Anda di halaman 1dari 2

10 Kalimat Ini Bisa Membuat Masa Depan Anak Rusak

Berbagai masalah bisa saja terjadi dalam kehidupan rumah tangga, seperti masalah
pekerjaan atau masalah kenakalan anak. Kedua masalah itu bisa saja membuat
orang tua lepas kontrol saat berkata.

Hal ini sering kali terjadi saat mengatasi kenakalan anak. Terkadang orang tua yang
merasa lelah usai bekerja akan sangat mudah marah ketika melihat kebisingan di
matanya seperti kenakalan anaknya.

dengan
Hingga
yang

Terkadang orang tua melampiaskan kelelahannya tersebut


memarahi anaknya yang nakal.
emosi ini tanpa disadari bisa
mengeluarkan kata-kata yang kasar
menyakiti hati anak. Hati-hati saat
berkata-kata, karena bisa saja
perkataan orang tua tersebut
menyakiti hati anaknya.

Meskipun sang anak yang membuat


orang tua marah, tetapi tak seharusnya
orang tua berkata kasar kepada
anaknya. Karena perkataan kasar tadi
bisa memberi dampak buruk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang
tua.
Jadi, berhati-hatilah saat memarahi anak, jangan sampai kata-kata kasar keluar dari
mulut orang tua. Seperti kata-kata kasar berikut ini:
1. Kalau kamu nakal, mama akan meninggalkan kamu disini
2. Kalau kamu tidak nurut, berarti kamu bukan anak mama
3. Gara-gara kamu mama dan papa bertengkar
4. Kamu memang anak yang tidak berguna
5. Terserah kamu, mama tidak peduli lagi dengan kamu
6. Seharusnya kamu itu bisa pintar seperti teman kamu itu
7. Seharusnya kamu malu dengan diri kamu sendiri
8. Seandainya kamu tidak ada, pasti tidak akan terjadi semua ini
9. Sudah! Biar mama saja yang melakukannya, kamu memang tidak becus
10.Mama menyesal telah melahirkan kamu
Nah itulah kata-kata kasar yang sering diucapkan orang tua saat memarahi
anaknya. Kata kasar tadi, seharusnya tidak boleh didengar anak karena kata-kata
tersebut bisa membuat anak berpikir bahwa dirinya sangat tidak berguna, dirinya
selalu menyusahkan orang tua dan dirinya selalu menyebabkan orang tua
bertengkar.
Terkadang kata-kata itu bisa merusak masa depan seorang anak, bahkan bisa
membuat dirinya merasa selalu sedih dan menyalahkan diri sendiri. Sehingga,
membuat anak tidak percaya diri dan merasa tidak disayang oleh orang tuanya.