infeksi

Mendeskripsikan

proses

kencing
11.

tingkatkan intake nutrisi

12.

berikan terapi antibiotik bila perlu

penularan penyakit, faktor yang

Infection protection

mempengaruhi penularan serta

gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung

Aktifitas keperawatan :

penatalaksanaannya

13.

monitor tanda dan gejala sistemik lokal

Menunjukan kemampuan untuk

14.

Monitor hitung granulosit, WBC

mencegah timbul nya infeksi

15.

Monitor kerentanan terhadap infeksi

Jumlah

16.

Batasi pengunjung

normal

17.

Saring pengunjung terhadap penyakit menular

Menunjukan PHBS

18.

Pertahankan teknik aspesis terhadap pasien yang beresiko

19.

Pertahankan teknik isolasi keperawatan

20.

Berikan perawatan kulit pada area epidema

21.

Infeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas,

leukosit

dalam

batas

drainase
22.

Infeksi kondisi luka

23.

Dorong masukan nutris yang cukup

24.

Dorong masukan cairan, istirahat

25.

Intruksikan pasien minum antibiotik sesuai resep

26.

Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi

27.

Ajarkan cara menghundari infeksi

28.

Laporkan kecurigaan infeksi

29.

Laporkan kultur positif

NO

NANDA

NOC
Intoleransi aktivitas

NIC
Setelah

Definisi : ketidakcukupan energi


secara

fisiologis

maupun

psikologis

untuk

meneruskan/menyelesaikan
aktifitas

yang

diminta

jam, klien akan :


Energi conservation

Self care : ADLs, yang dibuktikan

Respon

tekanan

darah

kadang, sering, atau selalu)


abnormal

Kriteria hasil :

Respon frekuensi jantung abnormal


yang

mencerminkan aritmia

disertai

peningkatan

tekanan darah, nadi dan RR


EKG

1.
2.

Obsevasi

adanya

Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan

4.

Monitor nutrisi dan sumber energi

5.

Monitor pasien akan adnya kelelahan fisik dan


emosi secara berlebihan

6.

Monitor respon CV terhadap aktifitas

7.

Monitor pola tidur dan lamanya tidur atau

Mampu melakukan aktifitas seharihari (ADLs) secara mandiri

istirahat pasien
Activity therapy

iskemia

8.

Ketidaknyamanan setelah beraktifitas


Dispnea setelah beraktifitas

Menyatakan merasa letih


Faktor yang berhubungan :

dalam

3.

Aktifitas keperawatan :

klien

Dorong anak untuk mengungkapkan perasaan

Perubahan EKG yang mencerminkan

pembatasan

terhadap keterbatasan

Berpartisipasi dlam aktifitas fisik


tanpa

terhadap aktivitas
Perubahan

Aktifitas keperawatan :
melakukan aktifitas

(1-5= tidak pernah, jarang, kadang-

terhadap aktifitas

Energi management

dengan indikator sebagai berikut :

Batasan karakteristik :

tindakan

atau

aktifitas sehari-hari.

dilakukan

keperawatan selama ...x24

Kolaborasikan dengan tenaga rehabilitasi medic


dalam perencanaan program terapi yang tepat

9.

Bantu klien untuk mengidentifikasikan aktifitas


yang mampu dilakukan

10.

Bantu untuk memilih aktifitas konsisten yang

Tirah baring

sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan

Kelemahan umum

sosial

Ketidakseimbangan antara suplai dan

11.

Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan

kebutuhan O2

sumber yang diperlukan untuk aktifitas yang

Imobilitas

diinginkan

Gaya hidup monoton

12.

Bantu untuk mendapatkan alat bantuan aktifitas


seperti kursi roda

13.

Bantu

untuk

mengidentifikasi

aktifitas

yang

disukai
14.

Bantu klien untuk membuat jadwal latihan di


waktu luang

15.

Bantu

pasien

mengidentifikasikan

atau

keluarga

dalam

untuk

kekurangan

beraktifitas
16.

Sediakan penguatan positif bagi yang aktif


beraktifitas

17.

Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi

NO

NANDA

NOC
Ketidakseimbangan

nutrisi

kurang

NIC
Setelah

dari kebutuhan tubuh


Definisi : intake nutrisi untuk tubuh
tidak

cukup

dilakukan

tindakan

Nutrition management

selama

Aktifitas keperawatan :

keperawatan

untuk

metabolisme

...x24 jam, klien akan :

tubuh

Nutritional status : food and fluid

1.

Kaji adanya alergi makanan

2.

Kolaborasi

intake

Batasan karakteristik :

Weight

dengan

ahli

gizi

menentukan

jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien


:

body

mass,

yang

3.

Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe

indikator

4.

Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan

Kram dan nyeri abdomen

dibuktikan

Menghindari makan

sebagai berikut :

BB di bawah ideal

Kerapuhan kapiler

Diare

Kehilangan rambut berlebihan

Bising usus hyper aktif

Kurang minat pada makan

Membran mukosa pucat

Kesalahan konsepsi

Ketidakmampuan memakan makanan

Tidak ada tanda-tanda malnutrisi

Nutriotion monitoring

Tonus otot menurun

Tidak terjadi penurunan BB yang

Aktifitas keperawatan :

Mengeluh gangguan sensasi rasa

11.

BB batas normal

Mengeluh asupan makanan kurang dari

12.

Monitor adanya penurunan BB

normal

13.

Monitor

dengan

vitamin C

(1-5= tidak pernah, jarang, kadangkadang, sering, atau selalu)

5.

Berikan substansi gula

6.

Yakinkan diet yang dimakan mengandunng tinggi

Kriteria hasil :

untuk

serat untuk mencegah konstipasi

Adanya peningkatan BB sesuai

7.

Berikan makanan yang terpilih

tujuan

8.

Ajarkan pasien membuat catatan makanan harian

BB ideal sesuai TB

9.

Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori

Mampu

10.

Kaji kemampuan pasienuntuk mendapatkan nutrisi

mengidentifikasi

kebutuhan nutrisi

berarti

yang di butuhkan

tipe

dan

jumlah

aktifitas

yang

biasa

Cepat kenyang setelah makan

Sariawan rongga mulut

14.

Monitor interaksi anak atau oarng tua selama makan

Kelemahan otot mengunyah dan menelan

15.

Monitor lingkungan selama makan

16.

Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama

dilakukan

Faktor yang berhubungan :

Faktor biologis dan ekonomi, psikologis

Ketidakmampuan

untuk

mengabsorpsi

nutrisi

Ketidakmampuan
makanan

untuk

mencerna

jam makan
17.

Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi

18.

Monitor turgor kulit

19.

Monitor kekeringan, rambut kusam dan mudah patah

20.

Monitor mual dan muntah

21.

Monitor kadar albumin, total protein, Hb dan kadar


Ht

22.

Monitor makanan kesukaan

23.

Monitor pertumbuhan dan perkembangan

24.

Monitor pucat, kemerahan dan kekeringan jaringan


konjungtiva

25.

Monitor kalori dan intake nutrisi

NO

NANDA

NOC
Defisiensi pengetahuan

NIC
Setelah

Definisi : ketiadaan atau defisiensi informasi


kognitif yang

berkaitan dengan topik

selama

tertentu

Teaching : disease process

...x24

jam,

Aktivitas keperawatan :
1.

klien akan :

Batasan karakteristik :

Perilaku hiperbola

Ketidakdaruratan mengikuti perintah

Ketidakdaruratan melakukan test

Perilaku

tidak

dilakukan

tindakan keperawatan

tepat

(histeria,

pasien tentang proses penyakit yang spesifik

Knowledge : disease process

Knowledge : health behavior,

bagaimana

yang

anatomi dan fisiologi, dengan cara yang cepat

dibuktikan

(1-5=

tidak

pernah,

agitasi, apatis)

kadang-kadang,

Pengungkapan masalah

selalu)

Kertebiasaan kognitif

Salah interprestasi informasi

menyatakan

Kurang minat dalam belajar, kurang mengingat

tentang

Tidak familiar dengan sumber informasi

prognosis

Faktor yang berhubungan :

2.

dengan

indikator sebagai berikut :


bermusuhan,

Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan

3.

jarang,

sering,

atau

Pasien

4.

hal

Gambarkan

dari

ini

proses

penyakit

berhubungan

dan

dengan

penyakit, dengan

cara

Gambarkan tanda dan gejala yang

biasa

muncul pada penyakit, dengan cara yang


dan

tepat
keluarga

5.

pemahaman

penyakit,

kondisi,

dan

program

Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan


cara yang tepat

6.

Sediakan

informasi

pada

pasien

pengobatan

7.

Hindari harapan yang kososng

Pasien dan keluarga mampu

8.

Sediakan

dijelaskan secara benar

tentang

kondisi dengan cara yang tepat

melaksanakan prosedur yang

patofisiologi

yang tepat

Kriteria hasil :

Jelaskan

informasi

bagi

keluarga

tentang

kemajuan pasien
Diskusikan

perubahan

gaya

Pasien dan keluargamampu

mungkin

diperlukan

untuk

menjelaskan

komplikasi di masa yang akan datang atau

kembali

9.
apa

yang dijelaskan perawat atau


tim kesehatan lainnya

hidup

yang

mencegah

proses pengontrolan penyakit


10.

Diskusikan pemilihan terapi atau penanganan

11.

Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau


mendapatkan second opinion dengan cara
yang tepat

12.

Eksplorasi

kemungkinan

sumber

atau

dukungaan dengan tepat


13.

Rujuk pasien pada group atau agensi di


kominitas lokal, dengan cara yang tepat

14.

Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala


untuk melaporkan pada pemberi perawatan
kesehatan dengan cara yang tepat

Implementasi
Pada tahap ini untuk melaksanakan intervensi dan aktifitas-aktifitas
yang telah dicatat dalam rencana perawatan pasien. Agar
implementasi atau pelaksanaan dapat tepat waktu dan efektif maka
perlu mengidentifikasikan prioritas perawatan, memantau dan
mencatat respon pasien terhadap setiap intervensi yang
dilaksanakan serta mendokumentasikan pelaksannan perawatan.
Evaluasi
Pada tahap ini yang perlu dievaluasi pada klien dengan TB paru
adalah, mengacu pada tujuan yang hendak dicapai yakni apakah
terdapat :
Keefektifan bersihan jalan napas
Intoleran aktifitas teratasi
Perilaku atau pola hidup berubah untuk mencegah penyebaran
infeksi
Kebutuhan nutrisi adekuat, BB meningkat dan tidak terjadi malnutrisi
Pemahaman tentang proses penyakit atau prognosis dan program
pengobatan dan perubahan perilaku untuk memperbaiki kesehatan.

TERIMAKASIH