Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penggunaan tumbuhan dan bahan alami sebagai antimikroba
merupakan alternatif yang bisa dilakukan oleh masyarakat, karena semakin
banyaknya resistensi yang terjadi pada obat-obatan kimia. Tumbuhan obat
memiliki fungsi aktif setelah melalui proses ekstraksi. Ekstraksi bertujuan
untuk menarik komponen kimia penting dalam tumbuhan. Tumbuhan dan
bahan alami yang bisa digunakan salah satunya adalah buah mengkudu.
Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat yang banyak mengandung
bahan kimia yang berguna bagi kesehatan.
Buah mengkudu mempunyai khasiat antioksidan karena buah
mengkudu mengandung bahan aktif scopoletin, ascorbic acid, beta carotene,
l-arginine, dan proxeronine (8). Enzim proxeronase dan alkaloid proxeronine,
kedua zat ini akan membentuk zat aktif bernama xeronine di dalam tubuh.
Xeronine adalah komponen essensial dalam protein membran sel. Setiap sel
mempunyai membran yang terdiri dari lapisan protein peptida. Peptida peptida ini dirangkaikan dengan ikatan, ikatan tersebut akan menjadi lemah
tanpa peran dari alkaloid xeronine. Enzim inilah yang dapat menekan
pertumbuhan bakteri, salah satunya bakteri Staphylococcus aureus (8).
Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif dan merupakan flora
normal pada kulit, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan pada manusia.
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab dari infeksi
saluran pernapasan bawah yang merupakan penyebab kematian terbanyak
kedua pada anak, menurut Riskesdes tahun 2009 sebesar 18,6 %.

Sehubungan dengan adanya indikasi mengkudu mempunyai daya


antibakteri, maka perlu dilakukan penelitian tentang daya konsentrasi efektif
ekstrak mengkudu sebagai antibakteri terhada bakteri Staphylococcus aureus.
Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan akan menjadi acuan penggunaan
mengkudu sebagai alternatif obat antibakteri. (9)
1.2 Rumusan Masalah
Berapakah konsentrasi efektif dari ekstrak mengkudu (Morinda Citrifolia
Linn) terhadap Staphylococcus aureus ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui ada atau tidaknya efek antibakteri ekstrak
mengkudu (Morinda citrifolia Linn) terhadap Staphylococcus aureus.
1.3.2 Tujuan Khusus
Untuk mengetahui konsentrasi efektif ekstrak mengkudu
(Morinda citrifolia Linn) terhadap Staphylococcus aureus.
1.4

Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat untuk ilmu pengetahuan
Penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian tentang
konsentrasi efektif ekstrak mengkudu terhadap bakteri Staphylococcus
aureus
1.4.2 Manfaat untuk pelayanan kesehatan
Penelitian ini diharapkan sebagai pertimbangan instansi dan
praktisi kesehatan mengenai pengobatan alternatif yang dapat digunaka
sebagai antibakteri
1.4.3 Manfaat untuk masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat
akan pentingnya pemanfaatan buah mengkudu sebagai obat tradisional

1.4.4 Manfaat untuk peneliti


Dapat mengembangkan kemampuan di bidang penelitian serta
mengasah kemampuan analisis peneliti. Serta dapat membantu
memberikan pengetahuan mengenai manfaat buah mengkudu sebagai
antibakteri.
1.5 Orisinalitas
Tabel 1.1 Orisinalitas
N

Nama Peneliti

Judul Penelitian

Desain Penelitian

Hasil Penelitian

o
1.

Hermawan

Pengaruh Ekstrak

Penelitian

Hasil

Surya (2009)

Buah

menggunakan

menunjukkan bahwa ekstrak

Mengkudu

(Morinda citrifolia

Rancangan

L)

Lengkap

dalam

Acak
dengan

penelitian

buah mengkudu
dapat

menghambat
bakteri

Menghambat

3perlakuan volume uji

pertumbuhan

Pertumbuhan

ekstrak

harveyi

Bakteri

mengkudu yaitu 0,25

(P<0,01). Perlakuan 0,5 ml

harveyi Secara In

ml ; 0,50 ml ;

dan

vitro

0,75 ml dan 0 ml

efektivitas yang sama dalam

(kontrol),

tiap

menghambat

kali

bakteri

V. harveyi

selama

48

Vibrio

perlakuan
ulangan.

buah

Secara

0,75

in

ml

V.
vitro

memiliki

pertumbuhan
jam

yaitu
waktu

inkubasi. Volume optimum


dalam

menghambat

pertumbuhan

bakteri

harveyi

Secara

in

V.
vitro

adalah 0,50 ml ekstrak buah


mengkudu
zona

dengan

hambat

rerata

maksimum

5,250,85 mm dan daya


hambat selama 48 jam waktu
inkubasi.

Judul penelitian yang terdapat dalam penelitian terdahulu Hermawan


Surya (2009) adalah Pengaruh Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L)
dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio harveyi Secara In vitro.
Sedangkan perbedaan dengan penelitian ini mengangkat judul tentang
Konsentrasi Efektif Ekstrak Mengkudu (Morinda citrifolia Linn) Terhadap
Bakteri Staphylococcus aureus.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Mengkudu (Morinda citrifolia L)
2.1.1

Klasifikasi dan Morfologi


Tanaman mengkudu diklasifikasikan sebagai berikut (7).
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledone

Anak kelas

: Sympetalae

Bangsa

: Rubiales

Suku

: Rubiaceae

Genus

: Morinda

Spesies

: Morinda citrifolia
Buah mengkudu memiliki bentuk bulat sampai lonjong,

panjang 10 cm, berwarna kehijauan tetapi menjelang masak menjadi


putih kekuningan. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak
mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul
karena pencampuran antar asam kaprik dan asam kaproat. Kedua
senyawa tersebut bersifat aktif sebagai antibiotik. Permukaan buah
seperti terbagi dalam sel - sel polygonal (bersegi banyak) yang
berbintik - bintik dan berkutil (7).
2.1.2 Kandungan buah mengkudu
Mengkudu memiliki aktivitas antibakteri, antiviral, antifungi,
antitumor, antihelmik, analgesik, hipotensif, antiinflamasi, dan efek
peningkatan imun.
2.1.2.1 Xeronin

Xeronin merupakan salah satu alkaloid penting yang


terdapat

dalam

buah

mengkudu.

Xeronin

berfungsi

mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi protein di


dalam sel.
2.1.2.2 Proxeronin
Proxeronin adalah sejenis asam koloid yang tidak
mengandung gula. Di dalam usus enzim proxeronase dan zatzat lain akan mengubah proxeronin menjadi xeronin. Fungsi
utama xeronin adalah mengatur bentuk dan rigiditas protein
spesifik yang terdapat dalam sel.
2.1.2.3 Flavonoid
Sebagai

antioksidan,

flavonoid

dapat

menginhibisi

penggumpalan keping sel darah, merangsang produksi nitrit


oksidan yang dapat melebarkan pembuluh darah dan juga
dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
2.1.2.4 Fenol
Fenol merupakan jenis antioksidan yang banyak terdapat
dalam buah mengkudu. Fenol telah dipelajari sebagai
desinfektan yang mempunyai aktifitas anibakteri
2.1.3 Ekstrak buah mengkudu
Ekstraksi

adalah

proses

pemisahan

suatu

bahan

dari

campurannya, biasanya dengan menggunakan pelarut. Ekstraksi


dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstraksi mengunakan pelarut
didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen terhadap
komponen lain dalam campuran. Kandungan senyawa aktif dalam
ekstrak buah mengkudu yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah
flavonoid, fenol, xeronin, dan proxeronin.
2.2 Staphylococcus Aureus

Gambar 2.2 Staphylococcus aureus (15)..


Klasifikasi Staphylococcus aureus adalah(15).:
Domain

: Bacteria

Kingdom

: Eubacteria

Divisi

: Firmicutes

Class

: Cocci

Ordo

: Bacillales

Family

: Staphylococcaceae

Genus

: Staphylococcus

Spesies

: Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif berbentuk


bulat berdiameter 0,7 - 1,2m, tersusun dalam kelompok - kelompok yang
tidak teratur seperti buah anggur, fakultatif anaerob, tidak membentuk
spora, dan tidak bergerak. Bakteri ini tumbuh pada suhu optimum 37C,
tetapi membentuk pigmen paling baik pada suhu kamar (20 - 25C).
Koloni pada perbenihan padat berwarna abu - abu sampai kuning
keemasan, berbentuk bundar, halus, menonjol, dan berkilau (15).
Ciri khas infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus
adalah radang supuratif (bernanah) pada jaringan lokal dan cenderung
menjadi abses. Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah
furunkel pada kulit dan impetigo pada anak anak. Infeksi superfisial ini
dapat menyebar (metastatik) ke jaringan yang lebih dalam menimbulkan
osteomielitis, artritis, endokarditis dan abses pada otak, paru - paru, ginjal

serta kelenjar mammae. Pneumonia yang disebabkan Staphylococcus


aureus sering merupakan suatu infeksi sekunder setelah infeksi virus
influenza. Staphylococcus aureus dikenal sebagai bakteri yang paling
sering mengkontaminasi luka pasca bedah sehingga menimbulkan
komplikasi. Bila terjadi bakteriemia, infeksi dapat bermetastasis ke
berbagai organ (15).
Patogenesis infeksi Staphylococcus aureus merupakan hasil
interaksi berbagai protein permukaan bakteri dengan berbagai reseptor
pada permukaan sel inang. Penentuan faktor virulen mana yang paling
berperan sulit dilakukan karena demikian banyak dan beragam faktor
virulen yang dimiliki Staphylococcus aureus (15).
2.4 Pengaruh buah mengkudu sebagai antibakteri
2.4.1 Proxeronin dan xeronin
Proxeronin diubah menjadi xeronin didalam usus oleh enzim
proxeronase.

Xeronin

akan

diserap

oleh

sel-sel

tubuh

guna

mengaktifkan protein yang tidak aktif. Xeronine adalah komponen


essensial dalam protein membran sel. Setiap sel mempunyai membran
yang terdiri dari lapisan protein peptida. Peptida- peptida ini
dirangkaikan dengan ikatan, ikatan tersebut akan menjadi lemah tanpa
peran dari alkaloid xeronine. Enzim inilah yang dapat menekan
pertumbuhan bakteri, salah satunya bakteri Staphylococcus aureus (8).
2.4.2 Flavonoid
Flavonoid merupakan bagian yang bersifat polar sehingga lebih
mudah menembus lapisan peptidoglikan yang bersifat polar daripada
lapisan lipid yang non polar. Flavonoid menyebabkan penghambatan
lebih baik pada bakteri gram positif.

2.4.3 Fenol

Fenol merupakan senyawa yang mempunyai efek antibakteri


paling banyak terdapat pada buah mengkudu. Mekanisme fenol sebagai
anibakteri adalah mengganggu proses transportasi ion penting kedalam
sel bakteri. Fenol berikatan dengan lemak dan karbohidrat yang akan
menyebabkan permeabilitas dinding sel bakteri terganggu.
2.5 Kerangka Teori
Mengkudu (Morinda citrifolia)

Proxeronin

Xeronin

Menghasilkan alkaloid xeronin

Fenol

Flavonoid

Mengganggu permeabilitas
dinding sel bakteri

Antibakteri (Staphylococcus aureus)

2.4 Kerangka Konsep


Variabel Bebas

Variabel Terikat

Ekstrak Mengkudu

Bakteri Staphylococcus

(Morinda citrifolia

aureus

Linn).

Skema 2.KerangkaKonsep
2.5 Hipotesis

10

H0 : Terdapat daya antibakteri dari ekstrak mengkudu (Morinda


citrifolia Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus
H1 : Tidak terdapat daya antibakteri dari ekstrak mengkudu (Morinda
citrifolia Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus