Anda di halaman 1dari 57

EVALUASI

PROGRAM
Usaha Kesehatan Sekolah di UPTD
Puskesmas Wanakerta, Kabupaten
Karawang Januari 2015 sampai
dengan Agustus 2015

LATAR BELAKANG

Rumusan Masalah

Tujuan Umum

Tujuan Khusus

Diketahui cakupan
sekolah yang
melaksanakan
pelatihan Dokter
Kecil untuk peserta
didik kelas SD/MI

Tujuan Khusus
Diketahuinya
cakupan Imunisasi
Campak bagi
peserta didik
SD/MI kelas I

Diketahuinya
cakupan Imunisasi
DT ( Difteri Toxoid)
bagi peserta didik
SD/MI kelas I

Diketahuinya
cakupan Imunisasi
Td (Tetanus Difteri)
bagi peserta didik
SD/MI kelas II dan III

Diketahuinya
cakupan SD/MI
yang mempunyai
kegiatan Usaha
Kesehatan Gigi
Sekolah (UKGS)

Diketahuinya
cakupan kegiatan
pembinaan
sanitasi
lingkungan baik
di SD/MI

Diketahuinya
cakupan kegiatan
pembinaan
Pemberantasan
Sarang Nyamuk
(PSN) di SD/MI

Diketahuinya
cakupan
pembinaan
warung sekolah
dasar di SD/MI

Sasaran
Sasaran Pelayanan Kesehatan
Sekolah (SD/MI dan sederajat) yang ada di
wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu
lapan bulan.
Sasaran Pembinaan
Peserta didik (siswa sekolah dasar)
Masyarakat sekolah (guru, staf sekolah dan staf
pendidikan lainnya)
Orang tua siswa dan komite sekolah

Materi
Data laporan
Jumlah sekolah yang memiliki program UKS
Jumlah sekolah yang memiliki ruang UKS
Kegiatan penyuluhan kesehatan
Persentase sekolah yang memiliki dokter kecil
Jumlah guru UKS
Kegiatan penjaringan kesehatan bagi anak kelas satu SD
(skrining).
Pelaksanaan BIAS, imunisasi Campak dan Difteri Toksoid (DT)
bagi anak kelas I SD
Pelaksanaan BIAS,imunisasi Tetanus difteri (Td) bagi anak
kelas II dan III SD
Kegiatan Pelaksanaan UKGS
Pembinaan sanitasi lingkungan
Pemberantasan sarang nyamuk
Pembinaan warung sekolah

Metode

Bagan Teori

Tolak Ukur Keberhasilan

Sumber data

Keadaan Umum
Terletak di Desa Wanakerta
kecamatan Teluk Jambe Barat,
Kabupaten Karawang
Wilayah kerja terdiri dari 10 desa,
20 Dusun, 40 RW dan 112 RT

DATA KHUSUS

MASUKAN

Metode

Pendidikan kesehatan

Penyuluhan kesehatan di sekolah dengan cara ceramah yang


diberikan oleh petugas kesehatan untuk peserta didik, guru dan
orang tua

Kegiatan dokter kecil ; ceramah dan pelatihan kepada siswa


kelas IV dan V dengan jumlah minimal 10% dari jumlah peserta
didik

Pembinaan dan pelatihan guru UKS terlatih sesuai pedoman


pelaksanaan program puskesmas kecamatan

Metode
Pelayanan kesehatan
Kegiatan penjaringan ( skrining) peserta didik kelas I
SD/MI pada awal tahun
Pemberian imunisasi campak anak SD kelas I
sebanyak 1 kali oleh perawat puskesmas ; dosis 0.5cc
secara IM
Imunisasi booster DT anak SD kelas 1 sebanyak 1
kali ; dosis 0.5cc dengan penyuntikan IM
Imunisasi Td anak SD kelas II dan III sebanyak 1 kali
; dosis 0,5 cc penyuntikan IM
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah dilakukan oleh tim
UKGS dengan cara pemeriksaan dan perawatan gigi
kepada peserta didik SD/MI

Metode
Pembinaan lingkungan kesehatan sekolah
Pembinaan lingkungan sanitasi sekolah baik ;
Ada sumber air bersih mencukupi,
Bangunan dan linkungan terawat, bebas sampah,
Tidak ada genangan limbah,
WC bersih,
Tidak ada vektor penularan penyakit
Ventilasi dan pencahayaan baik

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara


berkala
Pembinaan warung sekolah ; Pelatihan tentang
cara membuat jajanan yang bersih dan higenis

PROSES

Perencanaan
Penyuluhan kesehatan kepada peserta didik, guru
dan orang tua murid setiap tahun sekali
bersamaan dengan skrining

Pendidikan
kesehatan

Pendidikan dokter kecil diluar jam pelajaran atau


sewaktu pelajaran olahraga dengan memberikan
ceramah dan pelatihan oleh dokter kepada peserta
didik kelas IV dan V 1x tiap sekolah/tahun ; 10%
dari jumlah peserta didik

Pembinaan guru UKS terlatih ; pelatihan satu


kali setahun

Perencanaan
Penjaringan (skrining) peserta didik kelas I SD saja oleh dokter
Puskesmas 1x sekolah/tahun pada tahun ajaran baru ( JuliAugustus)
Pemeriksaan status gizi dengan ukur tinggi badan dan berat badan
1x setahun

Imunisasi campak anak SD kelas I, 1 x /sekolah/tahun ( JuliAugustus)


Pelayanan
kesehatan

Imunisasi booster DT anak SD kelas 1, 1x /sekolah/tahun


( November)

Imunisasi booster Td anak SD kelas II dan III


1x/sekolah/tahun (November)
Pemeriksaan visus dengan kartu snellen seluruh peserta didik 1x
setahun bersama dengan penjaringan
Pemeriksaan ketajaman pendengaran dengan garputala seluruh
peserta didik 1x setahun bersama dengan penjaringan
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah dengan cara pemeriksaan dan
perawatan gigi oleh tim UKGS 2x setahun

Perencanaan
Pembinaan lingkungansanitasi sekolah baik oleh
perawat UKS 1x setiap sekolah / tahun

Pembinaan
lingkungan
sekolah
sehat

Pembinaan Pemberantasan Sarang Nyamuk


dengan cara 3M tidak secara berkala, hanya jika
ada kejadian DBD

Pembinaan warung sekolah oleh perawat UKS 1x


setiap sekolah per tahun dengan cara mengawasi
kebersihan dan aspek gizi makanan yang disaji

Pengorganisasian

Pelaksanaan
Pendidikan Kesehatan
Kegiatan Dokter Kecil : Dilaksanakan pada 5SD/MI,
pada bulan Januari 2015 sampai dengan Agustus 2015
Penyuluhan Kesehatan : Dilaksanakan pada 14 SD/MI
pada bulan Januari 2015 sampai dengan Agustus 2015

Pelaksanaan
Pelayanan kesehatan
Penjaringan/skrining kesehatan bagi peserta didik :

Dilaksanakan pada 14 SD/MI pada Januari 2015 sampai dengan


Agustus 2015.

Imunisasi BIAS Campak pada anak kelas I SD :

Dilaksanakan pada 31 SD/MI pada bulan Agustus 2015.

Imunisasi BIAS Difteri Toksoid (DT) pada anak SD kelas


I: Akan dilaksanakan pada bulan November 2015.
Imunisasi BIAS Toxoid Difteri (Td) pada anak kelas II
dan III SD : Akan dilaksanakan pada bulan November 2015.
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS ) : Dilaksanakan

pada 14 SD/MI pada bulan Januari 2015 sampai dengan Agustus


2015.

Pelaksanaan
Pembinaan lingkungan sanitasi : Dilaksanakan
pada 10 SD/MI pada bulan Januari 2015 sampai dengan
Agustus 2015.

Pemberantasan sarang nyamuk : Tidak


dilaksanakan

Pembinaan warung sekolah

: Tidak dilakukan

Pengawasan
Pencatatan dan pelaporan
Bulanan

Rapat bulanan dan semesteran 2x / tahun

KELUARAN

UMPAN BALIK
Ada laporan yang dibuat setelah dilakukan
kegiatan di sekolah
Ada rapat kerja yang membahas laporan kegiatan
UKS tiap semester dan untuk mengevaluasi
program yang dijalankan.
Ada rapat bulanan pada perencanaan kegiatan
UKS.

Lingkungan
Kurang tersedianya air bersih di tiap sekolah
Kurang tersedianya tempat pembuangan sampah
di tiap sekolah
Kurangnya pemeliharaan kebersihan dan
kerapihan ruang kelas.

DAMPAK
Langsung
Menurunnya angka absensi sakit dari siswa : Belum dapat
dinilai
Berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan kesehatan di
sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat : Belum dapat
dinilai
Memiliki pengetahuan, dan perubahan sikap, dan keterampilan
(perilaku) untuk melaksanakan PHBS : Belum dapat dinilai
Sehat, baik dalam arti fisik, mental maupun sosial: Belum dapat
dinilai

DAMPAK
Tidak langsung
Meningkatnya kualitas hidup sehat peserta didik :
Belum dapat dinilai.
Terciptanya lingkungan sehat sehingga memungkinkan
pertumbuhan dan berkembang peserta didik yang
harmonis dan optimal: Belum dapat dinilai

PEMBAHASAN
MASALAH MENURUT KELUARAN

PEMBAHASAN
MASALAH MENURUT VARIABEL MASUKAN

PEMBAHASAN
MASALAH MENURUT VARIABEL PROSES

PEMBAHASAN
MASALAH MENURUT VARIABEL PROSES

Masalah menurut variabel proses

PERUMUSAN MASALAH
Cakupan
pemberantas
an sarang
nyamuk

Cakupan
SD
dengan
guru UKS
terlatih

Cakupan
pembinaa
n sanitasi
lingkunga
n baik

Cakupan
pembinaan
warung
sekolah
sehat
Cakupan
presentas
e dokcil
untuk
setiap
sekolah

Cakupan
penjaringan/
screening
kesehatan

Penyebab masalah
Masukan:
- Guru UKS yang terlatih belum mencukupi
- Tidak tersedia lahan yang cukup untuk
mebangun fasilitas UKS
- Programmer UKS merangkap perawat UKGS
manakala perawat UKS merangkap petugas lab

Proses
Perencanaan
Tidak ada perencanaan untuk pembenterasan sarang
nyamuk, pembinaan warung sekolah sehat, pembinaan
sanitasi sekolah yang baik, pelatihan dokter kecil dan
kegiatan penjaringan kesehatan bagi peserta didik SD
Pelaksanaan
Dokter kecil baru dilaksanakan di 5 SD/MI
Pembinaan kegiatan Pembenterasan Sarang Nyamuk
(PSN) tidak dilaksanakan
Cakupan pembinaan warung sehat tidak dilaksanakan
Pelayanan Kesehatan Skrining bagi peserta didik SD
kelas 1: Hanya baru dilaksanakan di 14 SD

PRIORITAS MASALAH

PRIORITAS MASALAH

PRIORITAS MASALAH

Tidak ada
pengawasan
kegiatan dokter
kecil karena
kurang guru UKS

Penyelesaian
Memaksimalkan kinerja petugas kesehatan yang dapat
memberikan pelatihan dokter kecil dengan menggabungkan
kegiatan pelatihan dokter kecil dari berbagai sekolah dalam
suatu tempat dan waktu yang bersamaan.
Menjalin kerjasama lintas program di puskesmas untuk
mengoptimalisasi kegiatan.
Koordinasi lintas sektoral dengan pihak sekolah tentang
jadwal ujian dan libur siswa agar dapat membuat jadwal
tetap untuk pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Menjalin hubungan koodinasi lintas sektoral dengan Dinas
Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang
untuk melaksanakan pelatihan guru UKS.
Meningkatkan kerjasama antara petugas UKS Puskesmas
dengan guru UKS terlatih atau guru di setiap sekolah binaan
dengan memotivasi siswa sekolah agar mengetahui
pentingnya program yang akan dilaksanakan.

Penyelesaian
Melakukan koordinasi lintas program dengan program
kesehatan lingkungan untuk pelaksanaan kegiatan.
Optimalisasi tugas para tenaga puskesmas khususnya
para pemegang program.
Membuat jadwal kegiatan yang dilakukan bersamaan
dengan penyuluhan kesehatan dan kegiatan dokter
kecil agar efektif dan efisien.
Menjalin hubungan koordinasi lintas sektoral dengan
Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten
Karawang untuk membina sanitasi lingkungan sekolah
yang baik
Meningkatkan kerjasama antara petugas UKS, petugas
kesehatan lingkungan dengan guru UKS agar sanitasi
lingkungan yang baik di sekolah dapat ditingkatkan

KESIMPULAN
Cakupan sekolah
yang
melaksanakan
pelatihan kader
(dokter kecil)
adalah sebesar
16,12%, dengan
tolok ukur 100%
dan besar
masalahnya
adalah 83,88%

PRIORITAS
MASALAH

Cakupan
Pembinaan
Sanitasi
Lingkungan Baik
32,25% dari tolok
ukur 100%, besar
masalah 67,75%.

SARAN
Merekrut guru UKS untuk menjadi kader dan diikutsertakan dalam
pelatihan guru UKS, guna membantu melaksanakan program UKS
sekolah dasar.
Petugas Puskesmas menjadwalkan dengan lebih terencana untuk
mengadakan kegiatan pelatihan dokter kecil yang waktu pelaksanaannya
disesuaikan dengan kalender akademik di sekolah.
Merencanakan program-program UKS yang belum dilaksanakan seperti
pemberantasan sarang nyamuk, dan pengawasan warung sekolah sehat.
Menggabungkan kegiatan pelatihan dokter kecil dari beberapa sekolah
pada suatu tempat dan waktu yang bersamaan untuk mengatasi
keterbatasan tenaga kesehatan terlatih yang dapat memberikan
pelatihan dokter kecil.
Menggabungkan kegiatan pembinaan sanitasi lingkungan dengan
kegiatan penyuluhan dan kegiatan dokter kecil untuk memaksimalkan
waktu dan mengatasi kurangnya tenaga kesehatan untuk melaksanakan
kegiatan.

Saran
Koordinasikan lintas sektoral dengan Dinas Pendidikan
supaya membina ruang UKS dan menyediakan sanitasi
lingkungan yang baik di setiap sekolah.
Mengingatkan kepada pihak sekolah tentang pentingnya
pengadaan air bersih di sekolah, penyediaan tempat
pembuangan sampah di tiap kelas dan tiap ruangan,
menggerakan perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan
sekolah dasar, dan menyarankan untuk membuat ruang
UKS yang permanen.

TERIMA KASIH